admin.marketing

/admin.marketing

About admin.marketing

This author has not yet filled in any details.
So far admin.marketing has created 84 blog entries.

Digital Transformation: Bagaimana Menjadi seorang Disruptor

By | 2018-10-18T04:26:53+00:00 October 18th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Disruptor biasa digunakan di era digital pada saat ini. Apa itu Disruptor? Disruptor berasal dari kata disrupt, yang berarti “mengganggu”, “mengacaukan”, “merubah keadaan”, “mengguncang” dan lain-lain.

Dimana sebutan disruptor ini ditandai dengan banyaknya bisnis-bisnis baru yang hadir dengan solusi barunya yang mampu mengguncang para pebisnis lama. Bisnis-bisnis tersebut biasa kita sebut sebagai startup atau perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan untuk menemukan pasar yang tepat.

Para startup mampu melihat sebuah kesempatan dari masalah yang timbul. Mereka melihat sebuah masalah dan mengambil keputusan untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Intinya adalah bagaimana perusahaan kita dapat terus berkembang, optimis dengan masalah yang dihadapi dan melihat kesempatan dengan baik.

Bagaimana dengan Transformasi Digital? Mengapa banyak perusahaan yang saat ini  juga saling berlomba-lomba untuk menerapkan transformasi digital? Transformasi digital itu sendiri melibatkan perubahan yang cepat dalam aktivitas bisnis, proses, kompetensi, dan model untuk memanfaatkan teknologi digital secara strategis dan dampak luasnya.

Mengapa Transformasi Digital itu Penting?

1. Keunggulan yang kompetitif

Setiap organisasi harus merangkul transformasi digital pada tingkat tertentu agar tetap kompetitif. Hal tersebut dilakukan dengan continuous delivery mindset dan adopsi dari proses collaborative development, yang memungkinkan pengambilan keputusan dan pengiriman yang lebih cepat dan berkualitas lebih tinggi.

2. Keuntungan finansial

Perusahaan yang digerakkan oleh software adalah organisasi berkinerja tinggi yang menggunakan data untuk menghapus ego dan politik dari keputusan bisnis.

3. Keuntungan strategis

Organisasi menanamkan keyakinan bahwa anggota tim melakukan pekerjaan yang benar, untuk pelanggan yang tepat dan alasan yang tepat setiap saat.

4. Keuntungan budaya

Tim dalam constant communication merasakan rasa persahabatan dan hal tersebut dapat membantu mengurangi atrisi (attrition).

5. Efisiensi operasional

Proses dan teknologi modern membantu mengurangi overhead pada operasional, memungkinkan bisnis untuk berinvestasi lebih sedikit dalam pemeliharaan dan lebih banyak berinovasi untuk mendukung perubahan yang cepat dan pembangunan.

6. Meningkatkan produktivitas developer

Developer yang produktif adalah developer yang bahagia. Perusahaan memanfaatkan Agile  dan Lean development yang dapat mengurangi tugas-tugas administratif dan meningkatkan kecepatan pengiriman, secara fundamental meningkatkan persamaan time-to-value.

7. Faster time to market

Metode pengembangan monolitik dan tools restrict innovation dengan membatasi rilis hingga satu atau dua tahun. Tim menggunakan pendekatan pengembangan modern dan tools release yang terus menerus, serta mendapatkan keuntungan pasar sebagai first-mover.

Digital Transformation and Pivotal

Transformasi digital memastikan bisnis dapat merespons gangguan dengan cepat. Integrated cloud technologies dari Pivotal, bersama dengan pengembangan aplikasi kolaboratif dan solusi data dan analitik, memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan aplikasi generasi mendatang yang memberikan pengalaman luar biasa.

Dengan customer dari Pivotal, Pivotal pun menjawab kebutuhan inovasi bisnis modern dengan:

  1. Membangun produk berkualitas tinggi pada kecepatan startup dengan metodologi Agile
  2. Memberikan ketahanan perusahaan dengan platform cloud-native generasi berikutnya
  3. Memberikan wawasan pasar dengan data science

Transformasi Digital Versus Pendekatan Tradisional

Dengan transformasi digital:

  1. Agile and flexible. Pendekatan modern development, termasuk metode Agile and Lean, meningkatkan kecepatan pengiriman dan memungkinkan tim untuk mengambil risiko.
  2. Open. Penggunaan open source software dan komunitas terbuka mendukung inovasi yang kolaboratif.
  3. Predictive Analysis. Tim mengoperasionalkan wawasan secara real time melalui aplikasi pintar.
  4. Exceptional, personalized experiences. Melalui data science yang tangkas, organisasi terus menggunakan data untuk memperbaiki proses dan hasil, kemudian meningkatkan aplikasi.
  5. Continuous, iterative delivery. Tim memastikan software siap untuk dirilis setiap saat selama pengembangan (development).

Tanpa transformasi digital:

  1. Complex and inflexible. Pendekatan pengembangan secara tradisional, berbasis pada jadwal dan mengharuskan tim untuk selalu mengikuti proses.
  2. Proprietary. Penggunaan sistem yang mengunci bisnis ke dalam teknologi khusus dan pendekatan sangat mahal untuk dihentikan.
  3. Historical reporting. Tim mencari data business intelligence untuk memahami past behavior dan kemudian melaporkan tren tersebut.
  4. Single experience. Secara tradisional, organisasi menciptakan dan memodifikasi aplikasi berdasarkan apa yang mereka pikir diinginkan oleh pelanggan.
  5. Sequential delivery. Software hanya dirilis pada akhir proses yang lengkap.

Source:

https://pivotal.io/digital-transformation

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

IoT: Mengubah Potensi Menjadi Nilai Bisnis yang Nyata

By | 2018-10-18T03:33:45+00:00 October 18th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

IoT atau Internet of Things mengacu pada jumlah objek fisik yang terus meningkat, dari perangkat konsumen kecil hingga peralatan industri besar yang sekarang terhubung ke Internet dan mampu menghasilkan data tentang bagian operations mereka dan dunia di sekitar mereka.

Saat ini jumlah perangkat yang membentuk IoT meningkat. Gartner pun memperkirakan perangkat yang terhubung yang digunakan di seluruh dunia akan mencapai 20 miliar pada tahun 2020.

Apa IoT penting?

Investasi IoT membutuhkan pendekatan baru untuk information architecture, application development, dan data science. Memberdayakan organisasi Anda dengan kemampuan IoT yang membantu menciptakan produk dan layanan baru yang menarik sekaligus meningkatkan efisiensi internal.

Menciptakan dan Memberikan Pelayanan Terbaru kepada Konsumen

Produk konsumen fisik dan perangkat yang sekarang terhubung ke Internet memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan memberikan nilai tambah, berbasis software yang meningkatkan loyalitas pelanggan, memungkinkan adanya cross-sell dan penjualan yang lebih tinggi, dan mengurangi customer churn.

Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi downtime

Data flowing dari peralatan industri dan mesin lainnya memungkinkan operator untuk lebih mudah memantau dan mengelola operasi mereka dan bahkan memprediksi kegagalan peralatan sebelum terjadi sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

Secara otomatis mengotomatiskan operations secara real time

Pada akhirnya, IoT dan event-driven architectures memungkinkan perusahaan secara cerdas mengotomatiskan proses bisnis dan operasi perangkat yang terhubung secara real time dengan menerapkan machine learning dan analisis prediktif terhadap data yang masuk dan memicu tindakan berikutnya tanpa intervensi manusia yang diperlukan.

Dampak IoT pada Bisnis

IoT berdampak pada hampir semua industri. Perusahaan yang membangun aplikasi IoT berbasis data dapat membuka potensi IoT pada bisnis mereka dengan aplikasi cloud-natvie dalam skala besar.

1. Kesehatan

IoT data flowing dari fitness trackers, heart monitors, dan perangkat yang dapat dipakai lainnya memungkinkan dokter untuk memantau aktivitas pasien dengan lebih baik dan mengantisipasi potensi masalah kesehatan.

2. Retail

Sensor IoT yang dipasang pada persediaan membantu retailers (pengecer) untuk mengelola supply chains mereka dengan lebih baik dan memastikan tingkat persediaan yang optimal.

3. Industri

Data operasional IoT yang dianalisis dari alat berat seperti turbin membantu perusahaan industri besar untuk dapat memprediksi kemungkinan adanya kegagalan sehingga mereka dapat mengambil tindakan pencegahan dan mengurangi waktu downtime.

4. Rumah

IoT connected devices seperti termostat dan appliances memungkinkan pemilik rumah dapat mengontrol jarak jauh dan bahkan mengotomatiskan penggunaan energi.

Source:

https://pivotal.io/iot

Info lebih lanjut:

www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Partisipasi Phintraco Group ke dalam Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII – 2018

By | 2018-10-12T09:35:20+00:00 October 12th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , |

Tahun ini Yayasan Bakti BCA (BCA Learning Service) kembali mengadakan event berjudul “Indonesia Knowledge Forum VII – 2018 : Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation. Acara diselenggarakan mulai pada tanggal 9 – 10 Oktober 2018 di Ritz Carlton Hotel – Pacific Place, Jakarta.

Phintraco Group melalui tiga anak perusahaannya, yaitu: Phintraco Technology, MitraComm Ekasarana, dan Aplikas Servis Pesona pun ikut serta menjadi salah satu exhibitors.

Masing-masing dari anak perusahaan Phintraco menampilkan produk dan juga solusi yang dipamerkan di booth Phintraco. Dimana solusi –solusi tersbut sudah diterapkan oleh PT Bank Central Asia sebelumnya. Untuk Phintraco Technology solusinya mencakup contact center, unified communications (AVAYA), smartcard (Gemalto) dan token yang juga digunakan oleh BCA (token BCA) bernama OneSpan (yang sebelumnya bernama VASCO).

Lalu MitraComm Ekasarana yang diwakili oleh MitraComm Business Process Services  menonjolkan solusi Full Managed Services (Premises, Manpower Supply, Technology & Managed Operations) dan Partial Managed Services (Manpower Supply, Managed Operations).

Sedangkan Aplikas Servis Pesona, yang bisnisnya bergerak di bidang IT Security Solution, menampilkan solusi Identity & Data Administration & Governance (Sailpoint), File Integrity & Compliance (Tripwire), dan Privileged Account Security (CyberArk).

Tahun ini sudah menjadi tahun ke-tujuh IKF diselenggarakan. Dimana IKF sebagai One Stop Knowledge Solution bagi setiap perusahaan yang membutuhkan pengetahuan untuk diterapkan dalam bisnisnya.

Terdapat kurang lebih 16 pembicara yang ikut serta mengisi acara dan memanfaatkan pengetahuan dan inovasi untuk menerapkan transformasi digital di tahun 2018. Peserta pun mendapatkan banyak insight dan pengalaman. Pada hari pertama, ada beberapa topik mengenai digital yang dibahas di dalam seminar.

Seperti “Outlook Economy in Digital Age” oleh Anton Hermanto Gunawan sebagai Economist, Panel Discussion: “Fostering Innovation for Growth oleh Setiaji sebagai Head of Jakarta Smart City, Ongki Kurniawan sebagai Executive Director of Grab Indonesia, dan topik lainnya.

Sedangkan di hari kedua, beberapa topik yang diangkat adalah; “Digitalization Vs Human Touch in Wealth” oleh Ned Phillips sebagai Founder & CEO Bambu, “Digital Transformation of Workspace” oleh Bill Zeng sebagai APJ Cloud Collaboration Evangelist at CISCO, dan topik lainnya.

Semoga dengan adanya acara IKF ini dapat membantu organisasi-organisasi dalam mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi dengan transformasi dan kemajuan digital serta teknologi dari tahun ke tahun.

Kolaborasi PT. PhinCon bersama TIBCO dan BINUS Demi Mengembangkan Kompetensi Mahasiswa/i dalam Data Analytics

By | 2018-10-12T02:44:52+00:00 October 12th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Selasa, 9 Oktober 2018 baru saja diresmikan kolaborasi yang terjalin antara PT. PhinCon anak perusahaan dari Phintraco Group, dengan TIBCO yang merupakan partner dari PT. PhinCon dan BINUS UNIVERSITY dalam MoU Signing Ceremony yang diselenggarakan di BINUS Bekasi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk bersama-sama melibatkan para mahasiswa/i melalui magang, pengembangan karir dan Advanced Analytics Projects yang akan bermanfaat bagi para mahasiswa/i dalam mengembangkan kompetensi mereka khususnya dalam data analytics.

Tidak hanya itu saja, dengan adanya kolaborasi ini juga, mahasiswa/i juga dapat dibekali oleh keahlian data yang penting untuk karir mereka setelah lulus.

TIBCO Software Inc., merupakan pemimpin global dalam integrasi, API Management dan analytics yang berasal dari Amerika. Tidak hanya untuk memperluas kemampuan data analytics saja, namun karena produk TIBCO ini adalah produk global, diharapkan mahasiswa/i di BINUS juga siap untuk go global.

Kolaborasi akan fokus pada mahasiswa/i dari mata kuliah Sistem Informasi di BINUS untuk mempersiapkan diri memasuki era digital saat ini. Mahasiswa/i akan mendapatkan praktik secara langsung dengan tools yang digunakan dari TIBCO dan dukungan untuk berbagai data analytics untuk memahami dan memprediksi perilaku pelanggan.

Menggunakan tools tersebut, kelak mahasiswa/i diharapkan dapat memberikan solution kepada perusahaan dan juga dapat menggunakan solution tersebut untuk materi thesis mereka.

Para mahasiswa/i mendapatkan keterampilan data yang relevan melalui guest lectures, seminar, networking sessions with experts di bidang analisis data, dan modul pelatihan yang relevan.

Pihak-pihak yang terlibat di dalam MoU Signing Ceremony ini tidak lain adalah Thomas Been – Chief Marketing Officer TIBCO, Alan Ho – Director of Marketing Asia Pacific TIBCO, Dr. Meyliana – Vice Director BINUS UNIVERSITY, dan Dr. Yohannes Kurniawan – Dean of School of Information Systems, BINUS UNIVERSITY.

Sedangkan, pihak dari PT. PhinCon itu sendiri adalah Nur Ria Wigati – Marketing Director Phintraco Group, dan Danny – Product Management Division Head PhinCon.

“Kerja sama dengan BINUS dan TIBCO. Dimana BINUS sebagai penyedia sumber daya IT (Information Technology), sebagai a world class university, TIBCO khususnya di analytics area, dan PhinCon sebagai wadah untuk menampung sumber daya di BINUS dan dengan teknologi dari TIBCO,” ucap Danny.

“Saya percaya bahwa kolaborasi ini dapat membawa kita kepada level lebih tinggi dan akhirnya kita bisa berkata bahwa “We are proud to be Indonesian Consultant”, tambahnya.

Memahami Kekuatan “Voice of the Customer” bersama Phintraco Technology dan Verint

By | 2018-10-22T07:03:44+00:00 October 11th, 2018|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Kamis, 11 Oktober 2018 telah diselenggarakan event bertajuk “Voice of the Customer” di Pullman Hotel Thamrin. Acara ini diselenggarakan oleh Phintraco Technology, anak perusahaan dari Phintraco Group bersama business partner-nya, Verint.

Acara ini bertujuan agar para pelaku industri dapat memahami the power of customer voice menggunakan analytics dan voice biometric untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) dan juga mengetahui bagaimana cara mengotomatiskan seluruh proses manajemen kualitas, mulai dari scoring evaluation hingga assigning coaching.

Melalui Voice of the Customer dari Verint, yang dipercaya dapat menanggapi secara lebih efektif terhadap pelanggan, bisnis, dan permintaan pasar dengan memanfaatkan kekuatan pelaku industri.

Selain itu acara ini juga membahas bagaimana menjadikan setiap agent sebagai agent terbaik di perusahaan untuk meningkatkan kepuasan, operational efficiencies, pendapatan dan kesuksesan pelanggan.

Acara ini dihadiri oleh berbagi pelaku industri mulai dari industri perbankan, industri finansial, industri asuransi, ecommerce, dan industri-industri lainnya. Terdapat 5 (lima) sesi yang diisi dengan pembicara-pembicara, seperti: Sesi Pertama: AI Driven Quality Automation and Real Time Analytics oleh Daniel Ziv, VP Customer Analytic Verint. Di sesi kedua, topik yang dibahas adalah mengenai Defining the Human Age; A Reflection on Customer Engagement in the Modern Era oleh Jason Du Preez, VP Engagement Management Verint.

Sesi ketiga membahas mengenai topik Simplifying and Improving Identification in Contact Centers oleh Aditya Dang, Business Solution Manager Verint. Sesi keempat Nick Mortimer, Senior Director Consulting Verint, membahas mengenai The Transformation from Workforce Optimisation to Workforce Engagement.

Tidak hanya Verint saja yang menjadi pembicara di dalam acara tersebut, namun pada sesi kelima juga diisi oleh Andi Anugrah yang merupakan Ketua Indonesia Contact Center Indonesia (ICCA) mengenai topik Digital Transformation in the Indonesia Contact Center.

Semoga dengan adanya acara ini, para pelaku industri dapat lebih memahami bagaimana mencapai customer satisfaction dan meningkatkan efisiensi operasional melalui kekuatan Voice of the Customer dengan solusi terbaru dari Verint.

 

 

DevOps – Pivotal: Pola Pikir yang Kolaboratif untuk Pengiriman Aplikasi yang Cepat dan Dapat Diandalkan

By | 2018-10-10T07:53:40+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Dari pembahasan sebelumnya kita sudah membicarakan mengenai Data Science oleh Pivotal. Saat ini kita akan membahas mengenai apa itu DevOps. DevOps merupakan cara kerja yang berfokus pada pengiriman aplikasi yang berkualitas secara teratur yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis.

Pentingnya DevOps

Faster time to market

Di dunia saat ini, software memainkan peranan yang penting dalam membantu bisnis mempelajari apa yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. Praktik DevOps yang matang dapat menghindari miskomunikasi dan penundaan (delays), dan membuat tim menjadi lebih mudah dalam mengirimkan software.

Dengan DevOps dan cloud, vice president dari inovasi teknologi Allstate’s Doug Safford (Pivotal customers), mengatakan “Developer biasanya menghabiskan hanya 20% waktu pengkodeannya dan sekarang mendekati 90%”.

Comcast (Pivotal customers) pun telah melihat peningkatan sebesar 50% dalam kecepatan developer, sebesar 90% pengurangan dalam technical debt, sebesar 50% dalam reported incidents, dan sebesar 75% atas berkurangnya server farms.

Lower risk and smoother deployments

Praktik DevOps terdiri dari budaya kolaboratif dan otomatisasi untuk packaging, deployment, monitoring, dan updates untuk produksi. Digabungkan dengan continuous learning, tim DevOps dapat mengidentifikasi dan menghilangkan roadblocks dan membangun proses rilis yang lebih kuat, efisien, dapat diulang, dan matang.

Hal ini memungkinkan penyebaran pada software dapat dilakukan tanpa masalah.

Faster recoveries

Ketika kode tidak rusak dalam produksi atau menyebabkan downtime, praktik DevOps siap untuk mendiagnosis dan memulihkannya. Dengan otomatisasi dan pemantauan yang signifikan yang memberdayakan sebagian besar proses rilis dan manajemen.

Tim DevOps dapat dengan cepat berkolaborasi untuk melacak dan menentukan sumber kegagalan, dan rollback changes atau perbaikan masalah. Faktanya, di tahun 2016 berdasarkan laporan dari DevOps menunjukkan bahwa respon yang cepat dan terstruktur untuk masalah produksi yang tak terduga menghasilkan waktu yang lebih cepat.

Waktu yang lebih cepat tersebut sebesar 24x untuk pemulihan di organisasi yang mempraktekkan DevOps serta 3x tingkat kegagalan perubahan yang lebih rendah.

Higher customer satisfaction and better product-market fit

Releasing features atau bug fixes dengan cepat dan andal tidak hanya mengarah pada respons yang lebih tinggi dan kepuasan pelanggan, tetapi juga untuk umpan balik yang cepat dan identifikasi lebih cepat dari kemampuan yang paling disukai pelanggan.

Praktik DevOps terletak di jantung pengiriman terus menerus dan waktu siklus yang cepat. Tanpa kolaborasi yang terus menerus dan ketat antara developer, operator IT, dan pemangku kepentingan bisnis, pengiriman fungsionalitas yang bermanfaat secara konsisten, dengan laju yang cepat, tidak akan mungkin terjadi.

Source:

https://pivotal.io/devops

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Data Science oleh Pivotal: Pendekatan Berbasis Data untuk Bisnis Anda

By | 2018-10-10T07:39:35+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Data science tidak hanya menyediakan wawasan (insight). Dengan menerapkan model yang tepat ke data yang tepat, data science memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola (patterns) dalam volume yang data yang besar untuk diprediksi dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil bisnis.

Dengan kata lain, data science memberi perusahaan pandangan ke depan yang diperlukan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, mengembangkan produk yang lebih menarik, dan mendorong efisiensi operasional.

Pengertian dari Data Science

Data science mengacu pada proses pengungkapan pola dan insight yang tersembunyi dalam volume data yang besar, dari data yang berantakan menggunakan teknik seperti machine learning, data mining, predictive analytics, deep learning, dan cognitive computing.

Berbeda dengan traditional business intelligence dan pendekatan terkait, data science tidak terbatas pada data terstruktur, tidak memerlukan data untuk disusun ke dalam baris dan tabel yang rapi, dan tidak terbatas pada kumpulan data yang kecil.

Teknik data science dapat diterapkan dalam skala volume yang besar dari data semi-terstruktur dan tidak terstruktur seperti text-based data, machine data, sensor data, dan social media data.

Apakah pentingnya Data Science bagi Bisnis?

1. Unlock the value of data

Dengan menerapkan Data Science dapat membuka nilai data dengan mengungkap insights yang dapat ditindaklanjuti.

2. Be predictive and proactive

Data Science memungkinkan perusahaan untuk bersikap proaktif dan mengambil tindakan untuk mengoptimalkan hasil.

3. Continuous learning

Karena data science yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan dimasukkan ke dalam tindakan, hasil dari tindakan tersebut dimasukkan kembali ke dalam sistem model prediktif dan algoritma. Hasilnya adalah sistem self-learning yang terus meningkat.

4. Data science applies to all industries

Data science digunakan di hampir semua industri. Seorang petani pun menggunakan data science untuk menentukan waktu terbaik dalam menanam tanaman. Seorang pengecer (retailers) menggunakan data science untuk melakukan penawaran kepada pelanggan. Hingga layanan keuangan dan asuransi pun menggunakan Data Science.

Aksi Pivotal dan Pelanggan dalam Menggunakan Data Science

1. Mendeteksi penipuan

Menerapkan model prediktif ke real-time transaction data untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas penipuan apapun.

2. Segmentasi pelanggan

Mengembangkan segmentasi pelanggan berdasarkan analisis data perilaku, transaksional, sosial dan lainnya.

3. Customer churn

Identifikasi pola yang menunjukkan pelanggan yang cenderung meninggalkan produk atau layanan dan mengambil langkah untuk menghentikannya.

4. Predictive maintenance

Memprediksi kemungkinan kegagalan bagian di dalam mobil, peralatan industri dan mesin lain sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

5. Sentiment analysis

Menganalisa text-based data seperti konten email dan pembaruan media sosial untuk mengumpulkan sentimen pengguna dan pelanggan.

6. Cybersecurity

Mengenali kemungkinan serangan yang berbahaya dan ancaman online lainnya ke IT dan jaringan lainnya dan ambil tindakan pencegahan.

7. Recommendation engine

Sarankan produk, layanan dan action items yang ditargetkan kepada pengguna berdasarkan analisis perilaku pembelian sebelumnya dan data lainnya.

8. Demand forecasting

Prakiraan permintaan untuk produk dan suku cadang terlebih dahulu untuk mempertahankan tingkat persediaan yang optimal.

Source:

https://pivotal.io/data-science

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Containers Pivotal: Memungkinkan Penyebaran dan Eksekusi yang Konsisten

By | 2018-10-03T09:07:16+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Containers oleh Pivotal ini sangat populer dikenal baik dengan developer dan operator. Karena containers menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mencapai penyebaran (deployment) dan eksekusi yang konsisten. Containers juga dapat membantu meningkatkan tim handoffs development dan operations (DevOps).

Apa itu Containers?

Containers adalah wadah yang dijalankan di sebuah mesin, yang secara sederhana adalah sebuah proses pada host operating system seperti yang lain. Lalu apa yang membuat containers menjadi begitu populer? Yaitu prosesnya yang terisolasi dan dibatasi.

Mengapa Containers Penting bagi Bisnis?

1. Deployment consistency reduces time to market

Menggunakan containers dapat meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam mendorong aplikasi baru dan update ke dalam produksi.

2. Execution consistency improves quality

Karena kode dan proses dikemas agar sesuai dengan rilis dan proses manajemen, tim dapat meningkatkan kualitas rilis, dan dengan demikian dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Easier developer-to-operator handoff speeds delivery

Tanpa harus menyesuaikan setiap pengiriman, staf developer dan operations (DevOps) mempunyai waktu lebih banyak untuk dapat fokus kepada mengembangkan aplikasi business-critical dan memastikan pengiriman aplikasi yang kuat.

Containers di Pivotal

Proyek dari Cloud Foundry (core product dari Pivotal) telah bekerja dengan container sejak tahun 2011. Dimana baru-baru ini Pivotal meluncurkan Pivotal Container Service (PKS), yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan dan menjalankan beban kerja di seluruh cloud pribadi dan publik secara andal.

Platform yang Lengkap untuk Penyebaran Container

Cloud Foundry’s elastic runtime adalah solusi yang terbukti untuk container orchestration, pada penskalaan hari ini hingga hampir 250.000 container dalam satu cluster. Pivotal Cloud Foundry (PCF) adalah platform lengkap yang mengambil muatan dari developer.

Baik sebagai artefak yang dikompilasi seperti .jar dan .war files, atau sebagai gambar container yang dibuat sebelumnya. Selain itu juga menyediakan sistem lengkap untuk menjadwalkan dan menjalankan muatan ini.

PCF menyediakan semua layanan bantu pada platform (misalnya, load balancing, high availability, penskalaan otomatis, dan unified logging). Developer dapat menyebarkan (dan memindahkan) aplikasinya secara manual menggunakan cf push command.

Semakin banyak, tim ingin mengotomatiskan proses ini dengan continuous integration/continuous delivery (CI/CD) yang berkesinambungan.

Source:

https://pivotal.io/containers

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Security oleh Pivotal: Mengurangi Risiko di dalam Perusahaan

By | 2018-10-03T08:10:14+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami apa itu Cloud-Native Applications saatnya kita membahas mengenai Cloud-Native Security. Apa yang dimaksud dengan Cloud-Native Security? Keamanan perusahaan yang efektif adalah cloud-native security. Ada tiga (3) prinsip dari cloud-native security, yaitu:

1. Repair

Memperbaiki software yang rentan sesegera mungkin setelah update telah tersedia.

2. Repave

Melakukan repave pada server dan aplikasi secara rutin.

3. Rotate

Melakukan rotate pada user credentials secara rutin, sehingga hanya berguna untuk jangka waktu yang singkat.

Tiga (3) prinsip di atas dikenal sebagai 3 “R’s” dari keamanan: repair, repave, dan rotate.

Mengapa Cloud-Native Security itu Penting?

1. Data center security is broken

Tradisi keamanan di perusahaan saat ini menjadi melambat. Jawaban atas semua permintaan hampir selalu mengalami penolakan. Perubahan apa pun ditolak karena pertanda dari adanya potensi ancaman.

Bandingkan pendekatan ini dengan application development dan operation. Dimana kelompok-kelompok ini bekerja bersama dalam cara yang baru (secara luas dijuluki sebagai “DevOps”) untuk menyampaikan kode baru secara lebih cepat.

Ancaman yang konstan, lebih canggih, dan terus berkembang membutuhkan tim keamanan untuk memikirkan kembali pendekatan mereka di cloud-native era.

2. Threats are evolving faster than ever

Malware dan advanced persistent terus berkembang. Program berbahaya dapat dibuat dan disebarkan. Ratusan ancaman baru berusaha menembus sistem di perusahaan setiap hari. Tindakan traditional security tidak dapat berkembang dengan cepat.

Sedangkan pendekatan cloud-native menawarkan baik eksternal perimeter, dan perlindungan sistem internal.

3. Mitigating credential leakage is possible

Faktanya adalah kredensial akan selalu dibocorkan, tetapi sistem administrator tidak akan duduk diam dan membiarkannya terjadi. Mereka dapat merubah jangka hidup untuk kredensial dari minggu atau bulan yang memberi banyak waktu kepada peretas untuk meneruskan kerentanan hingga berjam-jam atau hanya 15 menit.

Pendekatan cloud-native security membantu memastikan kredensial yang bocor tersebut secara cepat dapat menjadi tidak berharga (worthless).

Perbedaan Antara Cloud-Native Security dengan Traditional Enterprise Security

Jika dibandingkan dengan traditional enterprise security, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pahami:

Cloud-native security

  1. Automated. Threat mitigation terjadi ketika sistem dapat dengan cepat diperbarui (updated). Otomatisasi dan adopsi dari infrastruktur yang tidak berubah membantu menghilangkan sistem dengan konfigurasi keamanan yang unik.
  2. Proactive. Malware berkembang pada software yang rentan dan statis, sistem yang tidak berubah. Prioritasnya adalah secara agresif mengubah keadaan sistem, menghilangkan kondisi yang dibutuhkan malware untuk bertahan hidup.
  3. Patched via clean-slate redeployment. Patch diterapkan segera setelah sudah tersedia. New “golden” images dengan bit terbaru diterapkan di seluruh data center menggunakan otomatisasi dan konsep infrastruktur yang tidak berubah.
  4. Promoting change. Organisasi percaya bahwa dengan adanya perubahan sistem yang lebih cepat, semakin sulit bagi malware untuk berkembang.

Traditional Enterprise Security

  1. Monitored and instrumented. Karena organisasi percaya bahwa perubahan sistem adalah tanda dari malware, investasi besar-besaran dibuat untuk mendeteksi perubahan data center.
  2. Reactive. Mendeteksi ancaman dengan cepat menjadi sebuah prioritas. Langkah-langkah untuk mengurangi ancaman kemudian diambil setelah kerentanan telah diidentifikasi.
  3. Patched incrementally. Patch diterapkan secara bertahap ke sistem, karena masing-masing disetujui oleh tim internal.
  4. Resisting change. Organisasi percaya semakin lambat langkah perubahan, semakin aman perusahaan tersebut.

Cloud-Native Security and Pivotal

Inilah cara Pivotal membantu organisasi menggunakan model 3 R:

Dengan Pivotal Operations Manager, perusahaan dapat melakukan repave di setiap mesin virtual (VM) di data center mereka dari keadaan baik yang diketahui setiap beberapa jam tanpa aplikasi yang mengalami downtime. Mereka dapat menyebarkan aplikasi dari alat integrasi berkesinambungan seperti Concourse, dan application containers pun juga akan melakukan repave setiap beberapa jam.

Organisasi dapat melakukan repair pada operating systems (OSs) yang rentan dan tumpukan aplikasi secara konsisten dalam beberapa jam dari ketersediaan patch. Pivotal merujuk pada ini sebagai “stemcell”, dan Pivotal memperbarui stemcell dengan patch OS terbaru untuk customer dari Pivotal Cloud Foundry (PCF).

Perusahaan harus dapat dengan mudah melakukan rotate pada system credentials setiap beberapa menit atau jam. Hal ini dikarenakan sistem modern dapat berisi puluhan individu credentials. Sekarang pelanggan Pivotal dapat menggunakan identity management systems dengan multi-factor authentication untuk membantu melindungi sistem saat staf bekerja pada automated credential management.

Bagaimana menurut Anda mengenai Cloud-native applications & Cloud-native security? Sangat membantu bisnis Anda, bukan?

Source:

https://pivotal.io/cloud-native-security

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Applications oleh Pivotal: Cepat, Mengurangi Risiko dan Mengembangkan Bisnis Anda

By | 2018-09-26T08:48:18+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Melalui artikel berjudul CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal, kami sudah membahas mengenai apa itu CI/CD, pentingnya CI/CD dan perbandingannya dengan traditional development. Saat ini, pembahasan kita akan berlanjut ke bagian lainnya, yaitu Cloud-Native Applications.

Cloud-Native adalah pendekatan untuk membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan keuntungan dari cloud computing delivery model. Cloud-native juga dikenal dengan bagaimana aplikasi dapat dibuat dan disebarkan.

Ketika perusahaan membangun dan mengoperasikan aplikasi dalam mode cloud-native, mereka senantiasa membawa ide-ide baru ke pasar dan merespon lebih cepat terhadap permintaan pelanggan.

Organisasi pun memerlukan platform untuk membuat dan mengoperasikan aplikasi dan layanan cloud-native yang mengotomatiskan dan mengintegrasikan konsep DevOps, continuous delivery, microservices, dan containers:

DevOps

DevOps merupakan kolaborasi antara software developers dan IT operations dengan tujuan terus-menerus memberikan software yang berkualitas tinggi yang mampu memecahkan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan.

DevOps memiliki potensi untuk menciptakan budaya dan lingkungan di mana membangun, menguji, dan merilis software secara cepat, sering, dan lebih konsisten.

Continuous Delivery

Continuous Delivery, diaktifkan oleh praktik pengembangan produk Agile, yaitu tentang pengiriman sejumlah software ke produksi secara konstan, melalui otomatisasi.

Microservices

Microservices adalah pendekatan arsitektur untuk mengembangkan aplikasi sebagai kumpulan layanan yang kecil; setiap layanan mengimplementasikan kemampuan bisnis, berjalan dalam prosesnya sendiri dan berkomunikasi melalui HTTP APIs atau messaging.

Containers

Containers menawarkan efisiensi dan kecepatan dibandingan dengan standard virtual machines (VMs). Menggunakan operating system (OS)-level virtualization, OS tunggal secara dinamis dibagi antara satu atau beberapa kontainer yang terisolasi.

Masing-masing dengan sistem file yang dapat ditulis dan kuota sumber daya yang unik.

Mengapa Cloud-Native Applications Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa Cloud-Native Applications ini penting bagi bisnis:

1. Cloud sebagai keunggulan yang kompetitif

Cloud-native berarti mengalihkan sasaran cloud dari penghematan biaya IT ke mesin pertumbuhan bisnis. Bisnis yang dapat membangun dan mengirimkan aplikasi dengan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan senantiasa dapat membangun kesuksesan dalam jangka waktu yang lama.

2. Memungkinkan tim untuk fokus pada ketahanan (resilience)

Ketika legacy infrastructure gagal, layanan juga dapat menderita. Namun di dunia cloud-native ini, tim fokus khusus pada arsitek untuk ketahanan.

3. Mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar

Penyedia public cloud terus menawarkan layanan yang mengesankan dengan biaya yang wajar. Tetapi sebagian besar perusahaan tidak siap untuk hanya memilih satu infrastruktur saja.

Dengan platform yang mendukung pendekatan cloud-native, perusahaan membangun aplikasi yang dapat berjalan baik di cloud (publik maupun pribadi) tanpa adanya modifikasi.

4. Sejajarkan operasi dengan keseluruhan bisnis

Dengan mengotomatisasi operasi IT, perusahaan dapat berubah menjadi tim yang terfokus dengan mendorong prioritas bisnis. Mereka menghilangkan risiko kegagalan karena adanya kesalahan manusia. Dimana staf fokus pada perbaikan otomatis untuk menggantikan tugas admin yang rutin.

Source:

https://pivotal.io/cloud-native

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US