Blog

/Blog

Pemahaman Mengenai Smart Applications di Pivotal

By | 2018-10-29T08:10:17+00:00 October 29th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Smart applications adalah aplikasi yang menggabungkan data, insights yang dapat ditindaklanjuti ke dalam user experience. Insights disampaikan dalam konteks sebagai fitur yang ada di dalam aplikasi yang memungkinkan pengguna (users) untuk menyelesaikan tugas atau action yang diinginkan secara lebih efisien.

Smart applications dapat berhadapan dengan konsumen atau employee-facing. Dalam beberapa kasus, “user” bukanlah manusia, melainkan mesin atau sistem. Dalam kasus ini, smart applications mengotomatiskan proses bisnis dan operasional berdasarkan data-driven insights.

Misalnya, retail smart applications membuat produk berdasarkan analisis dari customer buying behavior sementara aplikasi logistik memberikan perkiraan waktu pengiriman barang dan produk yang didorong oleh data.

Healthcare smart applications menawarkan kemungkinan diagnosis pasien dan rekomendasi perawatan untuk dokter berdasarkan analisis data pasien dan penelitian.

Pivotal dan Pelanggan Menempatkan Smart Applications ke dalam Tindakan

1.Shipping

Perusahaan shipping dan logistik mempresentasikan perkiraan waktu pengiriman yang akurat melalui smart applications untuk baik konsumen dan pelanggan komersial.

2.Retail

Pengecer (retailers) merekomendasikan produk terkait dan penawaran yang ditargetkan dalam consumer smart applications kepada pembeli.

3.Banking

Bank memberikan rekomendasi investasi yang dipersonalisasi dan kegiatan terkait melalui smart applications kepada financial services customers.

4.Connected car

Pembuat mobil membuat smart applications untuk memunculkan traffic alerts dan preventative maintenance suggestions kepada pengemudi.

5.Manufacturing

Produsen (manufacturers) menggunakan smart applications untuk secara cerdas mengotomatiskan proses operasional.

Smart Applications di Pivotal

Pivotal memberikan platform cloud-native yang modern dan teknologi data analytics yang diperlukan untuk mendukung smart applications dalam skala besar. Pivotal juga membantu perusahaan mengadopsi pengembangan aplikasi Agile dan metodologi data science yang diperlukan untuk mengembangkan smart applications yang menarik dan dinamis.

Misalnya, Pivotal dapat membantu organisasi untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • Melakukan transisi ke platform cloud-native untuk mendukung pengiriman berkelanjutan
  • Mengadopsi teknologi data modern untuk analitik dan data science
  • Mengembangkan aplikasi cerdas berbasis data dan berbasis mikro

Bagaimana menurut Anda mengenai Smart Applications? Sudah siapkah Anda mengaplikasikannya di bisnis Anda?

Source:

https://pivotal.io/smart-applications

Info lebih lanjut:

www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Microservices Pivotal: Mengirimkan Software yang Terukur dan Lebih Cepat

By | 2018-10-29T07:50:48+00:00 October 29th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Microservices dikenal sebagai membagi aplikasi menjadi layanan yang lebih kecil dan saling terhubung. Lain halnya jika dibandingkan dengan monolitik yang merupakan kebalikan dari Microservices. Monolitik memiliki arti satu. Arsitektur monolitik merupakan sebuah arsitektur dalam pembuatan aplikasi dimana semua komponen menjadi satu kesatuan.

Setiap Microservices merupakan aplikasi kecil yang memiliki arsitektur heksagonal sendiri yang terdiri dari logika beserta berbagai adapternya (bahasa pemrograman, dan lain-lain).

Meskipun pendekatan monolitik berfungsi dengan baik untuk beberapa organisasi dan beberapa aplikasi, namun Microservices menjadi populer dengan perusahaan yang membutuhkan kelincahan dan skalabilitas yang lebih besar.

Mengapa Microservices itu Penting

1.Tim dapat lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan

Perusahaan yang mengadopsi arsitektur microservices dapat dengan cepat mengirimkan kapabilitas ketika pelanggan membutuhkan.

2.Ada throughput tim software yang lebih besar

Microservices dibangun di atas prinsip-prinsip Agile dan DevOps, dan membantu tim-tim software untuk berjalan secara paralel sementara iterasi secara cepat pada kemampuan diskrit.

3.Organisasi meningkatkan skalabilitas dan keandalan sistem

Arsitektur microservices yang sukses terus berjalan. Ini sangat bergantung pada otomatisasi yang dapat diulang, mendukung skala layanan, dan menggunakan pola yang dirancang untuk menjaga sistem tetap berjalan bahkan ketika komponen individual gagal.

Microservices di Pivotal

Pivotal membantu Anda mendesain arsitektur microservices berperforma tinggi, dan kemudian menyediakan lingkungan kelas dunia untuk menjalankan microservices Anda.

Pivotal labs

Dengan bekerja bersama tim Pivotal Labs, pada awalnya dapat menargetkan aplikasi yang memerlukan iterasi fitur dan skalabilitas ekstrim, dan kemudian belajar bagaimana membangun tim yang berfokus pada pengiriman (delivery).

Pivotal Cloud Foundry

Deploy dan kelola microservices dengan Pivotal Cloud Foundry — platform cloud-native dari Pivotal yang mempercepat waktu Anda untuk menilai.

Spring

Berdayakan developer Anda dengan pola dari Spring Cloud Services yang mengatasi tantangan utama dan operational overheads saat membangun sistem yang terdistribusi dengan microservices.

Perbandingan: Microservices Versus Arsitektur Tradisional

Arsitektur Microservices

  • Microservices memiliki fokus tunggal. Dengan melakukan satu hal dan melakukannya dengan baik. Layanan mikro ditargetkan pada masalah domain yang spesifik dan berisi semua yang mereka butuhkan (termasuk data) untuk memiliki pengalaman tersebut.
  • Arsitektur microservices menuntut layanan semandiri mungkin, dan menghindari hard-coded untuk layanan lainnya.
  • Layanan microservices sangat ideal untuk tim yang memiliki aplikasi dengan kebutuhan yang terus berubah. Untuk memberikan nilai ke pasar secepat mungkin, microservices dikirim ke produksi secara teratur, melalui otomatisasi.
  • Memiliki tim independen yang memiliki siklus hidup layanan. Transformasi microservices adalah tentang struktur tim seperti halnya tentang teknologi. Layanan-layanan mikro dibangun, dikirimkan, dan dijalankan oleh tim-tim independen. Tidak semua layanan memerlukan treatment ini, namun ini adalah model yang kuat untuk layanan bisnis yang penting.
  • Memiliki pola desain dan teknologi yang menekankan sistem yang terdistribusi dalam skala besar. Tim tidak dapat membangun dan menjalankan microservices dengan pendekatan dan alat yang sama yang menghasilkan software monolitik.

Arsitektur microservices bergantung pada; service discovery, messaging, network routing, failure detection, logging, storage, identity, dan banyak lagi.

Arsitektur Tradisional

  • Memiliki fokus yang luas. Solusi berusaha menyelesaikan banyak tantangan bisnis sekaligus dalam paket software yang terintegrasi secara ketat.
  • Dikombinasikan secara erat. Sistem sering menjadi jaring komponen interdependen yang tidak dapat di deploy tanpa urutan langkah yang dibuat dengan hati-hati.
  • Tergantung pada pengiriman yang terjadwal. Aplikasi dikembangkan dan update dibuat ketika dijadwalkan. Seringkali update tersebut dilakukan secara quarterly atau tahunan.
  • Memiliki banyak tim yang memiliki siklus hidup layanan. Project team bertanggung jawab membangun iterasi pertama pada software, dan kemudian memisahkan untuk tugas berikutnya. Software diserahkan kepada tim operations untuk dipelihara (maintain).
  • Memiliki pola desain dan teknologi. Siloed tools dan proses, fokus pada tahap key development, QA, dan rilis ke produksi, menghasilkan software monolitik.

Source:

https://pivotal.io/microservices

Info lebih lanjut:

www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

 

Digital Transformation: Bagaimana Menjadi seorang Disruptor

By | 2018-10-18T04:26:53+00:00 October 18th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Disruptor biasa digunakan di era digital pada saat ini. Apa itu Disruptor? Disruptor berasal dari kata disrupt, yang berarti “mengganggu”, “mengacaukan”, “merubah keadaan”, “mengguncang” dan lain-lain.

Dimana sebutan disruptor ini ditandai dengan banyaknya bisnis-bisnis baru yang hadir dengan solusi barunya yang mampu mengguncang para pebisnis lama. Bisnis-bisnis tersebut biasa kita sebut sebagai startup atau perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan untuk menemukan pasar yang tepat.

Para startup mampu melihat sebuah kesempatan dari masalah yang timbul. Mereka melihat sebuah masalah dan mengambil keputusan untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Intinya adalah bagaimana perusahaan kita dapat terus berkembang, optimis dengan masalah yang dihadapi dan melihat kesempatan dengan baik.

Bagaimana dengan Transformasi Digital? Mengapa banyak perusahaan yang saat ini  juga saling berlomba-lomba untuk menerapkan transformasi digital? Transformasi digital itu sendiri melibatkan perubahan yang cepat dalam aktivitas bisnis, proses, kompetensi, dan model untuk memanfaatkan teknologi digital secara strategis dan dampak luasnya.

Mengapa Transformasi Digital itu Penting?

1. Keunggulan yang kompetitif

Setiap organisasi harus merangkul transformasi digital pada tingkat tertentu agar tetap kompetitif. Hal tersebut dilakukan dengan continuous delivery mindset dan adopsi dari proses collaborative development, yang memungkinkan pengambilan keputusan dan pengiriman yang lebih cepat dan berkualitas lebih tinggi.

2. Keuntungan finansial

Perusahaan yang digerakkan oleh software adalah organisasi berkinerja tinggi yang menggunakan data untuk menghapus ego dan politik dari keputusan bisnis.

3. Keuntungan strategis

Organisasi menanamkan keyakinan bahwa anggota tim melakukan pekerjaan yang benar, untuk pelanggan yang tepat dan alasan yang tepat setiap saat.

4. Keuntungan budaya

Tim dalam constant communication merasakan rasa persahabatan dan hal tersebut dapat membantu mengurangi atrisi (attrition).

5. Efisiensi operasional

Proses dan teknologi modern membantu mengurangi overhead pada operasional, memungkinkan bisnis untuk berinvestasi lebih sedikit dalam pemeliharaan dan lebih banyak berinovasi untuk mendukung perubahan yang cepat dan pembangunan.

6. Meningkatkan produktivitas developer

Developer yang produktif adalah developer yang bahagia. Perusahaan memanfaatkan Agile  dan Lean development yang dapat mengurangi tugas-tugas administratif dan meningkatkan kecepatan pengiriman, secara fundamental meningkatkan persamaan time-to-value.

7. Faster time to market

Metode pengembangan monolitik dan tools restrict innovation dengan membatasi rilis hingga satu atau dua tahun. Tim menggunakan pendekatan pengembangan modern dan tools release yang terus menerus, serta mendapatkan keuntungan pasar sebagai first-mover.

Digital Transformation and Pivotal

Transformasi digital memastikan bisnis dapat merespons gangguan dengan cepat. Integrated cloud technologies dari Pivotal, bersama dengan pengembangan aplikasi kolaboratif dan solusi data dan analitik, memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan aplikasi generasi mendatang yang memberikan pengalaman luar biasa.

Dengan customer dari Pivotal, Pivotal pun menjawab kebutuhan inovasi bisnis modern dengan:

  1. Membangun produk berkualitas tinggi pada kecepatan startup dengan metodologi Agile
  2. Memberikan ketahanan perusahaan dengan platform cloud-native generasi berikutnya
  3. Memberikan wawasan pasar dengan data science

Transformasi Digital Versus Pendekatan Tradisional

Dengan transformasi digital:

  1. Agile and flexible. Pendekatan modern development, termasuk metode Agile and Lean, meningkatkan kecepatan pengiriman dan memungkinkan tim untuk mengambil risiko.
  2. Open. Penggunaan open source software dan komunitas terbuka mendukung inovasi yang kolaboratif.
  3. Predictive Analysis. Tim mengoperasionalkan wawasan secara real time melalui aplikasi pintar.
  4. Exceptional, personalized experiences. Melalui data science yang tangkas, organisasi terus menggunakan data untuk memperbaiki proses dan hasil, kemudian meningkatkan aplikasi.
  5. Continuous, iterative delivery. Tim memastikan software siap untuk dirilis setiap saat selama pengembangan (development).

Tanpa transformasi digital:

  1. Complex and inflexible. Pendekatan pengembangan secara tradisional, berbasis pada jadwal dan mengharuskan tim untuk selalu mengikuti proses.
  2. Proprietary. Penggunaan sistem yang mengunci bisnis ke dalam teknologi khusus dan pendekatan sangat mahal untuk dihentikan.
  3. Historical reporting. Tim mencari data business intelligence untuk memahami past behavior dan kemudian melaporkan tren tersebut.
  4. Single experience. Secara tradisional, organisasi menciptakan dan memodifikasi aplikasi berdasarkan apa yang mereka pikir diinginkan oleh pelanggan.
  5. Sequential delivery. Software hanya dirilis pada akhir proses yang lengkap.

Source:

https://pivotal.io/digital-transformation

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

IoT: Mengubah Potensi Menjadi Nilai Bisnis yang Nyata

By | 2018-10-18T03:33:45+00:00 October 18th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

IoT atau Internet of Things mengacu pada jumlah objek fisik yang terus meningkat, dari perangkat konsumen kecil hingga peralatan industri besar yang sekarang terhubung ke Internet dan mampu menghasilkan data tentang bagian operations mereka dan dunia di sekitar mereka.

Saat ini jumlah perangkat yang membentuk IoT meningkat. Gartner pun memperkirakan perangkat yang terhubung yang digunakan di seluruh dunia akan mencapai 20 miliar pada tahun 2020.

Apa IoT penting?

Investasi IoT membutuhkan pendekatan baru untuk information architecture, application development, dan data science. Memberdayakan organisasi Anda dengan kemampuan IoT yang membantu menciptakan produk dan layanan baru yang menarik sekaligus meningkatkan efisiensi internal.

Menciptakan dan Memberikan Pelayanan Terbaru kepada Konsumen

Produk konsumen fisik dan perangkat yang sekarang terhubung ke Internet memungkinkan perusahaan untuk menciptakan dan memberikan nilai tambah, berbasis software yang meningkatkan loyalitas pelanggan, memungkinkan adanya cross-sell dan penjualan yang lebih tinggi, dan mengurangi customer churn.

Meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi downtime

Data flowing dari peralatan industri dan mesin lainnya memungkinkan operator untuk lebih mudah memantau dan mengelola operasi mereka dan bahkan memprediksi kegagalan peralatan sebelum terjadi sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

Secara otomatis mengotomatiskan operations secara real time

Pada akhirnya, IoT dan event-driven architectures memungkinkan perusahaan secara cerdas mengotomatiskan proses bisnis dan operasi perangkat yang terhubung secara real time dengan menerapkan machine learning dan analisis prediktif terhadap data yang masuk dan memicu tindakan berikutnya tanpa intervensi manusia yang diperlukan.

Dampak IoT pada Bisnis

IoT berdampak pada hampir semua industri. Perusahaan yang membangun aplikasi IoT berbasis data dapat membuka potensi IoT pada bisnis mereka dengan aplikasi cloud-natvie dalam skala besar.

1. Kesehatan

IoT data flowing dari fitness trackers, heart monitors, dan perangkat yang dapat dipakai lainnya memungkinkan dokter untuk memantau aktivitas pasien dengan lebih baik dan mengantisipasi potensi masalah kesehatan.

2. Retail

Sensor IoT yang dipasang pada persediaan membantu retailers (pengecer) untuk mengelola supply chains mereka dengan lebih baik dan memastikan tingkat persediaan yang optimal.

3. Industri

Data operasional IoT yang dianalisis dari alat berat seperti turbin membantu perusahaan industri besar untuk dapat memprediksi kemungkinan adanya kegagalan sehingga mereka dapat mengambil tindakan pencegahan dan mengurangi waktu downtime.

4. Rumah

IoT connected devices seperti termostat dan appliances memungkinkan pemilik rumah dapat mengontrol jarak jauh dan bahkan mengotomatiskan penggunaan energi.

Source:

https://pivotal.io/iot

Info lebih lanjut:

www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

DevOps – Pivotal: Pola Pikir yang Kolaboratif untuk Pengiriman Aplikasi yang Cepat dan Dapat Diandalkan

By | 2018-10-10T07:53:40+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , |

Dari pembahasan sebelumnya kita sudah membicarakan mengenai Data Science oleh Pivotal. Saat ini kita akan membahas mengenai apa itu DevOps. DevOps merupakan cara kerja yang berfokus pada pengiriman aplikasi yang berkualitas secara teratur yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis.

Pentingnya DevOps

Faster time to market

Di dunia saat ini, software memainkan peranan yang penting dalam membantu bisnis mempelajari apa yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. Praktik DevOps yang matang dapat menghindari miskomunikasi dan penundaan (delays), dan membuat tim menjadi lebih mudah dalam mengirimkan software.

Dengan DevOps dan cloud, vice president dari inovasi teknologi Allstate’s Doug Safford (Pivotal customers), mengatakan “Developer biasanya menghabiskan hanya 20% waktu pengkodeannya dan sekarang mendekati 90%”.

Comcast (Pivotal customers) pun telah melihat peningkatan sebesar 50% dalam kecepatan developer, sebesar 90% pengurangan dalam technical debt, sebesar 50% dalam reported incidents, dan sebesar 75% atas berkurangnya server farms.

Lower risk and smoother deployments

Praktik DevOps terdiri dari budaya kolaboratif dan otomatisasi untuk packaging, deployment, monitoring, dan updates untuk produksi. Digabungkan dengan continuous learning, tim DevOps dapat mengidentifikasi dan menghilangkan roadblocks dan membangun proses rilis yang lebih kuat, efisien, dapat diulang, dan matang.

Hal ini memungkinkan penyebaran pada software dapat dilakukan tanpa masalah.

Faster recoveries

Ketika kode tidak rusak dalam produksi atau menyebabkan downtime, praktik DevOps siap untuk mendiagnosis dan memulihkannya. Dengan otomatisasi dan pemantauan yang signifikan yang memberdayakan sebagian besar proses rilis dan manajemen.

Tim DevOps dapat dengan cepat berkolaborasi untuk melacak dan menentukan sumber kegagalan, dan rollback changes atau perbaikan masalah. Faktanya, di tahun 2016 berdasarkan laporan dari DevOps menunjukkan bahwa respon yang cepat dan terstruktur untuk masalah produksi yang tak terduga menghasilkan waktu yang lebih cepat.

Waktu yang lebih cepat tersebut sebesar 24x untuk pemulihan di organisasi yang mempraktekkan DevOps serta 3x tingkat kegagalan perubahan yang lebih rendah.

Higher customer satisfaction and better product-market fit

Releasing features atau bug fixes dengan cepat dan andal tidak hanya mengarah pada respons yang lebih tinggi dan kepuasan pelanggan, tetapi juga untuk umpan balik yang cepat dan identifikasi lebih cepat dari kemampuan yang paling disukai pelanggan.

Praktik DevOps terletak di jantung pengiriman terus menerus dan waktu siklus yang cepat. Tanpa kolaborasi yang terus menerus dan ketat antara developer, operator IT, dan pemangku kepentingan bisnis, pengiriman fungsionalitas yang bermanfaat secara konsisten, dengan laju yang cepat, tidak akan mungkin terjadi.

Source:

https://pivotal.io/devops

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Data Science oleh Pivotal: Pendekatan Berbasis Data untuk Bisnis Anda

By | 2018-10-10T07:39:35+00:00 October 10th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Data science tidak hanya menyediakan wawasan (insight). Dengan menerapkan model yang tepat ke data yang tepat, data science memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi pola (patterns) dalam volume yang data yang besar untuk diprediksi dan pada akhirnya akan mempengaruhi hasil bisnis.

Dengan kata lain, data science memberi perusahaan pandangan ke depan yang diperlukan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, mengembangkan produk yang lebih menarik, dan mendorong efisiensi operasional.

Pengertian dari Data Science

Data science mengacu pada proses pengungkapan pola dan insight yang tersembunyi dalam volume data yang besar, dari data yang berantakan menggunakan teknik seperti machine learning, data mining, predictive analytics, deep learning, dan cognitive computing.

Berbeda dengan traditional business intelligence dan pendekatan terkait, data science tidak terbatas pada data terstruktur, tidak memerlukan data untuk disusun ke dalam baris dan tabel yang rapi, dan tidak terbatas pada kumpulan data yang kecil.

Teknik data science dapat diterapkan dalam skala volume yang besar dari data semi-terstruktur dan tidak terstruktur seperti text-based data, machine data, sensor data, dan social media data.

Apakah pentingnya Data Science bagi Bisnis?

1. Unlock the value of data

Dengan menerapkan Data Science dapat membuka nilai data dengan mengungkap insights yang dapat ditindaklanjuti.

2. Be predictive and proactive

Data Science memungkinkan perusahaan untuk bersikap proaktif dan mengambil tindakan untuk mengoptimalkan hasil.

3. Continuous learning

Karena data science yang digerakkan oleh ilmu pengetahuan dimasukkan ke dalam tindakan, hasil dari tindakan tersebut dimasukkan kembali ke dalam sistem model prediktif dan algoritma. Hasilnya adalah sistem self-learning yang terus meningkat.

4. Data science applies to all industries

Data science digunakan di hampir semua industri. Seorang petani pun menggunakan data science untuk menentukan waktu terbaik dalam menanam tanaman. Seorang pengecer (retailers) menggunakan data science untuk melakukan penawaran kepada pelanggan. Hingga layanan keuangan dan asuransi pun menggunakan Data Science.

Aksi Pivotal dan Pelanggan dalam Menggunakan Data Science

1. Mendeteksi penipuan

Menerapkan model prediktif ke real-time transaction data untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas penipuan apapun.

2. Segmentasi pelanggan

Mengembangkan segmentasi pelanggan berdasarkan analisis data perilaku, transaksional, sosial dan lainnya.

3. Customer churn

Identifikasi pola yang menunjukkan pelanggan yang cenderung meninggalkan produk atau layanan dan mengambil langkah untuk menghentikannya.

4. Predictive maintenance

Memprediksi kemungkinan kegagalan bagian di dalam mobil, peralatan industri dan mesin lain sehingga tindakan pencegahan dapat diambil.

5. Sentiment analysis

Menganalisa text-based data seperti konten email dan pembaruan media sosial untuk mengumpulkan sentimen pengguna dan pelanggan.

6. Cybersecurity

Mengenali kemungkinan serangan yang berbahaya dan ancaman online lainnya ke IT dan jaringan lainnya dan ambil tindakan pencegahan.

7. Recommendation engine

Sarankan produk, layanan dan action items yang ditargetkan kepada pengguna berdasarkan analisis perilaku pembelian sebelumnya dan data lainnya.

8. Demand forecasting

Prakiraan permintaan untuk produk dan suku cadang terlebih dahulu untuk mempertahankan tingkat persediaan yang optimal.

Source:

https://pivotal.io/data-science

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Containers Pivotal: Memungkinkan Penyebaran dan Eksekusi yang Konsisten

By | 2018-10-03T09:07:16+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Containers oleh Pivotal ini sangat populer dikenal baik dengan developer dan operator. Karena containers menawarkan cara yang lebih sederhana untuk mencapai penyebaran (deployment) dan eksekusi yang konsisten. Containers juga dapat membantu meningkatkan tim handoffs development dan operations (DevOps).

Apa itu Containers?

Containers adalah wadah yang dijalankan di sebuah mesin, yang secara sederhana adalah sebuah proses pada host operating system seperti yang lain. Lalu apa yang membuat containers menjadi begitu populer? Yaitu prosesnya yang terisolasi dan dibatasi.

Mengapa Containers Penting bagi Bisnis?

1. Deployment consistency reduces time to market

Menggunakan containers dapat meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam mendorong aplikasi baru dan update ke dalam produksi.

2. Execution consistency improves quality

Karena kode dan proses dikemas agar sesuai dengan rilis dan proses manajemen, tim dapat meningkatkan kualitas rilis, dan dengan demikian dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

3. Easier developer-to-operator handoff speeds delivery

Tanpa harus menyesuaikan setiap pengiriman, staf developer dan operations (DevOps) mempunyai waktu lebih banyak untuk dapat fokus kepada mengembangkan aplikasi business-critical dan memastikan pengiriman aplikasi yang kuat.

Containers di Pivotal

Proyek dari Cloud Foundry (core product dari Pivotal) telah bekerja dengan container sejak tahun 2011. Dimana baru-baru ini Pivotal meluncurkan Pivotal Container Service (PKS), yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan dan menjalankan beban kerja di seluruh cloud pribadi dan publik secara andal.

Platform yang Lengkap untuk Penyebaran Container

Cloud Foundry’s elastic runtime adalah solusi yang terbukti untuk container orchestration, pada penskalaan hari ini hingga hampir 250.000 container dalam satu cluster. Pivotal Cloud Foundry (PCF) adalah platform lengkap yang mengambil muatan dari developer.

Baik sebagai artefak yang dikompilasi seperti .jar dan .war files, atau sebagai gambar container yang dibuat sebelumnya. Selain itu juga menyediakan sistem lengkap untuk menjadwalkan dan menjalankan muatan ini.

PCF menyediakan semua layanan bantu pada platform (misalnya, load balancing, high availability, penskalaan otomatis, dan unified logging). Developer dapat menyebarkan (dan memindahkan) aplikasinya secara manual menggunakan cf push command.

Semakin banyak, tim ingin mengotomatiskan proses ini dengan continuous integration/continuous delivery (CI/CD) yang berkesinambungan.

Source:

https://pivotal.io/containers

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Security oleh Pivotal: Mengurangi Risiko di dalam Perusahaan

By | 2018-10-03T08:10:14+00:00 October 3rd, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami apa itu Cloud-Native Applications saatnya kita membahas mengenai Cloud-Native Security. Apa yang dimaksud dengan Cloud-Native Security? Keamanan perusahaan yang efektif adalah cloud-native security. Ada tiga (3) prinsip dari cloud-native security, yaitu:

1. Repair

Memperbaiki software yang rentan sesegera mungkin setelah update telah tersedia.

2. Repave

Melakukan repave pada server dan aplikasi secara rutin.

3. Rotate

Melakukan rotate pada user credentials secara rutin, sehingga hanya berguna untuk jangka waktu yang singkat.

Tiga (3) prinsip di atas dikenal sebagai 3 “R’s” dari keamanan: repair, repave, dan rotate.

Mengapa Cloud-Native Security itu Penting?

1. Data center security is broken

Tradisi keamanan di perusahaan saat ini menjadi melambat. Jawaban atas semua permintaan hampir selalu mengalami penolakan. Perubahan apa pun ditolak karena pertanda dari adanya potensi ancaman.

Bandingkan pendekatan ini dengan application development dan operation. Dimana kelompok-kelompok ini bekerja bersama dalam cara yang baru (secara luas dijuluki sebagai “DevOps”) untuk menyampaikan kode baru secara lebih cepat.

Ancaman yang konstan, lebih canggih, dan terus berkembang membutuhkan tim keamanan untuk memikirkan kembali pendekatan mereka di cloud-native era.

2. Threats are evolving faster than ever

Malware dan advanced persistent terus berkembang. Program berbahaya dapat dibuat dan disebarkan. Ratusan ancaman baru berusaha menembus sistem di perusahaan setiap hari. Tindakan traditional security tidak dapat berkembang dengan cepat.

Sedangkan pendekatan cloud-native menawarkan baik eksternal perimeter, dan perlindungan sistem internal.

3. Mitigating credential leakage is possible

Faktanya adalah kredensial akan selalu dibocorkan, tetapi sistem administrator tidak akan duduk diam dan membiarkannya terjadi. Mereka dapat merubah jangka hidup untuk kredensial dari minggu atau bulan yang memberi banyak waktu kepada peretas untuk meneruskan kerentanan hingga berjam-jam atau hanya 15 menit.

Pendekatan cloud-native security membantu memastikan kredensial yang bocor tersebut secara cepat dapat menjadi tidak berharga (worthless).

Perbedaan Antara Cloud-Native Security dengan Traditional Enterprise Security

Jika dibandingkan dengan traditional enterprise security, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pahami:

Cloud-native security

  1. Automated. Threat mitigation terjadi ketika sistem dapat dengan cepat diperbarui (updated). Otomatisasi dan adopsi dari infrastruktur yang tidak berubah membantu menghilangkan sistem dengan konfigurasi keamanan yang unik.
  2. Proactive. Malware berkembang pada software yang rentan dan statis, sistem yang tidak berubah. Prioritasnya adalah secara agresif mengubah keadaan sistem, menghilangkan kondisi yang dibutuhkan malware untuk bertahan hidup.
  3. Patched via clean-slate redeployment. Patch diterapkan segera setelah sudah tersedia. New “golden” images dengan bit terbaru diterapkan di seluruh data center menggunakan otomatisasi dan konsep infrastruktur yang tidak berubah.
  4. Promoting change. Organisasi percaya bahwa dengan adanya perubahan sistem yang lebih cepat, semakin sulit bagi malware untuk berkembang.

Traditional Enterprise Security

  1. Monitored and instrumented. Karena organisasi percaya bahwa perubahan sistem adalah tanda dari malware, investasi besar-besaran dibuat untuk mendeteksi perubahan data center.
  2. Reactive. Mendeteksi ancaman dengan cepat menjadi sebuah prioritas. Langkah-langkah untuk mengurangi ancaman kemudian diambil setelah kerentanan telah diidentifikasi.
  3. Patched incrementally. Patch diterapkan secara bertahap ke sistem, karena masing-masing disetujui oleh tim internal.
  4. Resisting change. Organisasi percaya semakin lambat langkah perubahan, semakin aman perusahaan tersebut.

Cloud-Native Security and Pivotal

Inilah cara Pivotal membantu organisasi menggunakan model 3 R:

Dengan Pivotal Operations Manager, perusahaan dapat melakukan repave di setiap mesin virtual (VM) di data center mereka dari keadaan baik yang diketahui setiap beberapa jam tanpa aplikasi yang mengalami downtime. Mereka dapat menyebarkan aplikasi dari alat integrasi berkesinambungan seperti Concourse, dan application containers pun juga akan melakukan repave setiap beberapa jam.

Organisasi dapat melakukan repair pada operating systems (OSs) yang rentan dan tumpukan aplikasi secara konsisten dalam beberapa jam dari ketersediaan patch. Pivotal merujuk pada ini sebagai “stemcell”, dan Pivotal memperbarui stemcell dengan patch OS terbaru untuk customer dari Pivotal Cloud Foundry (PCF).

Perusahaan harus dapat dengan mudah melakukan rotate pada system credentials setiap beberapa menit atau jam. Hal ini dikarenakan sistem modern dapat berisi puluhan individu credentials. Sekarang pelanggan Pivotal dapat menggunakan identity management systems dengan multi-factor authentication untuk membantu melindungi sistem saat staf bekerja pada automated credential management.

Bagaimana menurut Anda mengenai Cloud-native applications & Cloud-native security? Sangat membantu bisnis Anda, bukan?

Source:

https://pivotal.io/cloud-native-security

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Cloud-Native Applications oleh Pivotal: Cepat, Mengurangi Risiko dan Mengembangkan Bisnis Anda

By | 2018-09-26T08:48:18+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , |

Melalui artikel berjudul CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal, kami sudah membahas mengenai apa itu CI/CD, pentingnya CI/CD dan perbandingannya dengan traditional development. Saat ini, pembahasan kita akan berlanjut ke bagian lainnya, yaitu Cloud-Native Applications.

Cloud-Native adalah pendekatan untuk membangun dan menjalankan aplikasi yang memanfaatkan keuntungan dari cloud computing delivery model. Cloud-native juga dikenal dengan bagaimana aplikasi dapat dibuat dan disebarkan.

Ketika perusahaan membangun dan mengoperasikan aplikasi dalam mode cloud-native, mereka senantiasa membawa ide-ide baru ke pasar dan merespon lebih cepat terhadap permintaan pelanggan.

Organisasi pun memerlukan platform untuk membuat dan mengoperasikan aplikasi dan layanan cloud-native yang mengotomatiskan dan mengintegrasikan konsep DevOps, continuous delivery, microservices, dan containers:

DevOps

DevOps merupakan kolaborasi antara software developers dan IT operations dengan tujuan terus-menerus memberikan software yang berkualitas tinggi yang mampu memecahkan tantangan yang dihadapi oleh pelanggan.

DevOps memiliki potensi untuk menciptakan budaya dan lingkungan di mana membangun, menguji, dan merilis software secara cepat, sering, dan lebih konsisten.

Continuous Delivery

Continuous Delivery, diaktifkan oleh praktik pengembangan produk Agile, yaitu tentang pengiriman sejumlah software ke produksi secara konstan, melalui otomatisasi.

Microservices

Microservices adalah pendekatan arsitektur untuk mengembangkan aplikasi sebagai kumpulan layanan yang kecil; setiap layanan mengimplementasikan kemampuan bisnis, berjalan dalam prosesnya sendiri dan berkomunikasi melalui HTTP APIs atau messaging.

Containers

Containers menawarkan efisiensi dan kecepatan dibandingan dengan standard virtual machines (VMs). Menggunakan operating system (OS)-level virtualization, OS tunggal secara dinamis dibagi antara satu atau beberapa kontainer yang terisolasi.

Masing-masing dengan sistem file yang dapat ditulis dan kuota sumber daya yang unik.

Mengapa Cloud-Native Applications Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa Cloud-Native Applications ini penting bagi bisnis:

1. Cloud sebagai keunggulan yang kompetitif

Cloud-native berarti mengalihkan sasaran cloud dari penghematan biaya IT ke mesin pertumbuhan bisnis. Bisnis yang dapat membangun dan mengirimkan aplikasi dengan cepat tanggap terhadap kebutuhan pelanggan senantiasa dapat membangun kesuksesan dalam jangka waktu yang lama.

2. Memungkinkan tim untuk fokus pada ketahanan (resilience)

Ketika legacy infrastructure gagal, layanan juga dapat menderita. Namun di dunia cloud-native ini, tim fokus khusus pada arsitek untuk ketahanan.

3. Mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar

Penyedia public cloud terus menawarkan layanan yang mengesankan dengan biaya yang wajar. Tetapi sebagian besar perusahaan tidak siap untuk hanya memilih satu infrastruktur saja.

Dengan platform yang mendukung pendekatan cloud-native, perusahaan membangun aplikasi yang dapat berjalan baik di cloud (publik maupun pribadi) tanpa adanya modifikasi.

4. Sejajarkan operasi dengan keseluruhan bisnis

Dengan mengotomatisasi operasi IT, perusahaan dapat berubah menjadi tim yang terfokus dengan mendorong prioritas bisnis. Mereka menghilangkan risiko kegagalan karena adanya kesalahan manusia. Dimana staf fokus pada perbaikan otomatis untuk menggantikan tugas admin yang rutin.

Source:

https://pivotal.io/cloud-native

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal

By | 2018-09-26T08:44:17+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami Apa itu Pivotal dan Perannya terhadap Pengembangan Software, saatnya kita mengetahui bagian-bagian penting apa saja yang ada di dalam Pivotal. Hal tersebut meliputi; CI/CD, Cloud-Native, Cloud-Native Security, Containers, Data Science, DevOps, Digital Transformation, Internet of Things (IoT), Microservices, dan Smart Applications.

Pertama-tama mari kita simak pembahasan mengenai CI/CD.

CI/CD: Software That’s Always Ready for Production

Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD) menggunakan otomatisasi untuk memastikan bahwa kode aplikasi baru selalu diuji, aman, dan siap digunakan sehingga tim dapat mengirimkan ke bagian produksi tepat pada waktunya.

CI adalah proses pengujian dan pembuatan software secara otomatis setelah kode aplikasi yang baru terintegrasi ke dalam repository (tempat penyimpanan) bersama. Sedangkan CD adalah proses penyampaian aplikasi yang dibuat dalam proses CI ke bagian lingkungan produksi, yang dimasukkan melalui automated test.

Automated test memastikan fungsi aplikasi tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan ketika didorong ke lingkungan produksi hingga ke tangan pengguna yang sebenarnya (real users).

Mengapa CI/CD Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa CI/CD penting bagi perusahaan, yaitu:

  1. CI/CD dapat menyebarkan software sesuai dengan permintaan berdasarkan persyaratan bisnis.
  2. CI/CD dapat mengurangi risiko software yang tidak berfungsi dengan baik dalam produksi.
  3. CI/CD dapat membuat rapid iteration berdasarkan feedback pelanggan yang nyata.
  4. CI/CD dapat pulih lebih cepat ketika terjadi kegagalan.

Perbedaan yang Besar Antara CI/CD dengan Traditional Development

Jika dibandingkan dengan traditional development, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dipahami:

CI/CD

  • Software dikembangkan secara iteratively (berulang) dalam sebuah potongan kecil berdasarkan feedback pengguna (user) yang sering.
  • Tes ditulis selama dan diterapkan di seluruh proses development untuk memastikan kode aplikasi yang berkualitas.
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) cepat digunakan melalui otomatisasi.
  • Kode aplikasi yang baru sering diintegrasikan dengan basis kode yang ada dan diuji untuk memastikan software selalu siap digunakan untuk produksi.

Traditional Development

  • Software dikembangkan dalam unit yang besar dan kompleks dengan feedback pengguna yang kurang tepat waktu.
  • Software diserahkan kepada tim QA untuk dilakukan pengujian setelah proses development
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) dikirimkan dalam jumlah besar pada interval yang tidak teratur (irregular intervals), atau segera melalui manual exception processes.
  • Kode aplikasi yang baru jarang terintegrasi dengan software, dan biasanya hanya sebelum penyebaran yang terjadi di jendela rilis yang telah ditentukan.

Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan perusahaan Anda.

Source:

https://pivotal.io/cicd

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US