Continuous Delivery

/Tag: Continuous Delivery

CI/CD: Software yang Selalu Siap untuk Diproduksi oleh Pivotal

By | 2018-09-26T08:44:17+00:00 September 21st, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Setelah memahami Apa itu Pivotal dan Perannya terhadap Pengembangan Software, saatnya kita mengetahui bagian-bagian penting apa saja yang ada di dalam Pivotal. Hal tersebut meliputi; CI/CD, Cloud-Native, Cloud-Native Security, Containers, Data Science, DevOps, Digital Transformation, Internet of Things (IoT), Microservices, dan Smart Applications.

Pertama-tama mari kita simak pembahasan mengenai CI/CD.

CI/CD: Software That’s Always Ready for Production

Continuous Integration (CI) dan Continuous Delivery (CD) menggunakan otomatisasi untuk memastikan bahwa kode aplikasi baru selalu diuji, aman, dan siap digunakan sehingga tim dapat mengirimkan ke bagian produksi tepat pada waktunya.

CI adalah proses pengujian dan pembuatan software secara otomatis setelah kode aplikasi yang baru terintegrasi ke dalam repository (tempat penyimpanan) bersama. Sedangkan CD adalah proses penyampaian aplikasi yang dibuat dalam proses CI ke bagian lingkungan produksi, yang dimasukkan melalui automated test.

Automated test memastikan fungsi aplikasi tersebut dapat sesuai dengan yang diharapkan ketika didorong ke lingkungan produksi hingga ke tangan pengguna yang sebenarnya (real users).

Mengapa CI/CD Penting

Ada beberapa poin yang menunjukkan bahwa CI/CD penting bagi perusahaan, yaitu:

  1. CI/CD dapat menyebarkan software sesuai dengan permintaan berdasarkan persyaratan bisnis.
  2. CI/CD dapat mengurangi risiko software yang tidak berfungsi dengan baik dalam produksi.
  3. CI/CD dapat membuat rapid iteration berdasarkan feedback pelanggan yang nyata.
  4. CI/CD dapat pulih lebih cepat ketika terjadi kegagalan.

Perbedaan yang Besar Antara CI/CD dengan Traditional Development

Jika dibandingkan dengan traditional development, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dipahami:

CI/CD

  • Software dikembangkan secara iteratively (berulang) dalam sebuah potongan kecil berdasarkan feedback pengguna (user) yang sering.
  • Tes ditulis selama dan diterapkan di seluruh proses development untuk memastikan kode aplikasi yang berkualitas.
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) cepat digunakan melalui otomatisasi.
  • Kode aplikasi yang baru sering diintegrasikan dengan basis kode yang ada dan diuji untuk memastikan software selalu siap digunakan untuk produksi.

Traditional Development

  • Software dikembangkan dalam unit yang besar dan kompleks dengan feedback pengguna yang kurang tepat waktu.
  • Software diserahkan kepada tim QA untuk dilakukan pengujian setelah proses development
  • Security patches dan perbaikan pada bug (bug fixes) dikirimkan dalam jumlah besar pada interval yang tidak teratur (irregular intervals), atau segera melalui manual exception processes.
  • Kode aplikasi yang baru jarang terintegrasi dengan software, dan biasanya hanya sebelum penyebaran yang terjadi di jendela rilis yang telah ditentukan.

Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan perusahaan Anda.

Source:

https://pivotal.io/cicd

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintraco-tech.com  | marketing@phintraco.com

GET THE LATEST INFO FROM US