Digital Transformation

/Tag: Digital Transformation

Digital Transformation: Bagaimana Menjadi seorang Disruptor

By | 2018-10-18T04:26:53+00:00 October 18th, 2018|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Disruptor biasa digunakan di era digital pada saat ini. Apa itu Disruptor? Disruptor berasal dari kata disrupt, yang berarti “mengganggu”, “mengacaukan”, “merubah keadaan”, “mengguncang” dan lain-lain.

Dimana sebutan disruptor ini ditandai dengan banyaknya bisnis-bisnis baru yang hadir dengan solusi barunya yang mampu mengguncang para pebisnis lama. Bisnis-bisnis tersebut biasa kita sebut sebagai startup atau perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan untuk menemukan pasar yang tepat.

Para startup mampu melihat sebuah kesempatan dari masalah yang timbul. Mereka melihat sebuah masalah dan mengambil keputusan untuk menemukan solusi atas masalah tersebut. Intinya adalah bagaimana perusahaan kita dapat terus berkembang, optimis dengan masalah yang dihadapi dan melihat kesempatan dengan baik.

Bagaimana dengan Transformasi Digital? Mengapa banyak perusahaan yang saat ini  juga saling berlomba-lomba untuk menerapkan transformasi digital? Transformasi digital itu sendiri melibatkan perubahan yang cepat dalam aktivitas bisnis, proses, kompetensi, dan model untuk memanfaatkan teknologi digital secara strategis dan dampak luasnya.

Mengapa Transformasi Digital itu Penting?

1. Keunggulan yang kompetitif

Setiap organisasi harus merangkul transformasi digital pada tingkat tertentu agar tetap kompetitif. Hal tersebut dilakukan dengan continuous delivery mindset dan adopsi dari proses collaborative development, yang memungkinkan pengambilan keputusan dan pengiriman yang lebih cepat dan berkualitas lebih tinggi.

2. Keuntungan finansial

Perusahaan yang digerakkan oleh software adalah organisasi berkinerja tinggi yang menggunakan data untuk menghapus ego dan politik dari keputusan bisnis.

3. Keuntungan strategis

Organisasi menanamkan keyakinan bahwa anggota tim melakukan pekerjaan yang benar, untuk pelanggan yang tepat dan alasan yang tepat setiap saat.

4. Keuntungan budaya

Tim dalam constant communication merasakan rasa persahabatan dan hal tersebut dapat membantu mengurangi atrisi (attrition).

5. Efisiensi operasional

Proses dan teknologi modern membantu mengurangi overhead pada operasional, memungkinkan bisnis untuk berinvestasi lebih sedikit dalam pemeliharaan dan lebih banyak berinovasi untuk mendukung perubahan yang cepat dan pembangunan.

6. Meningkatkan produktivitas developer

Developer yang produktif adalah developer yang bahagia. Perusahaan memanfaatkan Agile  dan Lean development yang dapat mengurangi tugas-tugas administratif dan meningkatkan kecepatan pengiriman, secara fundamental meningkatkan persamaan time-to-value.

7. Faster time to market

Metode pengembangan monolitik dan tools restrict innovation dengan membatasi rilis hingga satu atau dua tahun. Tim menggunakan pendekatan pengembangan modern dan tools release yang terus menerus, serta mendapatkan keuntungan pasar sebagai first-mover.

Digital Transformation and Pivotal

Transformasi digital memastikan bisnis dapat merespons gangguan dengan cepat. Integrated cloud technologies dari Pivotal, bersama dengan pengembangan aplikasi kolaboratif dan solusi data dan analitik, memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan aplikasi generasi mendatang yang memberikan pengalaman luar biasa.

Dengan customer dari Pivotal, Pivotal pun menjawab kebutuhan inovasi bisnis modern dengan:

  1. Membangun produk berkualitas tinggi pada kecepatan startup dengan metodologi Agile
  2. Memberikan ketahanan perusahaan dengan platform cloud-native generasi berikutnya
  3. Memberikan wawasan pasar dengan data science

Transformasi Digital Versus Pendekatan Tradisional

Dengan transformasi digital:

  1. Agile and flexible. Pendekatan modern development, termasuk metode Agile and Lean, meningkatkan kecepatan pengiriman dan memungkinkan tim untuk mengambil risiko.
  2. Open. Penggunaan open source software dan komunitas terbuka mendukung inovasi yang kolaboratif.
  3. Predictive Analysis. Tim mengoperasionalkan wawasan secara real time melalui aplikasi pintar.
  4. Exceptional, personalized experiences. Melalui data science yang tangkas, organisasi terus menggunakan data untuk memperbaiki proses dan hasil, kemudian meningkatkan aplikasi.
  5. Continuous, iterative delivery. Tim memastikan software siap untuk dirilis setiap saat selama pengembangan (development).

Tanpa transformasi digital:

  1. Complex and inflexible. Pendekatan pengembangan secara tradisional, berbasis pada jadwal dan mengharuskan tim untuk selalu mengikuti proses.
  2. Proprietary. Penggunaan sistem yang mengunci bisnis ke dalam teknologi khusus dan pendekatan sangat mahal untuk dihentikan.
  3. Historical reporting. Tim mencari data business intelligence untuk memahami past behavior dan kemudian melaporkan tren tersebut.
  4. Single experience. Secara tradisional, organisasi menciptakan dan memodifikasi aplikasi berdasarkan apa yang mereka pikir diinginkan oleh pelanggan.
  5. Sequential delivery. Software hanya dirilis pada akhir proses yang lengkap.

Source:

https://pivotal.io/digital-transformation

Info lebih lanjut: www.phintraco.com www.phintracotech.com  | marketing@phintraco.com

Hidup di Dunia Digital

By | 2017-12-07T07:59:17+00:00 December 7th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Saat ini kita hidup di dunia digital. Semua hal di sekitar kita menjadi semakin pintar, cepat, lebih terhubung, dan menjadi semakin digital. Customer relationship bersifat digital. Business channel bersifat digital. Hingga kompetitor kita juga terjun di ranah digital.

Human-to-human, human-to-AI, machine-to-machine, dan machine-to-AI. Banyak hal ini didorong oleh transformasi digital, sumber kehidupan untuk bagaimana bisnis dapat beroperasi dan berhasil di dunia digital.

Machine learning, artificial intelligence, predictive analytics, dan juga big data systems semuanya berkontribusi pada apa yang dapat memungkinkan keseluruhan proses transformasi digital bergerak maju dan menjadi lebih kuat. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Dari mana kita harus memulainya? Apa saja hal yang harus kita ketahui?

Pertama kita harus mulai dengan pelanggan.

A Customer-in Approach

Seiring berjalannya waktu mendekati tahun 2020 dan seterusnya, semakin banyak inovasi yang diperlukan untuk memberikan jenis omni-experiences yang memfasilitasi pengalaman pelanggan yang lebih baik di perusahaan. Inovasi di dalam tim pun merupakan salah satu kuncinya. Namun pertanyaannya adalah bagaimana?

A Customer-in Approach itu sendiri melibatkan customer journey yang fokus disepanjang siklus pembelian dan akhirnya mengidentifikasi teknologi atau proses apa yang dibutuhkan oleh organisasi, memberikan pengalaman yang relevan secara kontekstual dan menjadi sukses.

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence atau AI merupakan kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap sebagai komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam mesin komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang layaknya seperti manusia lakukan. Beberapa area utama yang terkait dengan AI adalah: Machine Learning (ML), Natural Language Processing (NLP), speech support, robotics, dan vision.

Ketika Anda memikirkan interaksi pelanggan Anda dengan perusahaan Anda, AI akan membantu memprediksi dan menentukan kejadian atau langkah selanjutnya berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Internet of Things

Perangkat IoT dapat mengumpulkan data, bertukar informasi, dan dengan bantuan analytics mengeksekusi tindakan, secara otomatis memicu hasil yang diinginkan. Dengan penggabungan dari AI dan IoT, akan membuat informasi yang dibutuhkan dapat dihitung, dan dihubungkan menjadi lebih cerdas dan lebih cepat.

Dengan adanya IoT di rumah kita, tempat kerja kita, dan di mana-mana, organisasi pun memerlukan strategi omni-device go-forward dengan pelanggan dan berhasil mengoptimalkan pengalaman pelanggan dari perspektif produk dan layanan.

Blockchain

Untuk mengetahui bagaimana dan mengapa Blockchain penting dalam hal digitalisasi, Anda harus memahami peran apa yang dimainkannya di pasar saat ini.

  • Model Blockchain dapat dan akan mengubah bagaimana bisnis dilakukan, atau lebih spesifik lagi bagaimana transaksi dapat berjalan.
  • Blockchain memiliki kapasitas untuk skala dan meningkatkan keamanan digital modern, terutama untuk data yang berkaitan dengan keuangan.
  • Blockchain dapat berfungsi sebagai dasar identitas gen atau ID digital berikutnya, dan terintegrasi dengan baik dengan bentuk otentikasi lanjutan.

Cybersecurity

Cybersecurity membutuhkan pendekatan holistik dengan solusi teknis dan non-teknis untuk melindungi integritas, otentikasi, dan kerahasiaan data pelanggan. Inisiatif transformasi digital ini menemukan kembali cara perusahaan beroperasi dan mengelola pengalaman pelanggan, tim, dan karyawan di seluruh organisasi.

Transformasi digital atau proses modern customer experience bergantung pada alat dan sistem yang lebih maju untuk memberikan pengalaman yang holistik dan andal. Dengan kata lain, jika perusahaan Anda ingin melakukan peralihan ke digital, Anda harus memperhatikan alat apa yang ingin digunakan dan pengalaman digital yang baik tentunya.

PhinCon bersama Salesforce Adakan Event Bertajuk “Leverage on Digital Transformation to Grow Your Business”

By | 2017-07-26T03:12:18+00:00 July 26th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , |

Dengan berkonsep fun dan santai, PhinCon mengadakan event bertajuk “Leverage on Digital Transformation to Grow Your Business” bersama Salesforce pada hari Selasa, 25 Juli 2017 di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat. Dimana topik yang dibahas adalah lebih mengenai bagaimana memperluas bisnis dengan adanya transformasi digital, yang dibagikan oleh tim Salesforce.

Ibu Arifa selaku PT PhinCon pun membuka acara dengan memberikan kata sambutannya, dan berharap, “Mudah-mudahan dengan adanya event ini, Bapak & Ibu sekalian bisa mendapatkan manfaat yang lebih, baik itu dari sisi pengetahuan maupun sisi informasi yang dapat memunculkan ide-ide yang baru, dimanapun Bapak & Ibu bekerja,” ujarnya. Peserta yang hadir kali ini berbeda dengan event-event sebelumnya, yaitu sebagian besar mereka adalah tim Marketing, Digital, maupun sales.

Untuk lebih memahami secara lebih lanjut mengenai apa itu Digital Transformation, event ini dibagi menjadi 4 sesi, yaitu: Pertama, membahas mengenai “Digital Transformation & Impact to Organizations” oleh Mr. Wing Yip, Senior Manager Partner Sales/ Alliances & Channels Asia dari Salesforce. Kedua, membahas mengenai “Digital Transformation & Implications to Marketing” oleh Alexander Tangidy, Account Executive – Marketing Cloud dari Salesforce. Kegita, “Digital Transformation In Sales” oleh Eric Suwandhi, Solution Engineer for Enterprise dari Salesforce. Sesi terakhir pun diisi dengan pembahasan mengenai “Digital Transformation for Customer Retention” oleh Kristian Slamet, Solutions Engineer for Commercial dari Salesforce.

Tidak hanya mendapatkan informasi penting mengenai apa itu transformasi digital, bagaimana dampak ke organisasi, di dalam penjualan dan hal lainnya, namun peserta yang hadir ke event ini juga diberikan hadiah hiburan pada akhir sesi acara, yaitu 3 voucher belanja dan 1 unit Action Camera. Peserta yang mendapatkan hadiah ini pun terlihat sangat antusias dan senang sekali.

Semoga dengan event berkonsep fun dan santai ini dapat disenangi oleh para peserta dan informasi yang disampaikan dapat berguna bagi para peserta. Dengan membekali pengetahuan mengenai Digital Transformation, tentunya diharapkan dapat membantu peserta untuk dapat menghadapi persaingan digital saat ini.

 

Huawei Enterprise Conference 2017 – PT Relia Telemit Semesta Award

By | 2017-09-20T09:48:17+00:00 May 19th, 2017|Categories: News & Updates|Tags: , , , , , , |

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bertemakan “Leading New ICT Building a Better Connected Partnership”, Huawei Enterprise Conference 2017 kali ini mengangkat tema “Leading New ICT, The Road To Digital Transformation”, yang diselenggarakan pada tanggal 18 May 2017 di Raffles Hotel Jakarta.

Acara conference yang dihadiri oleh partner dari Huawei kali ini diisi dengan beberapa sesi, yaitu: Join Together & Sharing Success oleh Mr. Zhao Shugang, Sharing Success with Ecosystem oleh Mr. Lidawei, dan Channel Service Update oleh Mr. Wong Chang Jong. Sesuai dengan tema acara tahun ini, terdapat juga sesi pembahasan mengenai Together Leading New ICT dengan Mr. Glory Gao.

Setelah kegiatan sharing session ini dilakukan, untuk memberikan apresiasi kepada para partner yang selama ini telah berkontribusi dan bekerja sama baik dengan Huawei, dilakukanlah sesi Partner Award. Dimana penghargaan diberikan kepada partner dengan berbagai macam kategori.

PT Relia Telemit Semesta anak perusahaan dari Phintraco Group sekaligus salah satu partner dari Huawei pun kembali memperoleh penghargaan yang sangat membanggakan dengan kategori “Best Cooperative Partner”, yang mampu mengalahkan beberapa kompetitor besar lainnya yang turut bekerja sama dengan Huawei. Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Liu Hao Sheng, CEO PT Huawei Tech Investment kepada Bapak Arief Zein Fedayeen, Direktur Utama Relia Telemit Semesta.

Tidak hanya sharing session maupun pemberian penghargaan saja, namun acara ini juga dilanjutkan dengan dinner sebagai bentuk kedekatan antara Huawei dan partner.

Diharapkan penghargaan ini juga dapat diraih PT Relia Telemit Semesta pada tahun berikutnya.  (MEL)

GET THE LATEST INFO FROM US