Manajemen Infrastruktur IT

/Tag: Manajemen Infrastruktur IT

Layanan Konsultan IT Yang Harus Dimiliki

By | 2017-07-11T03:24:26+00:00 July 11th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , |

Di dalam manajemen, Information Technology Consulting (IT Consulting) dikenali sebagai sebuah bidang kegiatan yang berfokus kepada menasihati organisasi tentang cara terbaik untuk menggunakan Information Technology (IT) dan mencapai tujuan bisnis mereka. Selain memberikan saran, konsultan IT juga sering memperkirakan, dan mengelola sistem IT atas nama organisasi klien mereka. Agar layanan yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan, tentunya kita harus mengetahui apa saja hal-hal penting di dalamnya. Berikut layanan konsultan IT yang harus dimiliki:

  1. Professionals

Harus Anda ketahui bahwa tim yang Anda pekerjakan harus profesional dan memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan yang Anda berikan. Jika Anda sedang mencari kandidat sebagai konsultan IT, alangkah baiknya Anda memeriksa portofolio mereka sebelum mempekerjakannya.

  1. Diversified Skills

IT akan terus berkembang, dan akan ada banyak aplikasi baru berdatangan. Tim yang baik adalah orang-orang yang memiliki skills yang bermacam-macam. Anda pasti sangat memahami sekali apa masalah perusahaan Anda,  meneliti dan mencari tahu solusi apa yang paling sesuai. Cara terbaiknya juga adalah mengikuti perkembangan teknik dan pembelajaran praktik terbaik. Jadilah ahli dalam semua tools terbaru, karena semakin terampil Anda dan semakin bervariasi ilmu yang Anda miliki, maka akan semakin baik perkembangan skill Anda.

  1. Prompt Solution

Konsultan dipekerjakan untuk memberikan solusi cepat terhadap sebuah masalah. Pastikan sebagai konsultan IT Anda menyediakannya dan mendukung klien Anda hingga aplikasi berjalan.

  1. Flexibility

Ingatlah bahwa Anda sebagai konsultan IT adalah penyedia solusi, maka datang dan berikanlah solusi yang sesuai dengan masalah yang ada. Jika solusi yang Anda berikan belum sesuai, maka jadilah seorang konsultan IT yang fleksibel dan senantiasa menghasilkan solusi lainnya yang lebih baik.

Dengan menerapkan poin-poin di atas ke dalam layanan Anda sebagai konsultan IT, dipercaya dapat memberikan sebuah kepuasan tersendiri kepada klien Anda. Selain itu, ada juga hal penting lainnya, yaitu sebagai seorang konsultan IT Anda harus memberikan layanan yang juga sesuai dengan etika dan hukum kepada klien Anda. Karena jika Anda melanggar etika-etika yang Ada, maka tentunya akan berdampak juga kepada hubungan Anda dengan klien-klien Anda dan karir Anda.

Berbagai Jenis Network Security

By | 2017-05-02T07:20:50+00:00 May 2nd, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , |

Keamanan jaringan atau yang biasa disebut sebagai Network Security biasanya dilakukan untuk mencegah dan memantau akses yang tidak sah, penyalahgunaan, modifikasi, dan lain-lain. Dimana tindakan pencegahan untuk melindungi jaringan tersebut merupakan tugas dari seorang administrator jaringan. Berikut adalah berbagai jenis Network Security.

Jenis Network Security

Active Devices

Jenis Network Security ini memblokir traffic yang berlebihan. Firewallsantivirus scanning devices, dan content filtering devices merupakan contoh dari perangkat ini.

Passive Devices

Perangkat ini mengidentifikasi dan melaporkan traffic yang tidak diinginkan, misalnya, intrusion detection appliances.

Preventative Devices 

Perangkat ini memindai jaringan dan mengidentifikasi potensi dari masalah keamanan. Misalnya, penetration testing devices dan vulnerability assessment appliances.

Unified Threat Management (UTM)

Perangkat ini berfungsi sebagai perangkat keamanan yang all-in-one. Contohnya termasuk firewalls, content filteringweb caching, dan lain-lain.

Firewalls

Firewall merupakan sistem keamanan jaringan yang mengatur network traffic berdasarkan beberapa protokol. Firewall menetapkan penghalang antara jaringan internal yang terpercaya dan internet.

Firewall ada baik sebagai software yang beroperasi di hardware maupun sebagai peralatan hardware. Firewall yang berbasis hardware juga menyediakan fungsi lain seperti bertindak sebagai server Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) untuk jaringan tersebut.

Sebagian besar komputer pribadi menggunakan firewall berbasis software untuk mengamankan data dari ancaman internet. Banyak router yang melewati data antar jaringan yang mengandung komponen firewall dan sebaliknya,  banyak firewall pun dapat melakukan fungsi sebagai routing dasar.

Firewall biasanya digunakan di jaringan pribadi atau intranet untuk mencegah akses yang tidak sah dari internet. Setiap pesan yang masuk atau keluar dari internet melewati firewall diperiksa untuk tindakan pengamanan.

Konfigurasi firewall yang ideal terdiri dari perangkat berbasis hardware dan software. Firewall juga membantu menyediakan akses jarak jauh ke jaringan pribadi melalui sertifikat otentikasi dan login yang aman.

Hardware and Software Firewalls

Hardware firewalls biasa disebut sebagai standalone products yang juga ditemukan di router broadband. Sebagian besar dari hardware firewalls ini menyediakan minimal empat network ports untuk terhubung dengan komputer lain.

Sedangkan software firewalls terpasang di komputer Anda. Biasanya software firewalls ini melindungi komputer Anda dari ancaman internet.

Antivirus

Antivirus adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapus perangkat lunak yang berbahaya. Antivirus ini pada awalnya dirancang untuk mendeteksi dan menghapus virus dari komputer.

Content Filtering

Perangkat Content Filtering ini menyaring halaman web atau email yang tidak menyenangkan dan menyinggung. Content filtering ini digunakan sebagai bagian dari firewall di perusahaan maupun di komputer pribadi. Perangkat ini akan memunculkan pesan “Access Denied” saat seseorang mencoba mengakses halaman web atau email yang tidak sah. Konten yang disaring biasanya adalah konten yang mengandung pornografi, kekerasan atau kebencian.

Intrusion Detection Systems

Intrusion Detection Systems, atau biasa disebut sebagai Intrusion Detection dan Prevention Systems, adalah peralatan yang memantau aktivitas berbahaya di dalam jaringan, mencatat informasi tentang aktivitas tersebut, mengambil langkah untuk menghentikannya, dan akhirnya melaporkannya.

Sumber: https://www.tutorialspoint.com/information_security_cyber_law/network_security.htm

Pentingnya Manajemen Infrastruktur Teknologi Informasi

By | 2017-05-02T07:17:35+00:00 April 25th, 2017|Categories: Blog|Tags: , , , , |

Sebelum mengetahui seberapa pentingnya manajemen infrastruktur Teknologi Informasi (TI) kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa itu manajemen infrastruktur Teknologi Informasi. Manajemen infrastruktur Teknologi Informasi mewakili dirinya dalam banyak cara, salah satunya dari pengawasan virus-virus untuk peralatan survei untuk pertanda jika upgrade sudah dekat. Tujuan dari manajemen infrastruktur TI adalah untuk mencapai efektivitas dari keseluruhan proses TI, kebijakan, data,  sumber daya manusia, peralatan dan lainnya.

Berikut adalah beberapa poin yang menunjukkan bahwa manajemen infrastruktur Teknologi Informasi itu penting:

  1. Make smarter IT decisions

Jika Anda belum mengelola dan memantau infrastruktur TI Anda, kemungkinan Anda tidak tahu bagaimana kinerja lingkungan TI Anda sendiri. Dengan mengelola lingkungan TI, Anda dapat mendeteksi kapan harus mengubah dan memperbaharui sebuah sistem, dan kapan Anda harus mengurangi risiko.

  1. Limit disasters

Masalah dapat terjadi meskipun Anda telah mengambil semua tindakan pencegahan yang tepat, namun dengan menerapkan manajemen infrastruktur TI dengan benar, Anda dapat mengurangi terjadinya masalah dan meminimalisir kerusakan yang terjadi.

  1. Improve user experience

Dengan menyadari keadaan infrastruktur TI Anda setiap saat, Anda dapat membuat pengalaman yang lebih baik untuk pengguna akhir Anda. Anda dapat mencegah downtime yang terjadi secara tiba-tiba, dan mengendalikannya jika diperlukan. Ketika downtime diperlukan, baik untuk pemeliharaan dan keperluan lainnya, Anda dapat mengingatkan pengguna akhir Anda terlebih dahulu sehingga tidak akan ada ketidaknyamanan.

  1. Keep productivity flowing

Jika data hilang, terhapus, atau rusak, Anda dapat mengembalikannya jika Anda telah membuat keputusan yang tepat dari perspektif manajemen infrastruktur TI. Dengan membangun cadangan pada infrastruktur TI Anda, Anda akan dapat mengambil dan mengembalikan data  perusahaan, sehingga pengguna akhir dapat mempertahankan akses informasi yang mereka butuhkan untuk terus bekerja tanpa gangguan.

  1. Reduce costs

Ketika sesuatu tak terduga terjadi, biaya tak terduga pun akan terjadi. Jika Anda tidak mengatur infrastruktur TI Anda, Anda tidak akan bisa memprediksi atau mengatur biaya tersebut. Dengan bersikap proaktif dan mengatur infrastruktur Anda sebelumnya, Anda dapat menghemat uang perusahaan Anda.

GET THE LATEST INFO FROM US