Mengulik Strategi “Survive” Perusahaan di Tengah Pandemi Covid-19

/Mengulik Strategi “Survive” Perusahaan di Tengah Pandemi Covid-19

Mengulik Strategi “Survive” Perusahaan di Tengah Pandemi Covid-19

Hampir semua bisnis merasakan dampak dari wabah Covid-19. Di Indonesia misalnya, banyak perusahaan yang pada akhirnya harus memutuskan untuk berhenti beroperasi hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.  Banyak pelaku bisnis di Indonesia tidak mempersiapkan strategi survive di situasi darurat seperti saat ini, sehingga kehilangan arah untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis baru.

Namun, situasi yang berbeda terjadi di China. Sejumlah perusahaan di China mulai menggerakkan aktivitas perekonomian dengan memulai aktivitas produksi kembali walaupun belum mencapai level yang sama dengan saat sebelum Covid-19 mewabah.

Di tengah wabah Covid-19, sejumlah perusahaan di China menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk meraih kesempatan dengan cepat. Agar tetap bisa bertahan di situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, mungkin kita bisa mengulik strategi survive yang di demonstrasikan oleh perusahaan China untuk tetap tangguh dalam bisnis dan terbiasa dengan lingkungan bisnis baru.

Dikutip dari Gartner, organisasi dan perusahaan asal China mendemonstrasikan dua strategi yang dianggap cukup kuat untuk bisnis agar tetap bisa survive, yaitu bekerjasama dengan perusahaan teknologi untuk merencanakan keberhasilan bisnis mereka dan memanfaatkan teknologi dengan melakukan otomatisasi untuk proses bisnisnya. Berikut penjelasannya:

Bekerjasama dengan perusahaan teknologi

Banyak pemimpin perusahaan tidak sadar akan pentingnya bekerjasama dengan pihak eksternal untuk mencapai kesuksesan. Padahal, fakta membuktikan bahwa hubungan kerjasama dengan pihak eksternal menghasilkan kesuksesan bagi kedua belah pihak.

Perusahaan teknologi yang kompeten dapat membantu bisnis Anda mengimplementasi teknologi cloud yang sesuai dengan kebutuhan atau menyediakan platform digital yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini. Namun, meskipun banyak perusahaan China yang berhasil bertahan di masa pandemi, semua pemimpin juga harus tetap mengidentifikasi solusi IT apa yang tepat untuk memodifikasi model bisnis saat ini, sesuai dengan bidang masing-masing perusahaan. Perusahaan teknologi sebagai partner Anda akan membantu untuk mewujudkannya dan menyempurnakannya. 

Melakukan otomatisasi proses bisnis

Di masa pandemi ini, salah satu bank di China melakukan investasi teknologi untuk mengotomatiskan proses aplikasi pinjaman dengan beragam fitur seperti verifikasi serta persetujuan pinjaman online secara otomatis. Otomatisasi ini mengurangi waktu proses persetujuan hingga 30 menit, pastinya efisiensi waktu itu sangat bermanfaat bagi operasional di bank tersebut.

Tidak semua proses bisnis dapat di otomatisasi, namun untuk mempermudah operasi bisnis di masa pandemi, Anda dapat melakukan otomatisasi untuk proses kerja yang memiliki frekuensi human error terbanyak, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup lambat. Setelah berhasil mengidentifikasi proses bisnis yang bisa di otomatisasi, carilah partner tepat untuk menyediakan teknologi tersebut. Fokuslah pada pemanfaatan teknologi seperti Robotic Process Automation (RPA), Intelligent Business Process Management Suites (iBPMS) dan Integration Platform as a Service (iPaaS).

Meskipun hingga saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, kita tidak boleh pesimis. Kita semua harus usaha untuk tetap produktif mendorong pemulihan ekonomi dengan beragam peluang dan inovasi. Ingin mempelajari lebih jauh cara menyiapkan strategi survive di tengah pandemi? Anda dapat menghubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut dan pantau sosial media kami agar selalu update mengenai informasi seputar solusi IT yang dapat mendukung strategi survive perusahaan di masa pandemi. 

 

 

Sumber:

https://www.gartner.com/smarterwithgartner/how-successful-chinese-companies-adapted-to-covid-19/

https://hbr.org/2020/06/lessons-from-chinese-companies-response-to-covid-19

Leave A Comment

GET THE LATEST INFO FROM US