Saat ini sebagian besar perusahaan telah beralih ke ranah digital. Peralihan ini semakin diperkuat dengan adanya pandemi yang mengharuskan perusahaan memanfaatkan aktivitas digital semaksimal mungkin. Meningkatnya proses bisnis yang dioperasikan secara digital berdampak pada meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk menopang lonjakan jumlah data digital yang dihasilkan perusahaan.

Seiring dengan meningkatnya tren digitalisasi dalam perusahaan, data center telah menjadi kebutuhan dasar dan krusial yang wajib dimiliki setiap perusahaan. Sebenarnya, apa itu data center dan apa fungsinya bagi perusahaan modern?

Pengertian Data Center

Sederhananya, data center adalah fasilitas yang menyediakan lokasi fisik untuk menempatkan sistem komputer yang dimiliki perusahaan dan komponen-komponen digital lainnya seperti data.

Data center menyediakan jaringan dan ruang penyimpanan data yang bisa dipakai oleh perusahaan, organisasi, atau instansi lainnya untuk melakukan pengaturan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebarluasan data dalam skala besar.

Fungsi Data Center bagi Perusahaan

Selama pandemi, kebutuhan memiliki data center yang andal semakin disadari perusahaan. Karena dengan adanya data center yang andal, aktivitas bisnis seperti pengiriman email dan dokumen bisnis, pengoperasian aplikasi pendukung kemajuan bisnis seperti CRM, ERP, AI, machine learning, desktop virtual, dan aplikasi pendukung komunikasi jarak jauh dapat dioperasikan dengan lancar dan maksimal kapan pun dan di mana pun.

Komponen Utama yang Wajib Dimiliki Data Center

Umumnya, ada beberapa komponen yang wajib dimiliki oleh suatu data center – seperti router, switch, firewall, storage, server, dan application delivery controller. Karena komponen-komponen tersebut  menyimpan dan mengelola data dan aplikasi bisnis yang bersifat penting, sisi keamanan juga akan selalu diperhatikan oleh penyedia data center. Komponen-komponen tersebut difungsikan dan menghasilkan infrastruktur IT berikut ini:

  • Infrastruktur jaringan – berfungsi untuk menghubungkan server (baik server fisik atau virtual), storage, dan koneksi dari pihak eksternal ke lokasi end user (pihak perusahaan yang menggunakan layanan data center).
  • Infrastruktur storage – Sesuai dengan namanya, infrastruktur ini berfungsi untuk menyimpan data digital perusahaan yang kapasitasnya dapat mengikuti kebutuhan masing-masing perusahaan.
  • Sumber daya komputasi – Infrastruktur ini berfungsi untuk menyediakan pemrosesan, media penyimpanan, dan konektivitas jaringan yang berguna untuk memaksimalkan kinerja aplikasi bisnis yang digunakan perusahaan.

Selain komponen yang telah disebutkan, suatu lokasi data center juga dilengkapi dengan fasilitas fisik seperti ruangan server, rak jaringan, generator cadangan sebagai mesin yang akan secara otomatis menyala ketika sumber listrik utama mati, UPS atau Uninterruptible Power Supplies yang berguna untuk menjadi sumber listrik cadangan untuk mesin generator, ruangan pendingin, konstruksi yang kokoh untuk melindungi server jika terjadi bencana alam, dan pusat operasi jaringan yang isinya adalah ruangan untuk tim IT yang bertugas memonitor kinerja dan keamanan data center selama 24 jam setiap harinya.

Jenis Layanan Data Center

Penyedia layanan data center umumnya menawarkan beberapa layanan yang dapat dipilih oleh perusahaan sesuai kebutuhan. Klasifikasinya bergantung pada kapasitas, seberapa lengkap teknologi yang digunakan untuk keperluan komputasi dan penyimpanan, serta efisiensi energinya. Berikut adalah jenis layanan data center:

1. Managed services data center

Jika suatu perusahaan memanfaatkan jenis layanan data center ini, itu artinya perusahaan tersebut menyerahkan pengelolaan data centernya kepada pihak ketiga (penyedia layanan data center). Mereka menyewa peralatan, infrastruktur, dan sumber daya yang mereka butuhkan dari pihak ketiga untuk menunjang operasional ITnya walaupun umumnya sudah memiliki tim IT internal.

2. Colocation data centers

Dengan memanfaatkan layanan colocation data center, itu artinya suatu perusahaan menyewa keseluruhan komponen dan fasilitas yang disediakan penyedia layanan data center – termasuk bangunan, pendingin, bandwidth, jaminan keamanan, serta komponen dan fasilitas lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

Selain jenis layanan data center, data center terklasifikasi lagi menjadi beberapa tier. Saat ini, kategori data center terbagi menjadi 4 tier. Penjelasan lebih lanjut mengenai tier data center dapat Anda baca di sini. 

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan fungsi data center bagi perusahaan. Kesimpulannya, data center adalah fasilitas fisik yang digunakan perusahaan untuk menampung aplikasi dan informasi penting bisnis mereka. Bagi perusahaan yang ingin berkembang, sangat penting untuk memikirkan tentang cara mempertahankan keandalan dan keamanan bisnis dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memanfaatkan layanan data center dari pihak ketiga bisa menjadi solusi tepat bagi Anda untuk mengelola operasional IT yang sangat berperan dalam keberlangsungan bisnis, selagi tetap fokus pada perencanaan strategis untuk kemajuan bisnis di masa depan.

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com 

 

Referensi:

https://www.networkworld.com/article/3599213/what-are-data-centers-how-they-work-and-how-they-are-changing-in-size-and-scope.html