Infrastruktur

/Tag: Infrastruktur

4 Alasan Mengapa Investasi Hyperconverged Infrastructure Penting bagi Perusahaan

By | 2021-07-25T20:49:51+00:00 June 18th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Di situasi pandemi seperti saat ini, seorang IT leader bertanggung jawab untuk menemukan solusi tepat yang berfungsi untuk membantu perusahaan lebih responsif, manajemen IT yang lebih mudah dikelola, dan aman dari ancaman keamanan siber. Adakah solusi tepat untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut?

Solusinya ada pada Hyperconverged Infrastructure. Penggunaan Hyperconverged Infrastructure menjanjikan efisiensi dan penghematan biaya yang lebih besar bagi perusahaan. Namun, benarkah demikian? Sebagai seorang IT leader, mungkin Anda sedang mencari informasi tentang Hyperconverged Infrastructure dan ingin menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa perusahaan Anda harus segera mengadopsi model infrastruktur ini.

Kami akan membantu Anda untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan menjabarkan 4 alasan mengapa investasi Hyperconverged Infrastructure penting bagi perusahaan. Berikut penjelasannya!

1. HCI membantu tim IT menyederhanakan pengelolaan infrastruktur IT

“Bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras”. Pernah dengar istilah tersebut? Inilah salah satu gambaran manfaat yang akan didapatkan perusahaan dengan menggunakan Hyperconverged Infrastructure. HCI dapat membantu tim IT menggunakan waktu kerja mereka dan sumber daya IT yang dimiliki secara lebih efisien.

HCI memungkinkan tim IT perusahaan menggunakan satu sistem terpadu untuk mendapatkan visibilitas menyeluruh ke seluruh lingkungan IT. Dengan visibilitas menyeluruh tersebut, tim IT dapat bebas mengelola setiap bagian infrastruktur IT secara sederhana dan mulus di satu tempat, yang hasilnya akan memberi lebih banyak waktu untuk meningkatkan agility, fokus pada strategi bisnis, dan mengurangi pengeluaran biaya untuk keperluan hardware.

2. Mengurangi biaya investasi IT secara keseluruhan

Setiap perusahaan pasti menciptakan strategi sedemikian rupa agar bisa berhasil mengurangi pengeluaran, termasuk untuk biaya investasi IT.

Setiap perusahaan yang menggunakan infrastruktur IT tradisional harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk urusan pemeliharaan. Perusahaan secara rutin mengeluarkan budget khusus untuk biaya lisensi, biaya upgrade, administrasi, storage, dan bahkan biaya untuk tim support dan spesialis yang jumlahnya juga tidak sedikit.

HCI dapat mengatasi masalah ini dengan cara menyederhanakan operasi infrastruktur IT perusahaan, sehingga perusahaan tidak perlu memiliki banyak tim support untuk mengelola platform yang berbeda dengan adanya sistem manajemen terpusat. Dengan HCI, perusahaan tidak lagi membutuhkan manajemen IT yang terpisah dan mahal!

3. Memenuhi kebutuhan scaling-up

Infrastruktur IT tradisional sulit untuk mengikuti perkembangan kebutuhan bisnis yang terus meningkat, dengan kata lain sulit untuk melakukan proses scaling-up.

Infrastruktur IT tradisional membuat tim IT sulit untuk melakukan prediksi konsumsi sumber daya IT selama tiga hingga lima tahun ke depan, dan ketika tim IT melakukannya, hasil prediksi berisiko menyebabkan overprovisioning – situasi di mana perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk sumber daya IT, namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang benar-benar mereka butuhkan.

Dengan HCI, perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya lebih saat bisnis sudah berkembang, dan mendapatkan fleksibilitas untuk menyesuaikan kondisi manajemen IT saat ada data yang bertambah atau perlu diubah.

4. Proses pemulihan bencana (disaster recovery) dapat dilakukan dengan lebih cepat

Salah satu elemen utama dari solusi HCI adalah kemampuan backup, pemulihan, perlindungan data, dan deduplikasi data yang sudah tersedia, serta kemampuan analitik untuk memprediksi kondisi seluruhnya. Komponen disaster recovery akan dikelola dari satu dashboard, dan HCI tidak hanya memantau on-premise storage tapi juga cloud storage. Dengan kemampuan ini, proses deduplikasi dan backup data dapat dilakukan dalam hitungan menit atau bahkan hitungan detik.

Demikian informasi mengenai 4 alasan mengapa investasi Hyperconverged Infrastructure penting bagi perusahaan. Jika Anda tertarik untuk mengimplementasi solusi Hyperconverged Infrastructure, Anda dapat segera menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Phintraco Technology memiliki tim ahli yang siap untuk membantu perusahaan Anda menuju seluruh tahapan implementasi HCI, termasuk menyediakan layanan assessment. Tim kami akan membantu Anda menemukan solusi yang paling sesuai untuk lingkungan dan beban kerja di perusahaan secara spesifik.

Referensi:

https://www.computerweekly.com/feature/Five-reasons-to-look-at-hyper-converged-infrastructure

 

Artikel terkait:

https://phintraco.com/hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang-hyperconverged-infrastructure/

Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure: Apa Perbedaannya?

By | 2021-08-31T01:59:24+00:00 June 16th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Bagi pemilik perusahaan atau business leader, memiliki pengetahuan terkini tentang teknologi merupakan suatu keharusan karena kita telah memasuki era digital – dimana segalanya dimudahkan dengan penggunaan teknologi. Baik untuk perusahaan menengah hingga skala enterprise, manajemen IT yang baik akan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan.

Saat ini, infrastruktur IT yang dikenal sebagai Hyper Converged Infrastructure telah hadir untuk melengkapi kecanggihan dan manfaat yang dibawa oleh infrastruktur IT terdahulunya yaitu Converged Infrastructure. Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure mungkin sudah tidak asing lagi bagi perusahaan khususnya bagi mereka yang secara spesifik mengelola manajemen IT. Namun, sudahkah Anda mengetahui apa saja perbedaan Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure?

Baik Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure sama-sama berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan masalah yang dihadapi perusahaan dengan penggunaan infrastruktur IT tradisional. Walaupun keduanya memiliki fungsi yang hampir sama, ada beberapa perbedaan penting yang dimiliki oleh masing-masing model infrastruktur IT ini. Berikut penjelasannya!

Perbedaan Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure

Dalam infrastruktur IT tradisional – server, storage, jaringan, dan komponen infrastruktur lainnya dioperasikan dan dikelola secara terpisah. Dengan infrastruktur IT tradisional ini, tim IT akan bertanggung jawab untuk mengelola masing-masing komponen secara terpisah, yang mana akan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan proses yang kompleks sehingga dapat memperlambat inovasi bisnis.

Sebelum hadirnya Hyperconverged Infrastructure, Converged Infrastructure muncul lebih awal. Converged Infrastructure menggabungkan seluruh infrastruktur IT tradisional ke dalam satu sistem, maka perusahaan dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk merancang, menerapkan, dan mengintegrasikan seluruh infrastruktur tersebut.

Namun, komponen dasar yang digunakan tetap sama dengan infrastruktur IT tradisional, sehingga masalah dan tantangan yang dihadapi karena penggunaan infrastruktur IT tradisional masih kerap terjadi, hanya saja proses pemeliharaan dan pemantauan berbagai infrastruktur IT yang berbeda seperti server, storage, dan jaringan akan lebih mudah dilakukan.

Sedangkan untuk Hyperconverged Infrastructure, teknologi ini hadir dengan fungsi dan kelebihan yang disempurnakan. Fungsi dan manfaatnya lebih dari sekedar untuk memudahkan pemeliharaan dan pemantauan berbagai infrastruktur IT yang berbeda.

Berbeda dengan Converged Infrastructure yang masih menggunakan hardware untuk mengatur pemakaian sumber daya IT, Hyperconverged Infrastructure memastikan semua pemakaian sumber daya IT diatur oleh software yang dijalankan pada virtual machine.

Selain itu, software yang mendukung teknologi Hyperconverged Infrastructure ini memungkinkan penggunaan komputasi dan storage yang lebih efisien dan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan hardware yang diperlukan untuk memberi energi lebih pada infrastruktur IT tradisional. Hasilnya, perusahaan akan mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk keperluan daya data center karena seluruh sumber daya IT yang digunakan bekerja secara lebih efektif dan efisien.

Jika kita simpulkan dari penjelasan di atas, maka kelebihan menggunakan Hyperconverged Infrastructure terletak pada sisi manfaat finansial. Untuk memberi gambaran secara rinci mengenai perbedaan Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure, mari perhatikan tabel berikut ini:

Manfaat

Converged Infrastructure

Hyper Converged Infrastructure

Mengurangi pengeluaran operasional

V

V

Mengurangi pengeluaran yang dibutuhkan untuk hardware

X

V

Memungkinkan pengelolaan infrastruktur IT yang terpusat

V

V

Mengurangi konsumsi sumber daya IT

X

V

Mengurangi Total Cost of Ownership (TCO)

X

V

Sudah dilengkapi dengan fitur data protection dan disaster recovery bawaan

X

V

Mana yang harus dipilih oleh perusahaan, Converged Infrastructure atau Hyperconverged Infrastructure?

Singkatnya, Converged Infrastructure adalah teknologi yang sama dengan infrastruktur IT tradisional, namun dikemas lebih sederhana agar pengoperasian dan pemeliharaannya dapat dilakukan secara lebih mudah. Di sisi lain, Hyperconverged Infrastructure menggunakan pendekatan yang berbeda – yaitu sepenuhnya memanfaatkan software untuk menggabungkan berbagai infrastruktur IT dan mengurangi kebutuhan hardware.

Dan kesimpulannya, Hyperconverged Infrastructure lebih fleksibel dengan skalabilitas yang lebih baik, sehingga perusahaan akan mampu bekerja dengan lebih cepat, efisien, dan lebih cepat beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Manfaat yang ditawarkan infrastruktur IT modern ini, baik Converged Infrastructure atau Hyperconverged Infrastructure dapat diimplementasikan oleh seluruh perusahaan dari berbagai bidang dan industri, termasuk industri kesehatan, pemerintahan atau pendidikan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Converged Infrastructure dan Hyperconverged Infrastructure, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan sesi konsultasi dengan tim ahli yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang infrastruktur IT.

Referensi:

https://www.nutanix.com/info/converged-vs-hyperconverged-infrastructure

https://www.nutanix.com/theforecastbynutanix/technology/difference-between-converged-and-hyperconverged-infrastructure

 

Artikel terkait:

https://phintraco.com/hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang-hyperconverged-infrastructure/ 

Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Hyperconverged Infrastructure

By | 2021-07-25T20:49:59+00:00 June 14th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Banyak perusahaan menghadapi kompleksitas dalam pengelolaan infrastruktur IT, karena fungsi dari masing-masing infrastruktur IT tersebut masih berjalan sendiri atau silo, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara terpisah.

Karena tantangan ini kerap dialami perusahaan, Phintraco Technology menghadirkan solusi untuk memberikan kemudahan pengelolaan dan pengawasan infrastruktur IT secara terpusat melalui teknologi Hyperconverged infrastructure (HCI). Sudahkah Anda mengetahui apa itu Hyperconverged Infrastructure? Apa saja fungsi dan manfaat bisnis yang ditawarkan solusi teknologi ini?

Di artikel ini, kami akan membahas secara rinci mengenai hal yang perlu Anda ketahui tentang Hyperconverged Infrastructure – seperti pengertian, fungsi, dan manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi solusi teknologi ini. Berikut penjelasannya!

Apa itu Hyperconverged Infrastructure?

Hyperconverged Infrastructure atau HCI, adalah suatu framework IT yang menggabungkan seluruh elemen komputasi, storage, jaringan, dan sumber daya virtualisasi lainnya ke dalam satu sistem untuk mengurangi kompleksitas pengelolaan data center dan meningkatkan skalabilitas.

Apa saja keuntungan bagi perusahaan yang mengadopsi solusi Hyperconverged Infrastructure?

HCI mentransformasikan model operasional IT tradisional ke dalam satu sistem yang sederhana dan terpadu. Hasilnya, perusahaan yang mengadopsi HCI akan mendapatkan keuntungan berikut ini:

1. Meningkatkan efisiensi IT

HCI menghilangkan proses manual dan mengurangi kebutuhan terhadap jumlah personel untuk tim operasional IT. Dengan HCI, satu tim dapat ditugaskan untuk memantau dan mengelola keseluruhan infrastruktur IT, serta secara efektif mengatur ruang penyimpanan (storage) yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, dengan HCI, infrastruktur IT dapat secara otomatis mengatur jumlah kapasitas, membagi beban kerja dan perlindungan yang sesuai untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik. Semua sumber daya IT yang digunakan perusahaan dapat diatur secara otomatis oleh software, sehingga mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi.

2. Mengurangi jumlah Capital Expenditure (CAPEX)

Dengan HCI, perusahaan dapat mengurangi CAPEX, karena perusahaan akan mengurangi keperluan terhadap infrastruktur jaringan yang mahal dan dibuat khusus, serta menggunakan arsitektur yang mampu menyesuaikan skalabilitas sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dengan keuntungan ini, perusahaan bisa mengurangi pengeluaran yang dibutuhkan terkait infrastruktur IT di seluruh data centernya.

3. Lebih responsif terhadap kebutuhan bisnis yang berubah secara cepat

Perusahaan yang ingin berkembang harus responsif terhadap kebutuhan bisnis yang bergerak dan berubah secara cepat atau dinamis. HCI memudahkan tim IT dalam menambah lebih banyak node ke dalam storage, sehingga kapan pun dibutuhkan upgrade, sistem HCI akan dengan cepat melakukan scale up.

Ini artinya, proses adaptasi pada perubahan yang sering terjadi dalam lingkungan bisnis dapat dimudahkan dengan menggunakan HCI. Performa yang tinggi, proses upgrade yang cepat, serta infrastruktur IT yang mudah diskalakan dapat memberi bisnis kelincahan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tuntutan pasar.

Contoh fungsi Hyperconverged Infrastructure untuk perusahaan (use case)

1. Menyederhanakan arsitektur data center

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, HCI membantu perusahaan menggabungkan server, storage, jaringan, dan keamanan dalam satu sistem terpadu. Maka, HCI dapat menyederhanakan arsitektur data center dan mengurangi biaya yang diperlukan untuk keperluan operasional dan pemeliharaan.

2. Menyederhanakan operasional kantor cabang

Selain dapat mengurangi biaya yang perlu dikeluarkan untuk keperluan infrastruktur TI, adopsi HCI dalam perusahaan dapat mengurangi kompleksitas pengelolaan infrastruktur IT, sehingga bagi perusahaan yang memiliki banyak kantor cabang tidak perlu menambah banyak personel khusus untuk mengelola infrastruktur IT kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah.

3. Perlindungan data dan pemulihan bencana (disaster recovery)

HCI menghadirkan berbagai fitur yang berfungsi untuk perlindungan data dan pemulihan bencana, guna membantu perusahaan memastikan integritas data. Mulai dari backup hingga perlindungan data berkelanjutan, data dapat dilindungi dengan cara yang cukup sederhana.

Pengertian, manfaat, dan fungsi (use case) dari solusi HCI sudah kami jabarkan. Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah HCI dapat menjadi solusi tepat untuk mengatasi tantangan dan kompleksitas yang kerap terjadi dalam lingkungan IT perusahaan Anda?

Sebagai perusahaan penyedia solusi IT, Phintraco Technology memahami tantangan yang dihadapi tim IT perusahaan saat ini. Daripada harus fokus pada pengelolaan server, storage, virtualisasi dan backup yang memakan waktu, serta sumber daya dan biaya pemeliharaan yang tinggi, lebih baik tim IT fokus pada pengembangan bisnis yang mendatangkan pendapatan yang lebih tinggi. Kemampuan tersebut bisa didapatkan dengan mengadopsi solusi Hyperconverged Infrastructure.  

Phintraco Technology memiliki tim dengan kompetensi yang dibutuhkan serta pengalaman yang cukup banyak dalam mengimplementasikan solusi Hyperconverged Infrastructure di berbagai sektor industri.

Bagi perusahaan yang tertarik dengan solusi Hyperconverged Infrastructure dan ingin mengetahui bagaimana penerapan teknologi ini dapat mendukung perkembangan bisnis, dapat secara langsung menghubungi tim kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan sesi konsultasi dengan tim ahli dari Phintraco Technology.

Referensi:

https://phintraco-tech.com/modern-it-infrastructure/

https://www.vmware.com/products/hyper-converged-infrastructure.html

https://www.computerweekly.com/feature/Five-hyper-converged-infrastructure-use-cases-to-watch

5 Skill IT yang Dibutuhkan Saat Ini dan Seterusnya

By | 2021-07-25T20:50:49+00:00 May 14th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Hampir seluruh aktivitas manusia saat ini didukung dan dimudahkan dengan adanya teknologi. Tidak terkecuali untuk urusan pekerjaan, perusahaan banyak memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan kinerja bisnisnya. Dengan banyaknya pemanfaatan teknologi di lingkungan perusahaan, otomatis kebutuhan untuk memiliki SDM yang terampil dalam bidang teknologi akan semakin meningkat.

Kebutuhan ini pun tercermin dari pernyataan Menkominfo, yang menyatakan bahwa sejak 2015, Indonesia membutuhkan 600.000 talenta digital setiap tahunnya. Itu artinya, hingga 2030 Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital.

Tentunya, teknologi adalah bidang yang sangat luas. Ada banyak bidang dalam teknologi yang perlu dipelajari, seiring dengan kebutuhannya yang meningkat untuk lingkungan perusahaan.

Di artikel ini, kita akan mengulik lebih lanjut mengenai skill IT yang dibutuhkan saat ini dan seterusnya. Perlu diketahui bahwa skill IT yang dibutuhkan sejalan dengan solusi IT yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bertahan dan berkembang di situasi dinamis. Berikut penjelasannya:

1. Cyber Security

Cyber security merupakan salah satu skill yang sangat dibutuhkaan saat ini dan seterusnya. Semakin banyak penggunaan teknologi, maka akan semakin banyak pula potensi atau celah bagi perusahaan untuk menjadi target serangan siber. Oleh karena itu, perusahaan akan membutuhkan banyak talenta-talenta baru dengan kemampuan cyber security yang baik agar berjalannya bisnis perusahaan dengan bantuan teknologi dapat terlaksana dan menghasilkan output yang maksimal.

2. Data Analytics & Data Science

Memasuki era digital, peran data menjadi hal krusial bagi keberlangsungan bisnis perusahaan. Bahkan, seluruh perusahaan kini menunjukkan bahwa mereka menginginkan budaya yang berbasis data. Untuk itu, perusahaan perlu meningkatkan cara mereka membuat keputusan yang didukung oleh data dengan memanfaatkan keahlian manusia yang dapat mengelola data dengan baik.

Data analytics dan data science adalah dua keahlian dalam bidang big data yang sangat diperlukan saat ini dan seterusnya, di mana perbedaannya terletak pada data analytics mengarah pada entry-level skill, sedangkan data science berada di tingkat yang lebih ahli.

3. Artificial Intelligence (AI)

Saat ini, kecepatan adalah salah satu kemampuan yang perlu dimiliki perusahaan agar mampu bersaing dengan kompetitor. Karena AI dinilai sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, semakin banyak perusahaan yang mengimplementasi AI untuk membantu mereka tetap produktif memenuhi kebutuhan bisnis di tengah pandemi, dan secara tepat mengambil keputusan jika diperlukan berdasarkan situasi yang ada. Itu semua dapat dilakukan dengan bantuan teknologi AI.

Oleh karena itu, saat ini semakin banyak perusahaan yang mencari talenta dengan keahlian di bidang AI. Bahkan, kebutuhan ini diprediksi akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Keterampilan yang paling dicari di bidang AI adalah natural language processing (NLP), automated speech recognition (ASR) dan automation.

4. Software Development

Hampir seluruh bisnis saat ini memanfaatkan platform digital untuk beroperasi dan berinteraksi dengan pelanggan. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengembangkan aplikasi akan selalu menjadi salah satu skill IT yang dibutuhkan saat ini dan seterusnya dalam lingkungan perusahaan. Namun, di masa depan, kualifikasi untuk menjadi software developer akan terus bertambah seiring dengan proses bisnis yang akan semakin kompleks.

5. Cloud Computing

Skill di bidang cloud computing menjadi salah satu skill yang dibutuhkan saat ini dan seterusnya. Kebutuhan ini muncul karena sejak pandemi, semakin banyak perusahaan yang beralih ke solusi cloud untuk penggunaan teknologinya.  

Tren cloud computing melahirkan kebutuhan untuk memiliki para ahli cloud computing yang dapat merancang, merencanakan, mengelola, memelihara, dan mendukung penggunaan cloud computing dalam lingkungan perusahaan.

Demikian 5 skill IT yang dibutuhkan saat ini dan seterusnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa skill IT yang dibutuhkan sejalan dengan solusi IT yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bertahan dan berkembang di situasi dinamis, maka selain memiliki SDM unggul dengan 5 skill tersebut, perusahaan juga perlu bekerja sama dengan perusahaan penyedia solusi IT terpercaya untuk memaksimalkan perjalanan transformasi digitalnya.

Hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut mengenai rencana kesuksesan perjalanan transformasi digital perusahaan Anda.

Referensi:

https://learntocodewith.me/posts/tech-skills-in-demand/#cloud-computing

https://www.comptia.org/blog/top-it-skills-in-demand

https://www.itcareerfinder.com/brain-food/blog/entry/top-10-technology-skills-2021.html

Artikel terkait:

 

Click on the link below to read this article in English:

https://phincon.com/2021/05/30/5-in-demand-it-skills-in-2021-and-beyond/

4 Alasan Mengapa Perusahaan Harus Memodernisasi Infrastruktur IT

By | 2021-07-25T20:51:01+00:00 May 7th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Dalam lingkungan perusahaan, ketangkasan dan kecepatan dalam merespon suatu perubahan merupakan urgensi utama yang harus dimiliki. Untuk dapat memiliki kemampuan tersebut, perusahaan perlu menggunakan infrastruktur IT yang andal. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dell Technologies, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 71% perusahaan menyatakan infrastruktur lama mereka adalah penghambat terbesar untuk melakukan transformasi bisnis.

Mengacu pada hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa banyak perusahaan yang mengalami beberapa tantangan dalam operasionalnya karena masih menggunakan infrastruktur IT lama. Dengan penggunaan infrastruktur lama yang tidak secara rutin diremajakan, ketangkasan dan kecepatan dalam merespon suatu perubahan akan sulit dilaksanakan. Oleh karena itu, modernisasi infrastruktur IT perlu dilakukan. Berikut 4 alasan mengapa perusahaan harus memodernisasi infrastruktur IT:

1. Menurunkan biaya

Modernisasi infrastruktur IT dapat menurunkan biaya yang dibutuhkan untuk manajemen pengelolaan IT. Mengapa demikian? Singkatnya, dengan modernisasi infrastruktur IT, perusahaan akan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk keperluan pemeliharaan sistem yang lama. Sistem lama memerlukan pemeliharaan sesering mungkin untuk memastikan kapasitas dan kinerjanya masih relevan dengan workload yang ada pada saat perusahaan berkembang.

2. Meningkatkan keamanan data

Apakah dengan menggunakan infrastruktur IT yang saat ini Anda gunakan telah membuat Anda mendapatkan kontrol dan visibilitas penuh atas pergerakan data?

Memahami bagaimana cara karyawan menggunakan data, dan bagaimana data tersebut berpindah dari jaringan internal perusahaan ke jaringan eksternal perusahaan akan membantu perusahaan membuat keputusan bisnis yang lebih strategis dan efektif. Kemampuan ini umumnya tidak dimiliki perusahaan jika masih menggunakan infrastruktur lama.

Terlebih lagi, infrastruktur IT modern memiliki kemampuan data backup dan data recovery yang lebih baik daripada infrastruktur lama.

3. Meningkatkan ketangkasan bisnis

Perusahaan dengan infrastruktur IT yang lebih modern akan mendapatkan peluang bisnis yang lebih banyak dibandingkan perusahaan yang masih bertahan dengan penggunaan infrastruktur IT lama. Hal ini disebabkan karena infrastruktur IT modern memiliki tingkat skalabilitas yang lebih tinggi untuk mengikuti perkembangan bisnis secara real-time.

Umumnya, perusahaan yang masih bertahan dengan penggunaan infrastruktur IT lama sulit untuk mengembangkan produk atau layanan baru. Dengan infrastruktur yang lebih modern, akan lebih mudah untuk menyusun atau merancang project bisnis baru hingga tahap peluncuran produk dalam jangka waktu yang lebih singkat.

4. Meningkatkan kinerja dan produktivitas tim

Meningkatkan produktivitas tim secara keseluruhan adalah salah satu manfaat utama dari modernisasi infrastruktur IT.

Berdasarkan penelitian dari Forrester, modernisasi infrastruktur IT dapat meningkatkan produktivitas tim developer perusahaan sebanyak 40%. Peningkatkan ini disebabkan oleh kemudahan yang akan didapatkan developer dalam mengakses tools pengembangan dan teknologi yang lebih canggih untuk membantu mereka meningkatkan efisiensi.

Modernisasi infrastruktur IT akan membantu meningkatkan performa bisnis dalam beberapa aspek krusial. Namun, sebagai pengambil keputusan dalam perusahaan, Anda perlu memahami terlebih dahulu mengenai portofolio lingkungan digital perusahaan dan memprioritaskan investasi terhadap bagian yang paling membutuhkan modernisasi infrastruktur IT tersebut.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memodernisasi infrastruktur IT, Anda perlu menentukan strategi dan tujuan bisnis terlebih dahulu. Dan yang terpenting adalah menemukan partner perusahaan teknologi yang dapat benar-benar membantu perjalanan transformasi digital sampai ke hasil yang maksimal.

Dapatkan informasi lebih lanjut tentang perusahaan penyedia solusi dan layanan infrastruktur IT yang tepat untuk bisnis Anda di link berikut ini:

Hubungi kami:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.delltechnologies.com/en-us/whitepaper/esg-it-transformation-maturity-report-agility-innovation-business-value.htm

https://www.globalscape.com/blog/why-it-modernization-important

https://www.imaginovation.net/blog/why-businesses-should-modernize-legacy-applications/

Modernisasi Infrastruktur IT untuk Membangun Ekosistem Bisnis New Normal yang Stabil

By | 2021-07-25T20:51:05+00:00 May 5th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Pandemi yang terjadi saat ini melahirkan tuntutan baru bagi rencana transformasi digital dalam lingkungan perusahaan. Berdasarkan situasi yang ada, perusahaan perlu mempercepat realisasi transformasi digitalnya, karena modernisasi infrastruktur IT dinilai mampu memberikan agility (ketangkasan) dan resilience (ketahanan) yang dipercaya dapat menjadi kunci bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis di tengah situasi pandemi dan pada akhirnya mampu membangun ekosistem bisnis new normal yang stabil atau mampu beradaptasi.

Seperti yang sudah kita ketahui, kehidupan di situasi pandemi atau yang biasa disebut “new normal” mengubah kebiasaan secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka bertransisi ke ranah digital. Sehingga, dukungan teknologi informasi yang dapat diandalkan dalam lingkungan perusahaan memegang peran penting di era ini.

Tantangan yang dihadapi perusahaan dalam membangun ekosistem bisnis new normal yang stabil

Pertama, pandemi memunculkan urgensi baru terhadap kebutuhan IT. Hal ini dikarenakan penerapan kerja jarak jauh akibat pembatasan interaksi fisik memicu kebutuhan IT yang lebih besar. Oleh karena itu, infrastruktur IT yang digunakan juga perlu disesuaikan kinerjanya.

Tantangan lainnya yang dihadapi perusahaan dalam membangun ekosistem bisnis new normal yang stabil adalah memastikan efisiensi penggunaan IT – di mana persediaan budget IT tidak selaras dengan urgensi kebutuhan IT.

Selain kedua tantangan tersebut, ada tantangan lain yang berkaitan dengan penggunaan infrastruktur lama yang dapat menghalangi perusahaan melakukan inovasi baru. Umumnya, infrastruktur lama yang masih digunakan ini memperlambat transformasi karena tidak dapat diintegrasikan dengan sistem, aplikasi, atau data yang baru. Padahal, integrasi merupakan faktor penting dalam menentukan kecepatan transformasi digital seluruh perusahaan.

Apa yang harus dilakukan perusahaan untuk membangun ekosistem bisnis new normal yang stabil?

Untuk membangun ekosistem bisnis new normal yang stabil, perusahaan dapat mulai melakukan modernisasi infrastruktur IT mereka. Infrastruktur IT yang diperbarui dan selalu dijaga keandalannya dapat membantu perusahaan menjaga keberlangsungan bisnisnya, karena infrastruktur IT di era new normal sudah menjadi “tulang punggung” untuk memelihara data dan informasi penting perusahaan.

Modernisasi infrastruktur IT sudah menjadi kebutuhan penting untuk membantu bisnis beradaptasi lebih cepat di situasi yang dinamis, maka dari itu perusahaan perlu menemukan partner IT terbaik untuk menjaga keandalan infrastruktur ITnya.

Phintraco Technology, sebagai perusahaan penyedia layanan konsultasi infrastruktur IT dan system integrator di Indonesia, menawarkan berbagai solusi infrastruktur IT yang dibutuhkan perusahaan – mulai dari PC, hingga High-End Computing dan Storage. Phintraco Technology didukung oleh tim yang berpengalaman dan tersertifikasi, sehingga mampu memberikan solusi infrastruktur IT terbaik berdasarkan aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam suatu perusahaan dan dapat disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan bisnis yang unik.

Bersama Phintraco Technology, perusahaan akan mendapatkan solusi dan layanan infrastruktur IT berikut ini:

  1. Berbagai solusi infrastruktur IT

Phintraco Technology menawarkan beragam solusi infrastruktur IT terbaik untuk perusahaan, kami memastikan kualitas solusi dan layanan yang diberikan karena Phintraco Technology hanya bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka yang memiliki portofolio project terbaik untuk solusi infrastruktur IT. Tim teknikal kami juga sudah memiliki sertifikasi internasional dari perusahaan penyedia solusi infrastrukur IT terkait.

  1. Solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan

Phintraco Technology menawarkan solusi infrastruktur IT yang dapat disesuaikan dengan lingkungan perusahaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

  1. Biaya kepemilikan (TCO) yang lebih efisien

Phintraco Technology selalu menawarkan solusi dan layanan infrastruktur IT yang mengedepankan efisiensi, agar perusahaan mampu mengelola biaya kepemilikan (TCO) yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang inovatif.

  1. Didukung oleh tim yang berpengalaman

Selain solusi dan layanan yang diperhatikan kualitas dan efektivitasnya, kami juga memiliki tim berpengalaman yang terdedikasi untuk menangani layanan after sales.

Selain 4 keuntungan di atas, Phintraco Technology juga menawarkan konsultasi dan diagnostik kondisi infrastruktur IT secara gratis bagi perusahaan. Silakan hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut.

Pemilihan solusi infrastruktur IT perlu disesuaikan dengan karakteristik dan pola bisnis masing-masing perusahaan, karena kebutuhannya pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, untuk dapat melakukan modernisasi infrastruktur IT dan mendapatkan agility dan resilience di tengah adaptasi kebiasaan baru, perusahaan perlu memilih partner IT yang tepat untuk mengatasi segala tantangan dalam membantu ekosistem bisnis new normal yang stabil. Dengan memastikan penggunaan infrastruktur IT yang dapat diandalkan, perusahaan bukan hanya dapat bertahan tapi juga berkembang di situasi yang penuh ketidakpastian ini.

Referensi:

https://www.delltechnologies.com/en-us/blog/the-new-normal-perspectives-whats-to-come-how-well-adapt/

https://www.hitachi.com/rev/column/ei/vol18/index.html

https://www.delltechnologies.com/en-us/perspectives/digital-transformation-ignited-by-pandemic/

 

Artikel terkait:

https://phintraco.com/4-alasan-mengapa-perusahaan-harus-memodernisasi-infrastruktur-it/

Mengenal Istilah dan Perbedaan Tier pada Data Center

By | 2021-07-25T20:51:40+00:00 April 15th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Dalam ranah data center, ada tingkatan yang disebut Tiering atau Tier. Tingkatan tersebut terbagi menjadi 4 tier – yaitu tier 1, tier 2, tier 3, dan tier 4. Sudahkah Anda mengetahui istilah dan perbedaan tier pada data center? Temukan informasinya di artikel ini!

Pengertian Tier pada Data Center

Data center terbagi menjadi 4 tier yang berbeda. Tier pada data center ini ditentukan berdasarkan spesifikasi dan infrastruktur IT yang dimiliki. Analoginya seperti hotel, semakin lengkap fasilitasnya, akan semakin tinggi kelas bintangnya. Tingkatan tier pada data center mulai dari yang terendah adalah tier 1 dan yang paling tinggi tier 4.

Setiap tier pada data center memiliki klasifikasi yang berbeda dan memiliki istilahnya masing-masing. Istilah untuk tier pada data center adalah:

Tier 1: Basic Site Infrastructure

Tier 2: Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Tier 3: Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Tier 4: Fault Tolerant Site Infrastructure

Mari kita ketahui arti dari masing-masing istilah dan perbedaan tier pada data center:

1. Tier 1: Basic Site Infrastructure

Data center tier 1 memiliki peralatan dan komponen IT yang hanya dioperasikan oleh 1 jalur distribusi dan 1 uplink per server (non-redundant). Tier 1 ini umumnya digunakan oleh perusahaan yang memiliki data center sendiri dan dioperasikan oleh tim internalnya.

Perusahaan yang menggunakan data center tier 1 umumnya menjalankan bisnis berskala kecil dengan klasifikasi tingkat uptime 99,671% – uptime yang dimaksud ini berkaitan dengan berapa persen pasokan listrik yang mati dalam satu tahun. Pada data center tier 1, batas maksimal downtimenya adalah 28,8 jam dalam satu tahun.

2. Tier 2: Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Spesifikasi yang ada pada data center tier 2 kurang lebih sama dengan tier 1, namun pada tier 2 sudah ada komponen redundant pada data center, yang artinya seluruh komponen sudah memiliki sumber daya cadangan. Selain wajib memiliki UPS (Uninterruptible Power Supply) yang di back up satu unit, data center tier 2 juga harus memiliki generator backup sebagai persiapan ketika ada pemadaman listrik dari PLN.

Pada data center tier 2, tingkat uptimenya dalam setahun yaitu 99,741% dengan batas waktu downtime selama 22 jam.

3. Tier 3: Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Di Indonesia, umumnya layanan data center menyediakan data center tier 3. Tier 3 memiliki seluruh spesifikasi dan komponen yang ada pada data center tier 2. Perbedaanya adalah data center tier 3 harus memiliki lebih dari 1 sumber daya listrik dan jaringan (multi- network link), sehingga terdapat syarat no shutdown pada data center tier 3. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pada data center tier 3 harus didukung oleh 1 sumber daya listrik dan jaringan yang lancar. Tingkat uptime pada tier 3 adalah 99,982% dengan batas toleransi durasi downtime yang hanya 1,5 jam dalam setahun.

4. Tier 4: Fault Tolerant Site Infrastructure

Pada data center tier 4, selain wajib menggunakan UPS dengan satu backup dengan jaringan yang berbeda, antara UPS dan backupnya juga harus berada di jalur yang berbeda. Analoginya, data center tier 4 ini berdiri di dua kaki.

Selain memiliki spesifikasi yang sama dengan tier 3 dengan tambahan “berdiri di dua kaki”, data center tier 4 memiliki tingkat uptime 99,995% dengan toleransi downtime yang hanya 30 menit dalam setahun. Seluruh komponennya, termasuk uplink dan storage, sudah fault-tolerant (memungkinkan suatu sistem tetap berjalan normal walaupun ada salah satu komponen data center yang rusak atau tidak berfungsi).

Demikian istilah dan perbedaan tier pada data center. Seiring dengan kebutuhan perusahaan dari berbagai skala untuk mulai menggunakan teknologi guna mendorong efisiensi dan meningkatkan layanan, memanfaatkan layanan data center wajib dijadikan prioritas. Fasilitas yang ada pada data center dapat mendukung program transformasi digital dan akan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan yang menggunakan layanan data center.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Artikel terkait:

 

Referensi:

https://www.digitalrealty.com/data-center-tiers

https://lifelinedatacenters.com/data-center/data-center-tier-classifications/

https://www.volico.com/what-are-the-major-differences-between-data-center-tiers/

https://www.colocationamerica.com/data-center/tier-standards-overview

 

Click here for the English version: 

 

Pengertian dan Fungsi Data Center bagi Perusahaan

By | 2021-07-25T20:51:51+00:00 April 9th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Saat ini sebagian besar perusahaan telah beralih ke ranah digital. Peralihan ini semakin diperkuat dengan adanya pandemi yang mengharuskan perusahaan memanfaatkan aktivitas digital semaksimal mungkin. Meningkatnya proses bisnis yang dioperasikan secara digital berdampak pada meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk menopang lonjakan jumlah data digital yang dihasilkan perusahaan.

Seiring dengan meningkatnya tren digitalisasi dalam perusahaan, data center telah menjadi kebutuhan dasar dan krusial yang wajib dimiliki setiap perusahaan. Sebenarnya, apa itu data center dan apa fungsinya bagi perusahaan modern?

Pengertian Data Center

Sederhananya, data center adalah fasilitas yang menyediakan lokasi fisik untuk menempatkan sistem komputer yang dimiliki perusahaan dan komponen-komponen digital lainnya seperti data.

Data center menyediakan jaringan dan ruang penyimpanan data yang bisa dipakai oleh perusahaan, organisasi, atau instansi lainnya untuk melakukan pengaturan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebarluasan data dalam skala besar.

Fungsi Data Center bagi Perusahaan

Selama pandemi, kebutuhan memiliki data center yang andal semakin disadari perusahaan. Karena dengan adanya data center yang andal, aktivitas bisnis seperti pengiriman email dan dokumen bisnis, pengoperasian aplikasi pendukung kemajuan bisnis seperti CRM, ERP, AI, machine learning, desktop virtual, dan aplikasi pendukung komunikasi jarak jauh dapat dioperasikan dengan lancar dan maksimal kapan pun dan di mana pun.

Komponen Utama yang Wajib Dimiliki Data Center

Umumnya, ada beberapa komponen yang wajib dimiliki oleh suatu data center – seperti router, switch, firewall, storage, server, dan application delivery controller. Karena komponen-komponen tersebut  menyimpan dan mengelola data dan aplikasi bisnis yang bersifat penting, sisi keamanan juga akan selalu diperhatikan oleh penyedia data center. Komponen-komponen tersebut difungsikan dan menghasilkan infrastruktur IT berikut ini:

  • Infrastruktur jaringan – berfungsi untuk menghubungkan server (baik server fisik atau virtual), storage, dan koneksi dari pihak eksternal ke lokasi end user (pihak perusahaan yang menggunakan layanan data center).
  • Infrastruktur storage – Sesuai dengan namanya, infrastruktur ini berfungsi untuk menyimpan data digital perusahaan yang kapasitasnya dapat mengikuti kebutuhan masing-masing perusahaan.
  • Sumber daya komputasi – Infrastruktur ini berfungsi untuk menyediakan pemrosesan, media penyimpanan, dan konektivitas jaringan yang berguna untuk memaksimalkan kinerja aplikasi bisnis yang digunakan perusahaan.

Selain komponen yang telah disebutkan, suatu lokasi data center juga dilengkapi dengan fasilitas fisik seperti ruangan server, rak jaringan, generator cadangan sebagai mesin yang akan secara otomatis menyala ketika sumber listrik utama mati, UPS atau Uninterruptible Power Supplies yang berguna untuk menjadi sumber listrik cadangan untuk mesin generator, ruangan pendingin, konstruksi yang kokoh untuk melindungi server jika terjadi bencana alam, dan pusat operasi jaringan yang isinya adalah ruangan untuk tim IT yang bertugas memonitor kinerja dan keamanan data center selama 24 jam setiap harinya.

Jenis Layanan Data Center

Penyedia layanan data center umumnya menawarkan beberapa layanan yang dapat dipilih oleh perusahaan sesuai kebutuhan. Klasifikasinya bergantung pada kapasitas, seberapa lengkap teknologi yang digunakan untuk keperluan komputasi dan penyimpanan, serta efisiensi energinya. Berikut adalah jenis layanan data center:

1. Managed services data center

Jika suatu perusahaan memanfaatkan jenis layanan data center ini, itu artinya perusahaan tersebut menyerahkan pengelolaan data centernya kepada pihak ketiga (penyedia layanan data center). Mereka menyewa peralatan, infrastruktur, dan sumber daya yang mereka butuhkan dari pihak ketiga untuk menunjang operasional ITnya walaupun umumnya sudah memiliki tim IT internal.

2. Colocation data centers

Dengan memanfaatkan layanan colocation data center, itu artinya suatu perusahaan menyewa keseluruhan komponen dan fasilitas yang disediakan penyedia layanan data center – termasuk bangunan, pendingin, bandwidth, jaminan keamanan, serta komponen dan fasilitas lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

Selain jenis layanan data center, data center terklasifikasi lagi menjadi beberapa tier. Saat ini, kategori data center terbagi menjadi 4 tier. Penjelasan lebih lanjut mengenai tier data center dapat Anda baca di sini. 

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan fungsi data center bagi perusahaan. Kesimpulannya, data center adalah fasilitas fisik yang digunakan perusahaan untuk menampung aplikasi dan informasi penting bisnis mereka. Bagi perusahaan yang ingin berkembang, sangat penting untuk memikirkan tentang cara mempertahankan keandalan dan keamanan bisnis dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memanfaatkan layanan data center dari pihak ketiga bisa menjadi solusi tepat bagi Anda untuk mengelola operasional IT yang sangat berperan dalam keberlangsungan bisnis, selagi tetap fokus pada perencanaan strategis untuk kemajuan bisnis di masa depan.

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com 

 

Referensi:

https://www.networkworld.com/article/3599213/what-are-data-centers-how-they-work-and-how-they-are-changing-in-size-and-scope.html

Perlukah Perusahaan Menerapkan Virtual Desktop Infrastructure?

By | 2021-07-25T20:51:55+00:00 April 7th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Secara umum, Virtual Desktop Infrastructure (VDI) diartikan sebagai teknologi yang menjadikan seluruh data yang ada pada suatu desktop – seperti berbagai file, folder, tool, widget, aplikasi – disimpan dalam suatu server, bukan di perangkat pengguna. VDI memiliki software yang disebut sebagai hypervisor untuk memisahkan sistem operasi desktop, aplikasi, dan data pengguna yang masih berada di perangkat hardware, lalu memindahkan dan menyimpan seluruh data tersebut di server jarak jauh.

Dengan menggunakan VDI, pengguna dapat mengakses desktop dan seluruh data yang tersimpan kapan pun – tidak terbatas oleh lokasi, waktu, dan perangkat tertentu. Pengguna hanya membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Dengan memahami pengertian dan fungsi dari Virtual Desktop Infrastructure, tentunya kita belum dapat menyimpulkan dengan tegas apakah perusahaan perlu menerapkan Virtual Desktop Infrastructure. Agar dapat menyimpulkan seberapa perlu perusahaan menerapkan Virtual Desktop Infrastructure, mari kita ketahui beberapa manfaat menggunakan solusi ini bagi perusahaan.

1. Meningkatkan efisiensi biaya

Manfaat pertama yang akan didapatkan perusahaan ketika menerapkan Virtual Desktop Infrastructure adalah meningkatnya efisiensi biaya. Disini sangat jelas bahwa menerapkan Virtual Desktop Infrastructure dapat membantu perusahaan mengurangi biaya yang diperlukan untuk pembelian hardware yang mahal dan cenderung memiliki masa pakai.

2. Menyederhanakan pengelolaan IT dalam perusahaan

Dengan menggunakan VDI, seluruh pengelolaan IT dapat dilakukan dalam satu sistem yang terpusat. Contohnya, ketika versi terbaru aplikasi sudah tersedia, administrator IT dapat memperbarui aplikasi seluruh perangkat yang digunakan karyawan dalam satu waktu. Dan jika terjadi suatu masalah pada sistem, administrator dapat segera mengetahui dan memperbaiki penyebab masalah sebelum masalah tersebut tiba di perangkat end user, sehingga perusahaan dapat meminimalisasi berkurangnya produktivitas karyawan yang disebabkan oleh masalah pada sistem.

3. Meningkatkan fleksibilitas

Menerapkan Virtual Desktop Infrastructure dapat membantu bisnis semakin gesit, terutama ketika perusahaan bertransisi menuju remote working. Perusahaan dapat memberi kebebasan kepada setiap karyawan untuk memilih perangkat apa pun untuk mengerjakan pekerjaan, selama mereka memiliki akses internet. Baik menggunakan ponsel, laptop, tablet, atau perangkat lainnya, experience yang didapatkan akan tetap sama.

4. Melindungi perusahaan dari kerugian yang diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal

Dengan menerapkan Virtual Desktop Infrastructure, itu artinya seluruh data akan tersimpan di server bukan di perangkat pribadi karyawan. Jadi, menerapkan solusi ini dapat melindungi perusahaan dari kerugian yang diakibatkan oleh faktor kelalaian pihak internal dan juga eksternal. Seluruh data penting perusahaan dapat terlindungi dari kejadian yang tidak terduga seperti jika perangkat karyawan hilang atau dicuri, dan ketika terjadi masalah pada perangkat karyawan.

Jika melihat tren dalam dunia bisnis saat ini yang banyak dipengaruhi oleh situasi pandemi, 4 manfaat menerapkan Virtual Desktop Infrastructure tersebut sangat memberi banyak keuntungan bagi perusahaan yang kini tengah mencoba beradaptasi dan berakselerasi di realita dunia bisnis yang baru. Jadi, Virtual Desktop Infrastructure adalah salah satu teknologi yang perlu dijadikan prioritas perusahaan saat merencanakan strategi investasi teknologi informasi.

Jika ingin membaca informasi lebih lanjut mengenai peran Virtual Desktop Infrastructure dalam memastikan kelancaran operasional bisnis di segala situasi, Anda dapat klik link artikel berikut ini: Memastikan Kelancaran Operasional Bisnis di Segala Situasi dengan Virtual Desktop Infrastructure 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.techfunnel.com/information-technology/vdi-benefits/

https://searchvirtualdesktop.techtarget.com/feature/6-ways-VDI-can-benefit-your-business

https://www.vmware.com/topics/glossary/content/virtual-desktop-infrastructure-vdi

 

Click on this link to read the English version:

https://phintraco-tech.com/2021/04/22/implement-virtual-desktop-infrastructure/

Memastikan Kelancaran Operasional Bisnis di Segala Situasi dengan Virtual Desktop Infrastructure

By | 2021-07-25T20:51:59+00:00 April 5th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Bagi sebagian perusahaan, menerapkan sistem kerja jarak jauh mungkin memberi banyak tantangan baru. Mengapa demikian? Karena banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan kerja jarak jauh, diantaranya adalah menentukan strategi tepat agar seluruh karyawan dapat tetap bekerja secara produktif walaupun minim fasilitas dan supervisi, selagi tetap memastikan karyawan mendapatkan aksesibilitas penuh terhadap perangkat, tool, atau aplikasi yang mereka butuhkan.

Untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan yang muncul akibat situasi tersebut, Phintraco Technology sebagai official business partner dari VMware menghadirkan solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan kelancaran operasional bisnis di segala situasi. Solusi tersebut adalah Virtual Desktop Infrastructure (VDI).

Apa Itu Virtual Desktop Infrastructure (VDI)?

Virtual Desktop Infrastructure (VDI) adalah teknologi yang memanfaatkan penggunaan virtual machine untuk menyediakan dan mengelola desktop pengguna secara virtual. Dalam implementasinya, sistem VDI dioperasikan dalam virtual machine pada data center dan prosesnya disebut sebagai komputasi berbasis server.

Dalam teknologi VDI, hypervisor akan memgelompokkan beberapa server menjadi virtual machine yang nantinya dapat digunakan pengguna untuk mengakses desktopnya secara virtual dari perangkat apa pun – baik perangkat laptop, tablet, smartphone, dan tidak terbatas di satu lokasi tertentu.

Seluruh pemrosesannya dilakukan pada host server, pengguna akan terhubung ke desktop virtual mereka melalui connection brokergateway berbasis software yang berperan sebagai perantara antara pengguna dan server.

Manfaat Mengimplementasi Virtual Desktop Infrastructure (VDI) bagi Perusahaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, VDI adalah salah satu solusi tepat bagi perusahaan untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan secara efektif di segala situasi karena solusi ini menghadirkan fleksibilitas bagi penggunanya untuk bekerja dari mana saja dan dari perangkat apa saja, selagi tetap mendapatkan aksesibilitas penuh terhadap perangkat, tool, atau aplikasi yang mereka butuhkan.

Secara spesifik, berikut adalah manfaat Virtual Desktop Infrastructure (VDI) bagi perusahaan:

  • Akses jarak jauh: Pengguna VDI dapat terhubung ke desktop virtual mereka dari lokasi mana pun dan perangkat apa pun, sehingga memudahkan mereka untuk mengakses semua file dan aplikasi di segala situasi.
  • Penghematan Biaya: Karena pemrosesan dilakukan pada server, tidak ada kebutuhan tambahan untuk menggunakan hardware baru. Pengguna dapat mengakses desktop virtual dari perangkat yang lama tanpa harus membeli hardware yang baru dan mahal.
  • Keamanan yang lebih baik: Dengan menggunakan VDI, data akan tersimpan di server bukan di perangkat pribadi pengguna. Ini berfungsi untuk melindungi data dari kejadian yang tidak terduga seperti pencurian atau perangkat yang digunakan bermasalah.
  • Pengelolaan dilakukan secara terpusat: Dengan menggunakan VDI, tim IT perusahaan dapat memperbarui atau mengonfigurasi seluruh desktop virtual yang digunakan seluruh karyawan dalam satu sistem.

Fitur Virtual Desktop Infrastructure (VDI)

1. VDI and Published Apps

Di fitur ini, karyawan akan mendapatkan kemudahan akses ke seluruh aplikasi yang dibutuhkan dalam satu perangkat. Penggunaan VDI ini dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja karyawan atau end user, karena mereka hanya perlu menggunakan satu perangkat untuk mengoperasikan seluruh aplikasi bisnis yang dibutuhkan, termasuk Win32 dan desktop Windows versi lama.

2. Device-Aware Access Management

Fitur ini memastikan hanya pengguna dan perangkat yang tepat yang memiliki akses ke aplikasi bisnis. Selain itu, fitur ini dapat melacak status perangkat, informasi detail tentang pengguna, dan menentukan proses autentikasi yang tepat guna mengatur perizinan akses.

3. Intelligent Insights and Automation

Melalui fitur ini, perusahaan akan mendapatkan informasi yang terintegrasi mengenai seluruh lingkungan ruang kerja digital – menggabungkan dan menghubungkan perangkat, aplikasi dan data pengguna untuk menangkap prediksi peluang bisnis baru. Selain mendapatkan informasi guna memprediksi peluang bisnis baru, perusahaan juga dapat mengurangi biaya IT, meningkatkan keamanan, dan mengoptimalkan employee dan customer experience.

4. Advanced End-to-End Monitoring

Solusi VDI dilengkapi dengan fitur real-time monitoring untuk memantau kinerja seluruh metrik aplikasi di ekosistem yang kompleks. Dengan fitur ini, tim IT akan mendapatkan informasi secara lengkap jika terjadi suatu masalah pada desktop, sehingga proses perbaikan masalah (troubleshoot) dapat segera dilakukan guna memberikan user experience yang berkualitas.

5. Tersedia pilihan deployment yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan

Selain memiliki fitur unggul, solusi VDI menawarkan pilihan deployment yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan – baik on premise, cloud, atau hybrid deployment.

Demikian informasi mengenai solusi Virtual Desktop Infrastructure (VDI) yang dapat membantu perusahaan menyempurnakan perjalanan transformasi digitalnya di masa yang penuh ketidakpastian ini. Dengan VDI, perusahaan dapat memastikan seluruh karyawan tetap bisa mengakses aplikasi bisnis yang penting dari jarak jauh, bahkan melalui perangkat pribadi, dengan tetap menerapkan kebijakan keamanan ketat yang dikelola melalui sistem yang terpusat.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi Virtual Desktop Infrastructure (VDI), Anda dapat segera menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Phintraco Technology berkomitmen untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia menyempurnakan perjalanan transformasi digitalnya dengan menghadirkan infrastruktur IT yang fleksibel agar perusahaan dapat lebih gesit, beroperasi dengan cara yang paling sederhana, dan tujuan akhirnya dapat terlaksana – yaitu dapat mudah beradaptasi dan berakselerasi dengan situasi dunia bisnis yang baru.

Referensi:

https://www.vmware.com/topics/glossary/content/virtual-desktop-infrastructure-vdi

https://www.vmware.com/products/horizon.html

https://www.vmware.com/products/workspace-one.html

https://www.vmware.com/content/dam/digitalmarketing/vmware/en/pdf/products/horizon/vmware-horizon-8-datasheet.pdf

https://www.vmware.com/content/dam/digitalmarketing/vmware/en/pdf/products/workspace-one/vmware-workspace-one-datasheet.pdf

 

Click on this link to read the English version:

https://phintraco-tech.com/2021/04/15/ensuring-business-continuity-with-virtual-desktop-infrastructure/

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US