IT Company in Jakarta

/Tag: IT Company in Jakarta

Mengenal Istilah dan Perbedaan Tier pada Data Center

By | 2021-04-19T04:08:36+00:00 April 15th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Dalam ranah data center, ada tingkatan yang disebut Tiering atau Tier. Tingkatan tersebut terbagi menjadi 4 tier – yaitu tier 1, tier 2, tier 3, dan tier 4. Sudahkah Anda mengetahui istilah dan perbedaan tier pada data center? Temukan informasinya di artikel ini!

Pengertian Tier pada Data Center

Data center terbagi menjadi 4 tier yang berbeda. Tier pada data center ini ditentukan berdasarkan spesifikasi dan infrastruktur IT yang dimiliki. Analoginya seperti hotel, semakin lengkap fasilitasnya, akan semakin tinggi kelas bintangnya. Tingkatan tier pada data center mulai dari yang terendah adalah tier 1 dan yang paling tinggi tier 4.

Setiap tier pada data center memiliki klasifikasi yang berbeda dan memiliki istilahnya masing-masing. Istilah untuk tier pada data center adalah:

Tier 1: Basic Site Infrastructure

Tier 2: Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Tier 3: Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Tier 4: Fault Tolerant Site Infrastructure

Mari kita ketahui arti dari masing-masing istilah dan perbedaan tier pada data center:

1. Tier 1: Basic Site Infrastructure

Data center tier 1 memiliki peralatan dan komponen IT yang hanya dioperasikan oleh 1 jalur distribusi dan 1 uplink per server (non-redundant). Tier 1 ini umumnya digunakan oleh perusahaan yang memiliki data center sendiri dan dioperasikan oleh tim internalnya.

Perusahaan yang menggunakan data center tier 1 umumnya menjalankan bisnis berskala kecil dengan klasifikasi tingkat uptime 99,671% – uptime yang dimaksud ini berkaitan dengan berapa persen pasokan listrik yang mati dalam satu tahun. Pada data center tier 1, batas maksimal downtimenya adalah 28,8 jam dalam satu tahun.

2. Tier 2: Redundant Site Infrastructure Capacity Components

Spesifikasi yang ada pada data center tier 2 kurang lebih sama dengan tier 1, namun pada tier 2 sudah ada komponen redundant pada data center, yang artinya seluruh komponen sudah memiliki sumber daya cadangan. Selain wajib memiliki UPS (Uninterruptible Power Supply) yang di back up satu unit, data center tier 2 juga harus memiliki generator backup sebagai persiapan ketika ada pemadaman listrik dari PLN.

Pada data center tier 2, tingkat uptimenya dalam setahun yaitu 99,741% dengan batas waktu downtime selama 22 jam.

3. Tier 3: Concurrently Maintenable Site Infrastructure

Di Indonesia, umumnya layanan data center menyediakan data center tier 3. Tier 3 memiliki seluruh spesifikasi dan komponen yang ada pada data center tier 2. Perbedaanya adalah data center tier 3 harus memiliki lebih dari 1 sumber daya listrik dan jaringan (multi- network link), sehingga terdapat syarat no shutdown pada data center tier 3. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pada data center tier 3 harus didukung oleh 1 sumber daya listrik dan jaringan yang lancar. Tingkat uptime pada tier 3 adalah 99,982% dengan batas toleransi durasi downtime yang hanya 1,5 jam dalam setahun.

4. Tier 4: Fault Tolerant Site Infrastructure

Pada data center tier 4, selain wajib menggunakan UPS dengan satu backup dengan jaringan yang berbeda, antara UPS dan backupnya juga harus berada di jalur yang berbeda. Analoginya, data center tier 4 ini berdiri di dua kaki.

Selain memiliki spesifikasi yang sama dengan tier 3 dengan tambahan “berdiri di dua kaki”, data center tier 4 memiliki tingkat uptime 99,995% dengan toleransi downtime yang hanya 30 menit dalam setahun. Seluruh komponennya, termasuk uplink dan storage, sudah fault-tolerant (memungkinkan suatu sistem tetap berjalan normal walaupun ada salah satu komponen data center yang rusak atau tidak berfungsi).

Demikian istilah dan perbedaan tier pada data center. Seiring dengan kebutuhan perusahaan dari berbagai skala untuk mulai menggunakan teknologi guna mendorong efisiensi dan meningkatkan layanan, memanfaatkan layanan data center wajib dijadikan prioritas. Fasilitas yang ada pada data center dapat mendukung program transformasi digital dan akan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan yang menggunakan layanan data center.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Artikel terkait:

 

Referensi:

https://www.digitalrealty.com/data-center-tiers

https://lifelinedatacenters.com/data-center/data-center-tier-classifications/

https://www.volico.com/what-are-the-major-differences-between-data-center-tiers/

https://www.colocationamerica.com/data-center/tier-standards-overview

 

Click here for the English version: 

 

Pengertian dan Fungsi Data Center bagi Perusahaan

By | 2021-04-15T02:52:32+00:00 April 9th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Saat ini sebagian besar perusahaan telah beralih ke ranah digital. Peralihan ini semakin diperkuat dengan adanya pandemi yang mengharuskan perusahaan memanfaatkan aktivitas digital semaksimal mungkin. Meningkatnya proses bisnis yang dioperasikan secara digital berdampak pada meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk menopang lonjakan jumlah data digital yang dihasilkan perusahaan.

Seiring dengan meningkatnya tren digitalisasi dalam perusahaan, data center telah menjadi kebutuhan dasar dan krusial yang wajib dimiliki setiap perusahaan. Sebenarnya, apa itu data center dan apa fungsinya bagi perusahaan modern?

Pengertian Data Center

Sederhananya, data center adalah fasilitas yang menyediakan lokasi fisik untuk menempatkan sistem komputer yang dimiliki perusahaan dan komponen-komponen digital lainnya seperti data.

Data center menyediakan jaringan dan ruang penyimpanan data yang bisa dipakai oleh perusahaan, organisasi, atau instansi lainnya untuk melakukan pengaturan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyebarluasan data dalam skala besar.

Fungsi Data Center bagi Perusahaan

Selama pandemi, kebutuhan memiliki data center yang andal semakin disadari perusahaan. Karena dengan adanya data center yang andal, aktivitas bisnis seperti pengiriman email dan dokumen bisnis, pengoperasian aplikasi pendukung kemajuan bisnis seperti CRM, ERP, AI, machine learning, desktop virtual, dan aplikasi pendukung komunikasi jarak jauh dapat dioperasikan dengan lancar dan maksimal kapan pun dan di mana pun.

Komponen Utama yang Wajib Dimiliki Data Center

Umumnya, ada beberapa komponen yang wajib dimiliki oleh suatu data center – seperti router, switch, firewall, storage, server, dan application delivery controller. Karena komponen-komponen tersebut  menyimpan dan mengelola data dan aplikasi bisnis yang bersifat penting, sisi keamanan juga akan selalu diperhatikan oleh penyedia data center. Komponen-komponen tersebut difungsikan dan menghasilkan infrastruktur IT berikut ini:

  • Infrastruktur jaringan – berfungsi untuk menghubungkan server (baik server fisik atau virtual), storage, dan koneksi dari pihak eksternal ke lokasi end user (pihak perusahaan yang menggunakan layanan data center).
  • Infrastruktur storage – Sesuai dengan namanya, infrastruktur ini berfungsi untuk menyimpan data digital perusahaan yang kapasitasnya dapat mengikuti kebutuhan masing-masing perusahaan.
  • Sumber daya komputasi – Infrastruktur ini berfungsi untuk menyediakan pemrosesan, media penyimpanan, dan konektivitas jaringan yang berguna untuk memaksimalkan kinerja aplikasi bisnis yang digunakan perusahaan.

Selain komponen yang telah disebutkan, suatu lokasi data center juga dilengkapi dengan fasilitas fisik seperti ruangan server, rak jaringan, generator cadangan sebagai mesin yang akan secara otomatis menyala ketika sumber listrik utama mati, UPS atau Uninterruptible Power Supplies yang berguna untuk menjadi sumber listrik cadangan untuk mesin generator, ruangan pendingin, konstruksi yang kokoh untuk melindungi server jika terjadi bencana alam, dan pusat operasi jaringan yang isinya adalah ruangan untuk tim IT yang bertugas memonitor kinerja dan keamanan data center selama 24 jam setiap harinya.

Jenis Layanan Data Center

Penyedia layanan data center umumnya menawarkan beberapa layanan yang dapat dipilih oleh perusahaan sesuai kebutuhan. Klasifikasinya bergantung pada kapasitas, seberapa lengkap teknologi yang digunakan untuk keperluan komputasi dan penyimpanan, serta efisiensi energinya. Berikut adalah jenis layanan data center:

1. Managed services data center

Jika suatu perusahaan memanfaatkan jenis layanan data center ini, itu artinya perusahaan tersebut menyerahkan pengelolaan data centernya kepada pihak ketiga (penyedia layanan data center). Mereka menyewa peralatan, infrastruktur, dan sumber daya yang mereka butuhkan dari pihak ketiga untuk menunjang operasional ITnya walaupun umumnya sudah memiliki tim IT internal.

2. Colocation data centers

Dengan memanfaatkan layanan colocation data center, itu artinya suatu perusahaan menyewa keseluruhan komponen dan fasilitas yang disediakan penyedia layanan data center – termasuk bangunan, pendingin, bandwidth, jaminan keamanan, serta komponen dan fasilitas lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

Selain jenis layanan data center, data center terklasifikasi lagi menjadi beberapa tier. Saat ini, kategori data center terbagi menjadi 4 tier. Penjelasan lebih lanjut mengenai tier data center dapat Anda baca di sini. 

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan fungsi data center bagi perusahaan. Kesimpulannya, data center adalah fasilitas fisik yang digunakan perusahaan untuk menampung aplikasi dan informasi penting bisnis mereka. Bagi perusahaan yang ingin berkembang, sangat penting untuk memikirkan tentang cara mempertahankan keandalan dan keamanan bisnis dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memanfaatkan layanan data center dari pihak ketiga bisa menjadi solusi tepat bagi Anda untuk mengelola operasional IT yang sangat berperan dalam keberlangsungan bisnis, selagi tetap fokus pada perencanaan strategis untuk kemajuan bisnis di masa depan.

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com 

 

Referensi:

https://www.networkworld.com/article/3599213/what-are-data-centers-how-they-work-and-how-they-are-changing-in-size-and-scope.html

Perlukah Perusahaan Menerapkan Virtual Desktop Infrastructure?

By | 2021-04-22T02:46:18+00:00 April 7th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Secara umum, Virtual Desktop Infrastructure (VDI) diartikan sebagai teknologi yang menjadikan seluruh data yang ada pada suatu desktop – seperti berbagai file, folder, tool, widget, aplikasi – disimpan dalam suatu server, bukan di perangkat pengguna. VDI memiliki software yang disebut sebagai hypervisor untuk memisahkan sistem operasi desktop, aplikasi, dan data pengguna yang masih berada di perangkat hardware, lalu memindahkan dan menyimpan seluruh data tersebut di server jarak jauh.

Dengan menggunakan VDI, pengguna dapat mengakses desktop dan seluruh data yang tersimpan kapan pun – tidak terbatas oleh lokasi, waktu, dan perangkat tertentu. Pengguna hanya membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Dengan memahami pengertian dan fungsi dari Virtual Desktop Infrastructure, tentunya kita belum dapat menyimpulkan dengan tegas apakah perusahaan perlu menerapkan Virtual Desktop Infrastructure. Agar dapat menyimpulkan seberapa perlu perusahaan menerapkan Virtual Desktop Infrastructure, mari kita ketahui beberapa manfaat menggunakan solusi ini bagi perusahaan.

1. Meningkatkan efisiensi biaya

Manfaat pertama yang akan didapatkan perusahaan ketika menerapkan Virtual Desktop Infrastructure adalah meningkatnya efisiensi biaya. Disini sangat jelas bahwa menerapkan Virtual Desktop Infrastructure dapat membantu perusahaan mengurangi biaya yang diperlukan untuk pembelian hardware yang mahal dan cenderung memiliki masa pakai.

2. Menyederhanakan pengelolaan IT dalam perusahaan

Dengan menggunakan VDI, seluruh pengelolaan IT dapat dilakukan dalam satu sistem yang terpusat. Contohnya, ketika versi terbaru aplikasi sudah tersedia, administrator IT dapat memperbarui aplikasi seluruh perangkat yang digunakan karyawan dalam satu waktu. Dan jika terjadi suatu masalah pada sistem, administrator dapat segera mengetahui dan memperbaiki penyebab masalah sebelum masalah tersebut tiba di perangkat end user, sehingga perusahaan dapat meminimalisasi berkurangnya produktivitas karyawan yang disebabkan oleh masalah pada sistem.

3. Meningkatkan fleksibilitas

Menerapkan Virtual Desktop Infrastructure dapat membantu bisnis semakin gesit, terutama ketika perusahaan bertransisi menuju remote working. Perusahaan dapat memberi kebebasan kepada setiap karyawan untuk memilih perangkat apa pun untuk mengerjakan pekerjaan, selama mereka memiliki akses internet. Baik menggunakan ponsel, laptop, tablet, atau perangkat lainnya, experience yang didapatkan akan tetap sama.

4. Melindungi perusahaan dari kerugian yang diakibatkan oleh faktor internal dan eksternal

Dengan menerapkan Virtual Desktop Infrastructure, itu artinya seluruh data akan tersimpan di server bukan di perangkat pribadi karyawan. Jadi, menerapkan solusi ini dapat melindungi perusahaan dari kerugian yang diakibatkan oleh faktor kelalaian pihak internal dan juga eksternal. Seluruh data penting perusahaan dapat terlindungi dari kejadian yang tidak terduga seperti jika perangkat karyawan hilang atau dicuri, dan ketika terjadi masalah pada perangkat karyawan.

Jika melihat tren dalam dunia bisnis saat ini yang banyak dipengaruhi oleh situasi pandemi, 4 manfaat menerapkan Virtual Desktop Infrastructure tersebut sangat memberi banyak keuntungan bagi perusahaan yang kini tengah mencoba beradaptasi dan berakselerasi di realita dunia bisnis yang baru. Jadi, Virtual Desktop Infrastructure adalah salah satu teknologi yang perlu dijadikan prioritas perusahaan saat merencanakan strategi investasi teknologi informasi.

Jika ingin membaca informasi lebih lanjut mengenai peran Virtual Desktop Infrastructure dalam memastikan kelancaran operasional bisnis di segala situasi, Anda dapat klik link artikel berikut ini: Memastikan Kelancaran Operasional Bisnis di Segala Situasi dengan Virtual Desktop Infrastructure 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.techfunnel.com/information-technology/vdi-benefits/

https://searchvirtualdesktop.techtarget.com/feature/6-ways-VDI-can-benefit-your-business

https://www.vmware.com/topics/glossary/content/virtual-desktop-infrastructure-vdi

 

Click on this link to read the English version:

https://phintraco-tech.com/2021/04/22/implement-virtual-desktop-infrastructure/

Memastikan Kelancaran Operasional Bisnis di Segala Situasi dengan Virtual Desktop Infrastructure

By | 2021-04-19T06:06:44+00:00 April 5th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Bagi sebagian perusahaan, menerapkan sistem kerja jarak jauh mungkin memberi banyak tantangan baru. Mengapa demikian? Karena banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan kerja jarak jauh, diantaranya adalah menentukan strategi tepat agar seluruh karyawan dapat tetap bekerja secara produktif walaupun minim fasilitas dan supervisi, selagi tetap memastikan karyawan mendapatkan aksesibilitas penuh terhadap perangkat, tool, atau aplikasi yang mereka butuhkan.

Untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan yang muncul akibat situasi tersebut, Phintraco Technology sebagai official business partner dari VMware menghadirkan solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan kelancaran operasional bisnis di segala situasi. Solusi tersebut adalah Virtual Desktop Infrastructure (VDI).

Apa Itu Virtual Desktop Infrastructure (VDI)?

Virtual Desktop Infrastructure (VDI) adalah teknologi yang memanfaatkan penggunaan virtual machine untuk menyediakan dan mengelola desktop pengguna secara virtual. Dalam implementasinya, sistem VDI dioperasikan dalam virtual machine pada data center dan prosesnya disebut sebagai komputasi berbasis server.

Dalam teknologi VDI, hypervisor akan memgelompokkan beberapa server menjadi virtual machine yang nantinya dapat digunakan pengguna untuk mengakses desktopnya secara virtual dari perangkat apa pun – baik perangkat laptop, tablet, smartphone, dan tidak terbatas di satu lokasi tertentu.

Seluruh pemrosesannya dilakukan pada host server, pengguna akan terhubung ke desktop virtual mereka melalui connection brokergateway berbasis software yang berperan sebagai perantara antara pengguna dan server.

Manfaat Mengimplementasi Virtual Desktop Infrastructure (VDI) bagi Perusahaan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, VDI adalah salah satu solusi tepat bagi perusahaan untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan secara efektif di segala situasi karena solusi ini menghadirkan fleksibilitas bagi penggunanya untuk bekerja dari mana saja dan dari perangkat apa saja, selagi tetap mendapatkan aksesibilitas penuh terhadap perangkat, tool, atau aplikasi yang mereka butuhkan.

Secara spesifik, berikut adalah manfaat Virtual Desktop Infrastructure (VDI) bagi perusahaan:

  • Akses jarak jauh: Pengguna VDI dapat terhubung ke desktop virtual mereka dari lokasi mana pun dan perangkat apa pun, sehingga memudahkan mereka untuk mengakses semua file dan aplikasi di segala situasi.
  • Penghematan Biaya: Karena pemrosesan dilakukan pada server, tidak ada kebutuhan tambahan untuk menggunakan hardware baru. Pengguna dapat mengakses desktop virtual dari perangkat yang lama tanpa harus membeli hardware yang baru dan mahal.
  • Keamanan yang lebih baik: Dengan menggunakan VDI, data akan tersimpan di server bukan di perangkat pribadi pengguna. Ini berfungsi untuk melindungi data dari kejadian yang tidak terduga seperti pencurian atau perangkat yang digunakan bermasalah.
  • Pengelolaan dilakukan secara terpusat: Dengan menggunakan VDI, tim IT perusahaan dapat memperbarui atau mengonfigurasi seluruh desktop virtual yang digunakan seluruh karyawan dalam satu sistem.

Fitur Virtual Desktop Infrastructure (VDI)

1. VDI and Published Apps

Di fitur ini, karyawan akan mendapatkan kemudahan akses ke seluruh aplikasi yang dibutuhkan dalam satu perangkat. Penggunaan VDI ini dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja karyawan atau end user, karena mereka hanya perlu menggunakan satu perangkat untuk mengoperasikan seluruh aplikasi bisnis yang dibutuhkan, termasuk Win32 dan desktop Windows versi lama.

2. Device-Aware Access Management

Fitur ini memastikan hanya pengguna dan perangkat yang tepat yang memiliki akses ke aplikasi bisnis. Selain itu, fitur ini dapat melacak status perangkat, informasi detail tentang pengguna, dan menentukan proses autentikasi yang tepat guna mengatur perizinan akses.

3. Intelligent Insights and Automation

Melalui fitur ini, perusahaan akan mendapatkan informasi yang terintegrasi mengenai seluruh lingkungan ruang kerja digital – menggabungkan dan menghubungkan perangkat, aplikasi dan data pengguna untuk menangkap prediksi peluang bisnis baru. Selain mendapatkan informasi guna memprediksi peluang bisnis baru, perusahaan juga dapat mengurangi biaya IT, meningkatkan keamanan, dan mengoptimalkan employee dan customer experience.

4. Advanced End-to-End Monitoring

Solusi VDI dilengkapi dengan fitur real-time monitoring untuk memantau kinerja seluruh metrik aplikasi di ekosistem yang kompleks. Dengan fitur ini, tim IT akan mendapatkan informasi secara lengkap jika terjadi suatu masalah pada desktop, sehingga proses perbaikan masalah (troubleshoot) dapat segera dilakukan guna memberikan user experience yang berkualitas.

5. Tersedia pilihan deployment yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan

Selain memiliki fitur unggul, solusi VDI menawarkan pilihan deployment yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan – baik on premise, cloud, atau hybrid deployment.

Demikian informasi mengenai solusi Virtual Desktop Infrastructure (VDI) yang dapat membantu perusahaan menyempurnakan perjalanan transformasi digitalnya di masa yang penuh ketidakpastian ini. Dengan VDI, perusahaan dapat memastikan seluruh karyawan tetap bisa mengakses aplikasi bisnis yang penting dari jarak jauh, bahkan melalui perangkat pribadi, dengan tetap menerapkan kebijakan keamanan ketat yang dikelola melalui sistem yang terpusat.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi Virtual Desktop Infrastructure (VDI), Anda dapat segera menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Phintraco Technology berkomitmen untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia menyempurnakan perjalanan transformasi digitalnya dengan menghadirkan infrastruktur IT yang fleksibel agar perusahaan dapat lebih gesit, beroperasi dengan cara yang paling sederhana, dan tujuan akhirnya dapat terlaksana – yaitu dapat mudah beradaptasi dan berakselerasi dengan situasi dunia bisnis yang baru.

Referensi:

https://www.vmware.com/topics/glossary/content/virtual-desktop-infrastructure-vdi

https://www.vmware.com/products/horizon.html

https://www.vmware.com/products/workspace-one.html

https://www.vmware.com/content/dam/digitalmarketing/vmware/en/pdf/products/horizon/vmware-horizon-8-datasheet.pdf

https://www.vmware.com/content/dam/digitalmarketing/vmware/en/pdf/products/workspace-one/vmware-workspace-one-datasheet.pdf

 

Click on this link to read the English version:

https://phintraco-tech.com/2021/04/15/ensuring-business-continuity-with-virtual-desktop-infrastructure/

Data Analytics dan Data Science: Apa Perbedaannya?

By | 2021-04-19T06:25:29+00:00 April 2nd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , |

Jumlah data yang tak terhingga dihasilkan setiap harinya. Dalam dunia bisnis, jika kita dapat memanfaatkan data dengan baik dan benar, menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan tren dan kebutuhan pelanggan bukan lagi menjadi suatu tantangan besar bagi perusahaan. Namun, mengolah data juga bukanlah pekerjaan yang sederhana. Dibutuhkan kemampuan dan solusi yang tepat untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan yang dijumpai dalam proses pengolahan data. 

Dalam hal pengolahan data bisnis, kita sering mendengar istilah data analytics dan data science. Kedua pekerjaan tersebut sama-sama memanfaatkan data yang dimiliki perusahaan dalam jumlah banyak, atau yang lebih dikenal dengan sebutan “big data”.

Namun, apakah pemahaman Anda terhadap data analytics dan data science sama? Jika iya, Anda perlu membaca artikel ini. Karena ternyata, data analytics dan data science adalah dua aktivitas yang berbeda walaupun keduanya sama-sama memanfaatkan big data.

Apa perbedaan data analytics dan data science? Berikut penjelasannya!

Apa itu Data Analytics?

Sebelum menyimpulkan perbedaan data analytics dan data science, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian dari masing-masing dua istilah ini.

Data analytics adalah pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan “kesimpulan” dengan cara menganalisa data yang datang dari berbagai sumber, dengan jenis dan ukuran yang berbeda. Hasil kesimpulan yang didapatkan akan membantu perusahaan untuk memutuskan keputusan bisnis berdasarkan data yang tersedia, yang dapat membuat hasil keputusan lebih efektif dan akurat untuk kemajuan bisnis kedepannya.

Proses data analytics saat ini umumnya menggunakan beberapa tools dan teknik untuk menganalisa data yang tersedia dalam jumlah besar, sebagai metode modern untuk mengganti cara manual yang menghabiskan banyak waktu dengan hasil yang tidak akurat. Umumnya, data analytics terdiri dari proses berikut ini:

1. Menentukan kebutuhan dan pengelompokan data – pengelompokkan bisa dikategorikan berdasarkan cara apa pun yang paling sesuai, misalnya usia, lokasi, jenis kelamin, minat, gaya hidup, dan lain-lain.

2. Mengumpulkan data dari berbagai sumber baik online atau offline – yang berasal dari perangkat karyawan, survey, sosial media, dan lain-lain.

3. Mengorganisir data untuk keperluan analisa.

4. Menyortir data yang tidak lengkap atau yang terduplikasi sebelum proses analisa data dilakukan. Di tahap ini, berbagai jenis error pada data sudah dikoreksi dan siap untuk dianalisa.

Apa itu Data Science?

Data science adalah ilmu yang menggabungkan ilmu matematika, statistika dan ilmu komputer dengan tujuan untuk memperlancar proses analisa data. Cara kerjanya adalah dengan mengaplikasikan algoritma tertentu untuk membuat sistem yang didukung kecerdasan buatan (AI) dan machine learning, hingga akhirnya dapat difungsikan untuk proses data analytics.

Jadi, proses pembentukan bagaimana cara data tersimpan dan siap untuk dianalisa terdapat di data science. Umumnya, data science terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

1. Statistik – Proses ini berkaitan dengan bagaimana cara pengumpulan, analisa, interpretasi, dan penyajian data dengan menggunakan metode matematika.

2. Visualisasi data – Proses ini dilakukan untuk mengubah tampilan data dalam bentuk diagram, chart, dan grafik yang menjadikannya mudah untuk dilihat dan dipahami.

3. Machine learning – Proses pembuatan machine learning adalah komponen yang paling penting dalam proses data science, karena dapat menentukan seberapa akurat hasil data analytics dalam memprediksi minat dan tingkah laku pelanggan.

Perbedaan Data Analytics dan Data Science

Jadi, jika kita memahami pengertian dan masing-masing tugas yang dilakukan oleh data analytics atau data science, perbedaan data analytics dan data science terletak pada scope yang dikerjakan. Data analytics merupakan bagian dari tahap pengelolaan data science. Apa yang terjadi sebelum dan sesudah proses data analytics adalah bagian dari data science.

Peran data science diperlukan sebelum proses data analytics dapat dilakukan, karena hasil dari pekerjaan data science dapat menentukan seberapa akurat hasil analisa yang akan dihasilkan nantinya.

Baik data analytics dan data science sama-sama berkaitan dengan sekumpulan data dalam jumlah banyak. Pada intinya, perbedaan data analytics dan data science terletak pada apa yang dilakukan dengan data yang tersedia.

Jika disimpulkan secara singkat, data science berperan untuk membangun dan merancang proses baru. Hal tersebut dilakukan agar dapat menghasilkan pemodelan data dengan penggunaan algoritma untuk membuat custom analysis yang sesuai dan menghasilkan analisa yang efektif dan akurat.

Sedangkan, data analytics dilakukan setelah proses data science sudah rampung – difungsikan guna memeriksa data dalam jumlah besar untuk mengetahui tren dan membuat kesimpulan yang berkaitan dengan hasil analisa. Selanjutnya, kesimpulan tersebut difungsikan untuk membantu perusahaan menyusun strategi bisnis yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai data analytics, silakan kunjungi link berikut ini: www.phincon.com/teradatavantage

 

Referensi:

https://online.hbs.edu/blog/post/data-analytics-vs-data-science

https://www.geeksforgeeks.org/difference-between-data-science-and-data-analytics/

https://hackr.io/blog/data-science-vs-data-analytics

https://www.mastersindatascience.org/careers/data-analyst-vs-data-scientist/

 

Click on this link to read the English version: 

https://phincon.com/2021/04/08/data-analytics-and-data-science/

Tantangan Pengelolaan Big Data dan Solusi untuk Mengatasinya

By | 2021-04-19T06:40:26+00:00 March 30th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Dalam suatu perusahaan, data diproduksi setiap menitnya yang berasal dari transaksi bisnis, pelanggan dan mitra bisnis, dan lain-lain.

Di era modern, data diibaratkan sebagai bahan bakar untuk menjalankan roda perusahaan agar sampai tujuan melalui pilihan rute yang tepat. Semua data yang dimiliki terkumpul menjadi sekumpulan data dalam jumlah besar yang umumnya dikenal sebagai Big Data.

Walaupun data dinilai sangat penting bagi laju pertumbuhan bisnis, namun kenyataannya hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum menemukan cara tepat untuk mengelola data menjadi sesuatu yang bernilai karena mengalami berbagai tantangan.

Sebenarnya, apa saja tantangan pengelolaan big data yang sering terjadi dalam suatu perusahaan? Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut? Berikut penjelasannya!

1. Data dari berbagai sumber tersimpan dalam platform yang berbeda

Tantangan pengelolaan big data yang umum terjadi dalam suatu perusahaan adalah kebutuhan untuk mengelola data dari berbagai macam sumber, namun data yang diterima tersimpan di platform yang berbeda – berdasarkan jenis data dan asal sumbernya. Kesenjangan ini akan menimbulkan masalah saat proses penarikan dan analisa data.

Jika situasinya seperti itu, analisa hasil analisa data akan cenderung tidak efektif karena kelengkapan dan akurasinya perlu dipertanyakan.

Menggabungkan data dari berbagai sumber secara manual akan sangat menghabiskan banyak waktu, sehingga membatasi penglihatan karyawan terhadap “insight” yang seharusnya dapat terlihat dengan mudah.

Solusi untuk mengatasi tantangan pengelolaan big data ini adalah menggunakan platform big data analytics yang komprehensif dan mampu memusatkan data dalam satu lokasi terpusat – apa pun jenis data dan dari mana sumbernya.

2. Mengklasifikasikan data yang berkualitas

Dengan banyaknya data yang dimiliki, karyawan akan sulit untuk mengklasifikasikan data yang berkualitas. Pada akhirnya, proses analisa tidak fokus pada data yang benar-benar memiliki value untuk kemajuan bisnis perusahaan.

Selain itu, jika karyawan harus mengklasifikan data yang berkualitas secara manual, maka mereka tidak akan mendapatkan data real-time untuk menemukan tren terkini.

Ketidakmampuan untuk melihat data secara real-time akan membawa banyak dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas keputusan yang diambil berdasarkan data yang tersedia atau yang biasa disebut data-driven decision.

Solusi big data analytics yang dilengkapi dengan kemampuan artificial intelligence (AI) dan machine learning akan membantu perusahaan mengatasi tantangan pengelolaan big data ini. Dukungan AI dan machine learning  dapat membantu karyawan mengklasifikasikan data yang berkualitas untuk dianalisa secara otomatis, sehingga hasil analisa dapat lebih baik, cepat, akurat dan sesuai dengan tren yang sedang happening.

3. Kurangnya jumlah karyawan yang memiliki kemampuan menganalisa data

Walaupun zaman sudah semakin maju dan modern, kenyataannya masih banyak perusahaan tidak memiliki jumlah karyawan yang cukup untuk menganalisa data dengan baik. Masalah ini terjadi karena pengoperasian platform yang kompleks, hanya karyawan tertentu saja yang dapat diandalkan untuk menganalisa data.

Jika situasinya seperti ini, perusahaan akan sulit mengikuti laju perkembangan kompetisi bisnis, karena proses analisa data menghabiskan waktu yang sangat lama.

Solusi untuk mengatasi tantangan pengelolaan big data ini adalah menggunakan platform big data analytics yang membantu setiap karyawan dapat mengakses dan memanfaatkan data yang tersedia tanpa harus mempelajari alat atau bahasa pemrograman yang kompleks untuk pengoperasiannya.

4. Membutuhkan banyak biaya

Tantangan pengelolaan big data berikutnya adalah banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proses analisa data yang efektif.

Untuk mengatasi tantangan pengelolaan big data ini, perusahaan dapat mengimplementasi platform big data analytics yang menawarkan fleksibilitas dalam hal skema pembayaran. Dengan memilih platform big data analytics yang menawarkan skema pembayaran fleksibel, perusahaan hanya perlu membayar sesuai dengan fitur yang mereka butuhkan dan gunakan. Sehingga, perusahaan dapat mengeluarkan biaya investasi teknologi big data yang lebih efisien.

5. Masalah skalabilitas

Seiring dengan berkembangnya bisnis perusahaan, jumlah data yang akan di produksi akan semakin banyak tak terkendali.

Jumlah data yang semakin banyak akan menimbulkan masalah baru dalam penyimpanan dan pengelolaan data, karena prosesnya akan semakin kompleks. Banyak perusahaan gagal untuk mengelola data nya secara efektif saat bisnisnya semakin berkembang. Platform big data analytics yang sudah digunakan sejak awal tidak memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mengelola data yang semakin banyak jumlahnya.

Untuk mengatasi tantangan pengelolaan big data ini, perusahaan perlu menggunakan platform big data analytics yang menawarkan kemampuan skalabilitas – yaitu memiliki kemampuan untuk mengelola data dalam jumlah yang tak terbatas tanpa memengaruhi kualitas analisanya. Sehingga, perusahaan tidak perlu khawatir dengan kebutuhan pengelolaan big data yang semakin kompleks jika bisnis semakin berkembang.

Demikian penjelasan mengenai tantangan pengelolaan big data dan solusi untuk mengatasinya. Jika perusahaan Anda mengalami tantangan-tantangan tersebut, maka mengimplementasi platform big data analytics Teradata Vantage akan menjadi solusi yang tepat untuk Anda.

Platform big data analytics Teradata Vantage adalah platform pengolahan data yang mampu menyatukan dan menganalisa berbagai jenis data dari beberapa sumber yang berbeda. Selain itu, platform ini hadir dengan kemampuan dan manfaat yang mampu mengatasi seluruh tantangan pengelolaan big data – platform dengan kemampuan skalabilitas yang baik, hasil analisa yang didukung oleh AI dan machine learning, skema pembayaran “pay as you go”, dan menjadikan seluruh karyawan dapat melakukan analisa data tanpa keahlian khusus, karena pengoperasiannya dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus mempelajari alat atau bahasa pemrograman yang kompleks.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai platform big data analytics Teradata Vantage, Anda dapat mengunjungi link berikut ini: https://phincon.com/teradatavantage/ dan dapatkan trial gratis selama 30 hari!

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.teradata.com/Products/Software/Vantage

 

Artikel terkait:

 

Click on this link to read the English version:

https://phincon.com/2021/04/16/5-major-big-data-challenges/ 

5 Tips Menciptakan Pengalaman Perbankan Digital yang Aman untuk Nasabah

By | 2021-03-26T06:56:22+00:00 March 22nd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Bank dan institusi finansial telah mengarahkan nasabahnya untuk melakukan banyak aktivitas finansial melalui platform digital. Layanan yang tersedia di platform digital selalu dikembangkan untuk memenuhi tren dan kebutuhan nasabah.

Untuk mendapatkan “trust” dari para nasabah tidak lah mudah, terlebih citra layanan digital yang saat ini masih belum 100% aman di mata sebagian nasabah juga menjadi tantangan utama bagi perusahaan.

Sebelum memutuskan untuk memfasilitasi nasabah dengan layanan perbankan digital, bank atau institusi finansial lainnya harus berpikir tentang seberapa baik pengalaman digital yang akan didapatkan nasabah.

Oleh karena itu, untuk memperlancar proses pengembangan layanan yang masih terus dilakukan, bank harus menjadikan pengalaman perbankan digital yang aman menjadi satu keunggulan yang harus ditawarkan kepada nasabah.

Untuk perusahaan perbankan dan institusi finansial lainnya, mari terapkan 5 tips ini untuk menciptakan pengalaman perbankan digital yang aman untuk nasabah!

1. Kembangkan proses autentikasi yang aman

Sesuai dengan tujuannya, penggunaan aplikasi mobile banking harus memberikan nasabah kemudahan untuk menggunakan layanan perbankan hanya dengan menggunakan perangkat ponselnya.

Namun, perlu diingat walaupun bank dituntut untuk memberikan pengalaman digital yang nyaman, cepat, dan mudah bagi seluruh nasabah, keamanan harus tetap menjadi prioritas utama.

Pertama, untuk memberikan pengalaman perbankan digital yang aman, perusahaan perlu memilih dan mengembangkan proses autentikasi yang cepat dan terjamin keamanannya.

2. Adopsi pendekatan omnichannel

Agar selalu kompetitif, perusahaaan harus mencari cara untuk memberikan pengalaman pelanggan yang sama baiknya di seluruh channel. Tantangan bagi pelanggan saat ini dalam menggunakan layanan digital adalah setiap channel membutuhkan cara proses autentikasi yang berbeda, sehingga pengalaman pelanggan yang praktis dan mudah tidak dirasakan.

Oleh karena itu, bank atau institusi finansial lainnya harus menggunakan pendekatan omnichannel dalam layanan digitalnya. Gunakan teknologi yang dapat membantu nasabah terhindar dari proses autentikasi yang berulang saat berpindah dari satu interaksi ke interaksi lainnya.

3. Jadikan setiap transaksi aman dari segala potensi serangan siber

Banyak peretas memanfaatkan teknik manipulasi psikologis manusia untuk mencuri informasi berharga seperti nama pengguna, password, nomor kartu kredit, atau data sensitif lainnya. Walaupun banyak bank sudah mengimplementasi sistem keamanan yang cukup kuat, kenyataannya dampak dari serangan siber masih belum sepenuhnya teratasi dalam dunia perbankan.

Solusi untuk masalah ini adalah bank harus memastikan setiap aplikasi mobile banking yang digunakan nasabah memiliki sistem keamanan yang mampu menolak transaksi mencurigakan secara otomatis tanpa perlu keterlibatan konfirmasi dari nasabah yang bersangkutan.  

4. Terapkan compliance berdasarkan regulasi

Mengimplementasi solusi yang membantu perusahaan menerapkan kontrol proteksi data yang kuat untuk mendukung penerapan compliance dengan regulasi seperti PSD2 atau GDPR adalah suatu keharusan bagi bank atau institusi finansial lainnya untuk dapat menciptakan pengalaman perbankan digital yang aman untuk nasabah.

5. Implementasi solusi Mobile App Shielding

Untuk mendukung akselerasi layanan digital banking, bank dapat memanfaatkan solusi Mobile App Shielding sebagai solusi keamanan untuk memproteksi aplikasi mobile banking yang digunakan nasabah.

Teknik serangan yang umum digunakan peretas untuk menyerang aplikasi mobile banking seperti keylogging, screen reading, code injection, dan teknik serangan lainnya dapat dicegah hanya dengan menggunakan satu solusi keamanan yaitu Mobile App Shielding.

Solusi Mobile App Shielding menawarkan beberapa fitur untuk membantu perusahaan perbankan memperluas dan meningkatkan keamanan aplikasi mobile bankingnya, informasi lebih lanjut mengenai solusi Mobile App Shielding dapat dibaca di artikel berikut ini: https://phintraco.com/solusi-atasi-tantangan-keamanan-layanan-digital-banking/

Transformasi digital adalah suatu kebutuhan utama bagi bank dan institusi finansial, melihat kebutuhan dan preferensi nasabah yang sudah beralih ke layanan digital karena dianggap lebih praktis dan cepat.

Dalam layanan digital, keamanan adalah aspek utama yang harus diprioritaskan oleh setiap perusahaan. Jika perusahaan dapat menawarkan pengalaman digital yang aman bagi nasabah, maka kesempatan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan akan semakin terbuka lebar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi yang dapat membantu perusahaan menciptakan pengalaman perbankan digital yang aman untuk nasabah, silahkan hubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.itproportal.com/features/eight-tips-to-create-a-seamless-and-secure-mobile-banking-experience/

Serangan Keylogging: Risiko yang Harus Diwaspadai Pengguna Aplikasi Mobile Banking

By | 2021-03-18T02:01:55+00:00 March 18th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Pembatasan interaksi fisik yang harus dilakukan selama pandemi Covid-19 telah memengaruhi seluruh aktivitas. Seluruh aktivitas beralih dikerjakan secara online, termasuk untuk keperluan transaksi finansial yang dilakukan oleh nasabah layanan perbankan. Semakin banyak nasabah yang menyadari kemudahan bertransaksi online, seluruh transaksi perbankan dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan ponsel saja.

Upaya perusahaan dalam mengembangkan layanan digital perbankan memang memberi banyak keuntungan bagi nasabahnya. Namun, sebagai penyedia layanan tersebut, perusahaan perlu waspada. Karena ada ancaman yang dapat merugikan pihak nasabah secara finansial, yaitu serangan siber Keylogging.

Sudahkah Anda mengetahui apa itu Keylogging?

Keylogging adalah jenis serangan siber yang dilakukan dengan cara merekam segala aktivitas pengguna perangkat komputer, laptop, atau ponsel. Proses perekaman aktivitas pengguna tersebut dilakukan peretas dengan cara membuat software atau aplikasi yang disebut Keylogger.

Jika peretas berhasil mengaktifkan software atau aplikasi Keylogger di suatu perangkat, mereka bisa mengetahui seluruh aktivitas yang dilakukan pengguna pada perangkat tersebut. Tujuan penggunaan aplikasi Keylogger ini memang tidak selalu bertujuan untuk tindakan kriminal, ada beberapa perusahaan yang menerapkan penggunaan Keylogger pada perangkat karyawannya untuk memastikan produktivitas.

Namun, kasus serangan siber yang dilakukan peretas dengan memanfaatkan teknik Keylogging semakin banyak ditemukan. Jika suatu perangkat berhasil terinfeksi serangan Keylogging, peretas dapat mengetahui informasi personal dan informasi sensitif lainnya yang pengguna simpan atau lakukan melalui perangkatnya.

Dampak dari serangan ini berpotensi merugikan pengguna secara finansial karena saat ini hampir setiap pengguna memanfaatkan aplikasi mobile banking di ponselnya. Oleh karena itu, perusahaan penyedia layanan perbankan digital harus waspada dengan bahaya serangan Keylogging.

Cara Mengatasi Serangan Keylogging

Di tengah pandemi Covid-19, sektor perbankan terus mempercepat program perkembangan layanan digital untuk memfasilitasi transaksi nasabahnya. Dengan adanya akselerasi layanan perbankan digital yang dilakukan secara masif, nasabah dituntut untuk membiasakan diri bertransaksi secara online. Maka, perusahaan juga perlu memberikan jaminan keamanan kepada nasabah agar nasabah dapat selalu bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu ancaman yang harus diwaspadai pengguna aplikasi mobile banking adalah serangan Keylogging. Dari sisi nasabah, banyak yang bisa disosialisasikan untuk mencegah serangan siber dengan teknik Keylogging ini – seperti menggunakan password manager, hindari mengunduh aplikasi selain dari platform resmi, pastikan untuk selalu memperbarui aplikasi mobile banking yang digunakan, atau menggunakan antivirus terpercaya untuk setiap perangkat. Namun, cara-cara tersebut mungkin akan membebani nasabah dan belum 100% aman karena pihak penyedia layanan tidak bisa mengawasi seluruh aktivitas nasabah secara bersamaan.

Untuk mengatasi ancaman jenis serangan siber Keylogging pada aplikasi mobile banking yang digunakan nasabah, perusahaan dapat memanfaatkan solusi Mobile App Shielding.

Teknik serangan yang umum digunakan peretas untuk menyerang aplikasi mobile banking seperti keylogging, screen reading, code injection, dan teknik serangan lainnya dapat dicegah hanya dengan menggunakan satu solusi keamanan yaitu Mobile App Shielding.

Untuk membaca informasi lebih lanjut mengenai Mobile App Shielding, Anda dapat membaca artikel berikut ini: Solusi Atasi Tantangan Keamanan Layanan Digital Banking

Akselerasi layanan perbankan digital perlu diterapkan oleh perusahaan agar dapat mempertahankan kualitas layanan kepada nasabah dan mengikuti perkembangan kebutuhan nasabah yang berubah sejak kasus Covid-19 mewabah.

Untuk mendukung program akselerasi layanan perbankan digital yang aman, cepat, dan nyaman, mengimplementasi solusi Mobile App Shielding adalah strategi tepat untuk setiap penyedia layanan perbankan.

Referensi:

https://www.onespan.com/products/application-shielding

https://secure.onespan.com/mobile-app-shielding.html

Solusi Atasi Tantangan Keamanan Layanan Digital Banking

By | 2021-03-22T07:21:06+00:00 March 15th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , |

Selama pandemi, transaksi perbankan yang dilakukan melalui kanal digital melesat tinggi. Adanya peningkatan signifikan tersebut menjadikan tren akselerasi layanan digital banking semakin banyak diterapkan oleh perbankan di Indonesia.

Perusahaan perbankan terus mengembangkan kemampuan aplikasi mobile banking yang dapat membantu nasabah menggunakan seluruh layanan perbankan hanya dengan menggunakan ponselnya. Selain fokus dalam pengembangan layanan yang dapat dinikmati nasabah melalui aplikasi mobile bankingnya, bank juga perlu memerhatikan solusi untuk atasi tantangan keamanan layanan digital banking sebagai salah satu fasilitas unggul yang ditawarkan kepada nasabah.

Sistem keamanan yang baik merupakan faktor paling penting dalam digitalisasi layanan perbankan. Hal ini dikarenakan jika ada pelanggaran atau masalah keamanan yang terjadi dalam aplikasi mobile banking yang digunakan untuk pelanggan bertransaksi, lalu menyebabkan kerugian, bank harus bertanggung jawab dan menanggung risiko.

Tidak semua perusahaan memiliki visibilitas yang baik untuk mengawasi setiap aktivitas pelanggan dalam aplikasi digitalnya. Sehingga, digitalisasi layanan perbankan membawa banyak tantangan dari sisi keamanan bagi perusahaan perbankan yang menerapkannya.

Untuk membantu perusahaan perbankan mengatasi tantangan keamanan layanan digital banking, Phintraco Technology sebagai official business partner dari OneSpan menyediakan solusi Mobile App Shielding.

Atasi Tantangan Keamanan Layanan Digital Banking dengan Solusi Mobile App Shielding

Untuk mendukung akselerasi layanan digital banking, Phintraco Technology menyediakan solusi Mobile App Shielding sebagai solusi keamanan untuk memproteksi aplikasi mobile banking yang digunakan nasabah.

Teknik serangan yang umum digunakan peretas untuk menyerang aplikasi mobile banking seperti keylogging, screen reading, code injection, dan teknik serangan lainnya dapat dicegah hanya dengan menggunakan satu solusi keamanan yaitu Mobile App Shielding.

Bagaimana Cara Mobile App Shielding Bekerja Melindungi Aplikasi Mobile Banking dari Ancaman Siber?

Solusi Mobile App Shielding memastikan keamanan suatu aplikasi mobile dengan 3 cara: melindungi, mendeteksi, dan melakukan tindakan.

1. Melindungi

Solusi ini melindungi aplikasi mobile banking dengan cara mencegah teknik serangan yang dilakukan peretas seperti code obfuscation dan teknologi antirepackaging.

2. Mendeteksi

Secara aktif mendeteksi potensi serangan yang berbahaya dalam aplikasi mobile banking seperti keylogging, screenreading, code injection, dan teknik serangan lainnya.

3. Melakukan tindakan

Solusi Mobile App Shielding dapat dikonfigurasi untuk melakukan tindakan lebih lanjut jika potensi serangan terjadi dalam sebuah aplikasi, seperti menonaktifkan fungsi aplikasi atau melakukan tindakan preventif yang telah diatur sebelumnya sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan yang menggunakan solusi ini.

Apa Saja Manfaat yang Ditawarkan Solusi Mobile App Shielding untuk Atasi Tantangan Keamanan Layanan Digital Banking?

Solusi Mobile App Shielding menawarkan beberapa fitur yang membantu perusahaan perbankan memperluas dan meningkatkan keamanan aplikasi mobile bankingnya, sehingga perusahaan dapat selalu melindungi dan memenuhi target pengembangan aplikasi mobile yang semakin agresif di tengah program akselerasi layanan digital banking. Berikut manfaat yang akan didapatkan perusahaan ketika mengimplementasi solusi ini:

1. Perlindungan Mutakhir terhadap Aplikasi Mobile Banking

Dengan mengimplementasi solusi Mobile App Shielding, perusahaan perbankan dapat memastikan aplikasi mobile banking yang digunakan seluruh nasabah terhindar dari berbagai macam jenis serangan siber.

2. Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

Mengimplementasi solusi Mobile App Shielding memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, karena seluruh interaksi dan transaksi yang dilakukan nasabah dalam aplikasi terlindungi dari berbagai risiko keamanan siber yang semakin canggih.

3. Keamanan Aplikasi Mobile yang Skalabel

Perusahaan dapat terus memperbarui layanan yang tersedia di aplikasi, selagi terus memperbarui kemampuan aplikasi dalam mencegah jenis ancaman siber terbaru.

4. Menerapkan Compliance berdasarkan Regulasi

Solusi Mobile App Shielding membantu perusahaan perbankan menerapkan kontrol proteksi data yang kuat untuk mendukung penerapan compliance dengan regulasi seperti PSD2, GDPR, dan masih banyak lagi.

COVID-19 telah memengaruhi sedikit banyaknya tren dalam sektor bisnis. Dalam industri perbankan, tren digital banking kian dipilih sebagai strategi utama untuk mempertahankan kinerja bisnis dan memberikan layanan maksimal kepada nasabah yang saat ini lebih memilih bertransaksi secara online untuk menghindari interaksi fisik secara langsung.

Dalam menjalankan akselerasi layanan digital banking, memperhatikan sisi keamanannya perlu menjadi konsentrasi setiap perusahaan perbankan. Sebagai salah satu sektor yang sangat perlu bertransformasi untuk mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan, perbankan perlu menjadikan solusi Mobile App Shielding sebagai salah satu solusi tepat untuk atasi tantangan keamanan layanan digital banking.

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

 

Referensi:

https://www.onespan.com/products/application-shielding

https://www.onespan.com/resources/mobile-app-shielding/datasheet

Benefits of Moving to a Cloud Contact Center

By | 2021-03-25T09:50:59+00:00 March 8th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

During Covid-19 pandemic, all consumers have started to engage with brands that provides digital services. Knowing that consumers habits are about to change, the need to modernize the contact center is imperative because modern contact center can help companies to adapt during these challenging times. 

One of the latest trends in contact center is about moving to a cloud contact center. Then, have you ever known about cloud contact center and how important is this trend to support companies adapt in these uncertain times? Let us take look at the definition and benefits of moving to a cloud contact center for companies below.

Cloud contact center is a central point in a company, from which all inbound and outbound customer communications are handled. Then, what are the differences between cloud contact center and traditional contact center?

During Covid-19 pandemic, not all employees are allowed to work in an office space because it will increase the chances of Covid-19 spread from one person to another.

Cloud contact center is considered as the right solution to overcome those challenges because all customer interactions – including voice, chat, text, video through email, social media and the web are accessible from virtually anywhere.

5 Reasons to Move to a Cloud Contact Center

1. Control your own upfront investment

Implementing cloud services means that there is no need to invest more in hardware or complex infrastructures. Cloud contact center can eliminate the need for big investment to modernize contact center systems. Companies can start to use the services anytime, and simply pay for what they use.

2. Quicker deployment and implementation

In general, on-premise contact centers can take months to deploy, while cloud contact centers can take as little as a couple days to a week to deploy. Cloud contact center solutions provider offer different implementation packages depending on the complexity of the task.

3. Better flexible and scalable

As a business grows, indeed you want your existing solutions to grow with you. For example, by using cloud contact center, it is much easier for companies to add or remove agents licences in certain period. It is making cloud contact center as the right solutions for business with seasonal highs and lows.

4. Agents can work effectively regardless of where they are

This point is the most important benefit for companies to keep providing great services to customers during Covid-19 pandemic. By implementing a cloud contact center solution, all agents can always work effectively because they can use their own devices to work, as long as they have a good internet connection. A flexible platform makes agents work productively, regardless of where they are.

5. Having an easy-to-use application

If you are using a traditional contact center system, you will see often all the systems in your contact center are not working well together and it is hard to integrate some functions into one unified platform. Mostly, agents are flipping from one application to another to handle customer interactions, which means they might not easily get all the customer information or journey they need.

To overcome those challenges, companies can implement PhinCon’s contact center solutions. PhinCon offers contact center solutions with flexible deployment options and act as a software-based solution, which means that it can be easily connected or integrated with other systems such as CRM (Customer Relationship Management), Chatbot, KYC (Know Your Customer system) or Mobile RM, depending on business needs.

That is all the benefits of moving to a cloud contact center for companies. Nowadays, most companies have started to move to a cloud contact center due to the need to execute operational transition of their contact center during the Covid-19 pandemic without any significant challenges.

If you think about moving to a cloud contact center, you need to start with finding the right partner to get long-term business goals from implementing cloud contact center.

As a customer experience solutions provider in Indonesia, PhinCon is committed to always provide the right and relevant solutions to keep up with the trends and needs of each business. To get further information or consult with PhinCon’s professional teams, you can reach us at marketing@phincon.com

References:

https://www.genesys.com/definitions/what-is-a-cloud-contact-center

https://customerthink.com/the-top-7-benefits-of-moving-your-contact-center-to-the-cloud/

https://www.callcentrehelper.com/benefits-cloud-offer-contact-centre-148267.htm

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US