Konsultan IT

/Tag: Konsultan IT

3 Hal yang Harus Diperhatikan saat Berencana Menggunakan Jasa IT Outsourcing

By | 2021-08-31T01:50:23+00:00 August 25th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Kecanggihan teknologi yang terus berkembang dengan cepat meningkatkan kebutuhan bagi perusahaan untuk melakukan transformasi digital. Namun, sumber daya yang dimiliki saat ini tidak mampu mengimbangi perkembangan tersebut. Harus diakui bahwa dunia bisnis masih kekurangan banyak talenta yang ahli di bidang IT. Tantangan ini juga melatarbelakangi upaya pemerintah yang saling bahu-membahu dengan sektor swasta guna menciptakan talenta digital yang berkualitas untuk masa depan sektor bisnis di Indonesia.

Karena kurangnya tenaga ahli yang dapat menyesuaikan kebutuhan perusahaan, kini perusahaan banyak yang melirik layanan IT outsourcing untuk menangani pekerjaan atau project yang berkaitan dengan bidang IT dan yang tidak bisa diatasi hanya dengan tim internal yang dimiliki perusahaan.

Mengapa semakin banyak perusahaan yang tertarik menggunakan layanan IT outsourcing?

Jawabannya adalah karena banyak pelaku bisnis yang merasakan banyak manfaat dan keuntungan dari jenis layanan IT ini. IT outsourcing memungkinkan bisnis untuk lebih fleksibel memilih tenaga ahli di bidang IT yang memiliki latarbelakang yang sesuai dengan kebutuhan mereka – tanpa harus mengalami sulitnya mencari talenta yang tepat.

Selain itu, dengan layanan IT outsourcing, perusahaan dapat memastikan suatu project berjalan sesuai harapan karena faktor penting lainnya selain SDM, yaitu teknologi itu sendiri. Seperti apakah teknologi yang digunakan mengikuti perkembangan zaman dan siap diandalkan untuk menghadapi perubahan situasi yang terkadang terjadi sangat cepat – baik dalam sisi ekspektasi pelanggan yang meningkat atau persaingan yang semakin ketat.

Hal apa yang harus diperhatikan saat berencana menggunakan jasa IT outsourcing?

Ketika berencana menggunakan jasa IT outsourcing, Anda tidak bisa sekedar mengandalkan reputasi suatu perusahaan penyedia layanan IT outsourcing, namun ada beberapa faktor pertimbangan lainnya yang juga harus diperhatikan. Berikut ini 3 hal yang harus diperhatikan saat berencana menggunakan jasa IT outsourcing:

1. Seberapa banyak area yang dikuasai:

Faktor utama yang perlu diperhatikan saat berencana menggunakan jasa IT outsourcing adalah mencari tahu tentang layanan apa saja yang bisa disediakan oleh partner penyedia layanan IT outsourcing tersebut. Masing-masing perusahaan membutuhkan solusi dan layanan yang berbeda, karena setiap perusahaan memiliki alur bisnis dan aturan yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Jadi, sangat penting untuk memilih partner yang memiliki tenaga ahli dan sumber daya yang cocok untuk beberapa area bisnis, contohnya yang berkaitan dengan pengembangan platform, mobile, web, database, DevOps, video, machine learning atau AI, Cloud, CRM, dan analytic.

2. Komunikasi yang jelas:

Hal ini mungkin sering diabaikan oleh mereka yang sedang berencana menggunakan jasa IT outsourcing. Padahal faktanya, komunikasi adalah kunci dari keberhasilan kerja sama. Oleh karena itu, pastikan Anda bekerja sama dengan partner yang memiliki tanggung jawab dari sisi komunikasi.

Partner yang tepat dan profesional akan membuka jalur komunikasi sebanyak mungkin untuk memahami rencana dan tujuan project Anda, menyampaikan kendala yang mungkin terjadi dan solusinya, serta menyampaikan feedback sesuai dengan jadwal yang disetujui di awal perjanjian kerja sama. Dengan alur komunikasi yang baik dari awal, Anda dapat meminimalisir terjadinya pengerjaan yang tidak efisien di kemudian hari, baik dalam segi waktu dan biaya.

3. Pengalaman

Ketahui seberapa lama dan seberapa banyak pengalaman yang dimiliki oleh calon penyedia layanan IT outsourcing. Ketahui bidang apa yang paling dikuasai. Jika ingin mengetahui bidang yang paling dikuasai, Anda bisa bertanya tentang periode kerja sama yang terlama dengan client lainnya dan jenis layanan apa yang diberikan. Jawabannya dapat menentukan jenis layanan yang paling dikuasai oleh calon partner Anda tersebut.

Selain itu, Anda perlu mencari tahu tentang referensi pelanggan dari calon partner bisnis Anda. Jika mereka sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan, dapat dipastikan partner penyedia layanan IT outsourcing tersebut dapat dipercaya dan diandalkan untuk menangani project perusahaan Anda.

3 keunggulan yang harus diperhatikan saat berencana menggunakan jasa IT outsourcing ini dapat Anda temukan jika Anda bekerja sama dengan PhinCon.

Sebagai perusahaan penyedia layanan IT outsourcing, PhinCon memiliki tenaga ahli, spesialisasi, dan dukungan teknologi yang dibutuhkan oleh berbagai area IT perusaaan, menyediakan alur komunikasi dengan tim yang mengimplementasi pendekatan komunikasi proaktif, serta memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun dengan banyak perusahaan dari berbagai industri.

Segera hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mengetahui informasi lebih lanjut atau konsultasi mengenai layanan IT outsourcing.

Referensi:

https://www.cio.com/article/2432212/how-to-choose-the-right-it-outsourcing-provider.html

 

Artikel terkait:

3 Tanda Saatnya Memanfaatkan Layanan IT Outsourcing

By | 2021-08-31T01:46:10+00:00 August 23rd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Perusahaan modern semakin menyadari akan pentingnya menjadi kompetitif dan terus berinovasi. Dan untuk mencapai tujuan tersebut, mereka membutuhkan tim yang tepat dengan kemampuan yang dapat diandalkan. Namun, mencari orang yang tepat bukan perkara yang cukup mudah karena banyak tantangan yang akan dihadapi dalam proses pencarian talenta tersebut, salah satunya adalah masalah biaya yang harus dikeluarkan jika ingin mempekerjakan tim dengan keahlian yang sesuai kriteria.

Untuk mengatasi tantangan ini, solusinya ada pada layanan outsourcing. Layanan outsourcing dapat memberikan segudang manfaat bagi perusahaan jika bekerja sama dengan penyedia layanan outsourcing yang tepat.

Ada banyak tanda yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk perusahaan bahwa sudah saatnya mereka memanfaatkan layanan outsourcing, baik itu IT outsourcing, contact center outsourcing, dan lainnya. Tentunya, setiap bisnis memiliki kebebasan untuk memutuskan waktu yang tepat untuk memulai menggunakan layanan outsourcing, namun seringkali pihak perusahaan tidak menyadari bahwa sudah saatnya mereka memanfaatkan layanan tersebut. Di artikel ini, kita akan secara khusus menelusuri lebih jauh tentang 3 tanda saatnya perusahaan memanfaatkan layanan IT outsourcing.  Berikut penjelasannya:

1. Ketika sulit mempercepat time to market

Tanda saatnya memanfaatkan layanan IT outsourcing yang pertama adalah ketika mengalami sulitnya mempercepat time to market. Untuk suatu bisnis, time to market merupakan dimensi yang penting jika ingin memenangkan dan unggul dari persaingan. Sulitnya mempercepat time to market ini disebabkan karena kurangnya sumber daya, seperti sumber daya manusia dan teknologi yang diandalkan.

Memanfaatkan layanan IT outsourcing dapat membantu perusahaan mempercepat time to market karena suatu project akan ditangani oleh tenaga profesional dan berpengalaman. Dengan begitu, pekerjaan penting lainnya dapat ditangani dengan lebih fokus, dan semua pekerjaan yang berkaitan dengan IT juga akan ditangani secara lebih cepat dan tepat.

2. Tertundanya suatu project karena adanya skill gap

Skill gap adalah kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki seorang karyawan dan keterampilan yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan. Kesenjangan ini berpotensi membahayakan perusahaan karena kemungkinan besar akan mengganggu produktivitas bisnis secara keseluruhan.

Salah satu tanda bahwa produktivitas sudah terganggu adalah tertundanya suatu project atau project tersebut sudah berjalan sangat lama, namun belum berhasil mencapai tujuannya. Jika sudah mengalami hal tersebut, perusahaan harus segera memanfaatkan layanan IT outsourcing.

Dengan IT outsourcing, Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencari karyawan dengan keahlian yang sesuai. Reputasi perusahaan, sumber daya dan waktu yang dikeluarkan tidak lagi menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

3. Ketika IT bukanlah kompetensi utama yang dimiliki perusahaan

Jika IT bukanlah bagian integral dari kompetensi utama perusahaan Anda, maka Anda perlu menemukan perusahaan penyedia layanan IT terpercaya untuk membantu perusahaan Anda menyelesaikan project transformasi yang saat ini sangat dibutuhkan untuk bisa beradaptasi dengan situasi dinamis.

Dengan memanfaatkan layanan IT outsourcing, Anda dapat memastikan perjalanan transformasi digital perusahaan dapat berjalan mulus tanpa menghabiskan biaya, waktu, dan sumber daya yang tidak perlu.

PhinCon, sebagai perusahaan IT consulting di Indonesia yang juga menawarkan layanan IT outsourcing, siap menjadi partner pilihan perusahaan dari berbagai industri. Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun, PhinCon telah memiliki tenaga ahli di bidang IT dengan portofolio yang memuaskan. Semua jenis project yang membutuhkan tenaga ahli di bidang IT dapat diselesaikan secara efektif dan efisien bersama PhinCon.

Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih partner penyedia layanan IT outsourcing adalah seberapa banyak pengalaman yang dimiliki dalam menangani suatu project – baik project kecil atau besar, tim yang profesional, dan jenis teknologi dan layanan yang disediakan. Seluruh kelebihan tersebut dapat Anda temukan jika bekerja sama dengan PhinCon.

Segera hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan IT outsourcing.

Referensi:

https://www.forbes.com/sites/forbestechcouncil/2020/11/03/signs-that-you-might-need-it-outsourcing/?sh=263c84572462

 

Artikel terkait:

Solusi ERP Modern untuk Mengatasi Masalah dalam Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

By | 2021-08-23T02:18:59+00:00 August 5th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Menyusun laporan keuangan konsolidasi adalah tugas yang sangat kompleks, khususnya bagi bisnis dengan banyak anak perusahaan yang masing-masing memiliki layanan atau produknya tersendiri. Selain itu, perusahaan skala kecil hingga menengah yang mengalami pertumbuhan pesat juga banyak yang kesulitan dengan urusan penyusunan laporan keuangan konsolidasi karena kurangnya efektivitas struktur organisasi.

Lalu, sebenarnya, apa saja masalah dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi sehingga membuat prosesnya sangat kompleks?

Sebelum mengulik lebih jauh tentang masalah dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian dari konsolidasi. Dalam dunia keuangan atau akuntansi, konsolidasi mengacu pada proses penggabungan aset, ekuitas, kewajiban, dan akun operasional menjadi satu laporan keuangan, dan paling sering dilakukan oleh induk perusahaan dan anak perusahaannya.

Dengan mengetahui masalah umum yang sering terjadi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi, Anda dapat mempersiapkan strategi lebih awal guna menghindari risiko yang ditimbulkan dari masalah tersebut.

Untuk membantu bisnis dengan banyak anak perusahaan menghilangkan kompleksitas dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi, PhinCon menawarkan solusi ERP modern bernama NetSuite. NetSuite dirancang khusus untuk mengatasi masalah dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang kerap terjadi di induk perusahaan dan anak perusahaannya. Berikut adalah solusi dari NetSuite yang dapat mengatasi masalah dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi:

1. Sulit Menyelesaikan Laporan Keuangan Tepat Waktu

Salah satu masalah dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah menyelesaikan laporan dengan tepat waktu. NetSuite hadir dengan solusi untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan menghadirkan fitur transaksi dual-posting dan membuat laporan otomatis sehingga memudahkan dan mempercepat proses konsolidasi.

2. Sulit Mengelola Transaksi antar Perusahaan

NetSuite mengatasi masalah ini dengan memudahkan tim accounting untuk mengidentifikasi dan mencocokan transaksi antar perusahaan, secara otomatis memposting journal entry sehingga dapat mempercepat penyelesaian akun antar perusahaan.

3. Terbatasnya Visibilitas

NetSuite mengatasi masalah ini dengan memusatkan seluruh data antar perusahaan dalam satu platform, sehingga memudahkan induk perusahaan untuk melacak dan menganalisa kinerja perusahaan secara real-time, baik untuk induk perusahaan atau anak perusahaan.

4. Kepatuhan terhadap Peraturan

NetSuite hadir dengan “built-in” GRC (Governance, Risk, and Compliance), sehingga dapat membantu perusahaan mengatasi masalah yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan dan operasional.

Demikian beberapa masalah penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang dapat diatasi oleh NetSuite.

Sangat penting untuk diketahui bahwa konsolidasi membutuhkan proses yang cukup panjang. Konsolidasi merupakan proses ketat yang membutuhkan data yang terjamin integritasnya, melibatkan semua pemangku kepentingan antar perusahaan dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Terlepas dari masalah dan tantangan yang ada, konsolidasi dapat dilakukan dengan tepat jika perusahaan memanfaatkan sistem yang juga tepat. Dengan menggunakan solusi ERP modern, penyusunan laporan keuangan konsolidasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan laporan yang lebih akurat.

Segera hubungi PhinCon untuk informasi lebih lanjut tentang solusi ERP modern untuk bisnis dengan banyak anak perusahaan. Kunjungi link berikut ini untuk menemukan informasinya:

https://phincon.com/erpsolution/

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/products/erp/financial-management/global-accounting-consolidation.shtml

https://insightsoftware.com/blog/common-consolidation-challenges/

Sederhanakan Pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi dengan Solusi ERP Modern

By | 2021-08-23T02:17:42+00:00 August 3rd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Jika Anda memiliki atau sedang menjalankan bisnis dengan beberapa perusahaan yang didirikan sebagai anak perusahaan, masing-masing perusahaan pasti memiliki kumpulan data keuangannya sendiri yang perlu digabungkan ke parent company atau induk perusahaan, lalu dikonsolidasikan di akhir periode.

Dalam menjalankan proses tersebut, perusahaan kerap mengalami beberapa tantangan jika masih menggunakan cara manual atau masih mengandalkan sistem lama. Mengapa demikian? Karena cara manual atau sistem lama tersebut tidak dirancang khusus untuk mendukung operasional bisnis dengan banyak anak perusahaan.

Terlebih jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan excel, staf accounting perlu membuat beberapa spreadsheet untuk setiap satu laporan, dan jika ada perubahan pada salah satu laporan tersebut, mereka harus memperbarui laporan lainnya secara manual. Tentunya, proses tersebut akan menghabiskan banyak waktu dan menimbulkan risiko kesalahan yang sangat besar.

Untuk membantu bisnis dengan banyak anak perusahaan mengatasi tantangan tersebut, PhinCon menawarkan solusi ERP modern dari Oracle, yaitu NetSuite. NetSuite mampu menghilangkan kompleksitas dalam manajemen keuangan dengan fitur accounting terpadu yang memungkinkan tim accounting untuk mengelola keuangan perusahaan seluruhnya dalam satu platform, berapa pun jumlah anak perusahaan yang dimiliki.

Manfaat NetSuite bagi Bisnis dengan Banyak Anak Perusahaan

Berikut adalah beberapa manfaat menggunakan NetSuite bagi perusahaan untuk melakukan laporan keuangan konsolidasi:

#1 Dapatkan akses menyeluruh

Dengan NetSuite, tim accounting dapat mengakses seluruh data keuangan perusahaan baik pada level anak perusahaan hingga induk perusahaan dalam satu platform. Selain itu, konversi mata uang juga akan diatur secara otomatis oleh sistem. Fitur ini tentu memudahkan manajemen keuangan perusahaan yang memiliki anak perusahaan beda negara.

#2 Kontrol yang lebih baik

Dengan NetSuite, masing-masing anak perusahaan dapat mengelola keuangan dengan cara yang paling sesuai untuk mereka – dengan bagan akun, entri jurnal, dan alur kerja mereka sendiri. Selain itu, setiap anak perusahaan dapat menggunakan mata uang dan aturan akuntansi yang berbeda dari induk perusahaan.

#3 Mengurangi risiko penyalahgunaan akses dan menjaga integritas data

Dengan NetSuite, tim accounting dapat selalu memonitor aktivitas dalam sistem keuangan, sehingga siapa saja yang mengakses sistem tersebut dapat diketahui dan setiap user dapat diatur tingkat aksesnya.

Staf accounting pada anak perusahaan hanya akan mendapatkan akses ke laporan yang berkaitan dengan perusahaannya. Sedangkan untuk staf accounting pada level induk perusahaan yang membutuhkan visibilitas lebih luas, mereka akan mendapatkan akses ke informasi apa pun yang sesuai dengan role mereka.

#4 Meningkatkan efisiensi

Dengan NetSuite, tim accounting dapat menghilangkan kompleksitas yang kerap terjadi dalam pengelolaan manajemen keuangan dengan menggabungkan keseluruhan aktivitas keuangan dalam satu platform. Alih-alih berurusan dengan berbagai sumber dan format, tim accounting perusahaan dapat bekerja hanya dengan satu set data.

Jika segera beralih ke NetSuite, membuat laporan keuangan konsolidasi dapat dilakukan secara otomatis dan real-time dalam satu sistem terpadu, sehingga membantu staf accounting antar perusahaan untuk membuat laporan keuangan konsolidasi dengan lebih mudah, cepat dan akurat.

Bersama Oracle NetSuite, PhinCon menawarkan konsultasi serta live demo untuk bisnis dengan banyak anak perusahaan. Segera daftarkan perusahaan Anda dengan klik link di bawah ini:

https://phincon.com/erpsolution/

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/products/erp/financial-management/global-accounting-consolidation.shtml

https://youtu.be/Fo29q_6sla0

Fitur Solusi ERP untuk Perusahaan Distributor

By | 2021-07-25T20:49:16+00:00 July 14th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Setiap harinya, perusahaan distributor mendistribusikan barang dalam jumlah dan jenis yang beragam ke banyak lokasi. Dalam proses distribusi tersebut, tentu mereka perlu secara efektif mengontrol barang apa saja yang perlu didistribusikan, kemana saja barang tersebut harus didistribusikan, kapan jadwal pengirimannya, pihak mana yang akan menerima dan bagaimana cara mengirimkannya. Untuk membantu perusahaan distributor mengatasi tantangan dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi proses bisnisnya, PhinCon menawarkan solusi ERP modern yang memiliki fitur khusus untuk perusahaan distributor.

Berikut adalah fitur solusi ERP yang ditawarkan oleh PhinCon untuk perusahaan distributor:

1. Sederhanakan proses pesanan barang dengan fitur “Order”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang pertama adalah fitur “Order”. Dengan fitur ini, perusahaan distributor dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengontrol proses pesanan secara sederhana melalui berbagai channel seperti melalui web order, direct sales, partner sales, EDI, dan masih banyak lagi sesuai dengan preferensi masing-masing pelanggan.

2. Maksimalkan profit dengan fitur “Sourcing Control”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang kedua adalah fitur “Sourcing Control”. Dengan fitur ini, perusahaan distributor dapat memastikan transparansi proses purchasing, menciptakan hubungan bisnis yang baik antara vendor dan supplier, serta mendapatkan insights yang berguna untuk meningkatkan kinerja dan kualitas perencanaan bisnis.

3. Lacak setiap persediaan barang yang tersimpan di gudang dengan fitur “Warehouse”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang ketiga adalah fitur “Warehouse”. Dengan fitur yang tersedia di solusi ERP ini, perusahaan distributor dapat melacak seluruh pergerakan barang dan transaksi secara real-time, dengan demikian aktivitas operasional gudang setiap harinya dapat dioptimalkan.

4. Jadikan proses pengiriman lebih efisien dengan fitur “Fulfilllment Control”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang keempat adalah fitur “Fulfillment Control”. Dengan fitur fulfillment controls, perusahaan distributor dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman barang sekaligus mengurangi biaya yang diperlukan untuk proses pengiriman tersebut. Apa pun kondisi dan di mana pun lokasinya, pengiriman barang dapat dilakukan dengan tepat waktu.

5. Tingkatkan strategi marketing dengan fitur “Market”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang kelima adalah fitur “Market”. Dengan menggunakan sistem ERP, perusahaan distributor dapat memperluas target marketnya dengan memanfaatkan fitur campaign management, marketing automation, dan analytics tingkat lanjut.

6. Maksimalkan proses penjualan dengan fitur “Sell”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang keenam adalah fitur “Sell”. Solusi ERP dapat meningkatkan efisiensi dan visibilitas menyeluruh terhadap proses penjualan, membantu perusahaan untuk menciptakan sales effort yang sederhana dengan hasil yang maksimal.

7. Kontrol seluruh aktivitas perusahaan dengan pelanggan dalam satu platform melalui fitur “Customer Support”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang ketujuh adalah fitur “Customer Support”. PhinCon juga menawarkan solusi ERP untuk perusahaan distributor yang mendukung kegiatan self-service customer support. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan akses mandiri ke suatu customer portal untuk menjelajahi informasi penting yang berkaitan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, karyawan yang menangani bagian customer support juga akan mendapatkan informasi detail mengenai case management serta solusi tepat untuk mengatasi kendala yang dialami masing-masing pelanggan.

Demikian 7 fitur solusi ERP yang ditawarkan oleh PhinCon untuk perusahaan distributor. Tentunya, fitur yang tersedia tidak terbatas pada 7 fitur saja, masing-masing perusahaan dapat berkonsultasi bersama tim konsultan kami untuk mendapatkan solusi ERP yang menyediakan fitur serta manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagai perusahaan penyedia solusi IT, PhinCon menyadari kebutuhan perusahaan distributor terhadap teknologi bukan hanya yang dapat memenuhi kebutuhan dari sisi accounting atau keuangan saja, namun juga dari sisi operasional perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, PhinCon menawarkan solusi ERP yang tepat untuk perusahaan distributor.

Segera hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang fungsi, manfaat dan fitur yang ditawarkan solusi ERP bagi perusahaan distributor.

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale.shtml

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#sell

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#support

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#engage

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#fulfill

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#market

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#warehouse

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#order

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#source

Fungsi ERP untuk Atasi Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Distributor

By | 2021-07-25T20:49:20+00:00 July 12th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Semua perusahaan perlu memastikan segala proses operasionalnya berjalan dengan baik dan lancar, dan tidak terkecuali untuk perusahaan distributor. Dalam operasionalnya, perusahaan distributor kerap mengalami berbagai tantangan, contohnya adalah sulit melihat keseluruhan gambaran bisnis yang dilakukan mulai dari penerimaan pesanan hingga penagihan, sulit menyederhanakan proses manajemen gudang untuk melakukan pelacakan dan mengelola inventaris secara real-time, sulit mengetahui informasi tepat tentang jumlah stok barang yang tersimpan di gudang, dan sulit membuat laporan yang akurat.

Untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi tersebut, perusahaan distributor perlu mempertimbangkan untuk menggunakan sistem ERP. Mengapa harus sistem ERP? Karena sistem ERP memiliki fungsi yang memberi banyak manfaat dan keuntungan bagi perusahaan distributor. Berikut adalah manfaat yang akan didapatkan perusahaan distributor dengan menggunakan sistem ERP:

1. Meningkatkan kepuasan pelanggan selagi mengurangi biaya operasional

Sistem ERP modern memungkinkan perusahaan distributor untuk melakukan proses manajemen distribusi secara lebih efektif dan efisien karena mereka akan mendapatkan visibilitas secara real-time terhadap seluruh pergerakan barang dalam satu platform terpadu. Dengan manfaat ini, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelanggan karena kesalahpahaman dan penundaan yang berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan dapat dihindari.

2. Mengurangi waktu pemesanan barang

Selanjutnya, fungsi ERP bagi perusahaan distributor adalah mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan barang. Dengan menggunakan ERP, perusahaan distributor dapat mengotomatiskan proses sales order sehingga  kendala terkait penundaan dalam pemenuhan pesanan dan pengiriman barang dapat dihindari. Selain itu, sistem ERP memungkinkan perusahaan mengatur aturan proses kredit dan pengembalian barang di beberapa gudang secara otomatis.

3. Memperbaiki sistem pergudangan

Suatu perusahaan distributor setiap hari memproses produk yang masuk untuk disimpan di dalam gudang serta menyalurkan produk dari gudang ke konsumen. Jenis dan jumlah produk yang beraneka ragam serta permintaan yang berubah setiap waktu seringkali menjadi permasalahan utama dalam sistem pergudangan. Oleh karena itu, perusahaan distributor perlu menggunakan ERP untuk mengatasi tantangan ini. Warehouse Management System (WMS) yang tersedia dalam sistem ERP akan menyederhanakan proses distribusi.

4. Meningkatkan efektivitas Supply Chain

ERP memungkinkan perusahaan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pengadaan pasokan barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan distributor dari proses awal hingga akhir dengan mengotomatiskan proses purchasing, purchase order, dan supply chain management.

Demikian 4 manfaat yang akan didapatkan perusahaan distributor dengan menggunakan sistem ERP. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa fungsi ERP dapat mengatasi tantangan yang dihadapi perusahaan distributor. Jika disimpulkan kembali, perusahaan distributor yang menggunakan sistem ERP akan mendapatkan visibilitas menyeluruh tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan, analisis sumber daya, kepuasan pelanggan, pemesanan barang, pengelolaan transaksi penjualan/pembelian, pembukuan dan keuangan, hingga ke pencatatan jumlah stok barang yang ada di gudang dalam satu platform terpadu.

Selain itu, dengan penggunaan sistem ERP di perusahaan distribusi, maka setiap bagian di perusahaan dapat terintegrasi satu sama lain sehingga setiap kali ada transaksi, bagian-bagian terkait dapat langsung berkomunikasi secara real-time.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi ERP yang tepat untuk perusahaan distributor, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com atau membaca informasi tentang Oracle Netsuite sebagai solusi ERP unggul untuk perusahaan distributor

 

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/products/suitesuccess/wholesaledistribution.shtml

https://www.netsuite.com/portal/assets/pdf/Leading-Practices-for-WD.pdf

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale.shtml

ERP Modern dan ERP Tradisional: Mana yang Lebih Baik?

By | 2021-07-25T20:50:37+00:00 May 21st, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Banyak perusahaan kini mulai menyadari bahwa memanfaatkan teknologi akan membantu mereka mengatasi perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis dan mempertahankan posisi mereka dari kompetitor. Namun, untuk dapat mengatasi tantangan tersebut, tidak semua teknologi dapat menjadi solusi. Dalam hal ini, perusahaan perlu menemukan teknologi yang menjadi solusi untuk mempermudah seluruh kebutuhan mereka, dengan kapasitas dan kecanggihan yang mengikuti perkembangan bisnis di masa depan.

Salah satu contoh teknologi yang sudah lama menjadi solusi untuk mempermudah kegiatan operasional perusahaan adalah sistem ERP. Namun, karena sistem ERP dikategorikan sebagai teknologi yang sudah cukup lama digunakan, banyak perusahaan terjebak dalam situasi dimana sistem ERP menghambat perkembangan bisnis mereka karena ketergantungan terhadap sistem ERP yang sudah ada tidak dilengkapi dengan kemampuan yang mengikuti perkembangan zaman.

Kondisi tersebut biasanya ditemukan dalam perusahaan yang masih menggunakan sistem ERP tradisional atau legacy ERP. Karena perkembangan teknologi terjadi dalam waktu yang cukup singkat, sudah saatnya bagi perusahaan yang masih menggunakan sistem ERP tradisional untuk mempertimbangkan mengganti sistem lama nya dengan sistem ERP modern.

Apa saja perbedaan antara sistem ERP modern dan ERP tradisional?

#1 Pilihan deployment

Perbedaan ini merupakan perbedaan yang paling banyak disebutkan oleh banyak sumber. ERP modern tersedia sebagai solusi teknologi yang dapat diimplementasikan pada server on-premise dan cloud. Fleksibilitas pilihan deployment ini tidak dimiliki oleh sistem ERP tradisional, dimana hanya bisa diimplementasikan pada server on-premise.

Namun, perbedaan sistem ERP modern dan ERP tradisional tidak hanya sekedar tambahan pilihan deployment on-premise atau cloud, sistem ERP hadir dengan modernisasi yang lebih dari itu.

#2 Kemudahan akses

Sistem ERP modern dikemas dalam bentuk software yang dapat di akses di mana saja, dan bisa diakses dengan menggunakan perangkat ponsel pintar (smartphone). Sedangkan untuk sistem ERP tradisional, aksesibilitas hanya terbatas pada PC dan koneksi LAN.

#3 Waktu yang dibutuhkan untuk implementasi

Waktu yang dibutuhkan untuk implementasi sistem ERP modern tidak selama waktu yang dibutuhkan untuk implementasi sistem ERP tradisional karena seluruh modul terhubung dalam database yang terpusat. Sistem ERP tradisional membutuhkan waktu implementasi yang lama karena membutuhkan proses instalasi manual di setiap tempat kerja, integrasi dengan software lainnya, dan integrasi antar modul seperti modul keuangan, produksi, supply chain, warehouse, dan lain-lain.

#4 Kualitas data yang dihasilkan

Dengan sistem ERP modern, data dapat diakses kapan pun dan dari perangkat apa saja, serta pembaruan data akan dilakukan secara otomatis secara real-time. Berbeda dengan sistem ERP tradisional, dimana tidak ada pembaruan data secara otomatis. Jika membutuhkan data yang terbaru, karyawan perlu melakukan proses penarikan data secara manual.

#5 Reporting

Sistem ERP modern dilengkapi dengan dashboard analitik canggih yang menghasilkan report yang lebih lengkap dan akurat untuk seluruh departemen. Sedangkan dengan menggunakan sistem ERP tradisional, karyawan hanya bisa mendapatkan basic report.

#6 Skalabilitas

Kapabilitas sistem ERP modern dapat mengikuti perkembangan bisnis perusahaan. Contohnya jika perusahaan menambah kantor cabang, unit, atau departemen baru, perusahaan dapat tetap menggunakan satu sistem ERP yang sama dan dapat diupgrade fitur dan kapabilitasnya tanpa memerlukan waktu, biaya, dan upaya yang tinggi. Berbeda dengan sistem ERP tradisional, scale up akan sulit dilakukan karena membutuhkan keterlibatan banyak orang, waktu, dan biaya.

Masih banyak perbedaan antara sistem ERP modern dan ERP tradisional. Dapat disimpulkan bahwa perbedaannya berpusat pada fleksibilitas dan kapabilitas yang dihasilkan, bukan hanya sekedar pilihan deployment yang bertransisi menjadi cloud saja.

Lalu, mana yang lebih baik antara sistem ERP modern dan ERP tradisional? Untuk mengikuti perkembangan dunia bisnis yang bergerak cepat, maka sistem ERP modern adalah solusi tepat untuk perusahaan. Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan sistem ERP Modern, NetSuite dari Oracle bisa menjadi pilihan utama. Temukan informasi lebih lanjut tentang NetSuite di link berikut ini:

https://phincon.com/erpsolution/

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

 

Artikel terkait:

Click here to read this article in English.

4 Tanda Perusahaan Membutuhkan Solusi ERP Modern

By | 2021-07-25T20:50:41+00:00 May 19th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Sebelum mengenali 4 tanda perusahaan membutuhkan solusi ERP modern, mari kita pahami terlebih dahulu konsep dari solusi ERP modern itu sendiri dan memahami apa yang membedakannya dengan ERP tradisional. Temukan informasi mengenai pemahaman Solusi ERP modern dan apa yang membedakannya dengan ERP tradisional di sini.

Setelah membaca konsep dari solusi ERP modern di artikel sebelumnya, mari kita kenali tanda perusahaan membutuhkan solusi ERP modern. Berikut penjelasannya:

1. Perusahaan tidak sepenuhnya memiliki visibilitas terhadap bisnis yang sedang dijalankan

Seiring berkembangnya perusahaan, bisnis yang dijalankan juga akan semakin banyak dan melibatkan banyak departemen. Namun, di situasi tersebut sering terjadi kendala visibilitas yang menghambat kelancaran pengelolaan dan pengawasan bisnis yang sedang dijalankan.

Jika perusahaan Anda berada di situasi dimana setiap karyawan tidak memiliki cara untuk berbagi informasi seputar proses bisnis antar departemen yang sedang dijalankan – maka situasi tersebut adalah salah satu tanda perusahaan membutuhkan solusi ERP modern.

2. Masih menggunakan cara manual untuk menghubungkan data antar departemen

Tanda perusahaan membutuhkan solusi ERP modern selanjutnya adalah ketika karyawan masih menggunakan cara manual untuk mendapatkan data antar departemen secara otomatis dan real-time. Jika karyawan Anda masih menggunakan cara manual untuk menghubungkan data, proses tersebut rentan menjadikan suatu data tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi integritasnya. Selain masalah keakuratan informasi, proses tersebut juga membutuhkan banyak waktu.

3. Sulit menambah channel baru untuk keperluan penjualan, aliran pendapatan, serta pengembangan produk atau layanan

Saat perusahaan berkembang, channel yang dibutuhkan untuk menyimpan segala informasi yang berkaitan dengan bisnis dan pelanggan juga akan semakin bertambah. Contohnya ketika Anda menambah kantor cabang, pasti Anda membutuhkan channel baru untuk keperluan penjualan dan pendapatan yang berasal dari berbagai sumber. Jika sudah di situasi ini, perusahaan tidak dapat bertumpu pada sistem ERP tradisional yang umumnya tidak memiliki skalabilitas yang cukup baik.

Anda membutuhkan solusi ERP modern yang dapat membantu Anda menyimpan seluruh data yang datang dari berbagai sumber baru dan mencatat history aliran data secara otomatis, dan mampu menggabungkan data dari berbagai sumber tersebut di satu tempat yang dapat dipertanggung jawabkan keasliannya.

4. Terlalu banyak sistem aplikasi yang digunakan

Apakah saat ini perusahaan Anda masih menggunakan aplikasi yang berbeda untuk mengelola proses bisnis? Contohnya, satu aplikasi untuk tim keuangan, satu aplikasi untuk tim penjualan dan satu aplikasi lainnya untuk tim purchasing?

Jika masih menggunakan aplikasi yang berbeda untuk mengelola departemen tersebut, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk beralih ke solusi ERP modern seperti Oracle Netsuite. Dengan Oracle Netsuite, perusahaan dapat mengintegrasikan aplikasi yang digunakan dari beberapa departemen dalam satu platform. Sehingga, proses bisnis dan aktivitas reporting antar departemen dapat berjalan lebih efektif.

Apa Itu Oracle Netsuite dan Apa Manfaatnya bagi Perusahaan yang Menggunakannya?

Oracle NetSuite adalah solusi ERP yang memungkinkan perusahaan untuk menyederhanakan proses bisnis. Oracle NetSuite mengintegrasikan dan mengotomatiskan area fungsional utama seperti manajemen keuangan, manajemen pendapatan, manajemen persediaan, manajemen pesanan, penagihan, e-commerce, dan CRM.

Fungsi utama Oracle Netsuite adalah untuk memudahkan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional yang biasanya disebut dengan “back-end”, dengan sistem yang sudah disediakan sehingga dapat mempercepat waktu dalam menjalankan suatu kegiatan perusahaan untuk mencapai operational excellence.

Berikut adalah manfaat dan keuntungan menggunakan Oracle Netsuite bagi perusahaan:

1. Dapatkan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh proses bisnis

Ketika bisnis semakin berkembang dan jumlah data yang dihasilkan dari setiap departemen setiap harinya semakin banyak, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan sistem ERP tradisional atau hanya menggunakan aplikasi terpisah yang digunakan masing-masing departemen.

Dengan solusi ERP modern seperti Oracle Netsuite, perusahaan akan mendapatkan visibilitas menyeluruh atau yang dikenal dengan istilah “360 view” terhadap seluruh proses bisnis. Seluruh tim antar departemen juga dapat membuat laporan dengan cepat karena mereka mendapatkan data secara real-time yang terintegrasi antar departemen.

Mendapatkan data secara real-time dan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh proses bisnis dalam satu platform akan membantu perusahaan membuat keputusan berdasarkan data yang tersedia sehingga hasilnya lebih akurat.

2. Memudahkan proses berbagi data antar departemen

Oracle Netsuite memungkinkan perusahaan untuk secara otomatis membagikan data yang berasal dari tim pemasaran, penjualan, keuangan, dan departemen lainnya ke pengguna yang membutuhkan data tersebut. Dengan Oracle Netsuite, dipastikan bahwa setiap pengguna mengambil data dari sumber yang sama – dengan begitu kita dapat memastikan bahwa setiap pengguna dari setiap departemen memiliki akses ke data yang sama untuk menjaga kualitas data yang tersedia.

Namun, meskipun proses berbagi data antar departemen sangat mudah, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah penyalahgunaan hak akses. Oracle NetSuite juga dilengkapi dengan fitur yang berguna untuk mengontrol departemen atau individu mana yang dapat mengakses data tertentu dengan menyesuaikan izin hak aksesnya.

3. Kemudahan integrasi dengan aplikasi bisnis lainnya

Salah satu keuntungan utama yang akan didapatkan dengan Orace Netsuite adalah perusahaan dapat mengintegrasikan sistem ERPnya dengan aplikasi penting lainnya – contohnya dengan aplikasi CRM yang sudah terlebih dahulu digunakan dan diandalkan untuk mengelola pelanggan.

4. Mudah untuk disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang unik

Oracle NetSuite adalah solusi yang dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan banyaknya modul komprehensif yang tersedia di platform Oracle Netsuite, Anda dapat menyesuaikan sistem ERP yang digunakan dengan proses bisnis yang berlaku diperusahaan.

5. Biaya investasi lebih efisien

Selain on-premise, Oracle Netsuite juga tersedia dalam solusi berbasis cloud, yang mana akan menjadikan investasi teknologi lebih terjangkau karena tidak membutuhkan biaya tambahan lain untuk hardware atau biaya pemeliharanaan lainnya. Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan dari berbagai ukuran, dan tidak terbatas pada satu industri saja.

Bagaimana Cara Mengimplementasi Oracle Netsuite untuk Perusahaan?

Jika Anda tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai Oracle Netsuite, Anda dapat menghubungi tim kami di marketing@phintraco.com atau kunjungi page berikut ini untuk dapatkan trial gratis selama 30 hari:

https://phincon.com/erpsolution/

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/products/erp.shtml

https://www.netsuite.co.uk/portal/uk/company/why-netsuite.shtml

Apa yang Menjadikan Suatu Sistem ERP Modern?

By | 2021-07-25T20:50:45+00:00 May 17th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Saat berencana mengganti sistem ERP lama dengan sistem ERP yang baru, pertanyaan yang sering muncul adalah: Apa yang membedakan sistem ERP yang saat ini digunakan dengan sistem ERP modern? Dimanakah letak modernisasinya?

Banyak sumber mengatakan solusi ERP modern adalah solusi berbasis cloud yang dapat dikelola oleh tim internal atau pihak ketiga. Dengan solusi ERP berbasis cloud, artinya perusahaan tidak perlu menginvestasikan pembelian server fisik beserta biaya perawatannya.

Namun, sebenarnya solusi ERP modern tidak hanya soal cloud atau on-premise. Keunggulan utama yang menjadikan suatu solusi ERP dapat dikatakan modern adalah fleksibilitas yang ditawarkan khususnya untuk beradaptasi dengan teknologi yang sudah ada dalam suatu perusahaan.

Solusi ERP modern selangkah lebih maju dari ERP tradisional dalam banyak aspek – seperti fleksibilitas, kemudahan integrasi antar aplikasi, dan fungsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang unik. Sehingga, solusi ERP modern ini bersifat adaptif, yang mana tim IT akan lebih mudah mengintegrasikan teknologi yang sudah ada dengan sistem ERP yang baru.

Sebenarnya, awal mula sistem ERP diciptakan hanya untuk manajemen inventory. Namun, seiring dengan kecanggihan teknologi, sistem ERP digunakan untuk mengotomatiskan seluruh pekerjaan back office dan merampingkan alur kerja di seluruh departemen.

Sistem ERP kini berkembang pesat melampaui fungsi aslinya, yang saat ini disebut sebagai sistem ERP modern. Sistem ERP modern terdiri dari serangkaian modul terintegrasi yang diperlukan bisnis untuk merampingkan operasional. Modul-modul yang tersedia di sistem ERP modern diantaranya adalah Financial Management, Order Management, Production Management, Supply Chain Management, Warehouse and Order Fulfillment, dan Human Capital Management.

Salah satu contoh sistem ERP modern yang menjadi pilihan banyak perusahaan adalah Oracle Netsuite. Oracle Netsuite terbukti menjadi solusi bagi perusahaan dari berbagai skala untuk mencapai operational excellence. Jika Anda membaca artikel ini, mungkin Anda juga sedang mencari tahu mengenai tanda bagi perusahaan yang membutuhkan sistem ERP modern sebagai pengganti sistem ERP lama atau baru mulai menggunakan sistem ERP untuk mendukung kegiatan operasional.

Dapatkan informasi lebih lanjut tentang “4 Tanda Perusahaan Membutuhkan Solusi ERP Modern” di artikel berikut ini:

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com 

https://phincon.com/erpsolution/

 

Referensi:

https://solutionsreview.com/enterprise-resource-planning/understanding-the-components-of-modern-erp/

Fungsi dan Manfaat API untuk Bisnis di Era Digital

By | 2021-07-25T20:54:12+00:00 January 8th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Di era digital seperti saat ini, pemanfaatan website atau aplikasi dapat menjadi kunci bagi pelaku bisnis untuk terus berinovasi dan berekspansi. Dengan berbagai aktivitas yang dilakukan pelanggan melalui website atau aplikasi, perusahaan mendapatkan banyak data yang dapat dimanfaatkan untuk membantu bisnis semakin berkembang. Data yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai yang berguna untuk bisnis, kini semakin disadari manfaatnya.

Maka dari itu, untuk mendapatkan data yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk membantu bisnis semakin berkembang di masa depan, perusahaan perlu memiliki platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, menyederhanakan operasional, serta mempercepat inovasi produk. Bagaimana cara melakukannya? Jawabannya adalah dengan memanfaatkan API atau Application Programming Interface. API memungkinkan developer untuk mengembangkan sebuah website atau aplikasi dengan berbagai fitur yang lebih fungsional dan kompleks, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggannya secara lebih efektif.

Apa Saja Fungsi dan Manfaat API untuk Bisnis di Era Digital?

Dengan strategi API yang tepat, fungsi API dapat membantu perusahaan memiliki kemampuan untuk:

1. Terhubung dengan pelanggan

Pemanfaatan API yang tepat dapat membuat developer lebih berinovasi dalam merancang aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan pada akhirnya membantu perusahaan menciptakan interaksi pelanggan pada tingkat yang lebih personal.

Banyak yang belum menyadari bahwa strategi API yang tepat dapat membantu developer membuat pelanggan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan suatu brand atau perusahaan, karena semua yang pelanggan butuhkan dapat dilakukan melalui website atau aplikasi yang tersedia. Dengan begitu, strategi API yang tepat memberikan perusahaan kesempatan untuk meningkatkan customer engagement.

2. Menyederhanakan operasional

Perusahaan juga dapat menggunakan strategi API untuk menyederhanakan operasional di internal perusahaan. Contohnya, perusahaan dapat memanfaatkan API untuk mendistribusikan informasi kepada tim sales untuk memberikan penawaran harga yang tepat kepada calon pelanggan, melalui website dan aplikasi yang dapat di akses di mana saja. Contoh lainnya, API membantu tim HR untuk memproses klaim karyawan dengan lebih mudah dan cepat, serta meminimalisir kesalahan atau human error.

Tantangan yang Sering Dihadapi dalam Proses Pengembangan dan Integrasi API

Setelah mengetahui fungsi dan manfaat API untuk bisnis di era digital, pelaku bisnis juga perlu memahami tantangan yang sering dihadapi dalam proses pengembangan dan integrasi API, serta solusi untuk mengatasinya. Simak penjelasan berikut.

Saat ini, banyak perusahaan yang mengombinasikan teknologi, sistem komputer, aplikasi, dan proses bisnis yang rumit untuk mengatasi tantangan dalam perusahaan. Sistem lama yang digunakan perusahaan akan semakin tidak berfungsi secara efektif seiring dengan berjalannya waktu, karena sistem lama tidak dapat diintegrasikan dengan teknologi baru seperti aplikasi SaaS dan API modern. Terkadang, masalah ini dapat diatasi dengan melakukan integrasi point-to-point di antara sistem yang ada. Namun, integrasi point-to-point ini tidak dapat diandalkan sepenuhnya karena akan menghadirkan banyak kerugian bagi perusahaan.

Tantangan lainnya yang sering dihadapi dalam proses pengembangan dan integrasi API adalah ketidakmampuan developer dalam merancang, menguji, dan memantau API tersebut secara efektif dan tepat sasaran.

Atasi Tantangan dalam Proses Pengembangan dan Integrasi API dengan Solusi API Management

Untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan dalam proses pengembangan dan integrasi API, PhinCon menawarkan solusi API management dari Mulesoft.

Solusi API management dari PhinCon menawarkan kemudahan bagi perusahaan dan developer untuk melakukan proses pengembangan dan integrasi API.

Solusi API management dapat dimanfaatkan untuk merancang, membangun, mengamankan, memantau, dan mengelola API perusahaan, serta memberikan feedback dan insight ke dalam design dan fitur API. Solusi ini juga memudahkan developer untuk melakukan integrasi tanpa batas di seluruh lingkungan perusahaan, memudahkan pendistribusian informasi di seluruh aplikasi, layanan, dan sistem yang dimiliki perusahaan – bahkan di sistem lama sekali pun.

Solusi ini menyediakan konektivitas yang memungkinkan developer untuk mengakses sistem dan data perusahaan untuk mengembangkan API yang lebih canggih di masa depan. Selain itu, pemanfaatan solusi API management membantu developer merancang dan membangun API yang dapat bekerja sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

Solusi API Management memberi kemudahan bagi perusahaan – khususnya developer untuk merancang, mengembangkan, mengimplementasi, dan memantau API – bahkan saat API perlu diintegrasikan dengan sistem lama. Solusi API management juga membantu perusahaan memanfaatkan data yang sudah disimpan di sistem internal, meningkatkan customer engagement, menyederhanakan operasional bisnis, dan menciptakan produk dan layanan baru yang inovatif dan sesuai dengan situasi market.

Kesimpulannya, solusi API management dapat memberi banyak manfaat baru bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis mereka di era yang memerlukan platform digital untuk terus berinovasi dan berekspansi, baik dari sisi internal (karyawan dan proses operasional) atau pun eksternal (pelanggan).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi API management, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com

 

Referensi:

https://www.mulesoft.com/resources/api/connected-business-strategy

Artikel terkait:

Pengertian dan Cara Kerja API (Application Programming Interface)

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US