Strategi Reaktif dan Proaktif Untuk Media Sosial: Strategi Apa yang Harus Diterapkan?

By |2021-07-25T20:49:40+07:00June 25th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Menentukan strategi tepat untuk memanfaatkan media sosial sebaik-baiknya bukanlah hal yang sederhana. Banyak faktor yang memengaruhi eksistensi sebuah bisnis di media sosial, contohnya adalah topik konten harus relevan dengan target audiens dan suatu brand harus memberikan respon yang sigap untuk setiap pelanggan yang berinteraksi di platform media sosial tersebut.

Dalam mengelola media sosial, terdapat dua strategi yaitu Reaktif dan Proaktif. Untuk Reaktif, artinya adalah ketika perusahaan bereaksi terhadap situasi dan tren yang terjadi dan melakukan tindakan yang berdampak pada bisnis saat situasi dan tren tersebut telah terjadi. Bentuk penerapannya pada pengelolaan media sosial adalah merespons interaksi pelanggan yang masuk di seluruh platform media sosial dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Sedangkan untuk Proaktif, strategi ini berfokus pada antisipasi yang dilakukan perusahaan untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi di masa depan. Perencanaan antisipasi tersebut telah disiapkan dari jauh-jauh hari.

Selain itu, untuk berinteraksi dengan pelanggan, strategi Proaktif tidak menunggu sampai pelanggan menghubungi perusahaan untuk menyampaikan kendala atau keluhannya. Contoh penerapannya pada pengelolaan media sosial adalah menyiapkan perencanaan dan penjadwalan konten media sosial untuk beberapa bulan sebelum konten tersebut dibuat. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk membangun engagement yang lebih tinggi dengan pelanggan, karena konten yang dibuat akan disesuaikan dengan segmentasi dan preferensi masing-masing audiens.

Mana yang lebih baik untuk media sosial, strategi Reaktif atau Proaktif?

Jika melihat arti dan fungsi masing-masing strategi ini, baik Reaktif atau Proaktif sama-sama dibutuhkan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan dan mengembangkan bisnis di masa depan. Dengan strategi Reaktif, segala kebutuhan pelanggan yang masuk dalam platform media sosial akan senantiasa dikelola oleh tim terkait. Dengan strategi Proaktif, perusahaan akan jauh lebih siap menanggapi situasi potensial, sehingga dapat mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut dialami oleh pelanggan.

Untuk melihat perbandingan aktivitas strategi Reaktif dan Proaktif untuk media sosial secara lebih rinci, mari kita lihat tabel di bawah ini:


Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Reaktif dan Proaktif untuk media sosial merupakan strategi yang sama pentingnya untuk bisnis. Jika hanya menjalankan salah satu strategi, layanan pelanggan yang maksimal sulit untuk dicapai karena kebutuhan pelanggan akan berbeda dan bergerak cepat dari waktu ke waktu.

Bagi sebagian perusahaan, mengelola media sosial mungkin masih terlihat sederhana. Namun untuk mencapai hasil yang maksimal, pengelolaan media sosial membutuhkan kedua strategi Reaktif dan Proaktif, dukungan SDM yang kompeten serta dukungan teknologi yang mengikuti perkembangan zaman.

Untuk solusi pengelolaan media sosial, Anda dapat menyerahkan urusan tersebut kepada partner Business Process Outsourcing (BPO) terpercaya yang menyediakan layanan Digital Engagement. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan Digital Engagement, Anda dapat segera menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.termscompared.com/proactive-strategies-vs-reactive-strategies/

https://smallbusiness.chron.com/difference-between-proactive-reactive-business-strategy-62157.html

https://ghidotti.com/proactive-vs-reactive-social-media-plans/