Blog

Tren Digital Customer Experience yang Perlu Diperhatikan di 2022 24 December 2021 Blog

Tren Digital Customer Experience yang Perlu Diperhatikan di 2022

Bagi sebagian besar pendiri perusahaan dan pemilik bisnis, customer experience (CX) adalah faktor yang menjadi perhatian utama. Untuk mendapatkan customer experience yang maksimal dan sesuai kebutuhan pelanggan tidaklah mudah. Banyak perusahaan kecil dan besar telah menghabiskan banyak uang dan tenaga untuk meningkatkan customer experience yang mereka punya dan mengungguli persaingan di pasar. Selain itu, perubahan perilaku pelanggan dan peralihan ke digital customer experience yang semakin cepat karena pandemi telah mendorong perusahaan untuk bisa mengejar laju perkembangan dan menerapkan teknologi baru dengan harapan mendapatkan keunggulan kompetitif.

Tren Digital Customer Experience 2022

Sejak tahun lalu, banyak perubahan telah terjadi dan beberapa tren terus berkembang dalam meningkatkan customer experience. Jika Anda ingin meningkatkan customer experience perusahaan Anda pada 2022, Anda tidak boleh melewatkan beberapa tren berikut.

Data dan Privasi Adalah Pertimbangan Penting

Permasalahan data dan privasi bukanlah hal yang mengejutkan karena dunia perlahan bergerak menuju digitalisasi. Seiring berkembangnya zaman, para pelanggan pun menyadari urgensi dari kebocoran data dan hilangnya privasi di era digitalisasi. Sehingga, para pelanggan saat ini cenderung sulit untuk bersedia memberikan informasi kecuali ada alasan yang kuat. Maka, tidak mengherankan jika 40% pelanggan saat ini akan memilih untuk berhenti menggunakan produk atau jasa dari perusahaan tertentu jika mereka tidak bisa mengontrol akses ke informasi pribadi mereka sendiri. Untuk memberikan rasa aman ke pada pelanggan dan meningkatkan customer experience, Anda dapat mengimplementasikan beberapa solusi keamanan IT seperti customer identity and access management, threat intelligence, dan solusi lainnya yang ditawarkan oleh Aplikas Servis Pesona.

Menyeimbangkan Interaksi Manusia dan Otomatisasi

Teknologi yang semakin canggih telah mengubah banyak proses bisnis menjadi digital dan otomatis. Otomatisasi terbukti telah menjadi metode yang sesuai untuk memangkas biaya terkait pelayanan pelanggan, serta mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah saat mengubungi contact center perusahaan. Meningkatkan customer experience, otomatisasi tidak selalu menjadi preferensi bagi beberapa perusahaan karena pelanggan masih membutuhkan adanya interaksi manusia untuk mendapatkan customer experience terbaik. Contohnya, ketika perusahaan menggunakan chatbot untuk menjawab masalah pelanggan, beberapa dari mereka lebih suka untuk berbicara langsung dengan manusia. Hal ini karena ada beberapa ketidakpuasan yang dialami pelanggan dengan tanggapan yang diberikan chatbot untuk masalah mereka. Untuk itu, perusahaan harus bisa menyeimbangkan interaksi manusia dan juga otomatisasi untuk mencapai customer experience yang maksimal. Contohnya dengan mengimplementasikan solusi Voice Biometric dan solusi pendukung Contact Center lainnya yang ditawarkan Phintraco Technology.

Mengoptimalkan Customer Experience pada Perangkat Seluler

Perangkat seluler adalah metode paling populer yang digunakan masyarakat untuk mengakses internet saat ini. Perangkat seluler menawarkan kemudahan dalam mobilitasnya karena bentuknya yang bisa dibawa kemanapun. Jika melihat popularitas perangkat seluler saat ini, maka meningkatkan customer experience pada perangkat seluler yang digunakan oleh aplikasi perusahaan adalah cara terbaik untuk memberikan customer experience yang unggul bagi pelanggan. Aplikasi pada perangkat seluler harus memenuhi standar pelanggan karena perangkat seluler sendiri sudah memberikan mobilitas yang baik bagi mereka. Perusahaan yang ingin memanfaatkan tren optimalisasi customer experience pada perangkat seluler harus memusatkan upaya mereka pada peningkatan navigasi situs web, mengurangi waktu muat, dan meningkatkan analisis data untuk mengetahui insight yang memaksimalkan customer experience. Mengoptimalkan customer experience pada perangkat seluler dapat dibantu dengan mengimplementasikan solusi API management, Data Analytic, dan solusi lainnya yang ditawarkan PhinCon.

Peran Empati Membentuk Customer Experience

Ketika ingin memberikan customer experience yang unggul, perusahaan harus memiliki empati untuk mengerti apa yang terbaik. Empati yang biasa digambarkan sebagai sebuah pengamatan dan pemahaman tentang situasi, perasaan, dan emosional pelanggan sangat berperan penting dalam memberikan customer experience yang maksimal. Pelanggan tidak akan meluangkan waktu untuk membaca pesan panjang pada iklan perusahaan Anda. Anda harus membuat perusahaan Anda lebih menarik perhatian, mudah didekati, dan menciptakan cara baru untuk melibatkan pelanggan secara emosional. Contoh implementasinya adalah dengan menyediakan pengalaman contact center yang terasa dekat dan intim dalam menyelesaikan permasalahan pelanggan. Mitracomm Ekasarana menyediakan agen contact center berpengalaman yang bisa membantu perusahaan Anda untuk mencapai customer experience terbaik.

 

Tren di atas menunjukkan bahwa untuk mencapai customer experience yang unggul bukanlah perkara mudah. Bahkan keadaan pandemi pun telah memaksa perusahaan untuk mengikuti perilaku konsumsi pelanggan yang berbeda dan cenderung ingin tanpa batas. Perusahaan harus berinvestasi pada teknologi dan solusi yang diperlukan untuk menghadapi tuntutan, dan memenuhi permintaan pelanggan jika ingin bisnis perusahaan mereka berkembang.

Phintraco Group bersama anak perusahaannya siap untuk mendukung implementasi solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda untuk memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan. Hubungi kami melalui marketing@phintraco.com untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi teknologi yang tepat untuk perusahaan Anda meningkatkan customer experience.

 

 

Referensi:

https://mopinion.com/digital-customer-experience-cx-trends-2022/

https://customerthink.com/top-customer-experience-trends-for-2022/

 

Artikel terkait:

Tren Teknologi Tahun 2022 Versi Gartner, Bantu Pertumbuhan Bisnis Anda

Continue Reading  
Inovasi Tren Cloud Computing 2022 Fokus Meningkatkan User Experience 03 December 2021 Blog

Inovasi Tren Cloud Computing 2022 Fokus Meningkatkan User Experience

Teknologi cloud computing telah menjadi salah satu tren yang tetap eksis selama 2020 hingga 2021. Bahkan menurut Gartner, tren ini akan bertahan hingga 2022 dengan permintaan yang lebih tinggi lagi. Tingginya permintaan ini karena adanya perubahan sistem kerja karyawan berbasis virtual dan juga banyaknya perusahaan yang beradaptasi dengan berpusat pada layanan digital. Maka dari itu, pada tahun 2022, tren cloud computing diprediksikan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat.

Tren Cloud Computing 2022

Cloud computing dideskripsikan sebagai sebuah teknologi yang memanfaatkan metode pengunaan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi. Perbedannya dengan penyimpanan IT trandisional adalah adanya autorisasi para pengguna untuk akses ke penyimpanan ini. Konsep cloud computing telah menciptakan minat yang besar untuk banyak perusahaan yang mencari solusi untuk kelangsungan bisnis dalam efisiensi biaya dan peningkatan skalabilitas. Dengan minat besar ini, berikut adalah beberapa tren cloud computing yang akan berlanjut hingga tahun 2022 yang harus Anda perhatikan.

Edge Computing

Sistem cloud yang terpusat tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Sehingga, saat ini ada inovasi untuk menjadikan penyimpanan informasi menjadi terdesentralisasi (tidak terpusat) melalui edge computing. Selain itu, edge computing juga membantu meringkankan latensi dengan meminimalkan beban di cloud dan memungkinkan pengguna untuk mengakses cloud hanya jika diperlukan. Edge computing juga dapat menjadi solusi masalah privasi dan keamanan data pada cloud. Dengan edge computing, perusahaan Anda dapat meningkatkan produktivitas dengan menurunkan latensi, biaya, dan ancaman keamanan.

Hybrid dan Multi-Cloud

Perusahaan biasanya memiliki dua alternatif dalam hal migrasi cloud, yaitu public cloud atau private cloud. Private cloud memungkinkan perusahaan untuk menyimpan data mereka secara fleksibel dengan kecepatan transfer data yang tinggi. Sedangkan public cloud, data akan diolah oleh penyedia server (pihak ketiga) sehingga dapat menurunkan biaya infrastuktur. Kedua cloud ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena itu, tren hybrid and multi cloud muncul untuk memberikan solusi alternatif. Hybrid cloud adalah penyimpanan yang cocok untuk mengurangi kompleksitas data besar yang sering diakses dari perangkat lokal, sambil memindahkan arsip ke penyedia public cloud. Sedangkan multi cloud adalah ketika dua public cloud dapat beroperasi bersama yang dapat mengurangi data yang dibagikan berulang.

Serverless Computing

Serverless computing juga sering disebut sebagai functions-as-a-service, yaitu cloud computing yang menawarkan kemudahan bagi perusahaan untuk menggunakan cloud computing tanpa harus menyewa server atau membayar bandwidth setiap bulan. Meskipun namanya serverless, tentu saja tidak benar-benar tanpa server. Server yang digunakan tetap ada, namun hanya ada pengadaan tingkat abstraksi lain antara pengguna dan platform. Dengan ini, pengguna tidak harus berurusan dengan konfigurasi dan hal teknis lainnya. Ada banyak keuntungan yang didapat dari serverless computing, termasuk manajemen operasional yang sederhana, tidak ada administrasi sistem, liabilitas yang rendah, dan masih banyak lagi.

Teknologi AI dalam Cloud Computing

Cloud computing berperan besar di industri teknologi yang menggunakan AI atau Artficial Intelligence. AI pun akan erat hubungannya dengan machine learning yang membutuhkan processing power dan data bandwidth yang besar. Hal tersebut karena machine learning melakukan pengolahan data dan data center berbasis cloud tersedia. AI yang biasa kita gunakan dalam pencarian Google dan sejenisnya berada di cloud, lalu machine learning mengarahkan data traffic dari data center ke device. Perkembangan dan evolusi cloud serta AI saling terkait erat , sehingga akan terus berkembang selama tahun 2022 hingga masa yang akan datang. Tren kuat dalam AI akan memunculkan algoritma yang kreatif. Machine learning dapat membuat apa saja mulai dari seni hingga data sintetis untuk melatih AI meningkatkan akurasi yang dapat dipahami oleh manusia pada umumnya. Cloud computing akan sangat berperan dalam memberikan layanan tersebut kepada pengguna serta membangun infrastruktur yang layak untuk menghasilkan tingkat akurasi yang tepat.

 

Beberapa tren di atas diyakini akan memiliki peran penting dalam tren cloud computing yang lebih luas dalam menghasilkan user experience baru. Invoasi tren cloud cumputing perlahan menjadi sebuah invoasi yang dapat diakses di seluruh sistem dan lanskap digitalnya hingga dapat memudahkan para pengguna. Tidak dapat disangkal bahwa perkembangan cloud computing telah mengubah penggunaan IT untuk bisnis perusahaan. Pastikan perusahaan Anda bisa mengikuti perkembangan ini untuk mendapat hasil yang lebih maksimal.

 

Hubungi kami di marketing@phintraco.com jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tren cloud computing dan penerapannya untuk perkembangan bisnis Anda.

 

Referensi:

https://www.gartner.com/en/information-technology/insights/top-technology-trends

https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2021/10/25/the-5-biggest-cloud-computing-trends-in-2022/?sh=46b6fa572267

https://mticollege.edu/blog/technology/cloud-computing-trends/

 

Artikel terkait:

Tren Teknologi Tahun 2022 Versi Gartner, Bantu Pertumbuhan Bisnis Anda

Continue Reading  
Tren Teknologi Tahun 2022 Versi Gartner, Bantu Pertumbuhan Bisnis Anda 26 November 2021 Blog

Tren Teknologi Tahun 2022 Versi Gartner, Bantu Pertumbuhan Bisnis Anda

Pandemi COVID-19 diprediksi akan tetap berlanjut hingga 2022, serta masih akan berdampak pada kehidupan masyarakat terutama untuk sektor ekonomi dan bisnis. Perkembangan teknologi yang terjadi selama pandemi telah mendorong para pelaku bisnis dan ekonomi untuk mampu bertahan dan mengejar laju transformasi serta bersaing di industri. Urgensi ini lah yang menginisiasi tren teknologi tahun 2022 untuk semakin fokus pada mengukir perubahan dan mempercepat pertumbuhan di bagian ekonomi dan bisnis.

Tren Teknologi Tahun 2022

Tuntutan bisnis untuk mencapai pertumbuhan melalui hubungan atau koneksi dengan pelanggan akan disorot dalam setiap tren teknologi tahun 2022 berdasarkan Gartner. Berikut adalah 7 tren teknologi tahun 2022, di antaranya:

1.      Total Experience (TX)

Sama seperti tren teknologi tahun 2021, total experience (TX) diprediksikan akan menjadi tren teknologi tahun 2022. TX adalah salah satu pendekatan untuk meningkatkan seluruh rangkaian manajemen pelanggan dan karyawan perusahaan. Customer experience (CX), employee experience (EX), user experience (UX), dan multi-experience (MX) adalah bagian dari TX. TX memiliki tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan serta karyawan. Proses bisnis hasil dari TX yang adaptif dan fleksibel akan meningkatkan penjualan dan laba dari perusahaan. Pengimplementasian solusi Human Capital Management (HCM), Customer Relationship Management (CRM), dan Unifed Communication merupakan salah satu bentuk menjejaki dan mengekspresikan tren TX dalam perusahaan. Solusi-solusi yang berkaitan dengan total experience, dapat Anda konsultasikan bersama Phintraco Technology, MitraComm Ekasarana, dan Phintraco Consulting.

2.      Cloud-Native Platform (CNP)

Transformasi digital mendorong hampir semua sistem untuk bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Maka dari itu, tren teknologi tahun 2022 kedepannya perusahaan harus beralih dari cara pemindahan tradisional ke CNP untuk menyediakan kemampuan digital yang efektif dan fleksible. CNP memanfaatkan fitur utama komputasi cloud untuk menawarkan kemampuan IT yang skalabel dan fleksibel kepada pengguna teknologi yang memanfaatkan internet, sehingga menghasilkan waktu yang diperlukan lebih cepat dan biaya yang lebih rendah. Pengimplementasian solusi Google Cloud Platform (GCP) yang disediakan PhinCon merupakan salah satu bentuk menjejaki dan mengekspresikan tren CNP dalam perusahaan.

3.      Distributed Enterprise

Tahun 2022 masih marak melakukan pola kerja remote dan hybrid. Tren teknologi tahun 2022 nantinya, perusahaan dengan sistem office-centered perlahan-lahan beralih menjadi distributed enterprise. Distributed enterprise menggunakan layanan cloud, telekomunikasi nirkabel dan seluler, serta WAN berkecepatan tinggi untuk dapat menghubungkan kantor pusat dengan cabang. Perusahaan dapat melakukan pengambilan keputusan real-time dengan distributed enterprise karena semua aset dapat diakses tanpa melalui sentral data terpusat. Distributed enterprise dapat memastikan bahwa lokasi aset yang berbeda dapat diakses dengan aman tanpa menambahkan kerumitan dalam prosesnya. Jika perusahaan Anda ingin mengimplementasikan Distributed Enterprise, perusahaan Anda dapat bekerja sama dengan Phintraco Technology yang bergerak di bidang IT Infrastructure.

4.      Cybersecurity Mesh

Akhir 2021 masih dihebohkan dengan permasalahan serangan siber. Cybersecurity Mesh masih akan menjadi tren teknologi tahun 2022. Cybersecurity mesh merupakan integrasi keamanan yang menunggunakan jaringan lebih luas daripada covert computation, yang berfokus pada keamanan data. Cybersecurity mesh adalah pendekatan yang melindungi setiap perangkat satu per satu dengan perimeternya. Cara ini memungkinkan tim IT untuk melacak dan memantau tingkat akses yang berbeda dengan lebih baik ke berbagai bagian jaringan. Selain itu, cybersecurity mesh juga memungkinkan siapa saja untuk mengakses aset digital di mana pun dengan aman. Pengimplementasian solusi Customer Identity and Access Management (CIAM), Identity and Access Management (IAM), dan Privileged Access Management (PAM) merupakan salah satu bentuk menjejaki dan mengekspresikan tren CNP dalam perusahaan. Solusi-solusi tersebut tersedia di Aplikas Servis Pesona.

5.      Hyperautomation

Hyperautomation merupakan sebuah pendekatan yang menggunakan teknologi modern dan canggih seperti artificial intelligence (AI), machine learning (ML), dan robotic process automation (RPA) untuk mengotomasi banyak proses bisnis yang biasanya dilakukan oleh manusia. Penggunaan hyperautomation masih akan menjadi tren teknologi tahun 2022. Perlu digarisbawahi bahwa pengimplementasian hyperautomation tidak berarti mengganti semua pekerjaan yang dilakukan manusia, namun lebih ke memberikan bantuan dan mempermudah pekerjaan agar karyawan bisa lebih fokus kepada hal yang lebih berharga dan penting bagi perusahaan. Pengimplementasian solusi Robotic Process Automation (RPA) yang disediakan PhinCon merupakan salah satu bentuk menjejaki dan mengekspresikan tren hyperautomation dalam perusahaan.

6.      Privacy-Enhancing Computation (PEC)

Privacy-enhancing computation (PEC) akan menjadi tren teknologi tahun 2022 karena keamanan digital akan semakin penting di masa yang akan datang. Menggunakan Privacy-enhancing computation (PEC) akan mengamankan data digital yang sedang digunakan sambil mempertahankan privasi atau kerahasiaannya. Karena prosesnya dilakukan secara bersamaan, maka sistem ini dapat meminimalisir waktu yang digunakan lebih banyak. Teknik yang ada di sistem ini biasanya sulit dicapai dengan pendekatan keamanan yang konvensional. Maka dari itu, PEC sangat diperlukan oleh perusahaan untuk meningkatkan keamanan dan privasi informasi yang bersifat pribadi dan sensitif dalam waktu yang efisien. Pengimplementasian solusi Privileged Access Management (PAM), Security Information and Event Management (SIEM), Network Traffic Analytic, Data Loss Prevention, Fraud Analytic, dan Identity Governance and Administration merupakan salah satu bentuk menjejaki dan mengekspresikan tren PEC dalam perusahaan. Anda dapat menghubungi Phintraco Technolgy dan Aplikas Servis Pesona jika ingin mengimplementasikan PEC di perusahaan Anda.

7.      Generative Artificial Intelligence (AI)

Generative AI adalah salah satu pendekatan AI yang paling menonjol dan efektif di pasaran. Generative AI mengacu pada algoritma kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna untuk membuat konten baru, unik, dan logis dengan memanfaatkan konten atau objek dari data yang ada. Generative AI dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda, termasuk mengembangkan software code, memfasilitasi penelitian medis, dan pemasaran bisnis yang ditargetkan. Namun, inovasi ini juga dapat disalahgunakan untuk penipuan, penggelapan, dan tindakan kriminal lainnya. Pengimplementasian solusi AI dapat Anda konsultasikan bersama PhinCon yang merupakan perusahaan IT Consulting and services.

 

Dari ketujuh tren teknologi teratas yang telah dijelaskan, apakah perusahaan Anda saat ini sudah mempunyai sistem yang mumpuni untuk mengimbangi tren teknologi tahun 2022? Jika Anda masih mengevaluasi kesiapan sistem perusahaan dan ingin mencari tahu informasi lebih banyak lagi, Anda dapat menghubungi kami, Phintaro Group. Phintraco Group dan setiap anak perusahaannya akan selalu siap untuk ikut ambil bagian dari transformasi teknologi yang ingin dicapai perusahaan Anda untuk meningkatkan customer experience agar bisa mengikuti tren yang ada.

 

Hubungi kami melalui email di marketing@phintraco.com untuk mengetahui solusi teknologi yang tepat untuk perusahaan Anda.

 

Referensi:

https://www.gartner.com/en/newsroom/press-releases/2021-10-18-gartner-identifies-the-top-strategic-technology-trends-for-2022

Continue Reading