#TechnologyattheCore

/Tag: #TechnologyattheCore

Memastikan Keamanan Aplikasi Mobile Banking di Perangkat yang Berisiko Tinggi

By | 2021-07-29T01:23:59+00:00 July 23rd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Terbukti bahwa pandemi telah mengubah cara nasabah berinteraksi dengan suatu bank pilihannya. Yang dulu mungkin lebih nyaman dengan mengunjungi cabang terdekat, kini nasabah lebih nyaman menggunakan aplikasi digital jika perlu menggunakan layanan perbankan. Hal ini dibuktikan oleh beberapa hasil survey, salah satunya dari Aite Group yang menunjukan bahwa jumlah nasabah bank berdasarkan generasi yang menggunakan aplikasi digital meningkat pesat. 84% millennial, 72% Gen X, dan 38% baby boomers kini mengakses akun bank mereka menggunakan telepon genggam, setidaknya satu kali dalam seminggu.

Namun, bukan hanya perbankan dan nasabahnya yang mengikuti perkembangan zaman, tapi juga pihak yang tak bertanggung jawab seperti penjahat siber. Mereka memanfaatkan celah keamanan yang ada pada telepon genggam untuk melakukan aksinya karena dianggap paling mudah untuk disusupi. Pernyataan tersebut terbukti dari hasil laporan Pakar Industri yang menyatakan bahwa ada kenaikan sebanyak 37% di periode Q1 2020 pada kasus serangan mobile phishing secara global dan kenaikan sebanyak 173% untuk kasus trojan mobile banking dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Mengapa banyak kasus serangan siber menargetkan pengguna aplikasi mobile?

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi evolusi yang luar biasa pada fungsi aplikasi mobile. Saat ini, aplikasi mobile dapat menawarkan berbagai macam layanan, termasuk layanan transaksi berisiko tinggi yang umumnya adalah transaksi finansial. Terlebih saat ini, aplikasi mobile banking tidak lagi hanya digunakan untuk memeriksa saldo rekening bank atau mentransfer sejumlah uang. Aplikasi mobile banking kini sudah berevolusi menjadi identitas digital masing-masing nasabah.

Karena kemudahan tersebut, banyak nasabah yang tertarik dengan penggunaan aplikasi mobile ini, dan sudah disebutkan sebelumnya bahwa ini terbukti dari hasil survey yang menunjukkan peningkatan minat seseorang terhadap fungsi aplikasi mobile untuk menikmati berbagai macam layanan termasuk layanan finansial.

Sayangnya, telepon genggam yang dimiliki nasabah sangat rentan terhadap serangan siber karena telepon genggan digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti mencari hiburan, akses media sosial, mengirim pesan, serta belanja kebutuhan primer dan sekunder. Analoginya, aplikasi perbankan yang di install pada suatu perangkat yang memiliki 10 aplikasi lainnya dapat menambah celah keamanan baru karena sumber dan developer aplikasi mungkin saja tidak diperhatikan kredibilitasnya oleh pengguna telepon genggam tersebut, sehingga akan berdampak pada keamanan aplikasi perbankan yang di install pada perangkat yang sama.

Apa cara yang dapat dilakukan perbankan untuk memastikan keamanan aplikasi mobile banking di perangkat yang berisiko tinggi?

Untuk memastikan keamanan aplikasi mobile banking di perangkat yang berisiko tinggi, perbankan dan institusi finansial lainnya dapat mengimplementasi Mobile App Shielding sebagai solusi keamanan aplikasi mobile banking yang membantu aplikasi beroperasi secara aman tanpa memengaruhi kualitas user experience.

Mobile App Shielding memperkuat perfoma aplikasi dengan memungkinkannya tetap berfungsi secara maksimal dan aman bahkan pada perangkat yang terkena serangan rooting atau jailbreak.

Layanan digital dari perbankan atau institusi finansial sangat dibutuhkan oleh nasabah, terlebih di situasi saat ini. Oleh karena itu, mereka perlu memerhatikan kualitas layanan mulai dari kemudahan, kecepatan, dan keamanan yang akan banyak memengaruhi kualitas customer experience. Mengimplementasi Mobile App Shielding dapat membantu perusahaan perbankan menekan angka kasus atau bahkan mencegahnya sekaligus meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Teknologi tersebut akan mengidentifikasi potensi atau risiko yang ada pada setiap penggunaan aplikasi mobile banking, selagi tetap memastikan aplikasi mobile banking berfungsi dengan cepat dan aman di perangkat yang berisiko.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.onespan.com/blog/more-trust-less-mobile-fraud-safer-mobile-banking

Strategi untuk Memastikan Keandalan dan Keamanan Layanan Perbankan Digital

By | 2021-07-29T01:23:03+00:00 July 20th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Dampak pandemi sangat dirasakan oleh beberapa sektor bisnis, tidak terkecuali bagi industri perbankan. Pandemi membuat perbankan dan nasabahnya harus segera beralih ke platform digital untuk memperlancar aktivitas finansial seperti membuka rekening bank baru, mengajukan pinjaman, dan masih banyak lagi aktivitas finansial lainnya.

Namun, digitalisasi dan kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan perbankan tersebut tak hanya berdampak untuk kemudahan nasabah melakukan aktivitas finansial saja. Dampaknya lebih dari itu – yaitu membuka celah dan peluang yang lebih besar bagi penjahat siber untuk melakukan aksinya, menargetkan industri perbankan sebagai korban utama.

Untuk mengantisipasi fenomena ini, pihak terkait perlu mengetahui strategi yang perlu diterapkan industri perbankan untuk memastikan keandalan dan keamanan layanan perbankan digital. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan, berikut penjelasannya:

1. Adopsi pola pikir digital-first dalam suatu organisasi

Agar dapat terus melayani kebutuhan nasabah secara maksimal, tidak ada pilihan lain bagi perbankan selain mengalihkan produk dan layanannya menjadi dapat lebih fleksibel untuk di akses di mana pun dan kapan pun – yaitu memanfaatkan platform digital yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah. Beruntungnya, kehadiran teknologi masa kini memungkinkan industri perbankan dan finansial untuk menyederhanakan proses digitalisasi yang rumit sehingga kini banyak yang berhasil menawarkan layanan perbankan digital secara menyeluruh.

Guna memastikan keandalan dan keamanan layanan perbankan digital, sangat penting bagi industri perbankan untuk mulai mencari teknologi dan solusi keamanan yang mumpuni. Teknologi dan solusi keamanan yang diimplementasikan dapat membuat infrastruktur back-end menjadi lebih agile, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan tanpa mengorbankan keamanan. Selain itu, dengan menjadi digital-first, perusahaan dapat merespons setiap kebutuhan pelanggan yang selalu berubah dan menyesuaikan adaptasi sistem dengan ancaman keamanan yang berevolusi dalam waktu yang cukup singkat.

2. Atur kembali customer journey

Karena semuanya sudah dilakukan secara digital dan aktivitas tatap muka hampir sama sekali tidak lakukan, nasabah memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan digital tersebut. Mereka mengharapkan layanan perbankan dengan alur yang cepat, mudah, dan aman. Jika perusahaan tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, ekspresi kekecewaan yang akan nasabah lakukan akan lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya. Mereka akan tidak ragu untuk berhenti menggunakan layanan atau beralih ke kompetitor.

Oleh karena itu, industri perbankan dan finansial perlu menerapkan teknologi yang mendukung penciptaan layanan perbankan yang cepat, mudah, dan terjamin keamanannya.

3. Memerhatikan risiko layanan perbankan digital

Setelah memenuhi dua strategi sebelumnya, kini saatnya untuk benar-benar memerhatikan risiko layanan perbankan digital yang diberikan kepada nasabah. Langkah ini perlu dipertimbangkan dengan sangat hati-hati karena jika tidak dipikirkan secara menyeluruh, pengguna platform digital yaitu nasabah akan sangat rentan menjadi target serangan siber. Penipuan dan ancaman siber lainnya adalah masalah utama yang dihadapi bank dalam masa digitalisasi ini. Melakukan penilaian rutin dan komprehensif terhadap risiko yang mungkin dihadapi dapat meminimalkan menawarkan peluang terjadinya penipuan atau ancaman siber lainnya.

Ketika memutuskan untuk menghadirkan layanan perbankan digital untuk nasabah, memerhatikan sisi keamanan perlu menjadi konsentrasi setiap perusahaan perbankan. Sebagai salah satu sektor yang sangat perlu bertransformasi untuk mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan, perbankan perlu menjadikan solusi Mobile App Shielding (link) sebagai salah satu solusi tepat untuk atasi tantangan keamanan layanan perbankan digital.

4. Perkuat sistem keamanan aplikasi mobile

Untuk memenuhi kebutuhan transaksi finansial nasabah, perbankan menyediakan layanan yang dapat diakses melalui aplikasi mobile. Namun, kecanggihan tersebut hadir bersamaan dengan risiko tinggi yang dapat menyebabkan kerugian materiil dan non materiil. Oleh karena itu, perbankan harus secara aktif mengupayakan keamanan aplikasi mobile yang digunakan oleh nasabah.

Untuk menjamin keamanan suatu aplikasi mobile yang disediakan untuk nasabah, perbankan dan layanan finansial lainnya harus memanfaatkan solusi Mobile App Shielding. Dengan solusi Mobile App Shielding, aplikasi perbankan dapat selalu terlindungi meskipun perangkat nasabah disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

5. Manfaatkan solusi keamanan yang dilengkapi AI dan machine learning

Keberhasilan strategi keamanan siber saat ini didominasi oleh solusi keamanan yng dilengkapi dengan AI dan machine learning. AI dan machine learning memiliki kemampuan luar biasa untuk memantau pola dan perilaku dalam aktivitas akun di berbagai saluran digital secara otomatis, sehingga membantu tim keamanan IT mengidentifikasi seluruh aktivitas tak biasa atau mencurigakan.

AI dan machine learning memungkinkan bank untuk menemukan aktivitas mencurigakan lebih cepat daripada yang bisa dilakukan manusia, sehingga dapat memaksimalkan pencegahan serangan siber. Selain itu, teknologi dengan AI dan machine learning memungkinkan bank untuk memiliki visibilitas yang jauh lebih besar ke dalam keamanan platform digital dan secara proaktif melakukan tindakan saat ada potensi serangan.

Dalam beberapa bulan terakhir, industri finansial berkembang lebih kompetitif bahkan hanya dengan menyediakan layanan digital untuk nasabahnya. Saat ini, bank konvensional juga mulai menyadari pentingnya melakukan digitalisasi layanan, produk dan seluruh proses yang berkaitan dengan transaksi finansial.

Maraknya digitalisasi harus diupayakan bersamaan dengan keamanan secara menyeluruh. Menerapkan 5 strategi untuk memastikan keandalan dan keamanan layanan perbankan digital ini akan menempatkan perusahaan pada posisi terbaik di mata nasabah, serta mendorong kepuasan dan pertumbuhan nasabah di masa depan.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.onespan.com/blog/banks-improve-digital-services-without-sacrificing-security

Fitur Solusi ERP untuk Perusahaan Distributor

By | 2021-07-25T20:49:16+00:00 July 14th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Setiap harinya, perusahaan distributor mendistribusikan barang dalam jumlah dan jenis yang beragam ke banyak lokasi. Dalam proses distribusi tersebut, tentu mereka perlu secara efektif mengontrol barang apa saja yang perlu didistribusikan, kemana saja barang tersebut harus didistribusikan, kapan jadwal pengirimannya, pihak mana yang akan menerima dan bagaimana cara mengirimkannya. Untuk membantu perusahaan distributor mengatasi tantangan dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi proses bisnisnya, PhinCon menawarkan solusi ERP modern yang memiliki fitur khusus untuk perusahaan distributor.

Berikut adalah fitur solusi ERP yang ditawarkan oleh PhinCon untuk perusahaan distributor:

1. Sederhanakan proses pesanan barang dengan fitur “Order”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang pertama adalah fitur “Order”. Dengan fitur ini, perusahaan distributor dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengontrol proses pesanan secara sederhana melalui berbagai channel seperti melalui web order, direct sales, partner sales, EDI, dan masih banyak lagi sesuai dengan preferensi masing-masing pelanggan.

2. Maksimalkan profit dengan fitur “Sourcing Control”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang kedua adalah fitur “Sourcing Control”. Dengan fitur ini, perusahaan distributor dapat memastikan transparansi proses purchasing, menciptakan hubungan bisnis yang baik antara vendor dan supplier, serta mendapatkan insights yang berguna untuk meningkatkan kinerja dan kualitas perencanaan bisnis.

3. Lacak setiap persediaan barang yang tersimpan di gudang dengan fitur “Warehouse”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang ketiga adalah fitur “Warehouse”. Dengan fitur yang tersedia di solusi ERP ini, perusahaan distributor dapat melacak seluruh pergerakan barang dan transaksi secara real-time, dengan demikian aktivitas operasional gudang setiap harinya dapat dioptimalkan.

4. Jadikan proses pengiriman lebih efisien dengan fitur “Fulfilllment Control”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang keempat adalah fitur “Fulfillment Control”. Dengan fitur fulfillment controls, perusahaan distributor dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman barang sekaligus mengurangi biaya yang diperlukan untuk proses pengiriman tersebut. Apa pun kondisi dan di mana pun lokasinya, pengiriman barang dapat dilakukan dengan tepat waktu.

5. Tingkatkan strategi marketing dengan fitur “Market”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang kelima adalah fitur “Market”. Dengan menggunakan sistem ERP, perusahaan distributor dapat memperluas target marketnya dengan memanfaatkan fitur campaign management, marketing automation, dan analytics tingkat lanjut.

6. Maksimalkan proses penjualan dengan fitur “Sell”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang keenam adalah fitur “Sell”. Solusi ERP dapat meningkatkan efisiensi dan visibilitas menyeluruh terhadap proses penjualan, membantu perusahaan untuk menciptakan sales effort yang sederhana dengan hasil yang maksimal.

7. Kontrol seluruh aktivitas perusahaan dengan pelanggan dalam satu platform melalui fitur “Customer Support”

Fitur solusi ERP untuk perusahaan distributor yang ketujuh adalah fitur “Customer Support”. PhinCon juga menawarkan solusi ERP untuk perusahaan distributor yang mendukung kegiatan self-service customer support. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan akses mandiri ke suatu customer portal untuk menjelajahi informasi penting yang berkaitan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, karyawan yang menangani bagian customer support juga akan mendapatkan informasi detail mengenai case management serta solusi tepat untuk mengatasi kendala yang dialami masing-masing pelanggan.

Demikian 7 fitur solusi ERP yang ditawarkan oleh PhinCon untuk perusahaan distributor. Tentunya, fitur yang tersedia tidak terbatas pada 7 fitur saja, masing-masing perusahaan dapat berkonsultasi bersama tim konsultan kami untuk mendapatkan solusi ERP yang menyediakan fitur serta manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagai perusahaan penyedia solusi IT, PhinCon menyadari kebutuhan perusahaan distributor terhadap teknologi bukan hanya yang dapat memenuhi kebutuhan dari sisi accounting atau keuangan saja, namun juga dari sisi operasional perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu, PhinCon menawarkan solusi ERP yang tepat untuk perusahaan distributor.

Segera hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang fungsi, manfaat dan fitur yang ditawarkan solusi ERP bagi perusahaan distributor.

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale.shtml

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#sell

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#support

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#engage

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#fulfill

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#market

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#warehouse

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#order

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale/features.shtml#source

Fungsi ERP untuk Atasi Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Distributor

By | 2021-07-25T20:49:20+00:00 July 12th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Semua perusahaan perlu memastikan segala proses operasionalnya berjalan dengan baik dan lancar, dan tidak terkecuali untuk perusahaan distributor. Dalam operasionalnya, perusahaan distributor kerap mengalami berbagai tantangan, contohnya adalah sulit melihat keseluruhan gambaran bisnis yang dilakukan mulai dari penerimaan pesanan hingga penagihan, sulit menyederhanakan proses manajemen gudang untuk melakukan pelacakan dan mengelola inventaris secara real-time, sulit mengetahui informasi tepat tentang jumlah stok barang yang tersimpan di gudang, dan sulit membuat laporan yang akurat.

Untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi tersebut, perusahaan distributor perlu mempertimbangkan untuk menggunakan sistem ERP. Mengapa harus sistem ERP? Karena sistem ERP memiliki fungsi yang memberi banyak manfaat dan keuntungan bagi perusahaan distributor. Berikut adalah manfaat yang akan didapatkan perusahaan distributor dengan menggunakan sistem ERP:

1. Meningkatkan kepuasan pelanggan selagi mengurangi biaya operasional

Sistem ERP modern memungkinkan perusahaan distributor untuk melakukan proses manajemen distribusi secara lebih efektif dan efisien karena mereka akan mendapatkan visibilitas secara real-time terhadap seluruh pergerakan barang dalam satu platform terpadu. Dengan manfaat ini, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelanggan karena kesalahpahaman dan penundaan yang berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan dapat dihindari.

2. Mengurangi waktu pemesanan barang

Selanjutnya, fungsi ERP bagi perusahaan distributor adalah mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan barang. Dengan menggunakan ERP, perusahaan distributor dapat mengotomatiskan proses sales order sehingga  kendala terkait penundaan dalam pemenuhan pesanan dan pengiriman barang dapat dihindari. Selain itu, sistem ERP memungkinkan perusahaan mengatur aturan proses kredit dan pengembalian barang di beberapa gudang secara otomatis.

3. Memperbaiki sistem pergudangan

Suatu perusahaan distributor setiap hari memproses produk yang masuk untuk disimpan di dalam gudang serta menyalurkan produk dari gudang ke konsumen. Jenis dan jumlah produk yang beraneka ragam serta permintaan yang berubah setiap waktu seringkali menjadi permasalahan utama dalam sistem pergudangan. Oleh karena itu, perusahaan distributor perlu menggunakan ERP untuk mengatasi tantangan ini. Warehouse Management System (WMS) yang tersedia dalam sistem ERP akan menyederhanakan proses distribusi.

4. Meningkatkan efektivitas Supply Chain

ERP memungkinkan perusahaan untuk memastikan efektivitas dan efisiensi pengadaan pasokan barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan distributor dari proses awal hingga akhir dengan mengotomatiskan proses purchasing, purchase order, dan supply chain management.

Demikian 4 manfaat yang akan didapatkan perusahaan distributor dengan menggunakan sistem ERP. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa fungsi ERP dapat mengatasi tantangan yang dihadapi perusahaan distributor. Jika disimpulkan kembali, perusahaan distributor yang menggunakan sistem ERP akan mendapatkan visibilitas menyeluruh tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan, analisis sumber daya, kepuasan pelanggan, pemesanan barang, pengelolaan transaksi penjualan/pembelian, pembukuan dan keuangan, hingga ke pencatatan jumlah stok barang yang ada di gudang dalam satu platform terpadu.

Selain itu, dengan penggunaan sistem ERP di perusahaan distribusi, maka setiap bagian di perusahaan dapat terintegrasi satu sama lain sehingga setiap kali ada transaksi, bagian-bagian terkait dapat langsung berkomunikasi secara real-time.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi ERP yang tepat untuk perusahaan distributor, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com atau membaca informasi tentang Oracle Netsuite sebagai solusi ERP unggul untuk perusahaan distributor

 

Referensi:

https://www.netsuite.com/portal/products/suitesuccess/wholesaledistribution.shtml

https://www.netsuite.com/portal/assets/pdf/Leading-Practices-for-WD.pdf

https://www.netsuite.com/portal/industries/wholesale.shtml

Marak Kasus Serangan Siber Mengincar Keamanan Endpoint, Apa Solusinya?

By | 2021-07-25T20:49:24+00:00 July 9th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Kasus serangan siber di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan laporan dari BSSN, dalam jangka waktu 3 bulan, terdapat 88,4 juta kasus serangan siber di Indonesia yang mengincar keamanan endpoint meliputi perangkat pengguna seperti laptop, smartphone, dan perangkat lainnya. Oleh karena itu, seluruh kalangan masyarakat termasuk sektor bisnis sangat rentan terhadap peretasan. Pernyataan ini terbukti dari banyaknya kasus serangan siber yang menargetkan perusahaan di Indonesia dari berbagai skala – baik  kecil, menengah hingga enterprise.

Dalam lingkungan perusahaan, maraknya kasus serangan siber mengincar keamanan endpoint memang cukup beralasan. Pasalnya, saat ini banyak karyawan menggunakan banyak perangkat karena kebijakan work from home telah diterapkan perusahaan sebagai upaya meminimalisir penyebaran covid-19. Nyatanya, walaupun upaya tersebut bertujuan baik, efek sampingnya tidak ikut dipertimbangkan. Tidak semua perusahaan menyadari akan pentingnya memfasilitasi seluruh karyawan dengan proteksi keamanan endpoint yang memadai.

Solusi Untuk Atasi Maraknya Kasus Serangan Siber yang Mengincar Keamanan Endpoint

Meningkatnya kasus serangan siber yang mengincar keamanan endpoint terjadi karena perusahaan tidak menyertakan sistem keamanan mumpuni pada perangkat karyawan, sehingga perangkat-perangkat yang digunakan untuk mengakses informasi penting perusahaan mudah diretas oleh penjahat siber.

Dalam hal ini, jumlah kasus serangan siber yang mengincar keamanan endpoint dapat dikendalikan dengan adanya implementasi sistem keamanan mumpuni pada setiap perangkat yang digunakan untuk mengakses jaringan perusahaan.

Aplikas Servis Pesona, sebagai perusahaan penyedia solusi keamanan IT di Indonesia, menawarkan solusi keamanan endpoint mutakhir dengan fungsi dan manfaat yang disesuaikan untuk memberi perlindungan maksimal terhadap seluruh lingkungan digital perusahaan yang dinamis.

Dikombinasikan dengan teknologi pencegahan yang paling efektif, visibilitas menyeluruh terhadap serangan dan diintegrasikan dengan teknologi threat intelligence, solusi keamanan endpoint ini tidak membutuhkan pembaruan signature secara manual karena seluruhnya akan diperbarui secara otomatis. Selain itu, solusi keamanan endpoint ini juga dapat digunakan untuk lingkungan cloud, sehingga dapat menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur manajemen on-premise atau integrasi yang kompleks.

Dari sisi manfaat dan kemampuan yang ditawarkan, berikut adalah beberapa kemampuan solusi keamanan endpoint dari Aplikas Servis Pesona:

1.  Didukung oleh kemampuan kecerdasan buatan (AI)

Aplikas menawarkan solusi keamanan endpoint yang didukung oleh AI, sehingga perusahaan dapat memastikan perlindungan seluruh spektrum lingkungan digital tanpa perlu melakukan pembaruan manual  secara rutin. Selain itu, solusi ini telah dikombinasikan dengan teknologi pencegahan terbaik – diantaranya machine learning, AI, indicators of attack (IOAs), dan teknologi canggih lainnya untuk melindungi sistem dari berbagai jenis serangan siber.

2. Memberikan visibilitas menyeluruh terhadap ancaman

Dengan menggunakan solusi keamanan endpoint dari Aplikas Servis Pesona, perusahaan dapat mengetahui aktivitas setiap serangan dalam satu platform. Seluruh data yang tersedia disajikan berdasarkan konteks setiap ancaman, dan akan menyimpan informasi detail tentang potensi serangan yang masuk ke sistem perusahaan tersebut selama 90 hari.

3. Terintegrasi dengan threat intelligence

Salah satu keuntungan yang akan didapatkan perusahaan ketika mengimplementasi solusi keamanan endpoint dari Aplikas adalah perusahaan dapat mendeteksi serangan dengan bantuan threat intelligence. Threat intelligence yang diintegrasikan pada solusi keamanan endpoint memungkinkan tim keamanan IT untuk memahami setiap serangan yang masuk dan merespon serangan berdasarkan tingkat prioritas masing-masing serangan. Selain itu, Threat intelligence membantu tim keamanan IT melakukan tindakan terhadap ancaman secara pasti dan tepat sasaran, dan secara otomatis menentukan cakupan dan dampak dari ancaman yang ditemukan. 

4. Manajemen firewall

Solusi keamanan endpoint dari Aplikas juga dilengkapi dengan manajemen firewall, sehingga memudahkan tim keamanan IT untuk membuat, mengelola, dan menerapkan kebijakan keamanan secara tepat untuk seluruh karyawan perusahaan.

5. Kontrol dan respon ancaman yang lebih baik

Solusi keamanan endpoint dari Aplikas menawarkan kemampuan kontrol dan respon ancaman yang lebih baik untuk perusahaan. Solusi keamanan ini membantu tim keamanan IT melakukan tindakan respons yang kuat untuk menahan dan menyelidiki sistem yang disusupi, serta memastikan keamanan akses endpoint jarak jauh.

Semua perangkat yang digunakan untuk mendukung kegiatan bisnis dan terkoneksi dengan jaringan perusahaan termasuk dalam kategori perangkat endpoint. Oleh karena itu, endpoint memegang peranan penting dalam perusahaan dan harus selalu dipastikan keamanannya, agar perusahaan terhindar dari berbagai serangan berbahaya dan merugikan. Jika ingin memastikan keamanan endpoint, perusahaan dapat memanfaatkan solusi keamanan endpoint yang ditawarkan oleh Aplikas dan mendapatkan konsultasi lebih lanjut terkait strategi keamanan siber yang tepat dan disesuaikan dengan lingkungan digital masing-masing perusahaan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi keamanan endpoint, Anda dapat menghubungi tim kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/wp-content/uploads/2019/02/falcon-pro-bundle-data-sheet.pdf

http://bssn.go.id/rekap-serangan-siber-januari-april-2020/

4 Hal yang Menunjukkan Saatnya Mengganti Keamanan Endpoint Perusahaan

By | 2021-07-25T20:49:28+00:00 July 7th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Keamanan endpoint perusahaan difungsikan sebagai solusi untuk mendeteksi berbagai macam jenis serangan siber seperti malware, ransomware, cryptojacking pada perangkat pengguna, lalu mencegahnya masuk untuk menginfeksi sistem perusahaan. Solusi keamanan endpoint adalah komponen keamanan siber yang paling umum digunakan oleh banyak perusahaan karena fungsi dan manfaatnya sangat diperlukan, dengan demikian menjadi salah satu solusi keamanan yang sangat dibutuhkan.

Karena fungsi dan manfaat keamanan endpoint menjadi komponen keamanan siber yang paling dibutuhkan, maka perusahaan wajib melakukan pembaruan secara berkala dan memastikan keamanan endpoint yang digunakan masih relevan dengan kebutuhan saat ini. Dalam lingkungan perusahaan, memperbarui atau mengganti solusi tradisional seringkali diabaikan karena dianggap tidak dibutuhkan. Padahal, saat ini perusahaan sudah banyak memanfaatkan teknologi modern untuk beroperasi, ini artinya celah keamanan siber semakin berevolusi dan perlu diantisipasi.

Kini, perusahaan harus lebih terbuka dengan risiko dan dampak dari adanya transformasi digital, yaitu celah keamanan siber yang semakin terbuka lebar. Jika suatu perusahaan telah menjalankan praktik bisnis modern dengan memanfaatkan teknologi, maka sudah saatnya untuk mengevaluasi solusi keamanan endpoint yang saat ini digunakan. Apakah masih relevan, perlu diperbarui, atau mungkin perlu diganti?

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, mari kita ketahui 4 hal yang menunjukkan saatnya mengganti keamanan endpoint perusahaan. Berikut penjelasannya:

1. Keamanan Endpoint Tidak Memiliki Kemampuan Deteksi yang Baik

Solusi keamanan tradisional atau legacy umumnya bergantung pada metode deteksi berbasis signature. Metode deteksi ini mengharuskan tim keamanan IT untuk melakukan pembaruan secara manual dan berkala jika ada jenis serangan siber baru yang berpotensi menginfeksi sistem perusahaan. Sayangnya, jenis serangan siber kini semakin canggih dan lolos dari deteksi solusi keamanan tradisional yang mengandalkan metode deteksi berbasis signature. Oleh karena itu, kondisi saat ini mengharuskan perusahaan untuk segera mengganti keamanan endpoint dengan kemampuan yang lebih canggih, seperti solusi keamanan endpoint yang signatureless, dilengkapi dengan NGAV berbasis AI, visibilitas menyeluruh terhadap serangan, kontrol perangkat, terintegrasi dengan Threat Intelligence, manajemen firewall, serta kontrol dan respon yang lebih sensitif terhadap ancaman siber.

2. Platform Keamanan yang Digunakan Justru Menghambat Kinerja Tim Keamanan IT

Semakin lama usia suatu solusi keamanan endpoint, semakin banyak daya pemrosesan CPU yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. Hal ini dapat menyebabkan platform keamanan endpoint bekerja pada kecepatan yang sangat lambat, dan kinerja lamban otomatis akan memengaruhi produktivitas. Mengganti solusi tersebut dengan yang lebih canggih adalah solusinya, karena solusi keamanan endpoint modern akan membebaskan Anda dari kebutuhan daya pemrosesan CPU yang tinggi, sehingga kinerja keamanan endpoint akan lebih efisien.

3. Solusi Keamanan Endpoint yang Digunakan Tidak Terintegrasi dan Tidak Dapat Mengikuti Kebutuhan Perusahaan

Solusi keamanan endpoint yang ideal perlu mengakomodasi kebutuhan perusahaan yang berubah dan berkembang. Ini artinya, solusi keamanan endpoint perlu diintegrasikan dengan solusi keamanan lain untuk menciptakan keamanan yang komprehensif.

Jika solusi keamanan endpoint Anda saat ini tidak terintegrasi dengan teknologi keamanan lainnya, itu tandanya perusahaan perlu segera mengganti keamanan endpoint ke solusi yang lebih modern.

Lebih lanjut, solusi keamanan endpoint yang digunakan harus memiliki kemampuan yang sama canggihnya dengan kebutuhan perusahaan saat ini, seperti tren bring your own devices yang semakin banyak diterapkan sejak pandemi. Jika solusi keamanan endpoint saat ini tidak dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan baru, maka sudah saatnya mengganti keamanan endpoint Anda.

4. Tidak Menawarkan Pilihan Deployment yang Fleksibel

Melihat perkembangan situasi saat ini, di mana fleksibilitas sangat dibutuhkan untuk dapat tetap beroperasi di tengah pandemi, perusahaan perlu beradaptasi dengan teknologi berbasis cloud.

Oleh karena itu, solusi keamanan endpoint yang dimiliki harus menawarkan fleksibilitas deployment, baik di cloud atau on premises. Solusi keamanan endpoint tradisional tidak dilengkapi dengan fleksibilitas ini, maka tidak lagi relevan untuk kebutuhan perusahaan di masa pandemi seperti saat ini.

Demikian 4 hal yang menunjukkan saatnya mengganti keamanan endpoint perusahaan. 4 poin yang sudah dijabarkan dapat diperhatikan untuk menilai efektivitas keamanan endpoint yang saat ini Anda gunakan. Jika perusahaan mengalami 4 hal tersebut, maka sudah saatnya untuk mengganti solusi keamanan endpoint guna memberi perlindungan yang lebih baik dari serangan siber yang semakin canggih. Informasi mengenai fungsi, manfaat dan kemampuan solusi keamanan endpoint modern dapat dibaca di sini.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang proteksi endpoint dan solusi keamanan endpoint yang tepat untuk perusahaan, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://solutionsreview.com/endpoint-security/4-signs-you-need-to-update-your-endpoint-security/

https://solutionsreview.com/endpoint-security/5-signs-time-replace-endpoint-security-solution/

Berencana Beralih ke Cloud Computing? Pastikan Anda Telah Mempersiapkan 4 Solusi Keamanan dengan Kemampuan Ini

By | 2021-07-25T20:49:32+00:00 July 5th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Saat ini, perusahaan membutuhkan solusi teknologi yang mampu memberikan fleksibilitas dan ketangkasan, sehingga dapat membantu mereka cepat beradaptasi di situasi yang dinamis. Berdasarkan kebutuhan tersebut, banyak analis industri mengatakan bahwa penggunaan teknologi berbasis cloud akan berkembang karena dinilai mampu membantu perusahaan menjawab tantangan dan kebutuhan yang muncul di era yang penuh ketidakpastian seperti saat ini. Namun, walaupun teknologi berbasis cloud menjanjikan manfaat dan keuntungan yang cukup banyak,  penggunaan teknologi berbasis cloud juga membawa masalah yang perlu diperhatikan dari sisi keamanan.

Bagi perusahaan yang memiliki rencana beralih ke cloud computing, sudah saatnya untuk mencari informasi lebih lanjut tentang apa saja yang perlu disiapkan dari sisi keamanan. Artikel ini akan membahas secara detail tentang kemampuan apa saja yang harus dimiliki saat perusahaan berencana beralih ke cloud computing. Berikut penjelasannya:

#1 Solusi yang menawarkan skalabilitas tinggi:

Saat bisnis semakin berkembang, upaya pencegahan serangan siber juga harus berkembang. Jika perusahaan berencana beralih ke cloud computing, tim keamanan IT perlu menyiapkan solusi keamanan yang mampu melakukan scale up atau scale down ketika diperlukan untuk menyediakan proteksi menyeluruh pada lingkungan IT perusahaan.

#2 Keamanan yang terintegrasi:

Ketika berencana beralih ke cloud computing, Anda perlu menyiapkan keamanan yang terintegrasi. Artinya, perusahaan perlu mencari platform keamanan berbasis cloud-native yang menyediakan solusi manajemen postur keamanan cloud, proteksi cloud workload, dan keamanan container dalam satu solusi terpadu. Dengan satu solusi terpadu tersebut, perusahaan dapat memaksimalkan proteksi dengan minim supervisi dan tidak bergantung pada banyak tools yang membutuhkan banyak sumber daya untuk pengelolaannya.

#3 Otomatiskan pengawasan dan perlindungan sistem dari serangan siber selama 24 jam:

Untuk urusan keamanan cloud, menggunakan solusi keamanan yang sederhana merupakan suatu keharusan. Tim IT security memerlukan solusi keamanan yang membantu mereka bekerja secara lebih sederhana dengan hasil yang lebih maksimal dari solusi keamanan IT tradisional.

#4 Solusi yang komprehensif:

Saat berencana beralih ke cloud computing, tim keamanan IT perlu menyiapkan solusi keamanan yang dapat memonitor aktivitas seluruh lingkungan IT dan memberikan visibilitas lengkap terhadap postur keamanan perusahaan secara otomatis. Dengan memanfaatkan solusi dengan kemampuan otomatisasi yang canggih, tim keamanan IT dapat mempercepat waktu identifikasi serangan siber yang paling berbahaya dan menentukan serangan mana yang perlu segera ditindaklanjuti. Kemampuan tersebut bisa didapatkan dalam solusi keamanan yang didukung oleh Threat Intelligence, solusi keamanan IT yang membantu tim keamanan IT mengambil tindakan yang tepat dengan cara dan strategi yang lebih efektif.

Upaya perlindungan data, sistem, dan aplikasi yang tersimpan di cloud dapat dimulai dengan mencari solusi yang mampu memberikan visibilitas lengkap terhadap seluruh aktivitas yang terjadi dalam lingkungan IT perusahaan. Karena semakin banyak perusahaan yang berencana beralih ke cloud computing, maka informasi tentang hal yang perlu disiapkan dari sisi keamanan harus dicari tahu mulai dari sekarang. Dengan semakin canggihnya jenis serangan dan kemampuan penjahat siber yang menargetkan perusahaan, perusahaan perlu cepat beradaptasi dengan memanfaatkan solusi keamanan yang tepat.

Aplikas Servis Pesona, sebagai perusahaan penyedia solusi keamanan IT di Indonesia, menghadirkan solusi keamanan yang membantu tim keamanan IT memiliki visibilitas lengkap terhadap seluruh aktivitas di lingkungan IT perusahaan dan memonitor pergerakan potensi serangan siber secara terus menerus di lingkungan cloud.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi Cloud Security yang tepat untuk perusahaan Anda, silakan hubungi tim kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/blog/five-cloud-security-must-haves/

Antisipasi Evolusi Serangan Siber, Aplikas Servis Pesona Gelar Webinar Cyber Security

By | 2021-07-25T20:49:36+00:00 July 2nd, 2021|Categories: Events|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Di tengah maraknya transformasi digital yang dilakukan perusahaan, ada satu aspek penting yang perlu diperhatikan – yaitu memastikan perusahaan terlindungi dari ancaman dan serangan siber. Menjaga keamanan siber mungkin sudah dilakukan, namun solusi proteksi keamanan khususnya untuk keamanan endpoint perlu ditinjau secara berkala untuk mengetahui relevansi dan efektivitas solusi tersebut dalam melindungi sistem dari serangan siber.

Sebagai perusahaan penyedia solusi IT security di Indonesia, Aplikas Servis Pesona turut mengambil peran dalam membantu praktisi di bidang keamanan siber mengantisipasi evolusi serangan siber. Bersama dengan CrowdStrike dan Exclusive Network, Aplikas Servis Pesona menggelar webinar cyber security bertajuk “Integrating Threat Intelligence into Endpoint Security” pada hari Rabu, 30 Juni 2021. Webinar ini dihadiri oleh praktisi keamanan siber dari berbagai sektor.

Melalui tema webinar ini, Aplikas Servis Pesona ingin menyampaikan informasi tentang meningkatkan keamanan siber perusahaan dengan cara memaksimalkan keamanan endpoint yang dikombinasikan dengan teknologi Threat Intelligence.

Ruevitzwan Isa, selaku Senior Regional Sales Engineer dari CrowdStrike yang juga menjadi pembicara utama di webinar ini menjelaskan bahwa jenis serangan siber saat ini terus berevolusi. Cara atau metode lama yang diterapkan tidak lagi relevan untuk melindungi perusahaan dari insiden serangan siber yang semakin canggih.

Banyak kasus serangan siber terjadi di lingkungan perusahaan karena tingkat proteksi endpoint yang rendah atau tidak lagi mampu melawan jenis serangan dan metode yang digunakan oleh penjahat siber. Oleh karena itu, perusahaan kini perlu mengombinasikan teknologi Threat Intelligence dengan platform keamanan endpoint yang digunakan untuk melindungi lingkungan digital perusahaan secara menyeluruh dari serangan siber secara lebih cepat dan efektif.

Ruevitzwan Isa, Senior Regional Sales Engineer dari CrowdStrike mempresentasikan materi webinar “Integrating Threat Intelligence into Endpoint Security”

Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan soal kemungkinan menggunakan layanan Threat intelligence dari CrowdStrike yang diintegrasikan dengan platform SIEM dan SOAR. Untuk pertanyaan ini, jawabannya adalah Threat Intelligence dapat diintegrasikan dengan berbagai platform SIEM dan SOAR. Jadi, tidak ada kendala apa pun bagi pengguna yang ingin mengintegrasikan Threat Intelligence ke platform keamanan endpoint yang saat ini sudah digunakan.

Lalu, di sesi tanya jawab, pembicara juga menjelaskan tentang besaran bandwidth yang dibutuhkan satu endpoint untuk mengirimkan event ke cloud. Rata-rata, bandwidth yang dibutuhkan untuk 1 day consumption adalah 6 hingga 8 MB.

Dari tema webinar cyber security ini, disimpulkan bahwa risiko dari jenis serangan siber dan kemampuan penjahat siber yang terus berevolusi dapat diatasi dengan mengintegrasikan Threat Intelligence ke platform keamanan endpoint. Melalui webinar ini, diharapkan seluruh peserta yang hadir mendapatkan insight untuk membantu para peserta yang sebagian besar bekerja di bidang IT security mencegah, mendeteksi, dan merespons serangan siber secara lebih efektif.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Meningkatkan Kemampuan Keamanan Endpoint dengan Threat Intelligence

By | 2021-07-25T20:49:44+00:00 June 23rd, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Solusi keamanan endpoint telah digunakan oleh individu, instansi, organisasi, dan perusahaan selama lebih dari 40 tahun. Terlepas dari segala penyempurnaan kemampuan solusi keamanan endpoint yang selalu diperbarui, efektivitasnya tetap harus selalu diperhatikan secara rutin, terutama untuk kepentingan perusahaan. Mengapa demikian? Karena walaupun hampir semua perusahaan telah menggunakan solusi keamanan endpoint, kasus serangan siber kerap terjadi dan menjadi suatu masalah yang seolah tak bisa dihindari.

Dalam beberapa tahun terakhir, jenis serangan siber berevolusi lebih cepat dibandingkan strategi pencegahannya. Setelah sekian banyak kejadian serangan siber yang menargetkan perusahaan dari berbagai ukuran dan industri, dapat disimpulkan bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang kebal terhadap serangan siber, bahkan perusahaan skala enterprise juga tidak menjadi pengecualian.

Melihat situasi tersebut, perusahaan perlu menemukan inovasi baru untuk meningkatkan keamanan siber – khususnya untuk meningkatkan kemampuan keamanan endpoint dari serangan siber yang terus berevolusi.

Solusi tepat untuk meningkatkan kemampuan keamanan endpoint perusahaan saat ini adalah Threat Intelligence. Dihimpun dari Gartner, Threat Intelligence didefinisikan sebagai kumpulan informasi berbasis bukti, termasuk konteks, mekanisme, indikasi, implikasi, dan saran aksi atas ancaman terhadap aset. Kemudian, data yang ada pada solusi Threat Intelligence tersebut dijadikan dasar untuk mengambil keputusan atas ancaman yang sedang terjadi.

Sedangkan menurut fungsinya, Threat Intelligence memungkinkan tim keamanan IT untuk membuat keputusan keamanan yang lebih cepat dan terinformasi, mengubah tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi sistem keamanan perusahaan yang awalnya hanya sekedar tindakan reaktif menjadi tindakan proaktif.

Cara Threat Intelligence Meningkatkan Kemampuan Keamanan Endpoint

Threat Intelligence diintegrasikan ke dalam keamanan endpoint untuk menyempurnakan kemampuannya dalam mencegah serangan siber. Dengan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat menangkap seluruh informasi forensik tentang jenis serangan yang digunakan oleh penjahat siber dan mempelajari setiap jenis serangan baru, hingga pada akhirnya dapat mempersiapkan strategi tepat jika insiden keamanan siber serupa terjadi lagi di kemudian hari.

Secara lebih rinci, solusi Threat Intelligence meningkatkan kemampuan keamanan endpoint perusahaan dengan memberi kemampuan berikut ini untuk tim keamanan IT:

#1 Meningkatkan kecepatan dan akurasi investigasi ancaman

Solusi Threat Intelligence membantu tim keamanan IT mengotomatiskan proses investigasi serangan dan menghasilkan laporan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi ancaman keamanan pada sistem perusahaan.

Dengan fitur ini, perusahaan dapat meningkatkan tingkat keamanan endpoint dengan menggabungkan beberapa tools keamanan seperti pendeteksi malware dan analisa malware dalam satu solusi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa integrasi Threat Intelligence ke dalam keamanan endpoint akan sepenuhnya mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi ancaman siber yang sebelumnya dilakukan secara manual – dengan hasil yang lebih efektif dan akurat.

#2 Mengetahui informasi yang diperlukan mengenai profil penjahat siber dan metode serangan siber yang digunakan

Dengan solusi Threat Intelligence, tim keamanan IT akan mendapatkan akses ke dalam informasi mengenai profil penjahat siber, metode serangan yang digunakan dan seluruh rekam jejaknya terkait aksi kejahatan siber yang pernah dilakukan.

Dengan kemampuan tersebut, tim keamanan IT dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk menyiapkan strategi tepat guna mencegah serangan siber berdasarkan jenis dan metode yang digunakan masing-masing penjahat siber.

Selain itu, tim keamanan IT juga dapat mengidentifikasi penjahat siber yang menargetkan perusahaan dari jenis industri dan wilayah yang sama dengan perusahaan mereka, sehingga dapat mengambil langkah preventif yang lebih kuat untuk beberapa penjahat siber tertentu.  

Karena jenis serangan siber dan kemampuan penjahat siber terus berevolusi, tim keamanan IT perusahaan membutuhkan bantuan yang maksimal untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons potensi serangan secara lebih efektif.

Mengintegrasikan Threat Intelligence ke dalam keamanan endpoint dapat meningkatkan kemampuan keamanan endpoint agar lebih sensitif terhadap segala jenis dan metode serangan siber. Jadi, disimpulkan bahwa meningkatkan kemampuan keamanan endpoint dengan Threat Intelligence dapat membantu tim keamanan IT meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan akurasi investigasi ancaman siber secara signifikan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang solusi Threat Intelligence dan keamanan endpoint, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://go.crowdstrike.com/rs/281-OBQ-266/images/ReportSANSReviewFalconX.pdf

https://www.gartner.com/reviews/market/security-threat-intelligence-services

 

Click here to read this article in English.

Load More Posts
GET THE LATEST INFO FROM US