Threat Intelligence

/Tag: Threat Intelligence

Mengenal Threat Intelligence sebagai Pendekatan Baru dalam Dunia Keamanan Siber

By | 2021-06-17T01:51:55+00:00 May 12th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Sejauh ini, banyak perusahaan menerapkan keamanan siber di lingkungan digitalnya dengan menggunakan pendekatan berbasis perimeter. Pendekatan ini menerapkan keamanan yang dilakukan dengan membuat pertahanan keamanan berlapis, mulai dari melindungi database, log monitor, perangkat endpoint, hingga membangun kesadaran karyawan akan pentingnya keamanan siber.

Akan tetapi dengan adanya penerapan pola kerja baru serta kemunculan teknologi yang mendukung pola kerja baru tersebut, pendekatan berbasis perimeter perlu dikembangkan. Perusahaan tidak bisa lagi bertumpu pada satu pendekatan yang mungkin saja sudah tidak relevan lagi diterapkan dalam lingkungan digital yang semakin kompleks sejak pola kerja baru diberlakukan.

Saat ini, perusahaan perlu mulai menerapkan pendekatan Threat Intelligence untuk melindungi postur keamanan secara menyeluruh. Lalu, apa yang dimaksud dengan Threat Intelligence? Sudahkah Anda mengenal Threat Intelligence sebagai pendekatan baru dalam dunia keamanan siber?

Apa itu Threat Intelligence?

Threat Intelligence adalah pendekatan keamanan siber yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data untuk memahami motif, target, dan perilaku penjahat siber. Threat Intelligence memungkinkan tim keamanan IT untuk membuat keputusan keamanan yang lebih cepat dan terinformasi, mengubah tindakan yang dapat dilakukan untuk melindungi sistem keamanan yang awalnya hanya sekedar tindakan reaktif menjadi tindakan proaktif.

Jadi, pendekatan Threat Intelligence yang didasari oleh data akan menjadi acuan untuk mengambil tindakan atau keputusan atas ancaman siber yang terjadi.

Apa yang menjadikan Threat Intelligence penting bagi perusahaan?

Threat Intelligence penting bagi perusahaan karena seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Threat Intelligence membantu tim keamanan IT untuk memahami motif, target, serta pola perilaku penjahat siber yang mencakup taktik atau teknik, dan prosedur yang mereka gunakan (TTPs).

Dengan data dan informasi yang tersedia tersebut, tim keamanan IT mampu memahami aspek-aspek yang sebelumnya tidak dapat diketahui, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih tepat pada saat terjadi penyerangan pada sistem perusahaan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Threat Intelligence memberikan gambaran utuh yang membuat tim keamanan IT bisa mengambil kesimpulan tepat berdasarkan semua informasi yang ada atau yang dikenal sebagai data-driven decisions.

Solusi Threat Intelligence untuk Perusahaan

Jika Anda tertarik mengimplementasi Threat Intelligence untuk membangun ketahanan keamanan siber yang lebih sederhana dan efektif, Anda dapat bekerja sama dengan Aplikas Servis Pesona – perusahaan penyedia solusi keamanan IT di Indonesia.

Sebagai official business partner dari Crowdstrike, Aplikas Servis Pesona menawarkan solusi Threat Intelligence. Berikut adalah fitur yang ditawarkan Threat Intelligence sebagai solusi strategi keamanan mutakhir:

  1. Investigasi Otomatis

Solusi Threat Intelligence membantu perusahaan mengotomatiskan proses investigasi serangan dan memberikan laporan yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi ancaman keamanan pada sistem perusahaan.

Dengan fitur ini, perusahaan dapat meningkatkan tingkat proteksi endpoint dengan mengkombinasikan beberapa tools keamanan seperti pendeteksi malware dan analisa malware dalam satu solusi. Dapat disimpulkan bahwa fitur ini akan sepenuhnya mengurangi waktu dan upaya yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi insiden keamanan yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Selain itu, dengan menggunakan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat mengidentifikasi, menginvestigasi, dan memblok serangan yang sejenis dengan serangan sebelumnya agar tidak menyerang kembali di kemudian hari.

  1. Indikator Kompromi (IOC)

Indicators of Compromies (IOC) atau indikator kompromi adalah salah satu fitur yang dimiliki solusi Threat Intelligence. Dengan fitur ini, tim keamanan IT dapat meningkatkan pertahanan keamanan siber perusahaan dari berbagai jenis serangan dan berbagai teknik serangan yang dilakukan oleh penjahat siber.  

  1. Mendapatkan informasi mengenai profil penjahat siber

Dengan menggunakan solusi Threat Intelligence dari Crowdstrike, tim keamanan IT akan mendapatkan akses untuk mengetahui informasi mengenai profil penjahat siber di seluruh dunia dan rekam jejaknya. Selain itu, tim keamanan IT juga dapat mengidentifikasi para penjahat siber yang menargetkan perusahaan dari jenis industri dan wilayah yang sama dengan perusahaan Anda – sekaligus mengetahui kemampuan mereka dan memprediksi teknik serangan yang akan mereka lakukan berikutnya.

Demikian informasi mengenai Threat Intelligence sebagai pendekatan baru dalam dunia keamanan siber. Seiring dengan perkembangan kecanggihan alat dan teknik yang digunakan oleh penjahat siber, menggunakan pendekatan baru dalam keamanan siber menjadi sangat penting bagi perusahaan.

Dengan Threat Intelligence, tim keamanan IT dapat selalu update dengan informasi tren serangan siber, sehingga mereka dapat lebih fokus memperbaiki kerentanan sistem agar siap mengatasi berbagai potensi serangan yang tidak terduga.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/cybersecurity-101/threat-intelligence/

https://www.esg-global.com/blog/threat-intelligence-gateways

https://www.crowdstrike.com/endpoint-security-products/falcon-x-threat-intelligence/

 

Artikel terkait:

 

Click on the link below to read this article in English:

http://www.aplikas.com/threat-intelligence-as-a-new-cybersecurity-approach/

3 Kebiasaan yang Membahayakan Keamanan Siber Perusahaan

By | 2021-06-17T01:52:28+00:00 May 10th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Menjaga keamanan siber perusahaan membutuhkan pendekatan holistik, di mana seluruh bagian perusahaan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan sistem perusahaan aman dari serangan. Namun, sepertinya pendekatan ini masih sulit untuk diterapkan. Terbukti dari kasus serangan siber yang menjadikan perusahaan sebagai target utama terus meningkat. Sebenarnya, apa saja kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan?

Umumnya, yang menjadikan sistem keamanan perusahaan menjadi target utama serangan siber adalah karena celah dan kerentanan yang dapat dengan sangat mudah ditemukan, bukan karena seorang pelaku kejahatan siber sudah menargetkan perusahaan tersebut sedari awal. Oleh karena itu, pihak yang bertanggung jawab atas keamanan siber perusahaan harus mengetahui dan menghindari kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan.

Memang tidak ada strategi pasti untuk memerangi serangan siber, setiap perusahaan memerlukan rencana dan solusi yang berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun, terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus diterapkan untuk mempertahankan postur keamanan yang kokoh dalam menghadapi jenis serangan siber yang terus berevolusi.

Apa saja kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan dan apa solusi untuk mengatasinya? Berikut penjelasannya!

1. Tidak memahami arsitektur jaringan perusahaan dan mengabaikan pembaruan jaringan

Perusahaan tidak akan bisa mengindari serangan siber dengan maksimal setiap saat secara manual, karena lingkup jaringan perusahaan terlalu luas dan terlalu banyak celah yang dapat dimanfaatkan untuk menginfeksi sistem perusahaan.

Namun, kondisi akan lebih parah jika tim keamanan IT tidak memahami arsitektur jaringan perusahaan dan mengabaikan pembaruan jaringan. Membiarkan hal tersebut terjadi sama saja dengan membuka pintu bagi penjahat siiber untuk menginfeksi sistem tanpa ada perlawanan.

Solusi: Pada tingkat enterprise, tim IT harus mengimplementasi protokol yang kuat untuk memastikan seluruh software selalu diperbarui tepat waktu. Tim keamanan IT harus mengetahui secara rinci di mana letak data penting tersimpan, seberapa luas lingkup jaringan yang dimiliki, di mana titik keluar masuk data, dan bagaimana jaringan tersebut tersegmentasi. Perlu diketahui bahwa kurangnya pemahaman tentang prinsip dasar dan standar keamanan jaringan akan menempatkan perusahaan pada posisi yang sangat berisiko.

2. Hanya mengandalkan solusi teknologi antivirus tradisional

Melihat kecanggihan teknik serangan siber yang terus berevolusi saat ini, dapat disimpulkan bahwa mengandalkan antivirus saja tidak cukup untuk melindungi sistem perusahaan dari serangan. Penjahat siber mengembangkan keahlian mereka lebih cepat daripada perusahaan memperbarui solusi yang relevan untuk melawan mereka. Faktanya, hanya 40% dari serangan siber saat ini yang melibatkan malware. Sisanya, penjahat siber menggunakan jenis serangan siber lain untuk mengintai targetnya. Oleh karena itu, menerapkan pendekatan keamanan perimeter tidak cukup untuk melindungi sistem perusahaan secara menyeluruh.

Solusi: Solusi untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan dari kebiasaan ini adalah dengan memastikan penggunaan software antivirus mutakhir, seperti Next-Gen Antivirus. Next-Gen Antivirus dapat membantu perusahaan mengetahui berbagai jenis serangan siber baru dan secara otomatis melakukan tindakan jika ada serangan yang menargetkan sistem perusahaan. Selain itu, perusahaan juga harus segera memperbarui penerapan pendekatan keamanan siber yang awalnya perimeter menjadi Threat Intelligence(link).

3. Tidak memonitor endpoint perusahaan

Saat ini, diketahui bahwa mayoritas penjahat siber mencari cara untuk menembus akses jaringan dan mengeksekusi kode pada sistem endpoint perusahaan. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengabaikan keamanan endpointnya, menjadikan penjahat siber bebas menjelajahi lingkungan digital perusahaan. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat menempatkan perusahaan di posisi yang paling berbahaya dalam tingkat keamanan siber.

Solusi: Perusahaan perlu mengimplementasi teknologi yang membantu mereka memonitor keamanan endpoint secara terus menerus. Teknologi Endpoint Detection and Response (EDR) dapat menjadi solusi tepat untuk membantu tim IT terhindar dari kebiasaan yang membahayakan keamanan siber perusahaan.

3 kebiasaan yang umum terjadi dalam lingkup perusahaan ini tanpa disadari akan menempatkan perusahaan pada posisi paling berbahaya di tingkat keamanan siber. Karena jenis serangan dan teknik yang digunakan penjahat siber selalu berevolusi, maka strategi keamanan siber yang diterapkan dalam lingkup perusahaan tidak bisa sama dari waktu ke waktu. Strategi yang digunakan harus selalu diuji efektivitasnya, ditingkatkan, dan dievaluasi secara berkala.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.crowdstrike.com/blog/top-5-cybersecurity-mistakes-companies-make-and-how-to-avoid-them/

https://www.crowdstrike.com/endpoint-security-products/falcon-x-threat-intelligence/

https://phintraco.com/perkuat-keamanan-siber-dengan-next-gen-antivirus/

https://phintraco.com/sudahkah-anda-menggunakan-solusi-keamanan-endpoint-yang-memadai/

 

Click on the link below to read this article in English:

http://www.aplikas.com/cybersecurity-mistakes-that-could-be-placing-your-company-in-danger/

GET THE LATEST INFO FROM US