The Most Important Customer Services in Times of Pandemic

By |2021-07-25T20:51:16+00:00April 28th, 2021|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

The quality of customer experience has become one of the most critical differentiators for today’s business. From acquiring customers to engaging with and retaining them over time, more companies are focusing their strategy on customer-first approach, which means that always put the customer first above all else.

To implement customer-first approach, it is not as simple as it looks. Sometimes, having internal teams to manage customer services is not enough to help businesses staying one step ahead of the competititon. The challenges has been further complicated since the Covid-19 pandemic occurs, which has brought an unprecedented shift in customer behavior.

To overcome customer service challenges that has been further complicated by the Covid-19 pandemic, companies need to improve the quality of customer services within their contact center teams. In this case, knowing the most important customer services in times of pandemic is a must. Then, what are the most important customer services in times of pandemic? Let’s take a closer look on these following points!

1. Make it easy for customers to connect with your brand

This point is considered as the most important customer services in times of pandemic. Due to the limitation in freedom of movement during pandemic, it makes customers prefer to connect with a brand as easy as possible. Therefore, they need customer services in multiple channels, including social media. In times of pandemic, companies need to maximize social media interactions with customers to maintain customer loyalty.

2. Deliver services with solution-oriented approaches

Next, the most important customer services in times of pandemic is always be solution-oriented. It means that a company need to deliver the right solutions to every customer complaints. To be able to implement this approach, a company need to have high-skilled contact center agents that have 9 best qualities.

Training agents to provide solution-oriented services will take a long time, but companies can take an easier way by leveraging contact center outsourcing services.

3. Providing fast-response services

In times of pandemic, every customer prefers to use digital platforms to interact with brands. It is one of the key advantage of using technology. However, it also brings some challenges for companies because they need to prepare more resources to handle the increasing number of customer interactions in digital platforms.

If companies want to provide fast-response services, they need to provide more resources that can handle customer interactions properly. Leaving customer wait too long is another biggest mistake that companies need to avoid.

To respond customer interactions quickly, companies can try to use profesional contact center oursourcing services. With this service, companies can align the number of agents with the number of interactions. Moreover, most agents in contact center outsourcing company have been trained to deliver fast response services with the best standards.

4. Delivering 24/7 customer support

For e-commerce, banking, and public sectors, providing contact center services that are available 24/7 is their top priority. But now, it must be applied by every sectors. Pandemic requires more people to stay at their home, which means that more unexpected needs may occur out of working hours. Therefore, the right customer services in times of pandemic is the availability of 24/7 customer support.

5. Utilizing contact center outsourcing services

This last point is the right solution to implement all most important customer services in times of pandemic. To make it easy for customer to connect with your brand, deliver services with solution-oriented approaches, provide fast-response services, and deliver 24/7 customer support, companies can take the right step by partnering with contact center outsourcing provider.

A company that provides complete contact services outsourcing services in Indonesia is MitraComm Ekasarana.

MitraComm has been trusted by hundreds of companies in Indonesia from various industries for its business process outsourcing (BPO) services. In addition to contact center outsourcing, MitraComm also provides digital engagement services, transactional process outsourcing, IT managed services, and value added services.

All MitraComm’s services are supported by business processes, technology, and human resources that always keep up with the latest business trends.

To complete its services to all clients across Indonesia, MitraComm has 8 contact center locations in the city centers of Jakarta, Tangerang, Semarang, Surabaya and Yogyakarta.

All business sectors can take advantage of business process outsourcing services. However, the strategy required for its implementation will be different for each company.

Contact us at marketing@phintraco.com to find out more information about MitraComm’s business process outsourcing services and to consult with MitraComm’s professional team before determining the right service for your company.

 

References:

https://www.forbes.com/sites/forbesbusinesscouncil/2021/02/04/how-the-pandemic-has-impacted-customer-expectations

https://customerthink.com/new-survey-what-do-customers-expect-from-service-providers-during-covid-19/

https://www.mckinsey.com/business-functions/marketing-and-sales/our-insights/adapting-customer-experience-in-the-time-of-coronavirus

Bagaimana Cara Lindungi Perusahaan dari Ransomware as a Service?

By |2021-07-25T20:54:23+00:00December 30th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Di artikel sebelumnya, kami sudah membahas mengenai Pengertian dan Cara Kerja Ransomware as a Service. Artikel ini akan fokus membahas solusi dan strategi untuk mengambil langkah preventif yang perlu diterapkan perusahaan agar terhindar dari Ransomware as a Service. Solusi dan strategi berikut yang akan kami bahas diharapkan dapat menjadi cara terbaik untuk lindungi perusahaan dari Ransomware as a Service.

1. Gunakan solusi anti-malware terpercaya

Untuk melindungi sistem dari serangan berbahaya, perusahaan harus menggunakan atau menginstall solusi anti-malware. Manfaatkan solusi yang bekerja dengan algoritma tingkat lanjut untuk mendeteksi dan melindungsi sistem dari serangan Ransomware dengan cara menghapusnya secara otomatis. Solusi anti-malware dapat bekerja secara otomatis untuk melindungi sistem selama 24 jam dari seluruh jenis serangan malware.

Anda dapat memanfaatkan solusi Vulnerability Management sebagai solusi anti-malware terpercaya untuk perusahaan.

2. Melakukan backup data

Umumnya, serangan Ransomware akan menyerang dan mencuri data penting yang dimiliki oleh targetnya. Oleh karena itu, langkah utama dan mudah yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari Ransomware adalah melakukan backup data. Anda dapat melakukan backup pada eksternal drive atau server cloud untuk melindungi data. Dengan backup data, Anda akan masih memiliki data cadangan ketika data utama terserang Ransomware.

Jika ingin melindungi data dari serangan siber dengan cara yang lebih baik dan tepat, Anda perlu memanfaatkan solusi keamanan data yang memadai, seperti Cloud Access Security Broker dan Identity Governance.

3. Pastikan selalu memperbarui software yang digunakan

Biasanya, para penjahat siber mencari celah keamanan atau kerentanan yang ada pada sebuah sistem sebelum melakukan aksinya. Oleh karena itu, memastikan Anda selalu memperbarui software yang digunakan adalah strategi yang tidak kalah pentingnya dengan melakukan backup data. Software yang terupdate pasti selalu menawarkan keamanan sistem yang lebih baik dari versi sebelumnya, baik dari sisi bug, security patch, atau fitur lainnya.

4. Hindari membuka tautan dan lampiran yang mencurigakan

Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, cara kerja Ransomware as a Service memanfaatkan phishing email dan exploit kit lainnya saat menyerang targetnya. Oleh karena itu, menghindari membuka tautan dan lampiran yang mencurigakan atau yang berasal dari orang tak dikenal akan membantu Anda terhindar dari Ransomware.

Untuk memastikan keamanan yang lebih baik dan lindungi perusahaan dari Ransomware as a Service, Anda perlu memanfaatkan solusi web isolation dan email isolation.

5. Bekerja sama dengan konsultan keamanan siber terpercaya

Rekomendasi solusi yang terakhir ini tidak kalah pentingnya dengan solusi lainnya. Bekerja sama dengan konsultan keamanan siber akan membantu perusahaan mengatasi ancaman Ransomware dan ancaman siber yang membahayakan lainnya.

Konsultan keamanan siber akan membantu perusahaan menemukan solusi yang tepat dan disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan perusahaan yang selalu berbeda dengan perusahaan lainnya. Pastikan Anda bekerja sama dengan konsultan yang memiliki rekam jejak yang baik di berbagai bidang keamanan siber dan mampu membantu perusahaan untuk secara strategis menilai, merancang, melaksanakan, mengoperasikan, dan meningkatkan program keamanan siber, mulai dari perencanaan strategi sampai dengan pelaksanaan.

5 solusi dan strategi tersebut dapat diimplementasikan untuk lindungi perusahaan dari Ransomware as a Service, jenis serangan siber utama yang diprediksi akan menjadi tren serangan siber di tahun 2021 nanti. Anda dapat menghubungi Aplikas Servis Pesona di marketing@phintraco.com untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar solusi dan strategi untuk lindungi perusahaan dari Ransomware as a Service.

Referensi:

https://www.tripwire.com/state-of-security/security-data-protection/ransomware-service-raas-works/

Pengertian dan Cara Kerja Ransomware as a Service

By |2021-07-25T20:54:27+00:00December 29th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Sebagai orang yang aktif beraktivitas di dunia maya, pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis serangan siber Ransomware. Dari awal kemunculannya hingga saat ini, Ransomware masih menjadi salah satu virus yang paling ditakuti oleh pengguna komputer di seluruh dunia. Bahkan, di tahun 2021 nanti, banyak ahli memprediksi bahwa jenis serangan ini akan menjadi jenis serangan nomor 1 yang akan mengancam organisasi atau perusahaan di seluruh dunia.

Seperti yang kita ketahui, Ransomware adalah virus yang mampu masuk ke dalam sistem. Virus ini memiliki kemampuan untuk menyandera data penting yang dimiliki perusahaan dengan cara mengenkripsi data. Dengan demikian, hanya pelaku yang dapat melakukan pemulihan data.  Untuk dapat mengembalikan data-data tersebut, organisasi atau perusahaan harus bersedia membayar sejumlah imbalan yang ditentukan oleh pelaku.

Lebih fatalnya lagi, para pelaku kejahatan siber saat ini sudah selangkah lebih maju menciptakan “inovasi” dengan menyediakan Ransomware as a Service (RaaS) yang dapat memfasilitasi siapa saja yang ingin menjadi pelaku kejahatan siber.

Sudahkah Anda familiar dengan istilah Ransomware as a Service (RaaS)? Di artikel kali ini, Anda akan mendapatkan informasi mengenai pengertian dan cara kerja Ransomware as a Service beserta cara pencegahannya.

Apa itu Ransomware as a Service (RaaS)?

Ransomware as a Service atau RaaS adalah layanan yang memungkinkan siapa saja — yang tidak memiliki keahlian dalam keamanan siber sekali pun – dapat melakukan serangan dan menargetkan siapa saja dengan Ransomware. Pengguna RaaS tersebut cukup mendaftarkan akun lalu membuat versi Ransomware yang disesuaikan dengan keinginan mereka sendiri tanpa proses yang rumit, bahkan tidak membutuhkan bahasa pemrograman apapun untuk membuatnya. Oleh karena itu, RaaS ini memungkinkan siapa saja yang tidak memiliki pengetahuan teknis tentang cara membuat Ransomware dapat tetap melakukan aksi kejahatan siber. Penyedia RaaS memfasilitasi siapa saja untuk menjadi penjahat siber dari paket atau layanan yang sudah disediakan dalam RaaS tersebut.

Bagaimana Cara Ransomware as a Service (RaaS) Bekerja?

Penyedia RaaS akan membuat kode Ransomware dan menjual atau menyewakannya kepada orang lain yang ingin menyerang targetnya dengan Ransomware. Penyedia RaaS tersebut akan memberikan pengetahuan teknis dan informasi mengenai langkah-langkah meluncurkan serangan Ransomware menggunakan RaaS tersebut kepada penggunanya. Bahkan RaaS ini juga dilengkapi dashboard yang menampilkan status serangan secara real-time.

Jika serangan Ransomware itu berhasil, imbalan yang didapatkan dari korban akan dibagi antara penyedia RaaS dan orang menggunakan layanannya.  

Ransomware as a Service (RaaS) ini dianggap sebagai “inovasi” yang sangat menarik bagi penjahat siber yang sudah mahir di bidangnya. Ada banyak alasan mengapa Ransomware as a Service ini digemari. Bagi penyedia layanan ini, RaaS dapat memberi mereka hasil yang lebih instan. Dan bagi penggunanya, tentu ini sangat menguntungkan karena mereka tidak perlu memiliki keahlian teknis khusus untuk menyerang targetnya dengan Ransomware. Kerja sama antara penyedia dan pengguna akan saling menguntungkan satu sama lain.

Cara Melindungi Perusahaan Anda dari Ransomware as a Service (RaaS)

Sebagian besar jenis RaaS berbahaya menyerang pengguna melalui email phishing dan exploit kit. Para ahli telah memprediksi bahwa ancaman ini akan menjadi salah satu ancaman utama bagi organisasi dan perusahaan di tahun 2021 nanti. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengambil tindakan preventif agar terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh jenis ancaman ini. Lalu, bagaimana cara melindungi diri dan perusahaan Anda dari Ransomware as a Service? Anda dapat mengetahui penjelasannya dengan membaca artikel berikut: Bagaimana Cara Lindungi Perusahaan dari Ransomware as a Service?

 

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com

Sumber:

https://www.tripwire.com/state-of-security/security-data-protection/ransomware-service-raas-works/

Manfaatkan Solusi SIEM Modern untuk Mengatasi Serangan Siber yang Semakin Canggih

By |2021-07-25T20:54:31+00:00December 24th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , |

Apa Itu SIEM?

SIEM adalah singkatan dari Security Information and Event Management. Teknologi SIEM ini digunakan untuk mengumpulkan informasi keamanan yang berasal dari data log pada jaringan, aplikasi, dan hardware dan mengkorelasikan informasi tersebut menjadi suatu output.

Security Information and Event Management (SIEM) telah menjadi solusi keamanan yang diandalkan perusahaan untuk melakukan deteksi dini terhadap serangan siber. Walaupun sudah banyak perusahaan yang menggunakan solusi SIEM—khususnya SIEM tradisional, perusahaan masih perlu memastikan tentang efektivitas solusi SIEM yang digunakan saat ini, karena besar kemungkinan bahwa SIEM yang saat ini sudah digunakan belum berperan maksimal untuk melindungi perusahaan dari serangan siber yang semakin kompleks. Berikut adalah informasi mengenai kekurangan dari teknologi SIEM tradisional:

  1. Tidak dapat menganalisa dan memantau seluruh data secara efektif

SIEM tradisional biasanya hanya dapat mengumpulkan informasi keamanan yang berasal dari data-data yang sudah didefinisikan sebelumnya. Kekurangan ini menyebabkan informasi keamanan yang dihasilkan tidak lengkap. Berbeda dengan SIEM modern, semua jenis data dari berbagai sumber dapat dianalisa oleh SIEM modern untuk menghasilkan informasi keamanan yang lengkap.

  1. Hasil investigasi cenderung lambat dan tidak menyeluruh

SIEM tradisional tidak dibangun untuk menghasilkan investigasi yang detail dan menyeluruh terhadap semua komponen.

  1. Masalah skalabilitas

Karena volume, kompleksitas, variasi, dan kecepatan data terus meningkat, SIEM tradisional tidak dapat mengimbanginya. Malware, data breaches, dan jenis serangan siber lainnya kini semakin kompleks, sehingga pendekatan yang lebih proaktif dan gesit terhadap infrastruktur keamanan sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan solusi yang proaktif dan gesit tidak bisa didapatkan dari SIEM tradisional.

  1. Pilihan deployment tidak fleksibel

Dari sisi deployment, kebanyakan SIEM tradisional hanya tersedia dalam appliance atau software deployment saja. Hal ini berbeda dengan SIEM modern. Dari sisi deployment, SIEM modern tersedia dalam software dan juga cloud deployment.

Saatnya Beralih ke SIEM Modern

Berbeda dengan SIEM tradisional, SIEM modern memberikan nilai keuntungan maksimal untuk perusahaan dalam mengatasi tantangan atau masalah keamanan siber yang semakin canggih.

Solusi SIEM modern menawarkan visibilitas penuh terhadap seluruh aktivitas dalam jaringan, aplikasi, dan hardware. Solusi ini dapat menganalisa data dalam jumlah besar dan menemukan aktivitas yang berpotensi mengakibatkan serangan hanya dalam hitungan detik saja. Tentunya, kemampuan ini tidak dimiliki oleh SIEM tradisional.  

Bagaimana Cara Solusi SIEM Modern Bekerja?

Sistem SIEM mengumpulkan data dari berbagai sumber dalam infrastruktur jaringan perusahaan, termasuk server, sistem, perangkat, dan aplikasi untuk mengidentifikasi potensi ancaman, baik yang berasal dari eksternal ataupun internal. Solusi SIEM modern menawarkan “centralized view” yang menggabungkan informasi kontekstual tentang user, aset perusahaan, dan lain-lain.

Solusi SIEM modern dapat mengalisa berbagai sumber data yang berasal dari:

  • Aplikasi apa pun yang digunakan perusahaan.
  • Perangkat jaringan seperti routers, switches, bridge, wireless access point, modem, line driver, dan hubs.
  • Server seperti web, proxy, mail, dan file transfer protocol.
  • Perangkat keamanan seperti IDP/IPS, firewall, antivirus software, dan content filter.

Memilih Solusi SIEM Modern yang Tepat untuk Lindungi Perusahaan dari Serangan Siber yang Semakin Canggih

Untuk membantu perusahaan memilih solusi SIEM modern yang tepat, Aplikas Servis Pesona menawarkan solusi SIEM modern dari Splunk. Sebagai informasi, Splunk dinobatkan sebagai Leader di Gartner Magic Quadrant untuk kategori Security Information and Event Management selama 7 tahun berturut-turut. Solusi SIEM modern dari Splunk memberi perusahaan kemampuan untuk:

  • Meningkatkan operasi keamanan dengan waktu respons yang lebih cepat
  • Meningkatkan security posture dengan adanya visibilitas menyeluruh di semua sumber data
  • Meningkatkan kemampuan deteksi dan investigasi menggunakan analitik tingkat lanjut (advanced analytics)
  • Membuat keputusan secara lebih tepat dengan memanfaatkan threat intelligence

Teknologi yang semakin canggih harus diikuti oleh sistem keamanan siber yang memadai. Perlindungan ekstra terhadap serangan siber yang semakin canggih akan semakin diperlukan perusahaan seiring dengan meluasnya penggunaan beragam teknologi untuk menunjang operasional perusahaan.

Membangun keamanan perusahaan yang efektif dapat dimulai dengan memiliki kemampuan mengidentifikasi dan memulihkan masalah keamanan dengan cepat. Jika saat ini perusahaan belum menggunakan solusi SIEM atau masih menggunakan solusi SIEM tradisional untuk menunjang kinerja tim keamanan IT, tahun 2021 adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk memanfaatkan solusi SIEM modern dan membangun strategi keamanan siber yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi SIEM, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.splunk.com/en_us/data-insider/what-is-siem.html

https://www.splunk.com/en_us/products/premium-solutions/splunk-enterprise-security/features.html

https://www.splunk.com/en_us/software/enterprise-security.html

Tren Contact Center di Tahun 2021

By |2021-07-25T20:54:35+00:00December 21st, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , |

Memiliki kualitas contact center yang baik bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tapi sudah menjadi sebuah keharusan. Seiring dengan kemajuan teknologi dalam kehidupan kita, contact center memiliki peran yang sangat penting bagi bisnis karena menjadi penghubung utama untuk berinteraksi dengan pelanggan. Bahkan, saat ini, salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah perusahaan di mata pelanggannya dapat dilihat dari kualitas contact centernya.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk selalu mengikuti perkembangan tren dalam dunia contact center agar dapat selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Terlebih di masa krisis seperti saat ini, contact center memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan.

Kami telah merangkum informasi mengenai tren contact center di tahun 2021 yang diharapkan dapat berguna bagi seluruh praktisi contact center untuk membangun operasional contact center yang lebih strategis di masa depan. Berikut penjelasannya:

#1 Tren Contact Center di Tahun 2021: Menghadirkan fleksibilitas ruang kerja untuk agent

Jika ingin memiliki operasional contact center yang dapat diandalkan di masa yang akan datang, kita harus belajar dari situasi pandemi di tahun 2020 ini yang mengharuskan perusahaan mengurangi kapasitas jumlah karyawan dalam satu ruangan. Di tahun 2021 nanti, salah satu strategi yang harus dihadirkan perusahaan dalam operasional contact centernya adalah meningkatkan fleksibilitas ruang kerja untuk agentnya.

Ini artinya, perusahaan harus memiliki infrastruktur yang memungkinkan agent dapat tetap melayani pelanggan, walaupun tidak bekerja di kantor. Dengan begitu, apa pun kondisinya, operasional contact center tetap berjalan tanpa hambatan.

Perusahaan perlu memanfaatkan teknologi yang dapat membantu agent dan karyawan yang terlibat dalam operasional contact center tetap produktif walaupun harus bekerja dari rumah.

#2 Tren Contact Center di Tahun 2021: Fokus pada strategi “digital first

Memanfaatkan AI dan sistem berbasis cloud akan sangat dibutuhkan demi kelancaran operasional contact center di masa yang akan datang. Fokus pada strategi “digital first” akan membantu perusahaan menjaga hubungan dengan pelanggan di masa krisis ini.

Perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk menganalisa kebutuhan pelanggan dan memberikan saran yang relevan secara real-time kepada human agent, agar mereka dapat memberikan layanan yang lebih personal kepada pelanggan.

Jadikan teknologi otomatisasi, AI, dan sistem berbasis cloud sebagai solusi utama untuk menciptakan operasional contact center yang berkualitas dan dapat diandalkan. Sinergi antara human agent dan teknologi akan menghasilkan operasional contact center yang lebih efektif dan efisien.

#3 Tren Contact Center di Tahun 2021: Pemanfaatan teknologi pendukung customer self-service

Saat ini, hampir semua pelanggan memanfaatkan smartphonenya untuk mencari tahu informasi mengenai suatu brand. Jumlah transaksi online di tahun 2020 ini juga semakin meningkat pesat karena banyak pelanggan yang memilih untuk mengurangi kontak fisik ketika membeli keperluan dan kebutuhan mereka.

Itu artinya, perusahaan harus siap memberikan layanan yang lebih cepat dari sebelumnya dan menghadirkan seamless experience yang memenuhi bahkan melebihi ekspektasi pelanggan.

Untuk dapat melakukannya, perusahaan dapat memanfaatkan solusi teknologi pendukung customer self-service seperti Interactive Voice Response (IVR), FAQ online, dan Chatbot.

Solusi ini akan membuat human agent lebih fokus pada interaksi yang lebih banyak membutuhkan perhatian dan empati. Dengan memanfaatkan teknologi pendukung customer self-service ini, perusahaan dapat selalu menghadirkan layanan yang cepat dan tepat berdasarkan masing-masing kebutuhan pelanggan.

Jadikan prediksi tren contact center ini sebagai referensi untuk membangun strategi contact center di masa depan

Di tahun 2021 nanti, contact center yang berkualitas dan dapat diandalkan bisa diraih dengan memperhatikan aspek People, Process dan Technology dalam operasionalnya. Untuk dapat menerapkan ketiga aspek tersebut dengan tepat, perusahaan membutuhkan partner yang mampu memberikan solusi contact center yang dapat disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan. Jika suatu solusi dapat bekerja dengan baik di satu perusahaan, bukan berarti solusi tersebut akan bekerja dengan baik juga di perusahaan Anda. Maka dari itu, perlu adanya bantuan dari tenaga profesional agar Anda dapat menerapkan operasional contact center yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan.

Sebagai perusahaan penyedia solusi contact center, Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana sangat memahami kondisi, perkembangan dan tantangan yang ada dalam dunia contact center.

Phintraco Technology dan MitraComm Ekasarana akan memberikan solusi dan layanan terbaiknya untuk contact center dengan memastikan seluruh solusi dan layanan yang diberikan selalu mengikuti perkembangan teknologi, serta memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tren dan strategi contact center di tahun 2021, Anda dapat menghubungi kami di marketing@phintraco.com   

Referensi:

https://www.ttec.com/articles/contact-center-trends-2021-reset-your-contact-centers-long-term-stability

Perbedaan Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital: Sudah Di Fase Manakah Perusahaan Anda?

By |2021-07-25T20:54:39+00:00December 17th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , |

Sudahkah Anda mengetahui perbedaan antara digitisasi, digitalisasi, dan transformasi digital? Banyak orang yang masih menyamakan arti dari ketiga istilah tersebut. Padahal, ketiga istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Di artikel ini, Anda akan mengetahui informasi mengenai perbedaan digitisasi, digitalisasi, dan transformasi digital dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Apa itu digitisasi?

Digitisasi adalah proses mengubah sesuatu yang berbentuk non digital menjadi digital.

Contoh praktiknya:

  • Memindai dokumen kertas dan menyimpannya di hard drive komputer sebagai dokumen digital.
  • Awalnya memanfaatkan kertas untuk mencatat dan melihat data, lalu saat ini sudah beralih ke spreadsheet Excel.

Apa itu digitalisasi?

Digitisasi dan digitalisasi sangat erat kaitannya. Keduanya sering dianggap sebagai istilah yang memiliki arti sama, tapi dalam praktiknya, keduanya memiliki arti yang berbeda.

Digitalisasi adalah proses membuat atau memperbaiki proses bisnis dengan menggunakan teknologi dan data digital.

Istilah digitalisasi mengacu pada penggunaan teknologi dan data digital untuk meningkatkan bisnis, pendapatan, dan menciptakan budaya digital. Dalam praktiknya, data digital dijadikan sebagai pendukung utama untuk seluruh proses tersebut.

Jika sudah ditahap digitalisasi, perusahaan sudah mampu mengubah proses bisnis menjadi lebih efisien, produktif, dan menguntungkan.

Contoh praktiknya adalah mengunggah data atau informasi ke cloud dan membagikannya ke kolega agar dapat diakses dan dilihat secara bersamaan, lalu dianalisa untuk keperluan bisnis.

Apa itu transformasi digital?

Transformasi digital adalah proses transformasi aktivitas, proses, dan model bisnis secara keseluruhan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi, mengelola risiko, dan menemukan peluang bisnis baru.

Contoh praktiknya adalah menggunakan aplikasi atau sistem untuk menganalisa data. Tujuannya untuk mendapatkan insight baru yang berguna untuk pengembangan produk dan meningkatkan strategi layanan pelanggan.

Proses ini tidak membutuhkan banyak interaksi manusia karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem. Hasilnya dapat meningkatkan efisiensi dalam hal waktu dan biaya, yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan hasil penjualan.

Jadi, apa perbedaan antara digitisasi, digitalisasi, dan transformasi digital?

Digitisasi adalah proses mengubah informasi non-digital menjadi digital. Jika sebuah perusahaan menggunakan informasi digital tersebut untuk meningkatkan bisnis, menghasilkan pendapatan, atau menyederhanakan beberapa proses bisnis, maka itu disebut digitalisasi. Hasil dari proses digitisasi dan digitalisasi disebut transformasi digital.

Digitisasi dan digitalisasi adalah tahap atau bagian dari proses menuju transformasi digital. Transformasi digital mencakup seluruh aspek dalam bisnis, dan penerapannya bukan hanya tentang memanfaatkan teknologi. Sumber daya manusia, teknologi, dan strategi bisnis saling bersinergi untuk menghasilkan bisnis yang lebih baik.

Maka dari itu, transformasi digital yang sukses membutuhkan tahap digitisasi dan digitalisasi yang sukses juga agar benar-benar berhasil mencapai tujuannya.

Jadi, setelah membaca artikel ini, bisakah Anda mengukur sudah di fase mana perusahaan Anda saat ini? Apakah di tahap digitasi, digitalisasi, atau bahkan sudah di tahap transformasi digital?

Phintraco Group, sebagai perusahaan penyedia solusi IT di Indonesia, berkomitmen untuk selalu berinovasi mengikuti perkembangan yang terjadi dalam dunia bisnis digital, dengan pengalaman lebih dari 29 tahun mengimplementasikan solusi IT yang tepat dan inovatif untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Phintraco Group siap membantu Anda untuk menerapkan proses digitisasi, digitalisasi, dan akhirnya secara menyeluruh menerapkan transformasi digital. Hubungi kami di marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut.

Referensi:

https://www.forbes.com/sites/jasonbloomberg/2018/04/29/digitization-digitalization-and-digital-transformation-confuse-them-at-your-peril/

Tren Serangan Siber yang Diprediksi Semakin Meningkat di Tahun 2021

By |2021-07-25T20:54:46+00:00December 15th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Di tahun 2020 ini, kita sudah sering mendengar kasus-kasus peretasan sistem perusahaan yang dilakukan oleh penjahat siber. Nilai kerugian yang dirasakan pun tak sedikit. Besarnya jumlah kenaikan serangan siber selama tahun 2020 ini membuat semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya menerapkan strategi keamanan siber yang tepat.

Bagi perusahaan yang menjadikan teknologi sebagai business enabler, keamanan siber harus menjadi salah satu perhatian utama. Menjaga keamanan siber bukan lagi menjadi pilihan, namun sudah menjadi suatu keharusan.

Dalam dunia keamanan siber, tidak ada bisnis yang kebal terhadap serangan. Perusahaan Anda memiliki tingkat kerentanan yang sama dengan perusahaan lainnya. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki pengetahuan tentang prediksi tren keamanan siber karena salah satu penyebab serangan siber adalah ketidaktahuan perusahaan bahwa sistem mereka memiliki kerentanan yang memicu terjadinya serangan

Dengan memiliki pengetahuan tentang prediksi tren serangan siber di masa yang akan datang, diharapkan perusahaan dapat melakukan pencegahan terhadap serangan siber sedini mungkin.

Mari ketahui tren serangan siber yang diprediksi semakin meningkat di tahun 2021. Berikut penjelasannya:  

1. Tren serangan siber di tahun 2021: Ransomware

Hasil laporan dari 99 firms menunjukan bahwa 71% serangan siber di tahun 2020 dilatarbelakangi oleh masalah finansial, dan 52% diantaranya adalah kasus peretasan langsung, bukan berasal dari autonomous malware. Ini berarti, banyak orang yang mencoba untuk meretas server dan database perusahaan dengan tujuan menyebabkan kerugian perusahaan secara finansial.

Di tahun 2020, sumber ancaman siber yang paling banyak terjadi adalah ransomware yang menyerang database perusahaan. Di tahun 2021, kasus serangan ransomware diprediksi akan terus belanjut dan meningkat jumlahnya jika tidak ada langkah preventif dari perusahaan.

Jika sudah berhasil menyerang perusahaan dengan ransomware, penjahat siber dapat mengambil alih kendali database perusahaan dan memblokir akses user. Lalu, mereka akan meminta imbalan atau tebusan jika perusahaan menginginkan kembali akses usernya.  

Agar terhindar dari ancaman ransomware ini, perusahaan dapat mengimplementasi berbagai solusi keamanan seperti email dan web isolation, privileged and access management, identity and access management, secure email gateway, web application security, endpoint security dan advanced threat protection.

2. Tren serangan siber di tahun 2021: Cloud Breaches

Pandemi membuat banyak perusahaan beralih ke infrastruktur cloud. Selain memberikan banyak keuntungan, nyatanya peralihan ini juga akan menimbulkan tantangan baru. Kemungkinan, kasus cloud breaches pada perusahaan akan semakin meningkat karena lemahnya keamanan pada cloud configuration yang menyebabkan timbulnya kerentanan.

Agar terhindar dari cloud breaches, perusahaan dapat memanfaatkan solusi keamanan Cloud Access Security Broker.

3. Tren serangan siber di tahun 2021: Meningkatnya risiko serangan yang berasal dari IoT, aplikasi SaaS, dan BYOD (Bring Your Own Device)

Jumlah adopsi perangkat IoT, aplikasi SaaS, dan BYOD di lingkungan perusahaan mengalami peningkatan yang cukup pesat seiring dengan banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital. Adopsi teknologi tersebut akan menyebabkan peningkatan jumlah network edge yang perlu diamankan dalam jaringan perusahaan. Oleh karena itu, jumlah serangan yang berasal dari adopsi teknologi tersebut diprediksi akan meningkat di tahun 2021.

Agar terhindar dari ancaman siber ini, perusahaan dapat memanfaatkan solusi keamanan jaringan seperti solusi network detection and response, secure sd-wan, dan sd-branch.

4. Tren serangan siber di tahun 2021: Insider Threats

Ancaman siber tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tapi juga internal seperti karyawan perusahaan itu sendiri. Banyak perusahaan yang belum menyadari pentingnya memantau dan mengidentifikasi ancaman siber yang berasal dari karyawannya sendiri, terutama saat banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah seperti saat ini.

Di tahun 2021, insider threats diprediksi akan meningkat jumlahnya karena disebabkan oleh banyaknya akses jarak jauh yang tidak sah, jaringan yang tidak aman, penggunaan kata sandi yang tidak sesuai standar keamanan, dan penyalahgunaan perangkat pribadi.

Agar terhindar dari jenis ancaman ini, perusahaan dapat memanfaatkan solusi teleworker security dan privileged access management.

Prediksi ancaman serangan siber yang akan semakin meningkat di tahun 2021 ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi perusahaan agar tetap waspada dan mengatur strategi terbaik untuk mengontrol keamanan IT.

Pemanfaatan teknologi yang besar perannya dalam sebuah perusahaan juga harus diikuti dengan keamanan yang memadai. Maka dari itu, memiliki solusi mutakhir yang memungkinkan perusahaan memantau, mendeteksi, dan mengurangi potensi risiko secara real-time adalah sebuah keharusan.

Anda dapat mengandalkan Aplikas Servis Pesona sebagai partner penyedia solusi keamanan IT untuk perusahaan Anda. Aplikas Servis Pesona menyediakan berbagai solusi keamanan IT dari perusahaan keamanan IT kelas dunia seperti McAfee, Fortinet, CyberArk, dan SailPoint. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi keamanan IT atau konsultasi dengan tim ahli dari Aplikas Servis Pesona, Anda dapat menghubungi marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.cybersecurity-insiders.com/cybersecurity-trends-to-keep-track-of-in-2021/

https://thefutureofthings.com/14856-cybersecurity-trends-and-predictions-for-2021/

https://www.analyticsinsight.net/top-10-cybersecurity-trends-watch-2021/

Tren Cloud Computing yang Diprediksi Akan Berkembang di Tahun 2021

By |2021-07-25T20:54:54+00:00December 10th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , |

Perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis sepanjang tahun 2020 melahirkan banyak prediksi baru dalam dunia teknologi, termasuk salah satunya adalah prediksi mengenai tren cloud computing di tahun 2021. Selama beberapa tahun terakhir, cloud computing telah menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan untuk melakukan transformasi bisnis dan modernisasi infrastruktur IT.

Dampak dari pandemi juga menjadikan nilai investasi cloud computing dalam dunia bisnis semakin meningkat, karena layanan cloud computing mendukung proses bisnis tetap berjalan walaupun tidak semua karyawan dapat bekerja di kantor.

Di tahun 2021, laju perkembangan adopsi cloud computing diprediksi akan semakin cepat karena semakin banyak bisnis modern yang membutuhkan layanan berbasis cloud agar mudah beradaptasi di segala situasi.

Berikut adalah tren cloud computing yang diprediksi akan berkembang di tahun 2021:

1. Memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan cloud computing

Seiring dengan perkembangan penggunaan teknologi dalam dunia bisnis, AI menjadi salah satu solusi yang diandalkan perusahaan untuk membantu mereka beradaptasi di situasi yang baru. Nantinya, AI dimanfaatkan untuk menghadirkan nilai tambah pada platform cloud computing yang sudah ada. Penyedia Software as a Service (SaaS) akan semakin memanfaatkan AI untuk memberikan fungsi dan manfaat yang lebih banyak untuk penggunanya.

Contohnya, SaaS yang memanfaatkan AI memiliki tambahan fungsi seperti mengindentifikasi pola dalam suatu data dan menghasilkan actionable insight yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki strategi bisnis di masa yang akan datang.  Diperkirakan bahwa pemanfaatan AI ini akan sangat berpengaruh pada kecepatan dan efisiensi layanan cloud computing.

2. Solusi hybrid dan on-premise cloud akan semakin populer

Memilih antara public, private atau hybrid cloud terbukti menjadi tantangan yang cukup berarti untuk beberapa perusahaan. Jika berbicara mengenai fleksibilitas, kinerja dan keamanan, setiap layanan cloud memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Namun, seiring dengan ekosistem cloud yang semakin matang, penyedia layanan cloud akan semakin menyadari bahwa setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, dan tentunya solusi yang dibutuhkan juga akan berbeda.

Dengan adanya kesadaran tersebut, penyedia layanan cloud akan menghadirkan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memilih layanan apa saja yang ingin digunakan, dalam bentuk element individual yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user.

Misalnya, seorang user memanfaatkan public cloud untuk melakukan content delivery, sedangkan memanfaatkan private cloud atau on-premise untuk menyimpan dan memproses data pelanggan atau informasi lainnya.

3. Bekerja dengan Virtual Cloud Desktop

Sepanjang tahun 2020, jumlah pekerja jarak jauh meningkat cukup pesat karena pandemi. Dengan adanya peningkatan jumlah pekerja jarak jauh tersebut, kebutuhan akan solusi berbasis cloud juga meningkat, salah satunya adalah pemanfaatan virtual cloud desktop.

Virtual cloud desktop adalah solusi untuk menciptakan seluruh lingkungan workstation yang dioperasikan sebagai layanan cloud. Jadi, karyawan dapat bekerja dari mana saja dan menggunakan perangkat apa saja, namun tetap dengan seluruh data yang sama untuk mendukung pekerjaan mereka. Dalam penggunaannya, perusahaan juga hanya perlu membayar biaya subscriptions sesuai dengan jumlah waktu yang dihabiskan karyawan dalam penggunaan sistem tersebut. Dengan memanfaatkan layanan ini, perusahaan dapat menghilangkan biaya untuk keperluan update hardware dan implementasi teknologi lainnya yang tidak diperlukan.

Dalam praktiknya, selain efisiensi biaya, memanfaatkan virtual cloud desktop dapat meningkatkan produktivitas di seluruh lingkungan perusahaan dengan memastikan seluruh karyawan menggunakan teknologi terupdate dan tersinkronisasi. Untuk masalah keamanan, virtual cloud desktop juga memberikan keamanan yang lebih baik untuk perusahaan, karena semua perangkat dikelola secara terpusat. Jadi, tidak akan lagi ada kekhawatiran saat karyawan tidak mengikuti peraturan keamanan yang telah ditentukan perusahaan.

Sepanjang tahun 2021, tren cloud computing ini akan cepat berkembang karena akan semakin banyak bisnis yang mengadopsi model bisnis berbasis cloud agar proses bisnis mereka semakin efisien dan fleksibel mengikuti situasi, tidak bergantung pada satu tempat atau satu sistem saja.

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tren cloud computing dan manfaatnya untuk perkembangan bisnis, Anda dapat segera menghubungi kami di marketing@phintraco.com

Sumber:

https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2020/11/02/the-5-biggest-cloud-computing-trends-in-2021/?sh=2cc2fa812d9e

Tren Transformasi Digital di Tahun 2021

By |2021-07-25T20:54:58+00:00December 8th, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , |

Dalam enam bulan terakhir, transformasi digital semakin banyak dilakukan perusahaan, bahkan berlangsung dalam waktu yang cukup singkat. Jika sebelumnya proses transformasi digital biasanya berlangsung dalam hitungan tahun, pandemi membuat proses transformasi digital berlangsung dalam rentang waktu yang cukup singkat, bahkan dengan hitungan bulan saja dan dengan skala yang lebih besar.

Menurut Forbes, Artificial Intelligence (AI) dan Data Analytics menjadi dua teknologi yang paling mendominasi tren transformasi digital perusahaan pada tahun 2020. Akankah dua teknologi tersebut masih mendominasi industri di tahun 2021? Atau akan muncul teknologi yang lebih baru? Mari simak beberapa prediksi tren transformasi digital pada tahun 2021 yang telah kami rangkum dari Forbes:

1. Tren transformasi digital di tahun 2021: Hybrid Cloud akan semakin banyak diminati

Selama beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang bertransisi menuju infrastruktur Hybrid Cloud. Mulai dari aplikasi SaaS dan solusi On-Prem, hingga gabungan antara public dan private cloud, strategi Hybrid Cloud membantu perusahaan mencapai tujuan kebutuhan infrastruktur cloud mereka.

Hybrid Cloud diprediksi akan menjadi salah satu tren transformasi digital yang semakin banyak diminati perusahaan dalam beberapa tahun kedepan, karena Hybrid Cloud dapat membantu perusahaan meningkatkan kinerja untuk mengatasi tantangan tak terduga dari berbagai aspek dengan adanya fleksibilitas yang ditawarkan dari model infrastruktur ini.

2. Tren transformasi digital di tahun 2021: Perusahaan akan semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan siber

Salah satu dampak negatif dari adanya pandemi bagi perusahaan adalah meningkatnya kasus serangan siber. Dilaporkan bahwa dalam rentang waktu 3 bulan saja, telah terjadi peningkatan kasus serangan siber sebanyak 238% dalam industri perbankan, dan kenaikan sebanyak 600%  kasus serangan pada layanan cloud.

Karena dampak tersebut, semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya menjaga keamanan siber dan melakukan implementasi solusi keamanan siber besar-besaran di tahun 2021. Banyaknya karyawan yang bekerja dari jarak jauh juga menjadi alasan utama mengapa perusahaan mulai memperkuat keamanan jaringan dan strategi keamanan siber mereka dalam seluruh lingkungan perusahaan.

3. Tren transformasi digital di tahun 2021: Besarnya jumlah adopsi teknologi pendukung work from home

Walaupun saat ini sudah banyak perusahaan yang memperbolehkan karyawan bekerja di kantor, namun fleksibilitas kerja akan tetap dibutuhkan kedepannya. Untuk menjaga kinerja perusahaan dan produktivitas karyawan tetap terjaga apa pun kondisinya, perusahaan akan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan ini.

Di tahun 2021, diprediksi bahwa tren transformasi digital akan mengarah pada adopsi teknologi pendukung kerja jarak jauh seperti solusi video conference, virtual desktop, SD-WAN, dan solusi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

4. Tren transformasi digital di tahun 2021: AI tetap mendominasi tren transformasi digital

Di bagian awal artikel ini ada pertanyaan: Akankah AI dan Data Analytics tetap mendominasi tren transformasi digital di tahun 2021? Jawabannya adalah AI akan terus mendominasi tren transformasi digital di tahun 2021, dan juga di tahun-tahun berikutnya.

Pandemi Covid-19 memicu banyaknya penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam tren transformasi digital perusahaan, karena fungsi AI dapat membantu perusahaan mengatasi berbagai masalah bisnis dan cepat beradaptasi pada situasi tertentu. 

Selain untuk keperluan bisnis, perkembangan AI juga akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, pemanfaatan AI yang pesat ini juga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dari pihak yang menggunakannya, untuk memastikan bahwa penggunaan AI hanya untuk tujuan yang positif.

Transformasi digital secara masif diharapkan dapat membantu perusahaan semakin berkembang dan mudah beradaptasi dalam segala situasi. Menanggapi situasi yang tidak menentu dan sulit untuk diprediksi seperti saat ini, perusahaan harus pintar memilih teknologi pendukung yang benar-benar dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Anda dapat konsultasikan segala kebutuhan solusi teknologi untuk perusahaan Anda dengan tim ahli kami. Silahkan hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi lebih lanjut.  

Referensi:

https://www.forbes.com/sites/danielnewman/2020/09/21/top-10-digital-transformation-trends-for-2021/?sh=7b8960b2c6f4

Strategi dan Teknologi Pendukung Tren Customer Experience di Tahun 2021

By |2021-07-25T20:55:06+00:00December 1st, 2020|Categories: Blog|Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , |

Customer experience adalah faktor penentu yang mempengaruhi penilaian seorang pelanggan terhadap suatu brand. Perusahaan yang memprioritaskan kualitas customer experience yang diberikan kepada pelanggan akan memiliki lebih banyak pelanggan setia dibanding perusahaan yang tidak memprioritaskannya. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus selalu update terhadap strategi dan teknologi pendukung tren customer experience agar dapat memenangkan persaingan bisnis.

Tahun 2020 membawa perubahan besar ke dalam dunia bisnis dan juga memengaruhi strategi layanan pelanggan yang diterapkan perusahaan. Menuju tahun yang baru, perkembangan bisnis akan semakin dipengaruhi oleh kemampuan dalam memberikan kualitas customer experience sesuai ekspektasi pelanggan. Apa saja strategi dan teknologi pendukung tren customer experience di tahun 2021? Berikut prediksinya!

1. Penerapan Artificial Intelligence (AI)

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran AI dalam dunia bisnis memberi banyak dampak positif, salah satunya adalah untuk customer experience. Dua teknologi AI yang menjadi tren customer experience di tahun 2021 adalah Chatbot dan Virtual Assistant.

Chatbot dan Virtual Assistant memungkinkan perusahaan selalu hadir dalam setiap customer journey tanpa batasan waktu. Memanfaatkan AI dapat membantu bisnis lebih memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan experience yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

Saat ini, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah menangani setiap interaksi pelanggan dalam berbagai channel yang jumlahnya sangat banyak. Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk menangani keluhan atau kebutuhan pelanggan dalam jumlah banyak dengan tingkat kerumitan yang rendah secara real-time, dan mengumpulkan informasi dasar sebelum penanganan masalah lebih lanjut diperlukan dan ditangani oleh manusia.

Dengan begitu, perusahaan dapat memberikan layanan yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. Customer experience adalah faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu brand, maka bantuan dari AI membantu perusahaan memastikan pelanggan merasa waktu mereka dihargai dan tetap setia.

Namun, perlu untuk diingat bahwa kehadiran AI dalam meningkatkan kualitas CX tidak akan mengganti peran agent manusia secara keseluruhan. AI mampu menyederhanakan proses pemberian customer experience yang tepat serta membuat agent manusia lebih fokus menciptakan layanan pelanggan yang lebih kontekstual dan personal.

2. Memanfaatkan “Data”

Rasanya, sudah tidak asing lagi bahwa saat ini data memainkan peran yang sangat penting dalam dunia bisnis. Dan ternyata, kehadiran data diprediksi juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas customer experience.

Perusahaan akan mendapatkan customer insights yang lebih baik jika mampu mengumpulkan data transaksi pelanggan, menganalisa perilaku dan preferensi pelanggan, serta mengelompokan data pelanggan berdasarkan perilaku unik mereka atau persona.

Seperti apa contoh praktik penggunaan data pelanggan untuk meningkatkan customer experience? Dengan menggunakan data, perusahaan dapat memberikan feedback secara real-time, memprediksi kebutuhan pelanggan, dan mengidentifikasi pelanggan mana yang tidak puas dengan layanan yang diberikan. Hasilnya, agent dapat menangani masalah yang dihadapi pelanggan sebelum pelanggan menghubungi perusahaan, sehingga mampu mencegah timbulnya masalah yang berkelanjutan.

Tren ini akan berlanjut hingga tahun-tahun setelah 2021, karena suatu perusahaan akan terus mengumpulkan data untuk membangun pengalaman omni-touch secara real-time yang memungkinkan pelanggan merasa didengar dan dipahami.

3. Penerapan strategi omnichannel

Hadirnya berbagai channel media sosial menjadikan customer experience semakin kompleks. Khususnya di tahun 2020, pandemi memaksa brand beroperasi sepenuhnya secara online. Banyak yang masih beradaptasi dengan strategi baru ini, selagi terus mencari cara yang paling tepat untuk memenuhi ekspektasi pelanggan di ranah digital.

Pelanggan membutuhkan pengalaman  yang konsisten dan personal ketika mereka berinteraksi dengan suatu brand, apa pun channelnya. Misalnya, jika mereka memulai interaksi dengan suatu brand di Instagram dan ingin melanjutkannya di Email, perusahaan harus menyediakan pengalaman yang terintegrasi.

Menjelang tahun 2021, perusahaan harus mulai fokus menyediakan omnichannel customer experience untuk meningkatkan ekuitas merek dan penjualan. Menerapkan strategi omnichannel untuk customer experience yang lebih baik adalah pilihan tepat bagi perusahaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pentingnya strategi omnichannel untuk customer experience yang lebih baik, Anda dapat membaca artikel berikuthttps://phintraco.com/strategi-omnichannel-untuk-bisnis-di-era-digital/

Anda sudah mengetahui strategi dan teknologi pendukung tren customer experience di tahun 2021. Pastikan Anda mengetahui preferensi layanan setiap pelanggan, dan menghadirkan cara komunikasi yang dipersonalisasi agar dapat selalu memberikan customer experience yang baik dan menjadi pilihan utama pelanggan!

Untuk dapat mengikuti tren dan mendapatkan hasil yang maksimal, Anda memerlukan partner yang mampu memberikan solusi teknologi sesuai dengan yang bisnis Anda butuhkan. Ingatlah, bahwa tahun baru adalah kesempatan baru! Segera siapkan strategi dan teknologi pendukung customer experience yang lebih baik bersama kami dengan menghubungi marketing@phintraco.com

 

Referensi:

https://blogs.oracle.com/profit/improving-the-customer-experience-through-big-data-analytics

https://www.customercontactweekdigital.com/customer-experience/articles/4-trends-that-will-boost-your-customer-experience-after-the-pandemic

https://www.forbes.com/sites/cognitiveworld/2020/05/07/how-are-companies-using-ai-to-enhance-the-customer-experience/

https://thenextscoop.com/artificial-intelligence-take-on-customer-experience/

Go to Top