Blog

Risk Assessment: Langkah, Matriks, dan Contoh untuk Perusahaan

05 October 2024 Muhammad Iqbal Iskandar Blog

Keamanan informasi merupakan salah satu prioritas utama bagi setiap perusahaan. Hal ini didorong oleh meningkatnya ancaman siber yang kian kompleks dan beragam.

Dalam survei Global Aon (Global Risk Management Survey 2025) yang melibatkan lebih dari 3.000 pemimpin risiko di 63 negara, terungkap bahwa risiko siber kini menempati posisi teratas bersama risiko geopolitik dan perubahan iklim. Data ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan informasi bukan lagi isu teknis semata, melainkan tantangan strategis lintas industri.

Salah satu cara untuk bisa mencapai tujuan tersebut adalah dengan melakukan penilaian risiko (risk assessment). Ketika perusahaan menerapkan proses risk assessment, artinya perusahaan telah melakukan langkah pertama dalam strategi keamanan informasi.

Proses ini tidak hanya dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi risiko keamanan, tetapi juga memberikan panduan dalam mengambil keputusan strategis terkait data dan sistem. Salah satunya juga termasuk merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat ketika terjadi insiden keamanan IT. Artikel ini akan membahas penilaian risiko secara detail mulai dari definisinya, langkah-langkah, contoh penerapannya, hingga manfaatnya untuk keamanan IT perusahaan. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui informasi selengkapnya!

Apa itu Risk Assessment?

Risk assessment adalah sebuah proses identifikasi bahaya yang dapat berdampak negatif terhadap kemampuan perusahaan dalam menjalankan bisnis. Secara umum, penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko bisnis dan tindakan, proses, dan kontrol yang cepat untuk mengurangi dampak risiko ini pada operasional bisnis.

Berdasarkan Risk Management Industry Statistics Report 2025, sebanyak 78% organisasi di dunia mengalami setidaknya satu insiden risiko besar dalam satu tahun terakhir. Angka ini menegaskan pentingnya kemampuan perusahaan untuk menilai dan mengelola risiko secara sistematis dan berkelanjutan.

Secara khusus dalam konteks IT security, risk assessment merujuk pada proses yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko keamanan siber, asal sumbernya, serta cara untuk mengatasi dan menguranginya hingga ke tingkat yang dapat diterima.

Proses ini meliputi inventarisasi aset informasi, prosedur, proses bisnis, dan personel yang ada di perusahaan. Setelah itu, manajemen perusahaan dapat menentukan prioritas dalam upaya memitigasi risiko-risiko tersebut.

Di Indonesia, penerapan risk assessment juga selaras dengan standar seperti ISO 31000:2018 tentang manajemen risiko. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga membantu organisasi menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika digital yang semakin kompleks.

Apa Saja Langkah-langkah Risk Assessment?

Penilaian risiko keamanan IT adalah sebuah proses yang sistematis untuk bisa meningkatkan keamanan sistem informasi dan aset digital lainnya. Terdapat 5 langkah umum dalam menerapkan security risk assessment, yaitu:

1. Identifikasi Bahaya

Langkah pertama adalah mengidentifikasi bahaya yang berpotensi muncul. Pertama-tama perusahaan harus mengidentifikasi semua aset digital yang perlu dilindungi, lalu identifikasi ancaman apa saja yang dapat membahayakan aset tersebut. Ancaman di sini dapat berupa ancaman internal, ancaman eksternal, maupun kerentanan yang dimiliki oleh sistem perusahaan.

2. Identifikasi Dampak

Setelah mengidentifikasi aset dan potensi risiko, selanjutnya perusahaan harus mengidentifikasi dampak potensial. Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan nilai finansial, nilai reputasi, dan nilai operasional dari setiap aset.

3. Analisis Risiko

Setiap risiko yang telah diidentifikasi kemudian dianalisis dan dihitung probabilitas, dampak, dan tingkat risikonya secara keseluruhan. Probabilitas dihitung dari kemungkinan terjadinya ancaman, sementara dampak dihitung dari tingkat keparahannya jika ancaman itu terjadi.

4. Evaluasi dan Pengendalian Risiko

Evaluasi dan pengendalian risiko dilakukan dengan menentukan beberapa hal. Pertama-tama risiko mana yang dapat diterima berdasarkan tingkat toleransi risiko perusahaan. Setelah itu, terapkan langkah-langkah teknis, administratif, dan fisik untuk mengurangi risiko tersebut.

5. Pemantauan dan Penilaian

Pemantauan dan penilaian terhadap sistem dan lingkungan keamanan perusahaan harus tetap dijalankan secara terus-menerus untuk bisa mendeteksi potensi ancaman baru dan perubahan risiko. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan asesmen risiko yang diterapkan tetap relevan dan efektif.

Matriks Risk Assessment

Risk assessment matrix adalah alat yang membantu organisasi menilai dan memprioritaskan risiko berdasarkan tingkat keparahan (severity) dan kemungkinan terjadinya (likelihood) yang terbadi menjadi 4 kategori risiko yaitu extreme risk, high risk, medium risk, dan low risk.

1. Extreme Risk

Risiko dikategorikan extreme bila memiliki potensi dampak yang sangat besar terhadap keberlangsungan bisnis—misalnya pelanggaran data berskala besar atau serangan ransomware yang melumpuhkan sistem utama.

Risiko ini membutuhkan tindakan segera dan kontrol mitigasi tingkat tinggi seperti penerapan multi-layered security dan incident response plan.

2. High Risk

Kategori high menunjukkan risiko dengan kemungkinan tinggi dan dampak signifikan, seperti kesalahan konfigurasi sistem keamanan atau kelemahan pada akses pengguna.

Organisasi perlu memastikan tindakan pencegahan seperti regular audit, patch management, dan employee awareness training.

3. Medium Risk

Risiko medium biasanya berdampak moderat dan dapat ditangani dengan strategi mitigasi berkelanjutan. Contohnya, potensi downtime singkat akibat pemeliharaan sistem atau kesalahan kecil dalam proses operasional.

4. Low Risk

Risiko low memiliki dampak dan kemungkinan kecil, namun tetap perlu dimonitor secara berkala agar tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. Penerapan continuous monitoring membantu menjaga tingkat risiko tetap terkendali.

Apa Saja Contoh Risk Assessment di Perusahaan?

Terdapat beberapa jenis risk assessment, contoh utama yang biasa diterapkan di perusahaan, khususnya dalam hal keamanan IT, adalah sebagai berikut:

Asesmen Risiko Penyimpanan Data di Cloud

Lingkungan cloud kini telah digunakan oleh banyak perusahaan, salah satunya sebagai tempat penyimpanan data. Penilaian risiko dapat dilakukan untuk mengidentifikasi risiko keamanan terkait data-data yang disimpan di cloud tersebut.

Beberapa contoh ancaman yang dapat terjadi antara lain adalah kebocoran data, akses tidak sah, serta kehilangan data akibat kegagalan sistem atau bencana. Perusahaan dapat merancang mitigasi berupa enkripsi data, kontrol akses, serta backup data teratur.

Asesmen Risiko Aplikasi Web/Website

Perusahaan yang memiliki aplikasi web atau website untuk produk dan layanan mereka dapat melakukan asesmen risiko untuk mengatasi kerentanan keamanan yang berpotensi dieksploitasi oleh peretas. Ancaman-ancaman seperti SQL injection, Cross-site scripting, dan Denial of Service (DoS) dapat diidentifikasi dan dicegah dengan mitigasi yang sesuai.

Asesmen Risiko Server Email

Server email merupakan salah satu aspek yang rentan terhadap ancaman siber seperti serangan spam, phishing, dan malware. Perusahaan dapat melakukan asesmen terhadap risiko-risiko ini untuk menjaga keamanan informasi dan data yang dibagikan lewat email. Beberapa contoh mitigasinya dapat berupa two factor authentication (2FA), filter spam, dan enkripsi email.

Asesmen Risiko Jaringan Wi-Fi

Jaringan Wi-Fi juga dapat menjadi salah satu titik kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh peretas, seperti serangan man-in-the-middle, akses tidak sah, hingga pencurian data. Melalui asesmen risiko, perusahaan dapat merancang tindakan mitigasi seperti autentikasi yang kuat, penggunaan VPN, atau enkripsi WPA2.

Baca Juga: Proteksi Data: Langkah Keamanan Penting di Dunia Digital

Apa Saja Manfaat Penerapan Risk Assessment untuk Keamanan IT Perusahaan?

Penerapan risk assessment untuk keamanan IT perusahaan dapat membawa sejumlah manfaat signifikan, di antaranya:

Manajemen Kerentanan Lebih Baik

Manajemen kerentanan (vulnerability management) merupakan aspek penting dalam menjaga keamanan IT, khususnya untuk informasi dan aset digital penting. Penerapan asesmen risiko dapat membantu menemukan dan memperbaiki kerentanan yang ada.

Prioritas Keamanan Tinggi

Asesmen risiko dapat mendorong perusahaan untuk memprioritaskan upaya keamanan berbasis risiko di tingkatan yang lebih tinggi.

Perlindungan Data Sensitif

Upaya keamanan dan mitigasi yang dirancang dari asesmen risiko dapat meningkatkan perlindungan terhadap data sensitif secara signifikan.

Meningkatkan Kesadaran Keamanan

Kesadaran keamanan (security awareness) merupakan sesuatu yang penting untuk dimiliki oleh berbagai pihak di perusahaan. Asesmen ini dapat meningkatkan kesadaran di kalangan karyawan dan manajemen tentang praktik terbaik untuk menjaga keamanan informasi.

Baca Juga: Information Security: Sistem Pengamanan Informasi yang Krusial

Terapkan Risk Assessment untuk Keamanan IT Anda dengan Vulnerability Management dari Aplikas Servis Pesona!

Untuk bisa memastikan perusahaan Anda terlindungi dari ancaman siber, penting untuk menerapkan risk assessment secara menyeluruh. Hal tersebut bisa dilakukan dengan solusi vulnerability management yang mumpuni.

Aplikas Servis Pesona merupakan perusahaan IT security yang telah berpengalaman menyediakan solusi keamanan IT terbaik, salah satunya adalah vulnerability management. Solusi vulnerability management dari kami dapat membantu Anda untuk menerapkan risk assessment secara menyeluruh dan berkelanjutan agar strategi keamanan Anda terus relevan dan efektif.

Hubungi marketing@phintraco.com untuk informasi selengkapnya tentang solusi vulnerability management dari Aplikas Servis Pesona!

Editor: Cardila Ladini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *