Di tahun 2020 ini, kita sudah sering mendengar kasus-kasus peretasan sistem perusahaan yang dilakukan oleh penjahat siber. Nilai kerugian yang dirasakan pun tak sedikit. Besarnya jumlah kenaikan serangan siber selama tahun 2020 ini membuat semakin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya menerapkan strategi keamanan siber yang tepat.

Bagi perusahaan yang menjadikan teknologi sebagai business enabler, keamanan siber harus menjadi salah satu perhatian utama. Menjaga keamanan siber bukan lagi menjadi pilihan, namun sudah menjadi suatu keharusan.

Dalam dunia keamanan siber, tidak ada bisnis yang kebal terhadap serangan. Perusahaan Anda memiliki tingkat kerentanan yang sama dengan perusahaan lainnya. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki pengetahuan tentang prediksi tren keamanan siber karena salah satu penyebab serangan siber adalah ketidaktahuan perusahaan bahwa sistem mereka memiliki kerentanan yang memicu terjadinya serangan

Dengan memiliki pengetahuan tentang prediksi tren serangan siber di masa yang akan datang, diharapkan perusahaan dapat melakukan pencegahan terhadap serangan siber sedini mungkin.

Mari ketahui tren serangan siber yang diprediksi semakin meningkat di tahun 2021. Berikut penjelasannya:  

1. Tren serangan siber di tahun 2021: Ransomware

Hasil laporan dari 99 firms menunjukan bahwa 71% serangan siber di tahun 2020 dilatarbelakangi oleh masalah finansial, dan 52% diantaranya adalah kasus peretasan langsung, bukan berasal dari autonomous malware. Ini berarti, banyak orang yang mencoba untuk meretas server dan database perusahaan dengan tujuan menyebabkan kerugian perusahaan secara finansial.

Di tahun 2020, sumber ancaman siber yang paling banyak terjadi adalah ransomware yang menyerang database perusahaan. Di tahun 2021, kasus serangan ransomware diprediksi akan terus belanjut dan meningkat jumlahnya jika tidak ada langkah preventif dari perusahaan.

Jika sudah berhasil menyerang perusahaan dengan ransomware, penjahat siber dapat mengambil alih kendali database perusahaan dan memblokir akses user. Lalu, mereka akan meminta imbalan atau tebusan jika perusahaan menginginkan kembali akses usernya.  

Agar terhindar dari ancaman ransomware ini, perusahaan dapat mengimplementasi berbagai solusi keamanan seperti email dan web isolation, privileged and access management, identity and access management, secure email gateway, web application security, endpoint security dan advanced threat protection.

2. Tren serangan siber di tahun 2021: Cloud Breaches

Pandemi membuat banyak perusahaan beralih ke infrastruktur cloud. Selain memberikan banyak keuntungan, nyatanya peralihan ini juga akan menimbulkan tantangan baru. Kemungkinan, kasus cloud breaches pada perusahaan akan semakin meningkat karena lemahnya keamanan pada cloud configuration yang menyebabkan timbulnya kerentanan.

Agar terhindar dari cloud breaches, perusahaan dapat memanfaatkan solusi keamanan Cloud Access Security Broker.

3. Tren serangan siber di tahun 2021: Meningkatnya risiko serangan yang berasal dari IoT, aplikasi SaaS, dan BYOD (Bring Your Own Device)

Jumlah adopsi perangkat IoT, aplikasi SaaS, dan BYOD di lingkungan perusahaan mengalami peningkatan yang cukup pesat seiring dengan banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi digital. Adopsi teknologi tersebut akan menyebabkan peningkatan jumlah network edge yang perlu diamankan dalam jaringan perusahaan. Oleh karena itu, jumlah serangan yang berasal dari adopsi teknologi tersebut diprediksi akan meningkat di tahun 2021.

Agar terhindar dari ancaman siber ini, perusahaan dapat memanfaatkan solusi keamanan jaringan seperti solusi network detection and response, secure sd-wan, dan sd-branch.

4. Tren serangan siber di tahun 2021: Insider Threats

Ancaman siber tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tapi juga internal seperti karyawan perusahaan itu sendiri. Banyak perusahaan yang belum menyadari pentingnya memantau dan mengidentifikasi ancaman siber yang berasal dari karyawannya sendiri, terutama saat banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah seperti saat ini.

Di tahun 2021, insider threats diprediksi akan meningkat jumlahnya karena disebabkan oleh banyaknya akses jarak jauh yang tidak sah, jaringan yang tidak aman, penggunaan kata sandi yang tidak sesuai standar keamanan, dan penyalahgunaan perangkat pribadi.

Agar terhindar dari jenis ancaman ini, perusahaan dapat memanfaatkan solusi teleworker security dan privileged access management.

Prediksi ancaman serangan siber yang akan semakin meningkat di tahun 2021 ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi perusahaan agar tetap waspada dan mengatur strategi terbaik untuk mengontrol keamanan IT.

Pemanfaatan teknologi yang besar perannya dalam sebuah perusahaan juga harus diikuti dengan keamanan yang memadai. Maka dari itu, memiliki solusi mutakhir yang memungkinkan perusahaan memantau, mendeteksi, dan mengurangi potensi risiko secara real-time adalah sebuah keharusan.

Anda dapat mengandalkan Aplikas Servis Pesona sebagai partner penyedia solusi keamanan IT untuk perusahaan Anda. Aplikas Servis Pesona menyediakan berbagai solusi keamanan IT dari perusahaan keamanan IT kelas dunia seperti McAfee, Fortinet, CyberArk, dan SailPoint. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai solusi keamanan IT atau konsultasi dengan tim ahli dari Aplikas Servis Pesona, Anda dapat menghubungi marketing@phintraco.com

Referensi:

https://www.cybersecurity-insiders.com/cybersecurity-trends-to-keep-track-of-in-2021/

https://thefutureofthings.com/14856-cybersecurity-trends-and-predictions-for-2021/

https://www.analyticsinsight.net/top-10-cybersecurity-trends-watch-2021/