Di tengah maraknya transformasi digital yang dilakukan perusahaan, ada satu aspek penting yang perlu diperhatikan – yaitu memastikan perusahaan terlindungi dari ancaman dan serangan siber. Menjaga keamanan siber mungkin sudah dilakukan, namun solusi proteksi keamanan khususnya untuk keamanan endpoint perlu ditinjau secara berkala untuk mengetahui relevansi dan efektivitas solusi tersebut dalam melindungi sistem dari serangan siber.

Sebagai perusahaan penyedia solusi IT security di Indonesia, Aplikas Servis Pesona turut mengambil peran dalam membantu praktisi di bidang keamanan siber mengantisipasi evolusi serangan siber. Bersama dengan CrowdStrike dan Exclusive Network, Aplikas Servis Pesona menggelar webinar cyber security bertajuk “Integrating Threat Intelligence into Endpoint Security” pada hari Rabu, 30 Juni 2021. Webinar ini dihadiri oleh praktisi keamanan siber dari berbagai sektor.

Melalui tema webinar ini, Aplikas Servis Pesona ingin menyampaikan informasi tentang meningkatkan keamanan siber perusahaan dengan cara memaksimalkan keamanan endpoint yang dikombinasikan dengan teknologi Threat Intelligence.

Ruevitzwan Isa, selaku Senior Regional Sales Engineer dari CrowdStrike yang juga menjadi pembicara utama di webinar ini menjelaskan bahwa jenis serangan siber saat ini terus berevolusi. Cara atau metode lama yang diterapkan tidak lagi relevan untuk melindungi perusahaan dari insiden serangan siber yang semakin canggih.

Banyak kasus serangan siber terjadi di lingkungan perusahaan karena tingkat proteksi endpoint yang rendah atau tidak lagi mampu melawan jenis serangan dan metode yang digunakan oleh penjahat siber. Oleh karena itu, perusahaan kini perlu mengombinasikan teknologi Threat Intelligence dengan platform keamanan endpoint yang digunakan untuk melindungi lingkungan digital perusahaan secara menyeluruh dari serangan siber secara lebih cepat dan efektif.

Ruevitzwan Isa, Senior Regional Sales Engineer dari CrowdStrike mempresentasikan materi webinar “Integrating Threat Intelligence into Endpoint Security”

Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan soal kemungkinan menggunakan layanan Threat intelligence dari CrowdStrike yang diintegrasikan dengan platform SIEM dan SOAR. Untuk pertanyaan ini, jawabannya adalah Threat Intelligence dapat diintegrasikan dengan berbagai platform SIEM dan SOAR. Jadi, tidak ada kendala apa pun bagi pengguna yang ingin mengintegrasikan Threat Intelligence ke platform keamanan endpoint yang saat ini sudah digunakan.

Lalu, di sesi tanya jawab, pembicara juga menjelaskan tentang besaran bandwidth yang dibutuhkan satu endpoint untuk mengirimkan event ke cloud. Rata-rata, bandwidth yang dibutuhkan untuk 1 day consumption adalah 6 hingga 8 MB.

Dari tema webinar cyber security ini, disimpulkan bahwa risiko dari jenis serangan siber dan kemampuan penjahat siber yang terus berevolusi dapat diatasi dengan mengintegrasikan Threat Intelligence ke platform keamanan endpoint. Melalui webinar ini, diharapkan seluruh peserta yang hadir mendapatkan insight untuk membantu para peserta yang sebagian besar bekerja di bidang IT security mencegah, mendeteksi, dan merespons serangan siber secara lebih efektif.

Informasi lebih lanjut:

marketing@phintraco.com