EDR vs XDR: Definisi, Fungsi, dan Perbedaannya

Serangan siber dapat bergerak dari endpoint menuju jaringan, identitas, cloud, dan aplikasi. Perbedaan antara EDR vs XDR mencakup dua pendekatan keamanan dengan cakupan deteksi dan respons masing-masing.
EDR berfokus pada aktivitas endpoint sebagai sumber utama telemetri keamanan. Sementara itu, XDR menghubungkan data dari berbagai lapisan keamanan. Perusahaan perlu memahami perbedaannya sebelum menentukan teknologi yang sesuai. Artikel ini akan membahas perbedaan keduanya secara lebih mendalam, serta kapan perusahaan perlu menggunakan XDR dan cara memilih platform yang tepat.
Apa yang Dimaksud dengan EDR dan XDR?
EDR atau Endpoint Detection and Response memantau aktivitas pada perangkat seperti laptop, desktop, dan server. Sistem mengumpulkan data endpoint untuk menemukan perilaku mencurigakan. EDR juga dapat membantu investigasi dan respons terhadap insiden.
EDR juga dapat mendeteksi aktivitas proses, perubahan file, serta koneksi jaringan pada endpoint. Responsnya dapat mencakup isolasi perangkat atau penghentian aktivitas berbahaya.
XDR atau Extended Detection and Response memiliki cakupan yang lebih luas. Sistem dapat menggabungkan data dari endpoint, jaringan, email, identitas, cloud, dan aplikasi.
Pendekatan ini memungkinkan XDR solution menghubungkan berbagai sinyal keamanan. Tim dapat melihat rangkaian serangan dalam konteks yang lebih lengkap.
EDR dan XDR sama-sama mendukung threat detection and response. Perbedaannya terutama terletak pada cakupan data dan kemampuan korelasi antarsumber.
Baca Juga: Zero Trust Endpoint Security: Definisi dan Cara Kerjanya
Apa Perbedaan EDR dan XDR dalam Mendeteksi Ancaman?
EDR memberikan visibilitas mendalam terhadap aktivitas pada endpoint. Pendekatan ini efektif ketika sumber ancaman berada pada perangkat yang dipantau. XDR memperluas visibilitas tersebut ke beberapa lapisan keamanan. Sistem dapat menghubungkan aktivitas endpoint dengan sinyal dari jaringan atau cloud.
Sebagai contoh, sebuah endpoint dapat menjalankan proses yang mencurigakan. EDR dapat mendeteksi perilaku tersebut melalui telemetri perangkat. XDR dapat mencari konteks tambahan dari sumber lain. Sistem dapat menghubungkan aktivitas endpoint dengan email phishing atau upaya login yang mencurigakan.
Perbedaan lainnya juga terlihat pada korelasi datanya. EDR menghubungkan aktivitas yang terjadi pada endpoint. Sementara itu, XDR melakukan korelasi lintas sumber dan permukaan serangan.
Dari sisi respons, EDR dapat mengisolasi endpoint yang terinfeksi, sementara XDR dapat memperluas tindakan berdasarkan sumber keamanan yang terintegrasi.
XDR juga dapat membantu mengurangi alert fatigue. Sinyal yang berkaitan dapat dikelompokkan menjadi insiden yang lebih bermakna. Kedua solusi ini memiliki cakupan yang berbeda dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan keamanan.
Kapan Perusahaan Sebaiknya Menggunakan XDR?
Menentukan kapan menggunakan XDR bergantung pada kompleksitas lingkungan dan kebutuhan visibilitas perusahaan. XDR menjadi relevan ketika ancaman melibatkan beberapa permukaan keamanan. Berikut adalah beberapa faktor penentu lainnya:
Infrastruktur Memiliki Banyak Attack Surface
Perusahaan dengan endpoint, cloud, email, identitas, dan jaringan membutuhkan konteks lintas lapisan. XDR dapat menghubungkan data tersebut dalam satu pendekatan.
Tim Menggunakan Banyak Security Tools
Tools yang terpisah dapat menghasilkan data di konsol yang berbeda. XDR dapat membantu menghubungkan sinyal tersebut untuk keperluan investigasi.
Serangan Dapat Bergerak Lintas Sistem
Serangan tertentu dapat dimulai dari phishing lalu berkembang ke pencurian identitas. XDR membantu tim melihat rangkaian aktivitas tersebut secara lebih menyeluruh.
Membutuhkan Respons Terkoordinasi
Perusahaan dapat mempertimbangkan XDR ketika respons perlu mencakup beberapa lapisan. Otomasi juga dapat membantu mempercepat containment dan remediasi.
Membutuhkan Visibilitas Terpusat
XDR dapat menyediakan konteks insiden melalui satu pendekatan terintegrasi. Hal ini membantu tim mengurangi kebutuhan berpindah antarkonsol. EDR tetap memiliki peran penting dalam keamanan endpoint. Namun, XDR menjadi relevan ketika kebutuhan perusahaan melampaui visibilitas endpoint saja.
Bagaimana Cara Memilih XDR Platform yang Tepat untuk Bisnis?
Pemilihan platform perlu mengikuti arsitektur dan kebutuhan keamanan perusahaan. Evaluasi sebaiknya mencakup kemampuan teknis dan operasional. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Periksa Cakupan Data
Pastikan platform mendukung sumber yang digunakan oleh perusahaan. Perhatikan endpoint, identitas, cloud, email, jaringan, dan aplikasi.
Evaluasi Kemampuan Korelasi
Platform perlu menghubungkan sinyal dari berbagai sumber. Korelasi membantu tim memahami hubungan antaraktivitas keamanan.
Perhatikan Detection dan Response
Evaluasi kemampuan deteksi, investigasi, threat hunting, dan respons. Pastikan tindakan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Periksa Integrasi
Platform sebaiknya dapat terhubung dengan tools keamanan yang sudah digunakan.
Evaluasi AI dan Otomasi
AI kini dapat membantu memprioritaskan insiden dan mempercepat investigasi. Otomasi juga dapat membantu menjalankan containment dan remediasi lintas permukaan.
Pertimbangkan Skalabilitas
Platform harus dapat mengikuti pertumbuhan endpoint dan sumber data. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan operasional dan biaya pengelolaannya.
Tingkatkan Keamanan Siber Anda dengan Solusi Extended Detection and Response (XDR) dari Aplikas Servis Pesona!
Aplikas Servis Pesona menghadirkan solusi XDR dengan korelasi lintas endpoint, identitas, cloud, dan sumber pihak ketiga. Data tersebut dinormalisasi untuk memberikan konteks insiden dalam satu tampilan.
Solusi ini juga menyediakan prioritas insiden berbasis AI serta respons otomatis. Tindakan containment dan remediasi dapat dijalankan lintas permukaan yang terhubung.
Pendekatan tersebut membantu tim keamanan mengurangi alert fatigue dan mempercepat investigasi. Perusahaan Anda juga dapat memperluas cakupan secara bertahap dari endpoint ke sumber data lainnya.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Trie Ayu Feminin dan Irnadia Fardila


Leave a Reply