Multiplatform Threat Detection: Solusi Deteksi Ancaman Lintas Platform

Infrastruktur digital perusahaan kini tersebar di banyak lingkungan. Kondisi ini membuat multiplatform threat detection menjadi sangat penting untuk menjaga visibilitas keamanan.
Endpoint, identitas, cloud, aplikasi, dan jaringan masing-masing menghasilkan data keamanan yang berbeda. Tanpa pemantauan terpadu, ancaman dapat berpindah antarplatform tanpa segera terdeteksi. Artikel ini akan membahas multiplatform threat detection solution, mengapa perusahaan memerlukannya, bagaimana cara mendeteksi ancaman lintas platform, peran XDR solution, dan tantangan implementasinya.
Apa itu Multiplatform Threat Detection?
Multiplatform threat detection adalah pendekatan untuk mendeteksi ancaman di berbagai platform secara terpadu. Pendekatan ini memperluas pemantauan dari satu lingkungan ke beberapa sumber. Prosesnya mengumpulkan sinyal dari endpoint, identitas, cloud, aplikasi, dan jaringan. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan pola aktivitas yang mencurigakan.
Konsep ini sering juga disebut cross-platform threat detection. Tujuannya adalah mengurangi celah visibilitas akibat sistem keamanan yang berjalan secara terpisah. Dengan multiplatform threat detection solution, tim keamanan dapat melihat hubungan antaraktivitas. Mereka juga dapat memahami rangkaian serangan secara lebih menyeluruh.
Mengapa Perusahaan Membutuhkan Threat Detection Lintas Platform?
Infrastruktur bisnis semakin beragam dan terhubung. Kondisi tersebut membuat ancaman dapat muncul dari banyak titik masuk. Penerapan multiplatform threat detection untuk perusahaan dapat membantu memperluas cakupan pemantauan. Tim keamanan dapat mengamati aktivitas yang terjadi pada berbagai lingkungan.
Serangan modern juga dapat berpindah dari satu platform ke platform lain. Misalnya, kredensial dicuri melalui perangkat. Setelah itu, akun digunakan untuk mengakses layanan cloud. Pemantauan yang terpisah dapat membuat rangkaian aktivitas tersebut terlihat seperti kejadian berbeda. Korelasi lintas platform membantu menghubungkan sinyal tersebut menjadi satu konteks.
Pendekatan ini juga dapat membantu mempercepat investigasi. Tim keamanan memperoleh informasi yang lebih relevan saat menentukan prioritas insiden.
Baca Juga: Security Operation Center: Infrastruktur Pendeteksi Ancaman Siber
Bagaimana Cara Kerja Multiplatform Threat Detection?
Cara mendeteksi ancaman lintas platform umumnya dimulai dari pengumpulan data. Sumbernya dapat berupa perangkat, akun, aplikasi, cloud, dan jaringan. Data dari berbagai sumber perlu dinormalisasi dulu agar dapat dianalisis secara konsisten. Setelah itu, sistem menghubungkan sinyal yang memiliki keterkaitan.
Tahap berikutnya adalah analisis aktivitas dan penentuan prioritas. Sistem dapat mencari pola yang menunjukkan rangkaian serangan atau perilaku abnormal. Sebagai contoh, terdapat login mencurigakan pada akun pengguna. Pada waktu berdekatan, perangkat terkait menjalankan proses tidak biasa. Jika akun tersebut kemudian mengakses sumber daya cloud sensitif, risikonya menjadi lebih jelas. Korelasi tersebut dapat menghasilkan konteks insiden yang lebih lengkap.
Baca Juga: Tantangan SOC Modern: Dampak dan Cara Mengatasinya
Apa Saja Tantangan Menerapkan Cross-Platform Threat Detection?
Mengimplementasi pendeteksi ancaman lintas platform memiliki beberapa tantangan tersendiri. Berikut adalah tantangan-tantangan tersebut:
Banyaknya Sumber Data
Setiap platform menghasilkan telemetri dengan struktur dan karakteristik berbeda. Volume data juga dapat meningkat seiring pertumbuhan lingkungan digital.
Integrasi Security Tools
Sistem keamanan yang terpisah membutuhkan integrasi agar data dapat dikumpulkan dan dikorelasikan. Integrasi yang kompleks dapat menambah beban operasional.
Alert Fatigue
Banyaknya peringatan dapat menyulitkan tim menentukan insiden yang paling penting. Prioritas yang kurang tepat dapat memperlambat respons terhadap ancaman nyata.
Keterbatasan Visibilitas
Data yang tersebar dapat menciptakan blind spot pada proses pemantauan. Tim mungkin hanya melihat sebagian aktivitas dalam satu serangan.
Kompleksitas Hybrid Environment
Lingkungan on-premise, cloud, dan layanan pihak ketiga memiliki karakteristik berbeda. Kondisi tersebut membuat pengawasan keamanan semakin kompleks.
Bagaimana Peran Extended Detection and Response (XDR) dalam Mendukung Multiplatform Threat Detection?
XDR memiliki peran penting dalam mendukung threat detection di lintas platform. Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana XDR dapat mendukung sistem keamanan ini:
Menyatukan Data Keamanan
Extended detection and response (XDR) menggabungkan data dari beberapa permukaan keamanan. Data tersebut dapat mencakup endpoint, identitas, cloud, email, dan jaringan.
Menghubungkan Sinyal
XDR melakukan korelasi terhadap sinyal yang berasal dari sumber berbeda. Hal ini membantu tim melihat konteks serangan secara lebih lengkap.
Memprioritaskan Insiden
XDR dapat membantu memusatkan perhatian pada insiden dengan tingkat risiko lebih tinggi. Proses ini mengurangi kebutuhan meninjau setiap peringatan secara terpisah.
Mempercepat Investigasi dan Respons
Konteks yang terpadu mendukung investigasi yang lebih cepat. Beberapa solusi juga menyediakan otomatisasi untuk tindakan containment dan remediation.
Atasi Ancaman Siber dari Berbagai Platform dengan Solusi XDR dari Aplikas Servis Pesona!
Kebutuhan deteksi lintas platform membutuhkan visibilitas yang luas dan korelasi antarsumber. Perusahaan juga membutuhkan respons yang cepat ketika ancaman teridentifikasi.
Aplikas Servis Pesona menyediakan solusi XDR yang menyatukan data dari endpoint, identitas, cloud, sistem AI, dan sumber pihak ketiga. Platform kami menyediakan korelasi lintas permukaan serta kemampuan respons terintegrasi.
Pendekatan ini dapat membantu tim keamanan Anda memahami konteks serangan dari satu tampilan. Solusi kami juga dapat mengurangi blind spot dan kompleksitas operasional akibat banyaknya alat keamanan.
Untuk informasi selengkapnya, hubungi marketing@phintraco.com sekarang!
Editor: Irnadia Fardila
Categories
Trending News



Leave a Reply